Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Negri Menhua (ii)


__ADS_3

Peta Kota Menhua



  Kota Menhua adalah satu kota yang makmur, dimana Negeri Menhua ini memiliki hasil pertambangan yang hasil olahannya dijadikan alat pembayaran di Benua Silver. Energi Stone atau batu energi. Bahkan hasil pertambangan di Negeri ini adalah yang terbaik di seluruh benua. 


   Pertambangan di Negeri ini, meskipun dikelola dan di tangani oleh pihak kekaisaran, akan tetapi putaran uang di negeri ini amatlah tinggi. Tidaklah heran dengan arus keluar masuk cash dalam perdagangan, membuat banyak sekali ada hartawan atau Klan-klan dan Sekte-sekte yang kaya.


   Sebagaimana di dunia Wu-Lin ini, jika kamu memiliki banyak harta, niscaya sumber daya kelas atas, teknik dan salinan-salinan peringkat tinggi, akan berada di genggaman tangan, ketika kamu menukar Energi Stone alat bayar itu dengan satu demi satu sumber daya atau salinan-salinan teknik kelas atas.


   Empat orang itu, telah tiba pagi-pagi benar di suatu tempat, desa kecil berjarak seratus lie dari Kota Raja. Kemudian mereka melakukan perjalanan menggunakan alat angkutan yang disewa, berangkat bersama menuju Kota Menhua - dalam samaran serupa manusia fana yang tidak paham dengan beladiri.


   Di Kota Menhua itu, ada banyak sekali tempat-tempat pelesiran yang dapat mereka kunjungi. Saat tiba di Kota Raja, Ye Bing Qing dengan tiga kawannya langsung berjalan-jalan keliling kota, pelesiran layaknya pelancong sekaligus mengamat-amati keadaan. Ada begitu banyak sekali tempat-tempat kesenangan seperti rumah makan dan restoran, rumah-rumah minum Teh yang anggun, sampai rumah arak dan rumah pelesir penghibur diri bagi pria mesum, juga tersedia di Kota Menhua.


"Seketika aku teringat akan profesi seseorang ketika menyamar di masa lalu. Mungkin saatnya kau memikirkan kembali pekerjaan sebagai mucikari di kota ini"kata Wei Park mengejek Song Hui Yong, yang mata nya jelalatan ketika melihat ada banyak sekali peluang bisnis dan kemudahan mencari uang disini.


"Cih.. tak perlu kau mengingatkan ku akan pekerjaan kotorku di masa lalu" Kata Song Hui Yong mencibir.


"Aku juga teringat ketika kau menjadi pelanggan tetapku, berkunjung sepanjang malam mengurung diri dengan gadis-gadis itu sampai lupa dengan tugasmu sebagai pengajar di akademi sastra" balas Song Hui Yong menghina Wei Park.


   Sontak saja wajah pelajar berwajah dingin itu berubah dalam rona merah. Ye Bing Qing dan Yumian bahkan menertawakan keduanya dan mencaci kalau mereka adalah laki-laki hidung belang dan mesum.


   Mereka berempat seperti melupakan akan pekerjaan sebagai mata-mata Sekte Pedang terbang, bersantai sejenak  mengunjungi tempat tempat istimewa dan berseni seperti kedai teh. Di sana Ye Bing Qing dan Yumian diajarkan secara pribadi oleh Song Hui Yong, cara penyajian Teh yang terbaik, sesuai aturan kaum bangsawan dan raja-raja negeri itu.


"Ini penting bagi kalian berdua. Kelak ketika kamu di dalam tugas sebagai mata-mata, dan memilih pekerjaan sebagai gadis penyaji teh, hal itu sudah bukan lagi sesuatu yang baru serta membuat kalian terlihat canggung" kata Song Hui Yong.


   Profesi sebelumnya sebagai mucikari profesional, yang mesti memahami etika dan tata cara dalam pergaulan kaum bangsawan, membuat nya terlihat ahli tatkala mengajarkan seni penyajian teh.

__ADS_1


   Dalam seminggu itu, keempat orang itu berpindah-pindah tempat menginap, yang mula-mula memilih menginap di Paviliun Musim Panas Selatan, kemudian berpindah pada Penginapan Keberuntungan, terkadang mencoba hidup di Losmen-losmen murah dan sempit. Penting bagi mereka untuk menghilangkan jejak, dengan selalu berpindah-pindah lokasi tempat tinggal.


"Mari kita pergi ke tempat pemujaan Dewa-dewa pada Kuil Cemara Angin Gunung Bukit Kapur, sebuah bukit kecil yang terletak dekat pantai" ajak Yumian.


   Di bukit Kapur itu, sambil bersembahyang memuja Dewa-dewa mereka memasang kuping mendengar pembicaraan para pemuja.


