
Hari ini adalah hari yang baik. Masih tersisa dua hari lagi hingga Acara Pelelangan Besar yang diselenggarakan Asosiasi bernama Asosiasi Tuan Yong itu diselenggarakan. Dan Kota Raja Negeri Menhua telah banjir dengan lautan manusia, maupun sosok-sosok asing yang kemungkinan adalah praktisi dari wilayah lain di luar Benua Silver ini.
Empat orang Penatua Klan Pedang Terbang, Ye Bing Qing, Wei Park, Song Hui Yong dan Yumian berembuk di kamar penginapan, malam sebelumnya.
"Tentu saja, kami akan membutuhkan banyak informasi, sebelum kita bersama-sama menghadiri acara pelelangan itu bukan?" Kata Wei Park. Laki-laki ini karena seorang terpelajar, maka dia sering dianggap mewakili dari otoritas sang master. Tiga kawannya juga tidak keberatan akan hal ini.
"Ingat tujuan awal kita adalah mencari jejak keberadaan master. Penting untuk mengetahui apa maksud di balik acara lelang ini, yang jelas-jelas kita tahu bahwa Artefak Pedang Sihir Es itu, kepunyaan Master" kata Wei Park.
"Jika benar artefak itu adalah seperti yang pernah kita lihat sebelumnya, walaupun dengan cara apapun, kita harus membawa pulang Pedang Sihir Es ke Benua Penyaringan Dewa !" katanya. Semua setuju akan hal ini. DIa lalu memutuskan tim yang akan terbagi 4.
"Aku berpikir apabila kita berjalan secara terpisah, masing-masing melakukan kegiatan pengumpulan informasi, dan kita bertemu lagi malam sebelum acara pelelangan itu, adalah tindakan yang efisien.
Semua sepakat, lalu mereka memisahkan diri dalam empat bagian. Ye Bing Qing akan mengunjungi restoran dan pasar-pasar tempat keramaian, berpura--pura seperti pelancong.
Wei Park akan melakukan kegiatan membeli informasi asosiasi Tuan Yong itu, pada beberapa asosiasi pelelangan dan toko magic, membeli informasi pada Toko-toko dan lembaga dagang yang menjual jasa informasi.
Song Hui Yong melakukan hal dengan mengunjungi tempat pelesir dan rumah bordil, seperti keahliannya. Beberapa tuan muda atau petinggi dan sekte atau klan-klan ternama amat gemar berkunjung ke tempat-tempat hiburan malam. Ketika bergaul di sana, kemungkinan banyak informasi yang akan di gali.
Yu Mian seperti biasa, menyamar menjadi perempuan hiburan Pavilion Keindahan Malam Menhua.
******
Ini adalah akhir musim semi di Benua Silver. Meskipun dataran Selatan selalu melimpah dalam sinar matahari setiap waktu, dengan iklim yang berbeda dibanding dataran Tengah, Barat apalagi Utara, akan tetapi entah mengapa hari ini udara terasa agak dingin dibanding biasanya.
Mungkin karena sejak beberapa hari ini langit mendung, dan hujan tercurah seperti meluap sejak tadi malam, sehingga menyisakan jalanan penuh genangan air, dan orang-orang yang keluar rumah mengenakan mantel pelindung diri dari hujan yang dapat turun dengan tiba- tiba.
Mata Ye Bing Qing terpaku pada satu Restoran yang cukup besar, meski keanggunan serta kemewahannya kalah di banding Paviliun Intan dan Mutiara. Nama restoran itu adalah "Kubah Negeri Selatan" suatu nama yang cukup unik pikir Ye Bing Qing.
Dengan mengangkat tunik panjangnya tinggi-tinggi, gadis itu membelah jalan, melintas di atas genangan air hujan bekas semalam. Beruntung kaki-kaki mungilnya, mengenakan sepatu tinggi seperti yang biasa digunakan wanita-wanita bangsawan, sepatu bakiak berhak tinggi sehingga air tidak membasahi kaki nya yang dibungkus kaos kaki berwarna putih.
Angin berhembus kencang, menyisakan uap-uap air menambah hawa sedikit dingin. Ye Bing Qing merapatkan selendang tebal, menutup bagian atas tubuhnya dari terpaan angin.
__ADS_1
Ketika berada di Pendopo Kubah Negeri Selatan, seolah merasa ada tatapan mata yang mengunci kearahnya, gadis itu berbalik belakang. Dia menangkap sekilas tatapan tajam yang berasal dari dua orang di seberang sana.
Dua orang itu mengenakan topi seperti caping lebar. Mantel yang mereka kenakan terbuat dari jalinan rami, seperti yang biasa digunakan oleh orang-orang menahan diri dari terpaan salju atau hujan lebat. Mata nya semakin menyelidik, dia melihat bahkan tunik yang dikenakan dua orang itu terbuat dari kain rami. Bahkan sepatu itu, juga dari bahan rami.
"Busana yang cukup aneh untuk di kenakan di Wilayah Selatan, yang meski curah hujannya tinggi, akan tetapi tidak terdapat salju" batin Ye Bing Qing.
Tanpa sengaja mata nya berpapasan dengan mata pria yang wajah nya samar tertutup untaian kain tipis, menahan wajah terkena serangan langsung angin dingin.
