
Kapal roh yang ditumpangi oleh 4 praktisi dari 'Sekte Pedang Terbang' Benua Penyaringan Dewa itu melaju dengan cepat, terbang melintas di atas Hutan Persik, perbatasan antara Gurun Terkutuk dan Wilayah Dataran Tengah.
Sementara itu, ada 20 Perahu roh lainnya, yang asal juga dari Kota Gerbang 1000 Mimpi, mengejar kapal itu dengan suara gemuruh mesin, hasil pembakaran Energi Stone. Bunyi nya amatlah mengganggu makala dua puluh perahu sekaligus terbang cepat berusaha mengimbangi kapal besar di depannya.
Sesekali- terdengar suara orang berseru-seru ramai, memerintah kapal di depan itu berhenti dan menunggu perahu-perahu itu menyusul mereka. Namun para praktisi pengejar di perahu-perahu itu, hanya menuai amarah dan bertambah murka dalam keadaan kesal. Mereka mereka hanya menatap geram, melihat keempat orang di buritan kapal roh, berbincang-bincang santai, seolah menganggap keberadaan dua puluh perahu pengejar itu, hanyalah angin lalu biasa.
"Mereka mengabaikan kami, Aliansi Sekte Bintang Barat ini", kata seorang pemimpin di perahu terdepan dari Klan Xia yang memiliki kultivasi Alam Raja.
Pria di samping nya yang juga memiliki kultivasi Alam Raja, yang mengenakan jubah tertutup menyembunyikan wajah nya, sepertinya berasal dari Klan Ras Iblis bahkan beberapa kali mengirimkan pukulan berwujud asap putih tebal, akan tetapi semua hilang dimakan angin. Jarak perahu mereka cukup jauh dengan kapal roh membuat pukulannya sia-sia.
Di tengah-tengah rasa marahnya, pria Klan Xia dan ras iblis itu baru saja akan memerintahkan mereka berputar, balik ke Kota Gerbang 1000 Mimpi, sekonyong-konyong satu perempuan cantik, perempuan yang awalnya mereka lihat hanya berbincang-bincang di buritan kapal roh di depan sana, tiba-tiba telah muncul di hadapan perahu mereka.
"Dia muncul ... oh demi dewa... perempuan ini memiliki kepandaian seperti iblis" seru pemimpin Klan Xia itu gugup.
Perempuan cantik dengan mata yang terang seperti bintang itu, terlihat mengayunkan tongkat di tangannya.
Suitt..! Suara gemuruh mengerikan terdengar, satu lubang hitam gelap terbentuk, terlihat berputar-putar dalam pusingan seperti jebakan black hole di antariksa.
"Putar arah perahu - semua putar arah perahu. Bahaya Black hole di depan sana!" teriak sang pemimpin pengejaran.
Perahu-perahu roh itu seketika miring, berputar dengan mendadak..
"Tolong !"teriak praktisi-praktisi di dalam perahu tatkala perahu oleng, terlalu memaksa diri untuk berputar secara tiba-tiba.
Sayang sekali, malang tak dapat ditolak. Energi pusaran gelap itu sepertinya memiliki daya leech atau daya hisap seperti pusaran black hole yang mulai menyedot, satu demi satu perahu-perahu roh itu masuk kedalam perangkap jahatnya.
Diiringi bunyi keras, 'krak - krak - krak"
Ada lebih dari sepuluh perahu pengejar itu yang terperangkap dalam daya leech black hole sihir yang ditebar perempuan cantik tadi.
Semua praktisi aliansi bintang berteriak ketakutan ketika makin tersedot dan tak dapat menyelamatkan dirinya, lalu tidak terlalu lama jeritan mereka mereda, lenyap dalam ketiadaan.
Ye Bing Qing tertawa pelan dan berkata pelan.
"Terhadap orang-orang jahat apalagi kelompok ras iblis seperti ini, tidak perlu berbelas kasihan. Membantu mengampuni jiwa mereka, sama dengan memberikan kelak masing-masing mereka akan membantai orang tak berdosa ribuan kali lebih banyak lagi.
Membunuh penjahat, lebih baik mematikannya langsung hingga ke akar-akarnya. Jika tidak demikian, ketika mereka tumbuh lebih kuat, pembalasan yang dirancang nya akan jauh lebih berbahaya dari sekarang ini"
__ADS_1
Ye Bing Qing lenyap dan muncul di geladak kapal roh, yang jaraknya ada satu lie dari tempat dia melayang tadi.
Memang seperti itulah kehidupan keras di dunia kultivator atau praktisi beladiri. Dua dunia yang disebut Jianghu dan wu-Lin ini, yang kuat akan menindas yang lemah. Yang lemah harus berusaha menjadi lebih kuat. Wajar dan merupakan hal yang umum membunuh tanpa perasaan, ketika musuh atau calon musuh di masa depan di depan mata,lebih baik menyingkirkannya sedini mungkin. Dari pada kelak dia tumbuh seperti harimau di beri sayap, dan praktis akan kerepotan menghadapinya di masa datang.
Sementara perahu roh yang tersisa pengejar, langsung dilanda ketakutan. Para praktisi dari aliansi Bintang Barat itu berseru-seru saling sahut menyahut, meminta pemegang kendali perahu melakukan gerakan putar balik putar balik.
"Lawan terlalu kuat!"
"Kita ibarat pion lemah yang datang menghantar nyawa saja" teriak mereka.
Sda lebih dari 9 perahu roh terpisah, yang buru-buru melakukan gerakan balik, berniat kembali menuju Gurun Terkutuk. Tengah suasana ribut meminta perahu berbalik, sekonyong-konyong seorang pria berpakaian sastrawan tiba-tiba melayang di depan mereka. Tangannya melambai kan kipas seperti orang kepanasan.
