Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Murong Genjin


__ADS_3

  Pagi menjelang siang, di salah satu tempat menginap terbaik di Kota Perdamaian yang bernama Paviliun Intan dan Permata, tepatnya di Ruang minum arak, terlihat seorang pria dalam balutan jubah berwarna gelap. Sesungguhnya warna jubahnya lebih mirip dengan warna Biru Safir.


   Jubahnya terlihat demikian bagus, dengan keliman lengan-lengan baju yang di sulam dan diisi batu-batu kecil menyerupai batu Safir Biru - konon akan menumbuhkan getaran kebijaksanaan, memperkuat mata, telinga dan daya ingat. Sengaja pembuat busana ini menyisipkan batu Safir di keliman lengan baju, karena konon hal ini akan memperkuat cakra yang dimiliki pemakai jubah.


   Pria itu berusia sekitar empat puluh tahun, terlihat agung dengan rambut berwarna perak, berwajah jernih dengan bulu-bulu halus menghiasi bagian atas bibir dan dagunya. Pria itu adalah Lan Pan - samaran Sima Yong ketika memasuki Kota Perdamaian.


   Nampak satu sosok makhluk besar, berbalutkan kain lebar dan panjang terlihat berlutut di hadapan Sima Yong. Sambil menyesap teh nya, anak muda itu berkata..


"Tuan Teci, bukankah rindu dendammu terlampiaskan sudah? Mengapa anda masih tetap duduk berlutut dengan wajah murung seperti itu?" tanya Sima Yong.


   Teci sang Griffin menjawab dengan nada sedih,


"Hamba bukannya bersedih tuan muda. Sesungguhnya hamba malahan berlutut untuk mengungkapkan betapa besar rasa terima kasih ku kepada tuan" kata Teci.


"Jika saja tuan muda tidak datang dan menolong hamba, Griffin tua ini barangkali telah mati sia-sia dan tidak akan pernah bereinkarnasi lagi" suara Teci terdengar bergetar. Dia tak dapat melupakan kebaikan anak muda itu yang menolongnya dari sihir Dulza sang Ghoul.


   Sima Yong tersenyum hangat, lalu berkata menenangkan Teci,


"Oh tentang hal itu.. Sudah sepantasnya aku membantu anda, karena dalam perjalanan ini, aku telah menganggap Tuan Teci sebagai keluarga sendiri. Tak perlu anda menjadi terbeban dengan bantuan tadi" kata Sima Yong yang lantas memegang tangan Teci, membimbingnya untuk berdiri.


   Sambil berdiri, Teci sang Griffin berjanji kepada si anak muda,


"Griffin tua ini berkata sungguh-sungguh...


   Sejak hari ini, aku Teci - akan terus mengikuti kemana tuan muda pergi. Baik di Realm Magical Beast ini, atau setelah tuan muda pergi ke negeri asing manapun..


   Sesungguhnya Teci telah mati dan tidak akan pernah bereinkarnasi lagi. Namun pertolongan tuan mudalah sehingga Teci masih dapat hidup, dan kelak mati untuk berinkarnasi menjadi makhluk yang lebih mulia lagi"

__ADS_1


   Sima Yong menenangkan Teci dan berjanji akan membawa Griffin tua itu, kemana saja dia pergi nanti. Tentu saja Teci sang Griffin menjadi gembira, karena keinginannya mengabdi diterima oleh anak muda yang dia panggil Tuan Muda itu.


******


   Pada beberapa waktu yang lalu, di bagian Barat Kota Perdamaian, terjadi keramaian di satu rumah keluarga Zheng dalam upacara sederhana. Itu adalah upacara pernikahan yang bahagia dari dua makhluk warga Kota Selatan.


Keluarga bahagia itu adalah keluarga Zheng dan Keluarga Ren, dan keduanya keturunan dari ras marmut kecil. Zheng Wu anak paling muda di keluarga itu, menikah dengan gadis manis dari keluarga Ren yang bernama Ren Juan.


   Karena dua mempelai berasal dari keturunan dan ras yang tidak terlalu dominan, yaitu Ras Marmut kecil, maka otomatis tamu-tamu undangan juga datangnya dari kalangan sederhana dan bukan kalangan hartawan. Dan tidak ada banyak hadiah yang bermanfaat untuk kelanjutan hidup dua orang berbahagia itu.


   Biaya pernikahan modal berhutang pada rentenir, dan hadiah angpao yang diterima bahkan lebih kurang dibanding biaya dan pengeluaran pernikahan. Ketika akhirnya dua orang tua mempelai pulang ke desa mana mereka berasal, kehidupan rumah tangga itu barulah memulai masuk dalam kisah yang sesungguhnya.


   Meskipun kehidupan pernikahan Zheng Wu dan Ren Juan penuh dengan kebahagiaan, namun pada akhirnya semua orang akan menyerah dan membutuhkan uang untuk membuat setidaknya kehidupan berumah tangga menjadi sedikit berbahagia.


