
ARC 9. Pedang Sihir Es
Catatan :
Pada Arc ini khusus membahas praktisi Sekte Pedang Terbang yang mencari-cari, dimana keberadaan Master Sekte yang lenyap belasan tahun, tak ada kabar.
**********
Nangong Rong Sang Dewa Pedang Benua Silver, kemudian memilih Kota Gerbang Seribu Mimpi menjadi kota utama, tempat di man dirinya sebagai Penguasa mutlak di seluruh benua, memerintah banyak kekaisaran dan praktisi benua.
Tentu saja semenjak Nangong Rong diakui sebagai Dewa pedang di seluruh yang kemudian memilih Kota Gerbang Seribu Mimpi menjadi kota utama benua, praktis kota yang tadi sei dan kecil, tak lebih dari tempat persinggahan airship antar wilayah, kini menjadi ramai dan kota yang dikenal di mana-mana.
Kota yang awal awalnya, pada puluhan tahun lalu tak lebih dari kota sepi tepian padang gurun yang Great Sun Desert, kini berubah menjadi Kota metropolitan yang ramai, tak kalah dibanding kota-kota besar di wilayah lain Benua Silver.
Orang-orang para pebisnis dan pedagang kemudian memindahkan pusat pusat hiburan seperti perdagangan, restoran dan tempat makan bermerk terkenal, rumahrumah minum teh dan rumah minum arak untuk para pelancong.. lalu kemudian merambat bisnis perjudian dan rumah-rumah hiburan malam menjamur di Kora Gerbang Seribu Mimpi.
Kota kecil itu, yang semula adalah seekor bebek kecil buruk rupa, seketika bersalin tampilan menjadi seekor angsa dewasa putih, terlihat cantik, menawan dan seperti tak tidak tertandingi di seantero benua.
******
Malam itu ketika bulan belum lagi purnama, dan tersisa bintang-bintang menghiasi langit tak berawan, Kota Gerbang Seribu Mimpi terlihat begitu meriah, gemerlap, penuh dengan taburan lampu berwarna-warni. Bahkan kolam-kolam imitasi dan telaga palsu sengaja dibuat untuk mempercantik Kota tempat Sang Immortal berdiam.
Sama-samar terdengar cekikikan suara tawa ggenit gadis-gadis penghibur dari rumah hiburan, melengkapi beragam hiburan malam yang ada di Kota tak pernah tidur itu.
Angin gurun berhembus pelan, pasir dan debu terhalang dengan satu pohon-pohon imitasi yang sengaja dibuat Sang Immortality guna menghalangi debu dari pasir, dengan menggunakan Array.
Ketika itu, 4 orang yang terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan, baru saja tiba di Kota Seribu Impian.
Dari pakaian mereka terlihat kalau keempat orang itu adalah Kaum Kelana, dengan pakaian terlihat sedikit kusut namun tetap terlihat rapi. Jelas sekali mereka adalah kaum pelintas yang baru melakukan perjalanan jauh.
Pedang tersampir, ada yang di pinggang dan ada di pundak ke 4 orang itu. Jika diperhatikan baik-baik meski dengan pakaian sederhana penampilan mereka secara fisiknya amatlah menarik.
Perempuan yang pertama memiliki wajah menawan, tampak kecil dengan mata terang seperti bintang. Rambutnya berwarna keemasan, berkilauan dan sehat meski sedikit kusut dibiarkan tergerai tanpa pita. Wajah itu adalah wajah jelita perpaduan antara ras Elf dan manusia.
Sedangkan perempuan yang satunya terlihat berpakaian lebih sederhana lagi. Dia terlihat berdandan seperti perempuan kasar yang bekerja di toko-toko sebagai pelayan. Akan tetapi itu tidaklah menutup keseluruhan tampilan wajahnya, nyata dia memiliki wajah cantik dibalik tampilan yang kasar itu.
__ADS_1
Di balik tampilan kasarnya, orang akan merasa bergidik dan ngeri manakala bentrok dan melihat lirikan matanya yang dingin membawa Aura membunuh dan kejam.
Sementara itu, dua orang laki-laki yang datang sama dua perempuan itu, salah satunya berpakaian seperti sastrawan yang rapi, tak lupa kipas-kipas di tangan, layaknya kaum pelajar berpendidikan tinggi. Jubah yang panjang meski tidak mahal bahkan cenderung terlihat murah dengan kain cita sederhana, akan tetapi orang akan merasa segan melihat tampilannya yang terkesan terpelajar dan tersimpan aura dingin di balik semua itu.
Sementara laki-laki yang seorang satunya adalah sulit disebut sebagai laki-laki, karena dia berpenampilan dan seringkali bertingkah liar layaknya seorang perempuan malam. Kadang terlihat genit tapi kadang kala juga terlihat kejam dengan sorot mata yang dalam, mencorong seperti Harimau yang ganas... mata seorang pembunuh.
Kalian dapat menebak empat orang itu bukan? Benar sekali. Keempat orang tersebut masing-masing adalah Y Bing Qing, Song Hui Yong, Wei Park da Yu Mian. Empat pembunuh bayaran dan gadis keturunan Elf yang menjadi teman jagoan kita, Sima Yong.
Belasan tahun berlalu, kultivasi dari Ye Bing Qing gadis keturunan Elf ini, kini berada pada SAGE level 7. Adapun kekuatan jiwanya berada pada ranah Master Jiwa Dao level 1.
Song Hui Yong, SAGE level 7. Wei Park, SAGE level 7 sedangkan Yu Mian adalah SAGE level 5.
Mari kita undur belasan tahun kebelakang, cerita singkat tentang mereka.
