Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Di Ladang Gandum Desa Palancar


__ADS_3


"Jadi.. Tuan Long dan Nyonya Hong.. kebetulan makananku telah lengkap tersaji.


   Jika anda berdua tidak keberatan, ijinkan Bing Qing mengundang kalian berdua untuk makan siang bersamaku.


   Lihatlah... aku seorang diri saja, seorang wanita saja.. akan tetapi jumlah pesananku seperti kebutuhan makan untuk lima orang dewasa. Sesungguhnya aku sedikit kalap ketika memesan tadi" kata Ye Bing Qing.


   Dia melihat, bahwa memang kedua orang ini belum memesan makanan sama sekali. Apakah karena mereka yang berpakaian sederhana, sampai-sampai pelayan pun enggan datang ketika Tuan Long memanggil. Namun pria dan wanita lembut itu, terlihat seperti tidak menaruh dendam kepada pelayan yang mengabaikan keduanya. Malahan Ye Bing Qing, gadis Elf itu yang menjadi gusar.


Mendadak suara tawa kecil terdengar.


   Itu seperti tawa yang di tahan-tahan, ketika satu orang merasa lucu, namun tak pantas untuk tertawa keras-keras. Ye Bing Qing melihat bahwa rupanya si nyonya yang sejak awal-awal perjumpaan mereka selalu diam, seperti orang yang menutup diri dari dunia luar, kini menutup mulutnya dengan kikik yang terdengar dari mulutnya. 


   Rupanya dia merasa lucu dengan kata-kata Ye Bing Qing tadi. Tuan Long terlihat senang ketika mendengar istrinya tertawa. Dia lantas memegang tangan istrinya dengan lembut. Nyata sekali bahwa dia benar-benar menyayangi isterinya itu, Ye Bing Qing pencatatannya di dalam hati. 


   Pada akhirnya, setelah Ye Bing Qing mengira bahwa dua orang bermantel rami itu akan menolak tawarannya undangan makannya, kini mereka bertiga mencair dari kekakuan tata krama dan basa-basi.


   Tuan Long menjelaskan sambil minum secawan arak..


"Kami adalah dua saudara di dalam satu sekte sesungguhnya. Guru kami adalah orang yang sama" kata pria itu.


   Bahkan Nyonya Hong itu, membuka kain tipis seperti cadar yang menutupi wajahnya. Ada satu garis panjang, bekas senjata tajam yang mengiris dalam di pipi kirinya.


"Ah..akan tetapi itu tidak mengurangi kecantikan anda Nyonya Hong. Aku melihat garis kecantikan asli anda, meskipun ada sedikit goresan di wajah kiri anda" kata Ye Bing Qing.

__ADS_1


"Aku mendengar akan ahli-ahli ramuan dan Alkemis di jaman sekarang yang telah maju. 


   Aku pikir anda harus menemui seorang diantara mereka dan meminta ahli itu menyamarkan bekas luka tersebut" kata Ye Bing Qing lembut.


   Nyonya Hong, perempuan itu balas tersenyum, lalu kembali mengenakan cadarnya.


"Aku tidak berniat lagi untuk mencari ahli ramuan atau alkemis yang mumpuni sekarang ini. Semua cara telah aku coba, tapi gagal adanya. Mungkin jika aku bertemu dengan guruku, beliau dapat melakukan rekonstruksi wajah dan menyamarkan luka dalam ini" si Nyonya tersenyum pasrah.


   Ye Bing Qing lantas menjawab dan mencoba menghibur si nyonya..


"Semoga anda berdua dapat menemukan guru anda secepatnya" balas Ye Bing Qing tulus. Dia tak tega bertanya-tanya lebih jauh. Dia melihat ada luka yang dalam di hati dua orang itu, luka yang disembunyikan rapi, tapi kadang nada duka itu muncul dalam nada suara keduanya. 


******


"Hidangan telah habis, dan arak di kendi telah kosong.Saat nya mengucapkan terima kasih kepada Nona Bing Qing.


   Dua kenalan yang baru saja bertemu dan terasa seperti akrab, layaknya sahabat yang telah kenal puluhan tahun harus berpisah. Tuan Long dan Nyonya Hong berjalan menuju utara kota, sementara Ye Bing berkata bahwa dia masih menunggu kawannya di Restoran Kubah Negri Selatan.


