Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Perang Dimulai (ii)


__ADS_3

Trang ! bunyi benturan dua senjata


   Mao Jingyi hampir saja berteriak ketika benturan dua senjata tajam itu terjadi. Mao Jingyi merasakan telapak tangannya yang memegang pedang begitu perih, tangan kanannya mem baal dan kaku - seperti mati rasa saja. Belum lagi hawa dingin yang timbul dari energi pedang perempuan itu, serasa akan membeku kan jantungnya. Mao Jingyi melompat mundur jauh-jauh, mencoba menetralkan hawa sesat di dadanya yang kini buyar


   Mao Jingyi langsung tercekat hatinya, ketika tersadar akan sesuatu.


"Perempuan jalan itu memiliki hawa murni yang kuat, bahkan mampu menindas kekuatan gelapku"


   Mao Jingyi menatap kalap kearah Lin Hong, yang memasang senyuman mengejek di kejauhan sana.


"Matilah kamu... biar kau mencari ajal mu sendiri perempuan iblis !" caci Mao Jingyi, yang dengan cepat menyalurkan hawa sesat dari dantianya memenuhi dua tangannya. Dia melompat menerjang ke arah Lin Hong sambil mengepal tinju dan mengeluarkan enam belati pendek melengkung, dari sisi tinju tangan kanan maupun sihir.


   Tubuh Mao Jinying berselimutkan kabut tebal, dan sebagai manifestasi energi sesatnya, satu citra tengkorak ganas muncul dari bayang-bayang Mao Jingyi yang berkelebat cepat laksana meteor.


"Mampus !"


   Semua penonton tercekat hatinya melihat serangan enam pedang pendek yang dilakukan Saint dari barat itu. Dia berniat mengambil tindakan mati bersama perempuan utara bernama Lin Hong.


   Suara-suara jeritan tertahan terdengar dari sisi utara Gurun Terkutuk.


"Nona Lin Hong !"


   Namun semua kekhawatiran mereka lenyap sudah. Lin Hong ketika itu melempar sesuatu benda ke arah bayang Mao Jingyi. Mulut Lin Hong mengucapkan kutukan dalam bahasa rumit yang aneh didengar.


"Petrify !"


   Semua orang di Gurun Terkutuk seketika melongo, dengan suara teriakan pelan karena terkejut.


   Semua menjadi kaget melihat Mao Jingyi, seperti terkena kutukan dengan sangat cepat. Badan pria itu terlihat menjadi batu dengan cepat.


"Sihir !"


"Talisman kutukan !"


"Mereka menggunakan segala cara bahkan teknik-teknik kegelapan" ramai benar ahli-ahli dari tiga sudut di Gurun Terkutuk memperbincangkan teknik dan trik yang digunakan ahli-ahli tempur dari utara.

__ADS_1


   Bahkan Yang Kang atau biasa disebut Yang Xiansheng, sang dewa pedang mewakili dataran tengah yang sejak awal tidak pernah berbicara, diam-diam berbisik kepada seorang pria di samping nya.


"Aku patut terkejut melihat kemajuan teknik dan kultivasi jago-jago dari utara itu"


"Aku bahkan mengenal perempuan ini sama dengan Master Sekte Pedang Awan mereka. Rupa-rupanya mereka pernah berkunjung ke Kota Agung Yongheng kami dan melakukan tindakan mata-mata.


   Aku tak menyangka ranah kultivasi mereka melesat demikian cepat" pria yang diajak Yang Xiansheng berbicara itu adalah peringkat nomor dua dari Daftar Naga muda Wilayah Tengah. Namanya Tian Cheng, memiliki kultivasi di SAGE level 4.


   Namun pembicaraan diantara dua jenius dataran tengah itu terhenti. Suara retak-retak terdengar membahana, ketika pedang di tangan perempuan bernama Lin Hong menusuk ke arah dada Mao Jingyi, yang telah berubah menjadi batu.


"Energi Es Pedang Jingga !"


Prang !


   Bunyinya demikian nyaring seperti tembikar yang jatuh dan pecah di lantai beton, ketika pedang berwarna jingga berbalut es kristal menyentuh lembut dada Mao Jingyi yang malang.


   Ketika itu pagi tak lama lagi akan menjelang, disebabkan kentongan kelima telah terdengar di ketuk petugas malam. Angin pagi yang dingin, bahkan lebih dingin dibanding udara malam di gurun membuat semua orang menggigil dan merapatkan jaket atau jubah mereka erat-erat.


   Rasa dingin menjalar ke hari semua orang, bukan karena dinginnya udara pagi di gurun. Rasa dingin itu disebabkan rasa gentar yang melanda ahli-ahli dari wilayah barat, timur dan tengah, menyaksikan keahlian jago-jago dari utara.


   Matahari belum lagi muncul, tapi cahaya mula-mulanya mulai nampak di langit bagian timur. Mao Lao Gui, si Raja Pedang dari Barat melompat maju ke tengah arena. Semua orang seketika terdiam, mengingat Raja Pedang Barat yang maju untuk berbicara.


"Aku harus mengakui kalau ahli-ahli dari utara kalian memiliki teknik-teknik aneh yang tersembunyi di lengan baju.


