
"Celaka !" batin Mao Gang Xin
Patriark Klan iblis ini, dalam sepuluh tahun terakhir telah melanglang buana, melintasi daerah barat menuju dataran tnegha, hingga selatan dan timur. Sebagai sekte dibawah asuhan Dewa Pedang Benua Silver, Sang Immortal Nangong Rong, Klan iblis mereka ditakuti di mana-mana. Bahkan dengan kultivasi sebagai Saint Puncak itu, dia merasa keahliannya tak tertandingi.
Akan tetapi malam hari ini, seorang pencuri kecil. perempuan yang dari lekuk tubuhnya dia duga masih usia muda ini.. memblokir Teknik Cakar Tengkorak Putihnya, hanya dengan dua jari saja.
Mao Gang Xin mengemposkan kekuatan energi sesatnya. Dia menyemprot sembilan puluh bagian energinya.
"Kraak !" suara keras seperti suara pedang patah dan retak-retak terdengar.
Mao Gang Xin merasakan seluruh tangannya menjadi kebas. Menyusul jeritan kecilnya terdengar. Mao Gang Xin tak percaya. Energi murni pencuri itu menjalar seperti efek domino, ketika energi itu berkejaran memasuki tubuhnya, dan Patriark Klan Iblis itu merasa semua tulang- tulang patah dan hancur.
Mao Gang Xin tak mengira. Dia berpikir kekuatan pencuri kecil itu hanya sebatas kekuatan Hawa murni semata. Dia tak mengira sama sekali ketika sebuah gerakan pedang yang tidak terlihat, begitu cepat gerakannya - mungkin dalam kecepatan meteor, yang langsung mengunci lehernya, memenggal kepala patriark Ras iblis itu.
Mao Gang Xin mati tanpa sempat berkata-kata apapun. Tubuhnya jatuh dalam suara bedemum keras ! Memporak porandakan kursi-kursi di kamar itu.
Bedebum ! Blam !
Bunyi keras itu terdengar memecah sepinya malam. Orang- orang Klan iblis berhamburan menuju sumber kekacauan. Menyusul kejutan akan suara berdebum, orang- orang Klan iblis kembali dikejutkan melihat Patriark Mao Gang Xin yang sakti dan tidak terkalahkan itu, tergeletak seperti posisi tertidur di lantai. Hal yang paling mengejutkan adalah kepala terpisah dari badan fana nya itu.
Tok - tok - tok !
Kentongan tanda bahaya lantas dibunyikan, seisi klan heboh.
"Patriark tewas ! patriark kami tewas dibunuh seseorang !" keadaan menjadi kacau balau. Malam hari itu juga, semua ahli-ahli dikerahkan, mencari-cari di seluruh pelosok kota dan mengejar sang pembunuh di pintu-pintu gerbang kota.
"Tutup semua pintu gerbang !
Pembunuh itu masih berada di sekitar kota!
Hadiah Batu Energi peringkat tinggi sejumlah 25 ribu akan diberikan, serta satu teknik kultivasi atau teknik senjata peringkat surgawi menjadi hadiah, siapapun yang menemukan si pembunuh !" titah wakil ketua klan, yang malam itu juga mengambil alih kedudukan patriark Klan iblis.
Sebenarnya sia-sia semata bagi orang-orang itu mengejar seorang Sage. Apalagi Sage itu adalah Yumian, mantan pembunuh bayaran yang amat terbiasa dengan perbuatan-perbuatan kejam lalu menghilangkan jejaknya dengan mudah.
Dengan mudahnya perempuan itu lolos dari pintu gerbang selatan, meskipun ada seratus lebih pasukan tentara dan orang-orang klan iblis berjaga dan memeriksa pelintas yang keluar dari Kota Gerbang Seribu Mimpi.
"Tolonglah aku.. hiks" kata perempuan cantik yang lengkap dengan riasan tebal, layaknya seorang wanita penghibur.