Ke 3 orang tersebut, bertemu di Neraka dunia, dan telah telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Sima Yong. (Ye Bing Qing membawa beberapa kawan yang juga kawan Sima Yong; Hattauda, Niryadi dan TangYuwen).
Sesuai instruksi, Song Hui Yong dan Wei Park pergi berkunjung ke Neraka Bumi dan memberikan titah Sima Yong, agar Semi Devil peringkat 2 di sana menjadi memimpin sementara di tempat tersebut.
Mereka menyerahkan peninggalan Mana Biru yang dititipkan oleh Si anak muda, lalu setelahnya balik kembali ke Domain Raja Pedang Elf di tepian jurang.
Belasan tahun orang-orang itu berlatih disana untuk memahami Teknik Kecepatan Pedang secepat Kilat di samping menyelesaikan pelatihan akan Teknik Pedang Terbang, yang diajarkan Sima Yong.
Tepian jurang yang menjadi markas dari Sekte Pedang Terbang yang didirikan oleh Sima Yong, dipenuhi dengan berbagai sumber daya yang sengaja dia titipkan pada Ye Bing Qing, untuk meningkatkan kultivasi anggota-anggota baru.
Karena terlambat bergabung, Kultivasi Yumian memang sedikit rendah dibanding dengan tiga orang tersebut.
Akan tetapi dari segi Kecepatan Pedangnya, juga mencapai level maksimum yaitu 30 kali kecepatan pedang pada umumnya. Dungeon Makam Pedang Domain Pedang Elf, amatlah membantu Yu Mian mempercepat pemahaman akan Teknik Pedang Terbang, yang kelak menjadi andalan sekte baru itu.
Tahun berganti, 10 tahun berlalu.. bahkan kemudian menjadi belasan tahun Sima Yong tak ada jua kabar beritanya.
4 ahli yang kini menjadi Petinggi di Sekte Pedang Tebang, mulai gelisah dan bermuram durja. Mereka lantas merencanakan perjalanan, berkelana dan mencari tahu keberadaan Sima Yong.
Ye Bing Qing tidak kesulitan menemukan lokasi portal menuju Benua Silver. Dahulu, dia pernah diberi tahu tentang cara dan teknik menemukan portal.
Ketika tiba di Kota Penghujung dunia, kabar berita Sima Yong sama sekali tidak terlacak. Dia itu ibaratnya seperti lenyap ditelan Bumi.
__ADS_1
Namun, ada setitik cahaya terang. Satu orang saksi yaitu perempuan muda, memberi keterangan bahwa dirinya ditolong oleh seorang Pertapa muda yang sakti, di Hutan willow dari rencana jahat satu ras iblis..
Mereka memperkirakan bahwa Pertapa yang diceritakan itu tersebut adalah Sima Yong calon Master Sekte Pedang Terbang.
Kemudian keempat orang ini pun mengadakan tindakan mata-mata di Kota Gerbang Seribu Mimpi.
Yumian akan menyamar sebagai seorang gadis penghibur dan menunjukkan keahlian menari di rumah di Rumah Bordil bernama Villa Galaksi.
Sebagai seorang SAGE pengejar keabadian, usia boleh bertambah, namun penampilan perempuan itu tetap terjaga seperti gadis usia dua puluh lima tahun saja.
Malam ini, Rumah Bordil Villa Galaxy kedatangan tamu dari para petinggi ras iblis yaitu Patriark ras iblis Mao Gang Xin, seorang Saint Level 9, datang bersama dengan 3 petinggi lainnya para tetua bernama Mao Heisi (Aps lev 8), Mao Canren (aps lev 7) dan Mao Qigang -(aps lev 9).
Karena menggunakan riasan wajah yang tebal sebagaimana layaknya seorang gadis penghibur, Mao Gang Xin tidak melihat perubahan wajah yang terjadi pada salah at perempuan penghibur - yang menuang arak pada mangkuk nya.
Ketika itu mereka berbincang-bincang keras-keras tentang kemunculan satu Artefak Pedang yang konon bernama Artefak Pedang Sihir Es.
Dengan suara keras orang mabuk, menarik perhatian banyak orang, Mao Gang Xin berkata
"Konon pedang sihir itu adalah warisan kepunyaan seorang ahli pedang, dia konon Master pedang Tanpa tanding.
Orang berkata bahwa dia dikenal berjulukan Refiner Kelabu" pria itu kembali menenggak anggur. Lanjutnya...
"Aku heran... entah mengapa, benda artefak sihir yang kuat itu bisa muncul di wilayah Selatan Benua?" Yumian berdebar-debar. Tangannya gemetar karena mendengar kabar si anak muda. Dia kembali mengisi cawan Mao Gang Xin..
Kembali bersuara keras, setelah menenggak secawan tambahan..
"Saat ini,, semua orang berlomba-lomba pergi ke Selatan untuk memperoleh keberuntungan dapat membeli Artefak itu, yang akan di lelang di salah satu lembaga lelang paling ternama di Wilayah Selatan Bernama Asosiasi Tuan Yong"
Jantung Yunian seperti akan berhenti ketika mendengar nama Asosiasi Tuan Yong dan Pedang Sihir Es. Setahunya, Pedang Sihir es itu adalah Pedang Sihir yang adalah Artefak peninggalan dan pemberian satu makhluk Kuda Bersayap, ketika Sima ong berkelana di suatu pulau Wilayah selatan, Benua penyaringan Dewa.
Tanpa menunggu waktu berlama-lama, dia meninggalkan Villa Galaksi, dan memberi info kepada 3 orang kawannya.
"Aku mendapat secercah harapan keberadaan Master Sekte. Malam ini juga kota berangkat ke wilayah Selatan mencari petunjuk.
Pedang Sihir Es itu biar bagaimanapun, harus kita miliki !"
__ADS_1
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3