Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Di Tengah Gurun Walapra


__ADS_3


  Pagi itu matahari telah tampak di bagian timur, dan satu makhluk bersayap besar terlihat terbang membelah langit, melintas Hutan Willow Selatan dengan dengan tujuan Kota Perdamaian. Itulah kelompok Sima Yong bersama dua orang pengikutnya, Mismaya dan Teci sang Griffin.


Sesuai dengan arahan peta yang Sima Yong dapatkan dari Appoloin Tianwan, waktu yang diperkirakan untuk mencapai Kota Perdamaian adalah satu hari dan dua malam.


   Sebelumnya Appoloin juga menjelaskan bahwa, ketika nanti melewati Hutan Willow yang amat besar itu, tengah malam nanti mereka akan bertemu dengan tepian Gurun Walapra.


   Gurun Walapra adalah satu gurun pasir tandus, tidak terdapat apa-apa disana, selain makhluk ganas misterius, yang sering menghadang kaum pengembara atau pedagang yang menuju Kota Perdamaian dari Kota Biramaki, atau sebaliknya. Kadang pula terdapat beberapa kaum pedagang dari suku-suku kecil atau klan-klan kecil yang tinggal dekat dengan Kota Biramaki ataupun menetap di perbatasan Gurun Walapra itu.


   Appoloin Tianwan telah mewanti-wanti Sima Yong agar dia berhati-hati selama perjalanan nanti. Konon terdapat makhluk semacam iblis yang biasanya menjerat kaum pengembara yang melintas di Gurun Walapra,demi merampok barang dagangan, uang eliksir dan memakan korban tersebut.


   Ada yang memberi kabar burung bahwa kaum iblis perampok itu adalah kelompok zombie yang gemar memakan mayat setelah membunuh korban. Namun versi kedua yang membantah pernyataan bahwa kaum perampok itu adalah Zombie, mengatakan bahwa sesungguhnya yang melakukan perbuatan jahat di Gurun Walapra itu adalah Kaum Ghoul, yang merupakan salah satu diantara empat klan ternama di Kota Perdamaian.


   Alasan sehingga banyak yang menuduh Klan Ghoul Lah yang merampok dan memakan kaum kembara adalah, kenyataan bahwa zombie adalah mayat hidup sendiri yang asalnya dari ras manusia, sementara di Realm ini keberadaan kelompok atau klan ras manusia tidak ada sama sekali. Kalaupun ada, itu hanyalah kebetulan semata dari kaum pelancong seperti Sima Yong misalnya.


   Konon Klan Ghoul itu adalah kelompok tersendiri yang merupakan kelompok siluman atau iblis yang berhasil bertransformasi memiliki tubuh fisik, dan kemudian memilih tinggal di Realm ini bersama-sama mahluk ajaib lainnya.


Banyak cerita menjelaskan bahwa Klan Ghoul ini sesungguhnya keturunan iblis sendiri atau disebut anak-anak iblis. Kabarnya mereka mempraktekkan sihir hitam dan memakan anak-anak kecil dan berburu di area pekuburan untuk menyantap mayat yang baru di semayamkan di tanah pekuburan, guna meningkatkan ilmu hitam mereka.


   Berbeda dengan ras iblis yang ada di Benua Silver, Ghoul sebagai anak-anak iblis ini memiliki kemampuan membuat ilusi yang hebat, dan merubah diri menjadi berbagai macam binatang hutan, lalu memperdaya kaum kembara dan menjalankan aksi jahatnya, dengan merampok lalu memakan korban. Ghoul ini identik dengan makhluk yang serakah dan rakus.


***


   Saat ini malam mulai menjelang, Sima Yong berdiri diatas punggung Griffin yang terbang mantap membelah hutan Willow Selatan. Jubah anak muda yang berwarna gelap itu begitu, berkibar-kibar tertiup angin, dan ia tampak menyatu dengan malam segelap tinta, seolah-olah dia adalah bagian dari kegelapan itu sendiri.

__ADS_1


   Sima Yong sendiri saat ini tidak terlihat sebagaimana biasanya ada nya. Dia merubah penampilannya dari seorang anak muda rupawan, menjadi pria dewasa - dengan menggunakan artefak Tanah Liat warisan Kaku sang Bijuu, sehingga tatkala penampilannya berubah menjadi pria berusia empat puluh tahun berwajah bersih dengan busana berwarna gelap, dia tampak alami sesuai usia samarannya - terlihat amat berbeda dari biasanya.  


   Kesempurnaan teknik menyaru dari salinan teknik jarahan Tuan Songshu itu, membuat penampilannya terlihat alami sebagai pria dewasa, sementara Mismaya juga diubahnya menjadi seorang anak laki-laki kecil dengan baju kebesaran berwarna gelap.