"Orang tua ku dikabarkan sakit dan akan menjelang ajalnya di kampung" air mata jatuh berderai di wajah perempuan cantik itu. Meskipun terlihat berduka, akan tetapi dengan berani dia mempertontonkan pahanya yg, putih mulus yang menyembul keluar dari tunik panjang dengan belahan tinggi. Dia tidak mengenakan celana panjang di dalamnya.
__ADS_1
Ketika penjaga-penjaga di gerbang selatan terlihat ragu-ragu meloloskan perempuan itu dari gerbang kota, dia berbicara halus. Aroma wangi menyeruak keluar. Perempuan cantik itu menekan dadanya dengan lembut ke tubuh perwira penjaga kota.
Suaranya berbisik manja, menggairahkan..
"Kelak ketika aku kembali ke Villa Galaksi, tuan dapat mencari ku. Yumian.. itu namaku.
Mungkin pelayan terbaik akan aku berikan sebagai balas jasa ini" secara tidak tahu malu, bibir perempuan itu menempel, begitu dekat di kuping sang perwira.
"Ehem..!"
"Buka pintu gerbang.
Biarkan gadis ini keluar. Dia bukan seorang praktisi beladiri. Keadaan keluarganya sekarat di kampung !" titah Teng Hong, perwira tentara penjaga gerbang selatan.
Tak lama kemudian, perempuan cantik itu telah berjalan di atas jembatan kota. ia menyisakan harum wangi bunga - membius dan menggoda. Padahal matahari belum lagi terbit, namun perempuan itu telah membuka payung dan berjalan anggun.
Sesekali dia menelengkan kepalanya, melirik manis ke arah Teng Hong. Lalu bayangannya lenyap di remang-remang kabut pagi. Hati Teng Hong berbunga seketika..
"Aku heran gadis-gadis jaman sekarang. Mereka sangat gemar mengenakan payung, meskipun matahari belum lagi tampak" batin Teng Hong membayangkan kenikmatan yang akan dialami nanti.
Beruntung dia melepaskan perempuan itu. Kalau saja dia berkeras menahannya, payung yang dianggapnya bagian dari gaya itu, mungkin berubah menjadi pedang, berkecepatan kilat memenggal kepalanya.
******
Tak lama kemudian seorang laki-laki berusia 40 tahun bernama Xia Yu Yuan, yang ketua dari Balai dagang keluar dan menantang laki-laki itu.
Xia Yu Yuan adalah salah satu jenius dari Klan Xia, salah satu Klan bintang 7 yang ternama di wilayah barat. Xia Yu Yuan dikenal sebagai seorang jenius dan jago pedang yang sombong dari Klan Xia. Dia gemar memandang rendah orang lain yang berkultivasi rendah atau berasal dari sekte tidak ternama.
Kultivasinya sendiri berada di Puncak Alam Tanpa Batas, dalam keadaan bottleneck yang sebentar lagi akan menerobos menjadi Ahli Alam Pencerahan Suci dengan nada kurang senang Xia Yu Yuan bertanya pada pria itu.
"Apa maksud anda mengintai dan memata-matai Balai dagang Permata Xia ini?
Jika tuan ingin berbelanja, saat nya tidaklah tepat. BAlai Dagang Permata Xia kami akan buka empat jam dari sekarang.
Silahkan tuan pergi, dan kembali lagi ketika Balai dagang kami telah buka"
Song Hui Yong berkata dengan mencoba rendah hati..
"Aku tahu. Akan tetapi sebagai seorang Kelana, secara tiba-tiba dan mendadak, majikan aku membutuhkan peta petunjuk jalan, dari wilayah barat sini - Kota Gerbang 1000 Mimpi, menuju Wilayah Selatan Negeri Menhua" dia membungkuk dan terlihat rendah hati.
Sejak awal memang telah tidak senang, Xia Yu YUan semakin ketus jadinya.
__ADS_1
"Tuan, tidak bisakah kau datang pagi-pagi ketika kami telah buka ?
