
"Ini aneh. Setelah Dataran Utara menghilang berikut semua praktisi dan berubah menjadi Pulau Es, kini berita Yang Xiansheng yang konon Raja Pedang dataran Tengah ini, juga ikut menghilang.
Lalu siapa Nangong Rong yang menjadi Dewa Pedang itu? Namanya bahkan tidak pernah terdengar di belahan manapun di Benua Silver ini" pikir si anak muda merenung.
"Aku akan menyelidiki tentang ini.
Pertama-tama aku akan berkunjung ke Sekte Tinju Halilintar dan menuntut tanggung jawab mereka. Selanjutnya jika benar ini rekayasa Nangong Rong, duel ini tidak dapat dihindari" batin Sima Yong.
******
Kota Yongheng sebagai pusat budaya, teknologi dan kemajuan beladiri, juga merupakan salah satu pusat jajanan dan kuliner yang sangat menarik. Di kota Yongheng itu, ada banyak sekali restoran dengan hidangan-hidangan lezat, bersaing satu sama lain.
Salah satu restoran yang paling terkenal adalah Restoran Keindahan Purnama yang menawarkan makanan khas daerah dataran Tengah, yang lezat dengan berbagai sajian lainnya.
Restoran ini telah berdiri sejak puluhan tahun lamanya, dengan pengalaman kuliner yang tidak terbantahkan, semua hidangan tradisional sampai modern tersedia di sana.
Beberapa hidangan yang menjadi kebanggaan mereka adalah Ikan asam pedas, yang dibuat dari ikan segar dengan rempah-rempah khas dataran Tengah, selain Ayam rebus dengan rempah khusus, lalu dibakar dan di sajikan dengan saus kacang, adalah menu andalan utama.
Anak muda itu, berpakaian serba kelabu berjalan menaiki tangga-tangga di restoran Keindahan Purnama melewati dekorasi dan interior resto yang dindingnya dihias lukisan-lukisan tradisional nuansa pemandangan indah romantis, serta meja dan kursi yang terbuat dari kayu khusus, indah berkilauan.
Banyak sudah tamu-tamu yang datang terlebih dahulu untuk menikmati hidangan lezat buah kerja koki kenamaan, lulusan akademi yang berpengalaman. Di satu sudut yang tidak terlalu menarik perhatian terlihat Sima Yong duduk sambil memanggil pelayan untuk hidangan yang akan di santapnya.
Aroma makanan yang lezat tersiar memenuhi seisi ruangan lantai dua itu, ketika Sima Yong terlihat menikmati hidangan yang semuanya adalah makanan non daging, semua hanya sayur-sayuran dan kue-kue biasa saja. Sup rebung, sayur tumis pedas, bakpao isi Rebung, kue beras dan teh pelengkap hidangan, itu yang menjadi pilihan nya.
Meski suasana ribut karena semua berbicara keras-keras, namun si anak muda tidak mengurangi kewaspadaannya sedikitpun. Diam-diam dia mencatat dalam hati, apa-apa yang dilihatnya, sesuatu atau orang yang menarik perhatiannya.
Ada beberapa orang yang terlihat sebagai praktisi praktisi beladiri dari kaum dunia beliin atau dunia beladiri 3 orang pria yang memiliki Brewok dengan badan kekar duduk jauh dari si anak muda, yang berbicara keras keras.
Telinga si anak muda seketika seperti memiliki mata, langsung bergerak dan terarah ke meja di mana orang-orang itu berbicara.
"Bukankah Sekte Pedang Terbang itu belakangan ini menjadi terkenal di Benua Silver?" tanya salah satunya yang memiliki brewok.
Tonjolan otot tercetak dari lengan bajunya yang dibuat sengaja ketat (sesungguhnya tiga orang itu memiliki brewok, terlihat menyeramkan. Mari kita beri mereka nama, Brewok 1, Brewok 2 dan Brewok 3).
Sima Yong tetap santai. Namun dia berpikir..
"Sekte Pedang Terbang?
Bukankah itu nama sekte yang aku dirikan, dan seharusnya berada di Benua Penyaringan Dewa? Rupa-rupanya ada juga sekte nama serupa di Benua Silver ini !"
Sima Yong telah lama sekali meninggalkan Benua Silver, jadi nama-nama praktisi terkenal dan sekte-sekte terkenal, dia tidak kenal satupun. Mungkin jika ada yang masih dia ingat, itu hanyalah sekte-sekte yang berjalan puluhan tahun lalu, yang tentu saja kondisi kekuatan sekte akan berubah-ubah dengan berjalannya waktu.
__ADS_1
"Belakangan ini, memang nama Sekte Pedang Terbang itu menjadi sangat terkenal di benua silver ini" Kata Brewok nomor 2.
"Tahukah kamu, bahkan ahli-ahli sekte itu baru-baru ini secara terang-terangan menyerang dan membunuh Master Sekte Tinju Halilintar !" lanjut Brewok nomor dua,sengaja berbicara keras-keras agar didengar semua tamu Restoran Keindahan Purnama mendengar.
Blam ! Sima Yong terdiam.
"Mereka membunuh Master Sekte Tinju Halilintar?
Aku bahkan belum mengunjungi sekte itu, tahu-tahu ketuanya telah tewas di tangan Ahli Sekte Pedang Terbang itu !" batin Sima Yong.
"Sesungguhnya orang-orang sekte itu tidak takutkah?Mereka menantang Nangong Rong si Dewa Pedang nyata-nyata, jika telah berani menyerang Sekte Tinju Halilintar" bibir Sima Yong melengkung, senyum tipis membayang. Setidaknya dia tidak perlu repot-repot untuk untuk melenyapkan sekte itu.
