Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Salinan Pembawa Nada Keinginan Hati


__ADS_3

  Hari beranjak makin siang, matahari bersinar tepat di atas kepala peserta lelang yang duduk di setengah lingkaran tribune arena kota. Perbedaan kelas terlihat jelas dari kursi tempat duduk di dalam arena pelelangan itu. Kelompok praktisi atau kultivator yang berasal dari kelas di bawah Sekte Bintang delapan, hanya memperoleh kursi di bangku setengah melingkar di tribune. Duduk di bangku keras tanpa bantalan sama sekali.


   Beda halnya dengan praktisi atau Cultivator dari Sekte Bintang delapan hingga ke atasnya. Mereka duduk nyaman di dalam ruangan balkon, dengan kursi mencapai sepuluh buah untuk seluruh anggota sekte. 


   Di dalam balkon itu, disediakan juga makanan ringan seperti kue-kue dan sesekali gadis-gadis muda datang menyuguhkan teh atau arak, sesuai pesanan tamu. Bahkan... semua kursi di balkon itu, adalah kursi yang diberi bantalan tempat duduk, sehingga nyaman dan tidak melelahkan ketika duduk lama diatasnya. 


   Saat ini, satu demi satu para ahli dan praktisi ternama Benua Silver telah memadati arena tempat acara pelelangan diadakan. Sementara itu Wei Park juga masih tetap setia dengan memberi ulasan dan petunjuk kepada Ye Bing Qing, Yumian dan Song Hui-yong. 


   Ketika seorang pria yang berusia 50 tahun terlihat menarik perhatian, dia mengenakan baju mahal yang terbuat dari kulit harimau, di dampingi lebih dari 10 praktisi yang pengantarnya, Wei Park menyebutkan bahwa mereka adalah Kelompok ahli dari Sekte Tinju Halilintar. 


   Menurut Wei Park, Sekte Tinju Halilintar ini merupakan sekte yang mewakili dataran Tengah, juga adalah sekte yang serupa dengan Faksi Vermilion Ajaib di daratan Timur, juga Sekte Pedang Awan Es di Pulau es bagian utara. Sekte Tinju Halilintar ini juga merupakan sekte yang diasuh langsung oleh Nangong Rong dan merupakan perpanjangan tangan dari sang Immortal, untuk memata-matai Dataran Tengah Benua Silver.


"Pemimpin sekte tinju halilintar ini bernama Jiu De. Jiu De usianya 50 tahun dengan kultivasi di ranah Saint level 8. Usia seperti itu, tidak memberi kesan kalau Ju De adalah seorang yang terlihat loyo. Justru Master Sekte Tinju Halilintar itu terlihat segar, kulit wajahnya kencang seperti anak muda usia 30 tahun.


   Jiu De ini dikenal memiliki Teknik Pamungkas yang bernama Telapak Halilintar. Konon ketika Jiu De melepaskan Teknik Pamungkas itu dalam pertarungan, 


   Energi Q yang berbasis pada halilintar akan meluap dan membantu dia menghanguskan siapa saja yang menjadi lawan tempurnya.


   Meski Telapak Halilintar ini berbeda dibandingkan dengan Teknik penguasaan Cakra Halilintar akan tetapi teknik Pamungkas Telapak Halilintar ini, juga mengakibatkan musuh menjalani hangus ketika di serang Jiu De" Pungkas Wei Park.


   Tiga kawan Wei Park kemudian mencatat satu lagi sekte yang menjadi kaki tangan Nangong Rong.


******


   Ketika itu, ada terdapat  salah satu Sosok yang menarik perhatian dari Ye Bing Qing dan kawan-kawannya. Kelompok itu adalah kelompok Klan ras iblis Kantor Pusat, yang merupakan pemimpin dari aliansi Bintang Barat - suatu aliansi gabungan semua Sekte dan Klan yang masuk dalam kategori sekte Bintang 9. 


   Wei Park lantas menjelaskan.


"Kantor Pusat Aliansi Bintang Barat ini membawah Klan-klan bintang tujuh seperti Klan Xia dan lain-lain. Dipimpin langsung oleh Ras iblis bernama Mao Tie San, yang berkultivasi di ranah Saint Level delapan, membuat aliansi ini paling disegani di wilayah Barat.


   Sebagai pemimpin Klan iblis kantor pusat 


tentu saja kultivasi dari Mao Tie San, ini jauh lebih tinggi dibanding patriark kantor cabang lainnya. (Contohnya Kultivasi Patriark Ras iblis Cabang kota gerbang 1000 mimpi yang plat undangan silvernya telah dirampok oleh Yumian, beberapa waktu lalu). 


