Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Nyonya Hong yang Terkejut


__ADS_3

  Mantel Rami itu terlempar, seperti layangan putus bergulingan di udara, berpindah beberapa tombak ke belakang. Dia memuntahkan seteguk darah, tangannya kesemutan.


   Mantel Rami berusaha menstabilkan diri setelah benturan itu, dan kembali dia mengeluarkan seteguk darah.


   Nyonya Maya mencibir. Katanya...


"Katakan siapa kamu ini. 


   Hanya seorang di tingkat Alam Melintas Sage, dan berani-beraninya kamu merampok dan mencuri Masterpiece Pedang Sihir Es kami" 


   Perempuan mungil itu dengan dramatis mendekati Mantel Rami. Auranya mencuat mengerikan, Sage level enam melawan Alam Melintas Sage level 7.


   Si mantel Rani itu tidak menjawab sama sekali pertanyaan dari Nyonya Maya. Dia berlagak acuh tak acuh meskipun sesungguhnya dirinya telah terluka dalam. Matanya menyala, tampak seperti ingin membunuh Nyonya Maya 


   Nyonya Maya terkesiap melihat reaksi si Mantel Rami. Da semakin terpicu dalam amarah. Katanya,


"Jangan salahkan aku. Kekerasan hati mu akan membuatku bersikap kejam !"  Dia terlihat mulai merapalkan mantra. Energi Q segera meluap dari dantian nya mendesak menuju tangan dan satu cahaya berbentuk bola api yang sangat besar, dalam warna kuning keemasan tercipta di tangan kanannya.


"Ini kesempatan terakhir.


   Ceritakan siapa kamu, dan apa maksudmu mencuri Artefak Kebanggaan kami" mata nya terkunci pada pedang yang tersampir di pinggang Mantel Rami.


   Anehnya, Mantek Rami itu tidak menanggapinya sama sekali, bahkan terlihat tidak takut dengan ancaman Nyonya Maya. Dengan dengusan terdengar licik dia mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya. Itu alat musik tiup, seruling. 


   Dengan suara mengejek, Mantel Rami berkata dingin..


"Mungkin kamu belum pernah mendengar sesuatu yang disebut musik kematian. 


   Praktisi Tunis iblis seperti kami dapat mengoyak jiwamu dengan mudah" kata Mantel Rami menyeramkan.


   Belum sempat Nyonya Maya menggulirkan Bola Api di tangannya, mendadak suara aneh, asing, tapi membius keluar dari alat musik tiup itu.


   Ini adalah nyata-nyata serangan jiwa yang ditujukan kepada seorang praktisi yang juga memiliki kemampuan kekuatan jiwa di ranah Dao level satu. Sayang sekali. Rupa-rupanya Mantel Rami itu pun seorang Master kekuatan Jiwa di peringkat Dao Level satu. 


   Nyonya Maya terkejut bukan alang kepalang. Serangan jiwa seperti ini sangat jarang ditemui di Benua silver !. Tunis iblis ini setara kemampuan kultivasi jiwanya dengan Nyonya Maya. Tunis iblis.. ini sangat langka.. dia teringat akan seseorang. Hati nya melemah. Nyonya Maya terkurung dalam kenangan masa lalu. PAdahal hal inilah yang sangat tidak dibenarkan ketika menghadapi ahli Tunis Iblis.


   Lagu aneh bernada sendu lantas menyerang benak Nyonya Maya. Hati nya semakin hanyut...


"Bukankah lagu ini yang disebut dengan lagu Ketika Musim Gugur Tiba?" bisik Nyonya Maya dengan bibir bergetar. Dia teringat kembali masa-masa belasan tahun lalu. Pria itu, Tuan Muda Yong... Nyonya Maya menangis..

__ADS_1


   Mantel Rami itu terlihat kesetanan. Dia tidak memperdulikan air mata Nyonya Maya. Satu energi sihir yang amat sangat kuat keluar dari lubang Seruling itu menipu dan memanipulasi perasaan, seperti memberikan kesejukan di hati.


   Akan tetapi sesungguhnya musik kematian itu hanya memiliki dua maksud. Menenangkan dan menyembuhkan atau membunuh. Dan suara musik kematin ini bersifat membunuh.


"Ketika Musim Gugur Tiba !" Nyonya Maya menjadi seperti orang linglung, dan tiupan seruling itu semakin dalam menyentuh benak si nyonya. 


   Nyonya Maya seperti tidak peduli lagi dengan kekuatan yang mulai melilit benaknya, menyentuh jiwanya, siap siap merobek rohnya. Nyonya Maya hanya jatuh dalam kenangan masa lalu.. masa-masa ketika bertualang dari utara sampai ke selatan Realm Magical Beast, bersama pemuda itu. 


   Si Mantel Rami tertawa buas, tinggal sesaat lagi mencabik jiwa Nyonya Maya. Sekonyong-konyong semua tindakannya terhenti dengan satu kekuatan yang tidak kalah kuatnya mengandung Energi Mental Dao. Mantel Rami menjadi gusar. Gagal sudah dia mengambil nyawa perempuan mungil itu.