"Konon di Negeri ini ada beberapa sekte bintang sembilan yang cukup dikenal yang membentuk aliansi pedang dengan nama Serikat Lima Gunung" bisik Yumian menyimpulkan.


   Masing-masing gunung yang diwakili adalah : Sekte Pedang Gunung Nikan, Sekte Pedang Gunung Niyan, Sekte Pedang Gunung Alandi, Sekte Pedang Gunung Hongok dan Sekte Pedang Gunung Jinju. Keempat orang itu mencatat baik-baik nama lima Sekte Gunung Pedang, mengingat suatu hari kelak mereka mungkin berpapasan dengan pihak Sekte Kuat itu" 


"Pakaian kita terlihat sedikit aneh bukan?" kata Song Hui Yong.


"Mari kita berdandan dengan membeli pakaian yang pantas dikenakan di wilayah selatan ini" ajaknya.


   Mereka lantas memasuki Toko Busana, dan langsung memilih pakaian sesuai selera masing-masing.  


"Percayalah... kaum pria akan betah dekat dengan anda setelah mencium aroma rempah bercampur bunga sandalwood ini" promosi Laopan. 


   Ye Bing Qing tak makala. Dia memilih baju dengan warna-warna seperti tanah yang terlihat lembut, dimana seluruh tunik itu di bordir diatas bunga kacang kering berwarna biru bertaburkan warna kuning seperti kunyit dan biji coklat kemerah-merahan. Dia mengatur diri dan merasa puas dengan pilihannya.


   Kedua perempuan itu tak berhenti sampai disitu.


"Dengan pakaian dengan warna-warna indah ini, jika tak mengenakan perhiasan, aku merasa seperti kurang lengkap" kata Ye Bing Qing.


   Keduanya lantas masuk ke toko yang menjual perhiasan perhiasan untuk kaum perempuan dan mulai memilih-milih. Kalung yang berhiaskan batu menyala berwarna merah   Vermilion  menjadi pilihan Yumian, sedangkan Ye Bing Qing memilih kalung emas dengan hiasan Zamrud berwarna Daffodil pucat.


"KIta berubah menjadi perempuan istana" kata Ye Bing Qing lalu kedua perempuan itu tertawa keras-keras seperti anak remaja. 

__ADS_1


   Song Hui Yong yang pada dasarnya adalah pria yang gemar berdandan tak mau kalah dari perempuan itu. Dia memilih cincin dari dengan batu permata ruby, dan merasa dirinya berubah menjadi seorang pangeran dari Istana Menghua. 


   Sesudahnya ke empat orang itu lantas berkunjung ke satu restoran yang terkenal bernama Pavilion Intan dan Mutiara. Restoran eksklusif itu memiliki taman penuh dengan bunga-bunga indah seperti Bunga Peony, Bunga Lily, Bunga Krisan hingga tanaman anggrek hutan Bunga Meihua.


   Jalan menuju pendopo berisi kursi yang ditata seperti ruang makan istana, adalah satu menuju berbatu pasir yang membentuk semacam hutan mini yang ditanami dengan pohon Prem dan Pohon Pinus, lengkap dengan air terjun buatan yang menimbulkan perasaan seperti orang istana yang duduk-duduk di taman musim panas.


   Ada banyak sekali makanan-makanan yang di pesan ketika itu. Hidangan pembuka berupa kue almond kue kacang kastanye, kue kukus ketan berwarna biru juga di pesan sebagai makanan penutup. "Anggur para raja adalah minuman paling tepat melengkapi penyajian ala istana ini" kata Song Hui Yong senang. 


   Hidangan para raja untuk melengkapi semuanya, Song Hui Yong memesan, 


"Tolong sediakan daging ayam dimasak pedas, usus gagak di tumis asam manis, Sup Tapak Beruang, Daging Siput lapis mentega dan Soto Menjangan. Semua nya dalam porsi besar-besar" katanya ke pelayan yang sibuk mencatat itu.


"Aku hanya pemakan sayuran. Tolong sediakan sayuran masak cah dan Buah-buahan musim semi"kata Ye Bing Qing. 


   Samar-samar Ye Bing Qing mendengar pe,bicaraan dua tuan muda, yang duduk di sebelah mereka. 


"Belakangan ini ada 1 kelompok organisasi rahasia, yang beroperasi di Dataran Tengah.


   Konon kelompok itu adalah golongan ahli berkepandaian tinggi yang sangat mahir menggunakan ilmu sihir berbasis kekuatan Elemen Es" kata tuan muda itu.


   Ye Bing Qing seketika menajamkan pendengarannya. Dia tertarik dengan kata-kata, "Mereka mampu menggunakan sihir berbasis elemen Es !"


"Hm.. itu adalah teknik ilusi sihir yang dipelajari dari Master Sekte mereka, Sima Yong"


Bersambung


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3 

__ADS_1


__ADS_2