   Lalu angin sore berhembus, membawa daun-daun kering, membuat perpisahan itu dengan cepat terlupakan. Langkah-langkah kaki dua pasangan yang tadi nya terlihat loyo itu, seketika berubah menjadi langkah kaki gesit, tangkas, pertanda keduanya adalah praktisi yang memiliki kepandaian tinggi.


   Langit masih sore, matahari belum lagi masuk peraduannya. Namun cahaya jingga bercampur merah terlihat indah, penuh di langit ladang gandum Desa Palancar. Desa Palancar ini adalah desa terdekat dari Kota Raja Menhua, jaraknya sekitar dua puluh lima lie dari gerbang utara.


   Mengikuti jejak kaki di belakang dua orang, yang kini bergerak semakin cepat seperti angin... ada sepasang kaki mungil, yang bergerak seperti hantu. Tidak menjejakkan kaki sama sekali di atas tanah, dan suara bakiak tinggi yang dia kenakan, sama sekali tak ada suara. Kaos kaki putihnya berkelebat seperti bayangan, sukar ditangkap oleh mata orang fana.


   Sejak awal perpisahan tadi, Ye Bing Qing lantas berpura-pura ada janji selanjutnya dengan satu kenalannya, dan dia berpisah ke arah selatan dan membiarkan dua pasang suami istri itu pergi ke arah utara.

__ADS_1


   Hebat teknik meringankan tubuh dua suami isteri ini (Seperti biasa, tidak diperkenankan menggunakan mode penerbangan, baik di dalam kota ataupun pada jarak tertentu dari pusat Kota raja Menhua), memang bukanlah sembarangan teknik yang dimiliki ahli-ahli kelas menengah.


"Dengan keahlian menggunakan light skill layaknya seseorang dalam mode penerbangan, aku menebak mereka berdua adalah praktisi di ranah Alam Melintas Sage tingkat terakhir, delapan dan sembilan" batin Ye Bing Qing.


   Bibirnya melengkung tipis, dan dia kembali membatin,


"Terlalu mudah menebak keahlian kalian, meskipun kalian menyembunyikan kepintaran beladiri itu dalam-dalam" dia tersenyum. Ye Bing Qing sangat penasaran dan ingin mengetahui siapa sesungguhnya pasangan suami istri itu.    Dia merasa akrab dengan mereka berdua, sehingga rasa ingin tahunya semakin besar mencari tahu siapa mereka itu..


   Langit menjadi merah seperti bara yang hampir padam. lalu angin berhembus semakin kencang di ladang gandum Desa Palancar, namun dua suami istri itu terlihat sabar menunggu sesuatu, tidak berbicara satu sama yang lain.


   Pelan-pelan dari arah timur Desa Palancar, muncul di langit satu kapal roh yang cukup besar. Bunyi mesin nya begitu kuat, meski bagi orang fana mungkin tidak akan terganggu. Beda hal nya dengan ahli-ahli pengejar keabadian.


   Ye Bing Qing menebak kalau pemilik kapal roh itu adalah golongan bangsawan atau klan yang kaya. Tentu saja.. biaya untuk membeli benda roh sebesar itu, membutuhkan biaya yang sangat sangat mahal. Tapi ini bukan tentang berapa harga kapal roh...


"Mereka mulai beraksi !" Bibir Ye Bing Qing semakin lebar dalam senyum.


"Mereka bukan orang biasa-biasa.. mereka adalah hali kelas tinggi yang sengaja merebut Pedang Sihir Es itu" batin Ye Bing Qing gembira, ketika melihat dua suami istri itu menjejakkan kakinya, melayang indah dan menghadang kapal roh di atas langit Desa Palancar.


   Sosok mereka dengan mantel rami serta topi caping lebar, membuat kesan misterius keberadaan mereka semakin tebal.


"Berhenti !" teriak Tuan Long, wajahnya kini terbalut dengan kain tebal, menutup wajah memperlihatkan biji mata saja. Orang-orang di kapal itu seketika panik.


"Seseorang menghadang kapal kami... seseorang menghadang kapal kami!" suara teriakan diatas kapal roh itu bergema.


 

__ADS_1


Bersambung


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3


__ADS_2