"Apa yang kau lakukan?" teriak Mantel Rami. Suara itu, adalah suara perempuan. Dia melihat satu sosok lainnya muncul.


"Hentikan Lin Hong !" kata Ye Bing Qing.


   Sekali lagi Bing Qing menenangkan Lin Hong. Katanya..


"Hentikan semua ini Lin Hong kita semua adalah orang-orang sendiri"


   Nyonya Maya seketika tersadar. Dia kembali dari kondisi kesurupannya. Perempuan mungil itu bergidik melihat Lin Hong. Katanya...


"Apakah kamu memiliki hubungan dengan Tuan Muda Sima Yong?


   Sementara itu, si Mantel Rami yang adalah Lin Hong, terlihat kebingungan.. Kejadian cepat itu tidak dapat dicerna dan belum dapat dia mengerti. Nyonya Maya itu kenal dengan gurunya? Bahkan sebelum tidak sadarkan diri, dia menyebut nama nya dengan lengkap 'Tuan Muda Sima Yong'. 


"Apa maksudmu?" katanya kepada Ye Bing Qing. Sejak Semua praktisi dari utara mengalami kekalahan, dan mereka harus mengungsi ke domain Elf, Lin Hong menjadi tidak mudah percaya dengan siapapun. 


   Dengan waspada, dia tetap memegang seruling, siap bertindak kalau kalau kejadian tak diinginkan terjadi.  Seruling itu tidak juga dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan dan kekuatan jiwanya masih tetap mencengkram benar dari Nyonya Maya yang terlihat melayang tidak sadarkan diri 


   Ye Bing Qing lantas menjelaskan.


"Sesungguhnya aku bukan berasal dari Benua Silver ini. Aku bersama kawan-kawanku adalah praktisi yang datang jauh-jauh dari benua yang bernama Benua Penyaringan Dewa" kata Ye Bing Qing.


"Benua Penyaringan Dewa?


   Aku tak pernah mendengar nama itu" kata Lin Hong masih waspada. 


   Ye Bing Qing tersenyum. Katanya..


"Tentu saja kau tidak akan tahu. Tai kami berasal dari sana, dan kami adalah praktisi Sekte Pedang Terbang. MAste Sima Yong adalah pemimpin di Sekte Pedang Terbang kami.

__ADS_1


   Keberadaan kami di Benua Silver ini, adalah untuk mencari jejak master kami yang menghilang sejak belasan tahun lalu dari Benua Penyaringan Dewa".. Lin Hong terlihat melunak.


   Katanya.. jika kamu benar pengikut Master Yong, tunjukkan sesuatu agar aku percaya..


   Ye Bing Qing tertawa. Katanya..


"Kamu tentu tahu dengan Ilusi Badai Es bukan Penggetar Sukma bukan?


   Aku akan menunjukkan teknik ini padamu.."


   Ye Bing Qing merapal mantra dan udara berubah menjadi dingin. Butir-butir es jatuh dari langit membentuk gumpalan gumpalan dan angin bertiup kencang mengiringi ilusi itu" 


   Lin Hong terbelalak. Ilusi Badai Es itu adalah ciptaan guru mereka. Hanya dia dan Yu Long suaminya yang tahu dan dapat menggunakan teknik serangan ilusi itu. Kini dia percaya dengan perempuan di hadapannya.


"Maaf kan aku" kata Lin Hong.


"Aku mengambil pedang ini, karena dari kisah-kisah yang diriwayatkan oleh Tuan Fei Ma, dia mengatakan bahwa Master Yong memiliki artefak Pedang sihir bernama Pedang Sihir Es.


   Mendengar Asosiasi itu menjual dan melelang barang peninggalan guru kami, aku tidak terima. Jalan terbaik adalah merebut nya" kata Lin Hong.


   Ye Bing Qing tertawa..


"Benar sekali. Pedang Sihir Es adalah hadiah dari Pegasus itu, Fei Ma. Aku bersama-sama bertualang dengan Master Yong ketika Fei Ma menghadiahkan Pedang Sihir Es... apakah kau tahu dimana kuda terbang itu? Aku rindu bercakap-cakap dengannya" kata Ye Bing Qing antusias.


   Wajah Lin Hong seketika memburuk.. 


"A-apa yang terjadi?" tanya Ye Bing Qing bingung.


"Tuan Fei Ma tewas. Kejadian di Padang Gurun Terkutuk" kata Lin Hong murung.


   Ye Bing Qing lantas ikut-ikutan murung.. katanya


"Mari kita pergi ke tempat ku. Kawan-kawanku menantikan kita.


   Ada banyak hal yang harus aku dengar. Dan aku ingin tahu siapa yang membunuh Fei Ma" kata Ye Bing Qing geram. Air matanya menetes tak terasa. Dia ingat keakraban dengan Fei Ma ketika berlari-lari di padang rumput Suku Wu Yi di Barat Laut Benua Penyaringan Dewa.


   Kedua orang itu menghilang, bersama-sama dengan Nyonya Maya. Keadaan kembali hening, langit menghitam, badai sepertinya akan datang, mengiringi hujan yang membawa kesedihan.. sedih hati Ye Bing Qing mendengar kematian Fei Ma.


Bersambung

__ADS_1


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3


__ADS_2