   Teknik pamungkas Mao Tie Shan ini, mirip dengan rata-rata petinggi klan ras iblis yaitu Teknik Telapak Cengkeraman Tengkorak Putih atau Teknik Pedang Tengkorak Putih" jelas Wei Park. 


******


   Lalu yang paling menarik perhatian selanjutnya adalah seorang anak muda yang terlihat berwibawa, yang ketika dia berdiri di pintu gerbang barat itu, si anak muda tampak di dampingi dengan iring-iringan dayang-dayang dan tentara Kekaisaran Menhua.


   Seketika semua orang di dalam arena terdiam ketika melihat penampilan anak muda itu.


"Pangeran mahkota ! bisik orang-orang di dalam arena.


   Wei Park menjelaskan bahwa yang baru datang itu bernama Wattana Ananada, pangeran Mahkota Negeri Selatan Menghua.


"Usianya 35 tahun dan tingkat kultivasi nya adalah Kuasi Alam Melintas Sage. Teknik pedang Wattana Ananada yang sangat terkenal adalah teknik Double Sword dengan nama Tarian Dewa Patra !" jelas Wei Park.


   Pelan-pelan Ye Bing Qing bertanya kepada Wei Park. Katanya.. 

__ADS_1


"Dimana keberadaan saudara Atid Ananada? Sepengetahuan aku, Atid adalah Pangeran mahkota di kekaisaran Menhua ini. Mengapa Atid  ada tidak datang mewakili pihak Kekaisaran? Bukankah dia yang seharusnya disebut putra mahkota?" tanya Ye Bing Qing bingung. 


   Wei Park menjelaskan, bahwa semenjak pertarungan di Padang Gurun Terkutuk belasan tahun yang lalu, keberadaan Atid ada hilang dan tidak pernah terdengar lagi kabar beritanya lagi. 


   Dengan tetap penasaran ingin tahu yang besar, Ye Bing Qing bertanya..


"Apakah tidak ada berita sedikitpun tentang di mana keberadaan Atid itu? 


   Bukankah hal ini terbilang aneh, ketika seseorang datang menghadiri pertemuan pedang se benua, lalu sesudahnya dia lenyap tanpa kabar apa-apa?"


   Wei Park berusaha menjelaskan seperti informasi yang dia kumpulkan.


"Ketika malam terakhir pertempuran di Padang Gurun Terkutuk belasan tahun yang lalu itu, semua ahli yang disebut Raja-raja Pedang mewakili Utara, Selatan, Barat, Timur dan dataran Tengah hilang tidak berbekas. Tidak diketahui dimana keberadaan mereka.


   Konon hal ini terjadi seperti mengulangi kisah ribuan tahun yang lalu ketika Raja-raja pedang masa itu berkumpul untuk menentukan siapa yang layak disebut Dewa pedang.


   Akan tetapi keberadaan mereka hilang seribu tahun yang lalu, juga hilang tak ada bekas sama sekali." Wei Park menarik nafas dalam-dalam.


   Ye Bing Qing mencecar Wei Park.


"Akan tetapi, bukankah setelah pertemuan pedang itu, Benua Silver ini telah menentukan 1 orang yang pantas disebut  Dewa pedang? Dia lah Nangong Rong itu.


   Mengapa tidak ada yang menanyakan keberadaan lima Raja Pedang itu setelah pertemuan itu?" Ye Bing Qing berkeras dengan teorinya. 


"Aku menjad curiga. Bukankah ini terasa aneh? Ketika semua raja pedang dari berbagai wilayah lenyap tiada bekas namun masih ada eksistensi lainnya yang diangkat dan di panggil Dewa Pedang?" 


   Wei Park mengangkat bahunya. Katanya santai..


   Di luar dari pada itu, semua orang takut dengan Sang Penguasa Dewa Pedang - Nangong Rong itu. Dia bahkan mampu membuat takut kerajaan-kerajaan yang selama ini berdiri di bawah Raja-raja Pedang sebelumnya.


   Nangong rong adalah momok nomor satu di Benua Silver sekarang ini!" jawab Wei Park.


   Song Hui Yong, Yumian dan yang lainnya lantas setuju akan pendapat Ye Bing Qing. Semua merasa bahwa Ini adalah hal yang aneh. 


"Aku merasa ada keterkaitan antara hilangnya lima Raja Pedang, dengan lenyap nya juga Master Sekte kita Master Yong" kata Ye Bing Qing. 


   Ye Bing Qing menggumam pelan.