   Namun aku kembali bertanya-tanya di dalam hati, dan semoga Raja Pedang utara, Penatua Zuo Feng Ying mau memberi penjelasan. Ada apakah di balik kemajuan pesat semua ahli-ahli beladiri dari negeri utara kalian?"mata licik Mao Lao Gui melirik ke arah Penatua Zuo Feng Ying, perempuan yang mengenakan topeng kayu itu.


"Aku yakin, semua ahli-ahli dari bagian Timur, Tengah bahkan mungkin dari Selatan nanti, juga amat tertarik dengan resep atau rahasia kesuksesan mencapai kultivasi tinggi dengan cepat?


   Maukah penatua Zuo Feng Ying berbagi rahasia kepada kami, wilayah lain yang juga berada di Benua Silver ini?"


   Mao Lao Gui adalah seorang keturunan ras iblis yang licik dan penuh permainan busuk. Ketika dia melihat, kemampuan rata-rata praktisi dari utara itu, amatlah tinggi dengan berbagai teknik dan trik aneh di tangan mereka, sementara wakil dari wilayah timur telah keok sebanyak dua kali, dan perwakilannya dari barat juga mati di tangan lawan, dia lantas merancang skenario agar orang-orang dataran tengah yang sejak awal, memperlihatkan mereka seperti netral.


   Mao Lao Gui juga tahu dengan pasti. Orang-orang dari dataran tengah selama ini memuja-muja bahwa mereka adalah pusat peradaban dunia. Teknologi dan seni beladiri maupun seni sastra adalah yang paling maju di benua ini. Keberadaan dan penampilan ahli-ahli utara tdi, jelas-jelas telah menggelitik hati Yang Xiansheng, dan ini lah peluang Mao Lao Gui untuk memanas-manasi kelompok Wilayah Tengah yang netral sejak awal-awal.


   Seseorang dari arah kumpulan ahli-ahli wilayah tengah terlihat melayang memasuki arena. Begitu dia berdiri dengan agung di tengah-tengah arena, semua memperhatikan orang itu. Wajahnya biasa-biasa saja, berbalut baju berbentuk jubah panjang dengan dandanan rapi seperti tuan muda dari klan atau sekte ternama.

__ADS_1


"SAGE level empat !" suara riuh berbisik ketika aura orang muda itu keluar.


   Sambil membungkuk memberi salam pria muda itu memperkenalkan diri..


"Namaku Tian Cheng, aku berasal dari Sekte Pedang Maut di wilayah Tengah sana..."


"Benar sekali bahwa Raja Pedang dari wilayah barat berkata demikian.


   Kami dari wilayah Tengah juga menjadi sangat penasaran. Apakah gerangan yang membuat ahli-ahli dari utara sana menjadi demikian cepat mengalami peningkatan di dalam kultivasinya?


   Oleh karena itu, ijinkan aku Tian Cheng yang muda ini, meminta pengajaran barang satu atau dua pukulan dari ahli-ahli pedang wilayah timur sana"


   Keadaan menjadi ribut. Meskipun terlihat sopan dalam bertutur kata, akan tetapi kata-kata Tian Cheng ini jelas-jelas adalah tantangan terbuka untuk menguji ahli-ahli wilayah utara. Semua ribut.


"Apakah dia gila?"


"Ahli peringkat SAGE hanyalah dimiliki oleh Raja pedang dari semua wilayah Benua Silver kami


   Dan semua orang juga tahu bahwa, di Dataran Tengah sana, sumber daya serta tenaga alkemis dan ahli-ahli adalah sangat banyak dan saling berkompetitif. Maka tak heran di Dataran Tengah peringkat SAGE itu dimiliki bahkan beberapa orang yang bukan dijuluki raja pedang..


   Jelas-jelas Tian Cheng ini sengaja mencari gara-gara" suara cemooh dan cacian terdengar dari sisi praktisi negri utara.


   Semua mata kini tertuju ke arah Penatua Zuo Fen Ying, yang tetap diam di dalam raut dingin topeng kayu itu. Semua menunggu apa reaksi perempuan yang dijuluki Raja Pedang dari Utara itu.


   Ketika semua orang tengah bertanya-tanya, siapakah SAGE yang akan mewakili negri utara untuk bertukar pukulan melawan Tian Cheng, saat itu matahari pagi terlihat redup. Ada satu bayangan besar, menutup sinar nya dan melayang turun dari langit. Semua menatap dengan penuh kekaguman ke arah langit dari timur.


   ria itu menggunakan jubah panjang serupa pejabat-pejabat negri. Sayap nya lebar, bahkan terlalu lebar daripada rajawali. Tangan kanan nya memegang pedang dan tangan kirinya memegang cemeti, semua adalah perangkat tempur roh peringkat DAO.


   Ketika kaki pria bersayap besar besar itu menginjak pasir di arena pertempuran, semua orang menahan nafas ketika pria itu bersuara keras-keras, dengan aura yang menindas..


"Fei Ma - SAGE level dua dari Aula Balai Harta Kota Azalea, Kekaisaran Great Yin negeri utara !"


Bersambung


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.

__ADS_1


__ADS_2