   Awal-awal Mismaya merasa keberatan ketika akan diubah menjadi anak laki-laki, tapi Sima Yong dengan tegas melarangnya.


"Tapi tuan muda, tidak bisakah anda mengubah Mismaya kecil ini menjadi seorang gadis sederhana biasa saja? Aku tidak nyaman dan kurang mahir jika harus bersandiwara dan bertingkah seperti anak laki-laki....


   Kasihan rambut halus aku ini harus ditutup ikat kepala sepanjang waktu jika betul-betul harus menjadi anak laki-laki" kata Mismaya sambil mengelus-elus rambut halusnya. Dia berharap dengan memasang wajah iba, tuan mudanya akan tergerak hati dn menuruti keinginannya.


   Namun gadis peri itu harus menelan kekecewaan ketika tuan mudanya tidak menyetujui dia untuk tetap berpenampilan sebagai anak gadis.


"Tidak ingatkah kau? Di realm ini bahkan angin pun dapat berbicara. Sejak perjalanan kita ribuan lie jauhnya dari Klan Peri kamu, bukankah sudah terlalu banyak informasi mengenai siapa aku dan siapa pengikutku di dalam perjalanan ini?


  Tuan Songshu memang memiliki teknik menyaru yang amat baik. Dan kamu harus bersyukur. Penyamaranmu demikian sempurna, dan risiko kau akan di target oleh musuh, kini menjadi kecil resikonya" kata Sima Yong. 


   Sambil merengut dan meleletkan lidahnya Mismaya menyerah dan menuruti kata-kata tuan mudanya.


"Tuan Teci sendiri pun akan aku ubah menjadi ras burung jenis yang lain.


   Ingat..! masih ada tiga lawan berkemampuan tinggi yang akan kita hadapi nanti. Nekomata sang Nio-nio kedua, Hokou Nyonya kelima itu adalah praktisi berkemampuan amat tinggi, sebelum kita bertemu Tuan Yamato pimpinan mereka" Kata nya..


"Aku tak ingin kalian celaka dengan percuma oleh dua orang yaitu Nekomata dan Hokou itu. Konon mereka adalah ahli-ahli pengendali element sesungguhnya dari para Bijuu. Tuan Dermawan, Tuan Songshi itu bukanlah apa-apa jika dibanding dua yang aku sebut tadi.


   Kemampuan mereka mengendalikan elemen, bahkan dapat menimbulkan bencana alam ketika mereka mengamuk" pungkas Sima Yong.

__ADS_1


   Mungkin karena diingatkan lagi dengan kemampuan Bijuu-bijuu sebelumnya, Mismaya seketika diam. Dia tahu betul apa yang dimaksud dengan Nekomata dan Hokou itu. Ahli-ahli yang memiliki kekuatan chakra pengendali elemen, bukanlah hal yang dapat dianggap main-main.


******


   Malam dengan terbang di atas Gurun Walapra, udara terasa amat dingin menusuk tulang. Suhu ekstrem ciri khas gurun memang seperti itu. Siang menjadi panas dan mampu mendidihkan air, namun malamnya begitu dingin seolah mampu membuat air menjadi es.


  Sejauh mata memandang hanya kegelapan, dan hanya hamparan pasir yang sesekali berkilau ketika kerlip bintang atau rembulan terpantul, membuat gurun terlihat seperti permadani yang dibuat dari butir-butir mutiara.


   Sima Yong duduk berkultivasi di atas punggung Griffin, tidak terganggu sama sekali dengan terjangan angin atau hawa dingin yang terasa merobek kulit. Mismaya sibuk menjilat-jilat Madu Lebah Merah yang mereka beli dari Kota Klan Beruang. Sesekali gadis peri itu menggoda Tuan Teci dengan menawarkan madu tersebut, namun hanya dengusan dingin yang diperoleh sebagai jawaban dari Tuan Teci sang Griffin.


   Ketika Mismaya masih menggoda Teci dengan cairan manis itu, dengan kesal Teci membentak,


"Pergi sana ! Aku tidak suka dengan makanan manis itu. LIhat saja kau, tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk badanmu menjadi gembrot, karena selalu menjilat makanan manis seperti itu" kata Teci dengan jijik.


   Mismaya memasang wajah keruh, karena tidak ada yang menemaninya ngobrol. Angin bertiup kencang, dan udara semakin dingin terasa. Sayup-sayup terdengar satu suara berteriak..


"Tolong !"


   Teci seketika mempertajam telinga dan pandangannya. Dia mencari-cari tahu, dari manakah suara jeritan itu berasal.


"Tolong aku ! Ada iblis pemakan bangkai !"  suara itu terdengar putus asa.


Bersambung


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan KDPU ini. Terima kasih <3

__ADS_1


__ADS_2