"Pada akhirnya semua misteri ini akan terungkap. Aku yakin itu. Lalu mari kita tunggu dan lihat apa yang akan terjadi selanjutnya"


******


   Sementara itu di tengah-tengah panggung yang dibuat di hadapan ribuan orang di arena kota, tampak seorang pria baju sutera yang terlihat mahla, mengenakan topi ala Hanfu, dia berdiri diatas panggung dan mulai berpidato. Dia adalah pembawa acara Asosiasi Kamar Dagang Tuan Yong.


   Pria bernama Dugu Yi He ini, bersuara dengan keras.


"Asosiasi Kamar Dagang Tuan Yong Negeri Menhua Selatan...,


   Mengucapkan selamat datang kepada Tuan Tuan dan Nyonya semua, para ahli ahli beladiri ternama dari pelosok negri di Benua Silver ini. 

__ADS_1


"Inilah Pelelangan Akbar yang tidak akan pernah anda temui di manapun di seluruh dunia!.


    Asosiasi Kamar Dagang Tuan Yong kami akan melelang barang barang bermutu tinggi yang tentunya sangat bermanfaat untuk tuan dan nyonya semua, ahli beladiri bahkan Alkemis...


   Atau bahkan untuk meningkatkan kultivasi praktisi bela diri.


Perlu diketahui...  semua barang-barang pelelangan ini telah kami validasi oleh ahli alkemis ternama, dan kami nyatakan sebagai barang original yang diambil langsung dari dalam suatu dunia yang disebut Realm Magical Beast.


   Tuan dan nyonya boleh berkeliling ke seantero jagad raya. Dan Realm Magical Beast ini adalah satu-satu nya dunia ajaib yang hanya ada di Negeri Selatan ini !"


   Suara Dugu Yi He membakar semangat semua peserta pelelangan. Barang-barang yang diambil dari Realm Magical Beast? Tentu saja itu adalah barang bermutu yang langka dan tidak pernah ditemui di belahan manapun di Benua Silver ini.


"Mari kita jangan ketinggalan pelelangan langka ini !"


"Apakah uang kamu cukup?" ejek teman pria yang berbicara tadi.


"Cih.. sejak kapan kami sekte bintang tujuh mengalami kekurangan uang? Jaga mulutmu !"


   Begitu selesai Dugu Yi He berorasi, arena yang dipadati dengan 5000 lebih orang itu berteriak dan bersorak gegap Gempita 


"Hore !"


   Samar-samar teriakan bernada keras menyebutkan kalimat ini berulang kali.


"Pedang Sihir Es - Pedang Sihir Es !" yel-yel itu di ulang- ulang seperti akan meruntuhkan dinding-dinding arena. 


   Rupa-rupanya pedang Sihir Es itulah yang menjadi Primadona di acara pelelangan Ini. Semua orang sepertinya menanti nantikan Artefak Pusaka itu segera dilelang !.


"Baiklah ! tanpa menunggu berlama-lama kami akan mengumumkan barang yang pertama kali dilelang !" teriak Dugu Yi He dengan suara lantang.


Tangan nya terangkat tinggi-tinggi. Satu lembaran salinan di gulungan bertulis kan Teknik Rahasia di pertontonkan.


"Ini adalah salinan tentang Teknik Menenangkan Pikiran.


   Suatu salinan yang melatih praktisi yang mengabadikan kultivasinya di jalur kekuatan sihir atau energi mental ! 


   Salinan Teknik kultivasi ini bernama Pembawa Nada Keinginan dan Pikiran" Dugu Yi He diam sebentar. Dia melihat wajah-wajah tegang peserta lelang. Lalu dia bertindak dengan suara dan gaya yang makin dramatis. 


" Aku memberi Guarantee, dipastikan ketika berlatih dalam teknik kultivasi Pembawaan Nada Keinginan dan Pikiran seorang praktisi yang melatih diri didalam energi kekuatan jiwa akan menembus tingkat Energi Mental sekurang-kurangnya Master jiwa surgawi level 3..."


   Wajah-wajah semua orang makin tegang. Teknik JIwa seperti ini amatlah jarang. Kemampuan mengolah energi jiwa dan menjadi ahli sihir, adalah hal yang hanya bakat dapat dimiliki 1 diantara sepuluh juta orang. Lalu mengapa tidak tertarik?ketika ada teknik serupa yang menjadikan seseorang ahli kekuatan jiwa dengan jalan pintas? DIam-diam semua orang bersemangat.


"Nilai pelelangan sebesar 30.000 Energi Stone. Penawaran adalah kelipatan 1000 energi stone...


   Dan dimulai dari sekarang !"


Gong diketuk dan suara gemanya langsung terdengar. 


   Seketika itu juga suara suara orang berteriak saling tawar-menawar untuk menawar dan ingin memiliki salinan itu dalam kesempatan pertama.

__ADS_1


Bersambung


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3


__ADS_2