"Klan iblis kalian adalah penjahat yang pantas mati" kata pria itu.
"Aku mendengar cerita-cerita dari kaum pengungsi di sepanjang jalan. Kelakuan kalian yang bersikap seolah-olah raja kecil, karena mendapat dukungan Dewa Pedang, membuat kalian lupa daratan.
Aku memutuskan kalian mati di tanganku !"
Kipas-kipas itu berputar dalam lambaian, angin tamparan angin yang mengandung Hawa murni meluap, melalap perahu tersisa dalam gulungan energi. Perahu-perahu itu langsung hancur berkeping-keping, termasuk semua anggota Klan iblis dan Klan Xia.
Hutan Persik dipenuhi dengan uap kabut berwarna merah. Hawa pembunuhan merajalela. Tak lama kemudian keadaan menjadi tenang sepi ketika kapal roh yang ditumpangi oleh empat ahli dari sekte Pedang Terbang itu lenyap ke arah selatan.
Ye Bing Qing dan kawan-kawannya beberapa hari kemudian telah memasuki hutan pinus panjang yang tiada habisnya, pertanda mereka kini memasuki kawasan Selatan Benua Silver.
Menikmati perjalanan, Ye Bing Qing dan Yumian bercerita dengan keras-keras dipenuhi rasa gembira ketika melihat dari atas kapal ke arah kiri hutan, ada terdapat satu Telaga tersembunyi yang dihiasi pohon-pohon Yang Liu.
"Ah, andai saja kami tidak dalam misi menemukan Master Yong, mungkin kita dapat duduk-duduk di pinggir telaga menikmati suasana alam yang indah di sana" bisik Yumian pelan.
Memang, telaga tersembunyi di tengah Hutan Pinus tua dan Hutan Willow itu, terlihat betul-betul masih belum tersentuh tangan manusia.
Ye Bing Qing ikut-ikutan melirik ke arah bawah, dan melihat telaga indah yang demikian teduh.
"Aku berpikir kalau Wilayah Selatan Benua ini, amatlah indah. Jauh lebih indah dibanding daerah selatan benua kami" balas Ye Bing Qing melamun.
Song Hui Yong pria pesolek itu seketika dipenuhi ide..
"Jika begitu, ketika kita tiba di Negeri Menhua nanti, mengapa kita berempat tidak melakukan acara melancong, pelesir melihat-lihat keindahan alam Negeri Menhua sebelum acara dari pelelangan dimulai ?"
__ADS_1
"Ide yang bagus !" jawab Ye Bing Qing dan Yumian bersamaan.
Keempat orang itu pun lalu mulai merancang jadwal mengunjungi tempat wisata di selatan, tentu saja dengan membuka peta Kota Menhua serta peta keadaan Negeri itu dengan lengkap. Mereka bahkan membahas tentang makanan makanan lezat khas daerah selatan yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya.
Dengan peta di tangannya, mengambil sikap layaknya pemandu tur yang terkenal Song Hui Yong mulai beraksi.
"Istana Kaisar Negri terletak di tengah-tengah Kota Raja. Sementara di bagian utara Kota terdapat gerbang yang bersebelahan dengan satu usaha pertambangan yang menurut kabar berita itu adalah tambang penghasil energi stone peringkat tinggi"
"Energi Stone tingkat tinggi?" tanya tiga kawannya kagum.
"Benar " kata Song Hui Yong.
"Pantas saja Negeri Menhua Selatan itu terkenal sebagai negeri yang makmur.
Kemampuan bela diri di sana juga lebih tinggi dibanding di belahan lain benua ini. Dengan tambang Energi Stone tingkat tinggi, tentu penghasilan rakyat berada dalam keadaan makmur.
Sehingga bisnis atau transaksi dagang dengan benua disamping selatan ini terang saja lancar. Putaran uang tinggi itu membuat praktisi mampu membeli teknik-teknik baru dari benua tetangga".
"Aku mendengar, teknik kultivasi dan beladiri di wilayah selatan sini, amat terpengaruh Benua Timur, mengingat jaraknya yang dekat, jauh lebih dekat ketika pergi menuju dataran tengah benua" pungkas Song Hui Yong.
di sebelah barat laut Kota rupa-rupanya terdapat banyak sekali toko-toko Magic dan toko-toko yang menjual barang-barang langka dan konon kabarnya asosiasi lembaga pelelangan Tuan Young merupakan yang terkuat dan terbesar dan telah mengakuisisi hampir lebih dari setengah pengusaha toko Magic dan barang langka di Kota Raja benua
Ye Bing Qing menambahkan.
"Lalu yang di namakan Asosiasi Tuan Yong itu, sebenarnya asalnya dari mana? Mengapa semua terasa begitu kebetulan? Pedang Sihir Es misalnya. Menyusul nama asosiasi yang erat kaitannya dengan master kami" tanya dia kepada Song Hui Yong.
"Aku tak tahu tentang hal itu. Akan tetapi kabar berita mengatakan bahwa pemimpin dari Asosiasi itu pemiliknya adalah seorang perempuan yang merupakan keturunan peri.
Itu hal yang aku tangkap dari info pria Klan Xia di Permata Xia Kota Gerbang Seribu Mimpi.
Dalam lelang kali ini, Asosiasi Tuan Yong itu akan melangsungkan acara lelangnya di Arena Kota yang menampung masa sebanyak 5000 hingga 10000 sekali jalan. Dia mengundang semua sekte dan klan ternama di Benua ini"
"Aku tak sabar untuk segera melihat-lihat kota yang kabarnya paling kaya di daratan ini" kata Wei Park.
Bersambung
__ADS_1
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3