   Malam itu Ren Juan melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik, menangis kecil menambah suka cita di dalam keluarga Zheng ini. Namun sesungguhnya hati Zheng Wu dilanda rasa duka yang mendalam. Sebagai keluarga yang miskin dan tidak punya apa-apa, bahkan rumah tempat mereka tinggal pun hanyalah menyewa dari tuan tanah bernama Tuan Huan.


   Zheng Wu pusing tujuh keliling memikirkan biaya persalinan istrinya, terlebih juga amat pusing memikirkan kondisi keuangannya yang semakin hari semakin memburuk.


   Namun ketika pasangan suami istri itu dilanda rasa sedih dan muram, malam itu sekonyong-konyong di pintu rumah mereka yang sederhana itu terdengar bunyi ketukan.


   Zheng Wu buru-buru membuka pintu rumah sempitnya, yang terhimpit diantara rumah-rumah penyewa lainnya. Namun Zheng Wu amatlah terkejut ketika dia melihat sosok di balik pintu rumahnya.


"I-ini a-adalah..?"


   Di hadapan Zheng Wu, berdiri kira-kira lima tombak jauhnya, satu makhluk mulia yang menjadi legenda dimana-mana. Qilin. Ya Qilin berpendar-pendar dalam warna keemasan itu menatap mata Zheng Wu dalam-dalam, lalu Zheng Wu merasa seakan-akan mahluk itu tersenyum ramah kepadanya.


   Sebagai seorang yang terdidik di Realm Magical Beast ini, Zhen Wu tahu apa gerangan yang sedang terjadi. Sebagai makhluk mulia dan mistis, Qilin ini dipercaya sebagai makhluk pembawa kedamaian dan pembawa rejeki kekayaan bagi siapapun yang melihatnya.

__ADS_1


   Zheng Wu lantas berlutut dan menyembah ke ara Qilin itu, tidak mengangkat kepala barang sedikitpun, sampai-sampai ketika coba-coba dia melirik ke arah jalan.. makhluk tersebut telah menghilang.


   Tentu saja hati Zheng Wu dilanda rasa bahagia yang amat dalam. Dengan penuh rasa haru Zheng Wu menghambur ke kamar istrinya yang tengah menyusui bayi mungil mereka.


   Tentu saja Ren Juan istrinya menjadi panik melihat sang suami meleleh dalam air mata bercucuran. Zheng Wu tidak berkata-kata banyak, hanya berulang kali bibirnya mengucapkan satu kata "Qilin -Qilin"


   Tidak menunggu terlalu lama semenjak kejadian malam dimana Zheng Wu melihat penampakan Qilin emas itu, lalu Zheng Wu mendapat undangan untuk berkunjung ke Klan Murong - Klan Keturunan Qilin di Kota Perdamaian untuk datang berkunjung.


   Meskipun tidak bertemu dengan Patriark Klan Murong yang terkenal itu, Zheng Wu bersama istri dan bayinya ditemui nona muda Klan Murong bernama Murong Genji yang berarti 'emas'


   Di kediaman Nona Murong Genji itu, Zheng Wu dan istri anaknya di jamu layaknya tamu istimewa. Pada awalnya Zheng Wu agak kecewa karena kunjungan mereka ke Klan Murong, hanyalah sekedar minum teh dan bincang-bincang ramah-tamah biasa.


   Sempat Zheng Wu merasa kecewa karena awal-awalnya dia berharap akan mendapat pekerjaan atau apapun itu, sesuai mitos bahwa Qilin adalah pembawa berkah bagi siapapun yang bertemu dan melihatnya secara langsung.


   Namun kekecewaan dan kepercayaannya yang memudar akan mitos-mitos tentang Qilin hilang seketika. Di rumah yang disewanya itu, Zheng Wu menemukan setengah karung bear, Eliksir macam-macam warna.Ada yang berwarna Biru terang dan ada yang berwarna Merah Jambu.


   Zheng Wu dan istri larut di dalam tangis sambil mengucap syukur atas keajaiban yang mereka alami. Sejak saat itu Zheng Wu dan istri mulai berdagang, dan kehidupan mereka berangsur-angsur membaik, bahkan meningkat dan layak disebut sebagai pedagang yang sukses.


   Kisah Zheng Wu ini menjadi legenda di bagian Barat Kota, dan orang-orang selalu berharap untuk bertemu dan melihat Qilin Berwarna emas, agar mendapat undangan berkunjung ke Klan Murong, sama seperti Zheng Wu tadi.


Catatan :


   Nona Murong Genji adalah calon Master Sekte yang memiliki Kultivasi di ranah SAGE level lima. Namun keberadaan gadis ini menjadi misteri, karena tak seorangpun pernah melihat dirinya, kecuali orang yang pernah di kunjungi Qilin Emas dan mendapat undangan berkunjung ke Klan Murong. 


   Gosip beredar mengatakan bahwa Qilin Emas itu adalah roh Nona Murong Genji - yang mengalami trance dan di masuki oleh roh Qilin kuno, datang untuk memberi kebahagiaan bagi siapa yang beruntung di Barat Kota Perdamaian. 


Bersambung

__ADS_1


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan novel ini dengan ide-ide lebih menarik lagi.


__ADS_2