"Mereka berani !. Betul-betul Sekte Pedang Terbang itu bercanda dengan kematian !" teriak Brewok nomor 3 dengan mimik kaget di buat-buat.
"Mengapa?"
"Bukankah nyata-nyata Sekte Tinju Halilintar adalah sekte yang berafiliasi dengan istana Dewa Pedang? Konon master sekte itu bahkan boleh dikata sebagai murid dari Dewa Pedang Nangong Rong !" Brewok nomor 3 berkata.
Semua orang di ruang restoran lantai dua itu hening seketika. Ini adalah informasi terbaru yang baru saja mereka dengar. Membunuh satu Master Sekte di bawah binaan Dewa Pedang, itu berarti kamu telah merayu kematian.
"Tidak menunggu waktu lama untuk kita menyaksikan kehancuran Sekte Pedang Terbang itu, jika sang Dewa Pedang mengambil langkah membalas dendam !" kata Brewok nomor 1.
Dengan wajah murung, Brewok nomor dua menjawab.
"Sayangnya,
Tidak seorang pun di dunia ini yang tahu dari mana asalnya Sekte Pedang Terbang itu. Mereka bergerak dengan misterius, sehingga letak kedudukan sekte itupun, tak ada yang tahu!"
Semua orang semakin tertarik. Diam0diam tangan banyak orang pengunjung mulai menulis berita, yang siap-siap disebar dan dikirimkan melalui jimat informasi. "Tidak.. informasi ini belum lengkap. Jangan dulu kirim berita" bisik satu tuan muda kepada orang lain yang duduk di samping nya.
Meskipun semua orang menjadi heboh dengan berita kematian Jiu De Master Sekte Tinju Halilintar, tidak demikian dengan Sima Yong. Dian tetap santai menyuap sayur demi sayur serta nasi putih kedalam mulutnya. Tapi telinganya terbuka lebar, mendengar semua informasi tiga brewok itu.
Brewok nomor dua yang paling banyak mengetahui informasi, kembali bersuara keras-keras, cenderung pongah. Katanya..
"Informasi terpercaya ku bahkan membisikan satu berita penting. Mungkin kalian akan terkejut dan tidak percaya mendengar nya !" Brewok nomor dua dima. Dia mencoba membangun cerita dan narasinya terdengar dramatis. Ketika itu semua mata telah nyata-nyata tertuju padanya, seperti ingin merobek mulutnya agar cepat-cepat memberi tahu informasi itu.
Tapi Brewok nomor dua, terlihat semakin menyebalkan. Dia mengambil secwan arak, menyesapnya dengan wajah yang terlihat serius.
"Cepat cerita bodoh !"
"Baiklah !" desis Brewok kedua dengan dramatis.
__ADS_1
"Aku mendengar, bahwa anggota Sekte Pedang Terbang itu menantang duel Sang Immortal Dewa Pedang Nangong Rong,
Waktunya 3 bulan kedepan ketika bulan Purnama, di Gurun Terkutuk !"
Hening......
"Apa ?" semua orang yang pernah makan ketika tersadar dengan kata-kata duel.
Ini adalah berita yang paling baru. Ini adalah berita terheboh.
"Orang-orang dari Sekte Pedang Terbang itu terlalu lancang.
Bagaimana bisa, mereka sekelompok mahluk menyedihkan itu berani menantang seorang Immortal?" kata Brewok nomor tiga.
Tiba-tiba Brewok nomor satu menyela..
"Diam ! Aku memiliki satu teori. Mungkin ini benar dan ada kaitannya.
Apakah kalian masih ingat dengan fenomena yang terjadi di langit beberapa waktu yang lalu? Ingatkah kalian dengan Fenomena di langit yang berwarna merah ketika itu?" Kata Brewok nomor satu.
"Dengar-dengar, ahli-ahli yang sering membaca teks-teks kuno mereka mengatakan bahwa Fenomena itu pertanda ada seorang praktisi telah menyelesaikan kultivasinya, menjadi Immortal !"
"Itu berarti... Nangong Rong sekarang ini bukan satu-satunya Immortal yang ada di Benua Silver ini" serempak nomor dua dan nomor tiga bersuara keras. Suasana seketika menjadi heboh.
Kemunculan Immortal baru? Ini adalah berita terheboh yang mengalahkan berita apapun ! Semua orang di lantai dua semakin cepat mengetik di token pengirim berita. Beberapa bahkan jelas-jelas berdiri di pinggir jendela dan melepaskan merpati-merpati pembawa berita.
Semua orang lantas mengambil kesimpulan bahwa Sekte Pedang Terbang yang misterius itu, memiliki ahli di tingkat Immortal. Pantas saja Sekte rahasia itu terang-terangan menentang Nangong Rong Dewa Pedang Benua Silver.
Siang itu juga,seisi kota dibuat heboh dengan berita.
"Purnama tiga bulan ke depan, berlokasi di Gurun Terkutuk, akan terjadi duel antara Dewa Pedang Nangong Rong, melawan Immortal ahli pedang dari Sekte Pedang Terbang!"
Berita ini bahkan kemudian menyebar dengan cepat ke Barat,
Timur dan Selatan. Semua orang berdebar-debar, semua orang antusias menyaksikan pertarungan yang belum pernah terjadi sejak awal benua. "Immortal Versus Immortal !"
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3
__ADS_1