Saat ini, kau bertindak seperti seorang penjahat, sengaja berdiri di atas pagar Balai Dagang kami, dengan sikap memaksa meminta kami meluluskan keinginannya yang tak wajar itu !"
"Pergilah ...
Tuan ini masih bermurah hati. Aku belum memanggil penjaga untuk mengusirmu. Namun jika habis kesabaranku, aku akan memerintahkan penjaga kami mengusir mu !" Xia Yu Yuan semakin tidak sabar.
Namun Song Hui Yong tetap memaksa, lalu pria itu mencabut pedang nya. Satu angin serangan dibentuk, energi meluap dari Dantian dan kelebat pedang langsung menusuk dada Song Hui Yong.
"Mati !"
Xia Yu Yuan Menyangka kalau teknik pedang keluarga Xia adalah yang terhebat di wilayah barat sini. Akan tetapi serangan pedangnya terhenti oleh kekuatan tak terlihat, dan mulut nya ternganga ketika laki-laki itu melambaikan tangan.
Dia melihat saat itu juga Pedang Roh peringkat surgawi itu, patah menjadi dua. Wajah Xia Yu Yuan menjadi pucat seperti kertas.
"Sage !" tangis Xia Yu Yuan dalam hati. Dia ketakutan. Kekuatan mutlak Sage yang tidak tertandingi membuat senjata roh yang dia banggakan, tidak lebih menjadi mainan kanak-kanak.
Sebagai seorang yang pintar dan pandai bergaul ia Iwan melihat gelagat tidak baik dia lantas berpura-pura dengan sujud menyembah dan meminta ampun dalam ratap tangis.
Beruntung sekali laki-laki itu tidak mengambil panjang perbuatannya kasarnya. Keduanya masuk ke dalam gedung dan dia memberikan apa yang dicari pria itu - peta wilayah barat dengan selatan, lengkap dengan keterangan jalur-jalur yang tepat dan aman guna menuju ke bagian selatan Benua silver.
Berulang kali Xia Yu Yuan memohon maaf atas kelancangan nya yang telah mencoba mencelakai sang Sage. Yang ada malahan Sage itu tidak banyak bicara, dia langsung menyerahkan sejumlah batu energi alat pembayaran di benua silver dan menghilang dalam sisa asap tipis, kecepatan dan keahlian layaknya iblis.
Xia Yu Yuan setelahnya, ketika ketakutannya hilang, lantas memerintahkan anak buahnya melapor ke Klan iblis, bahwa ada satu Sage tak dikenal, yang terlihat mencurigakan dengan membeli paksa peta arah dari Kota Gerbang 1000 Mimpi menuju Kota Menhua di Selatan.
******
Pagi semakin jelas. Tak lama lagi matahari akan terlihat dan dunia akan menjadi terang. Ketika itu di atas langit luar kota Gerbang 1000 mimpi, satu Kapal Roh 4, praktisi terbang melintasi Gurun Terkutuk, bergerak memutar wilayah tengah untuk berbelok ke selatan.
Saat ini, mereka mulai memasuki Wilayah dataran Tengah lebih tepatnya melayang diatas satu hutan yang bernama Hutan Bunga Persik.
Hutan Persik itu adalah jalur teraman, jika ingin menuju ke selatan Benua Silver. Song Hui Yong membuka peta di tangannya dan memberi penjelasan, mengapa harus berputar sebelum belok ke arah selatan.
Angin pagi berhembus, wangi Bunga- bunga Persik tercium jauh, menembus hingga ke ketinggian dimana kapal roh itu terbang. Sementara itu.. di belakang kapal roh itu terlihat ada 20 perahu roh lainnya, bergerak tidak kalah cepat mengejar kapal roh mereka.
"Giliran kalian berdua untuk beraksi" kata Song Hui Yong kearah Ye Bing Qing dan Wei Park. Senyum jahat terlihat jelas di wajahnya. Dua orang itu membalas dengan senyum tak kalah jahatnya.
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3
__ADS_1