"Mata yang tajam, dalam dan mencorong.
Aku pastikan dia seorang ahli beladiri. Kekuatannya amat spesial dalam menggunakan teknik energi jiwa. Dua orang itu menyembunyikan diri dari sesuatu, dan berpenampilan seperti kaum fana"
Setelahnya, Ye Bing Qing tidak lagi memperhatikan kedua orang itu. Dia berpikir bahwa wajar saja jika banyak terdapat orang-orang aneh yang datang ke Kota Menhua ini, berlomba keberuntungan untuk memperoleh kesempatan memiliki Pedang Sihir Es.
Kembali tatapannya fokus ke Restoran Kubah Negeri Selatan. Restoran ini tidaklah terlalu besar dan mewah. Akan tetapi dia melihat bahwa tempat makan ini amat baik. Meja dan furniture restoran terbuat dari kayu pilihan terbaik di selatan, mungkin kayu pinus, Ebony, Tarbantin, apapun itu Ye Bing Qing tidak tahu pasti. Namun yang dia tahu, semua furniture itu dikerjakan dengan hati-hati oleh ahli yang berpengalaman.
Lantai restoran itu terbuat dari marmer, dengan hiasan-hiasan tembikar atau lukisan-lukisan pemandangan, beserta kaligrafi bertuliskan puisi-puisi dari pujangga ternama di Selatan sini. Bunga-bunga indah juga menghias jambangan tembikar, yang di hiasi bunga-bunga Peony, Lily dan Magnolia.
Ada beberapa pengunjung, yang semuanya terlihat orang-orang berpakaian bagus, berdandan istimewa pertanda mereka asalnya dari keluarga hartawan, atau paling tidak dari Klan atau Sekte ternama yang kaya.
"Tolong bawakan aku Sup akar teratai, Tumis Pedas Sawi Pahit, Roti kukus, dan arak"Kata Ye Bing Qing ketika pelayan datang menanyakannya informasi.
"Buah-buahan jangan lupa, Jeruk mandarin dan buah Kesemek matang" kata Ye Bing Qing ramah.
Ye Bing Qing terlalu antusias, ketika melihat dua sosok mantel jerami naik tangga, dan mencari kursi kosong untuk mereka berdua. Kelihatannya dua orang ini bingung. Hampir semua kursi telah terisi penuh dengan pengunjung, karena hari menunjukkan tepat jam makan siang.
Kalaupun mereka mencoba duduk di kursi dan meja kosong, pelayan lantas memberitahu dengan sopan, bahwa meja dan kursi itu telah dipesan oleh kelompok tertentu, entah tuan muda klan ternama atau pun sekte-sekte papan atas yang ramai memenuhi undangan pelelangan Pedang Es Sihir.
Rpa-rupanya pesaon dan daya tarik Pedang Sihir Es ini, telah menyebar kemana-mana, sampai-sampai Ye Bing Qing merasa Kota Raja Negeri Menhua itu penuh sesak dengan pelancong, praktisi maupun penonton sekedar meramaikan acara itu.
Merasa kasihan atas penolakan duduk dimana-mana, Ye Bing Qing lantas mendekati salah satunya dari dua mantel jerami.
__ADS_1
"Tuan, mohon maafkan kelancanganku" kata Ye Bing Qing sopan, dengan gaya perempuan bangsawan.
Mata tajam yang tadi di seberang jalan, yang sempat ditangkap Ye Bing Qing, hilang sudah. Pria itu mengangguk kepala dan menjawab dalam..
"Terima kasih nona. Akan tetapi, kami dua orang kelana ini, hanyalah manusia sederhana. Apakah nona tidak merasa terganggu jika kami berdua duduk bersama anda?" dia membungkuk. Dan Ye Bing Qing membatin dalam hati.
"Kepandaian orang ini tinggi. Dia cepat sekali menyimpan semua tingkat kultivasinya. Mata tajam mencorong itu hilang tidak berbekas. Dia menyembunyikan kepandaiannya menjadi orang Fana !" batin Ye Bing Qing.
Lalu, mereka bertiga duduk bersama, di meja Ye Bing Qing yang tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil itu.
"Namaku Bing Qing.. jika tuan berdua tidak keberatan, bisakah anda memberi tahu nama? Kapan- kapan jika berjumpa di jalan lagi, Bing Qing tidak akan ragu-ragu menyapa tuan berdua" Ye Bing Qing ramah.
Wajah pria itu sedikit terangkat. Angin berhembus dan Ye Bing Qing melihat sepintas wajah tampannya.. katanya.
"Namaku Long. Nona dapat memanggilku Tn Long jika berkenan" suara nya ramah. Dia lantas melanjutkan..
"Dan ini adalah istriku. Namanya Hong. JIka Nona tidak keberatan, anda dapat memanggil istri ku dengan panggilan Hong saja. Kami memiliki nama marga yang tidak umum. Felanas.. itu marga kami. Tentu saja itu karena kami bukan berasal dari benua ini. Kami dari pulau yang jauh dari Benua Silver" kata pria itu merendah.
Ye Bing Qing mencatat dalam hati dua nama itu.
"Long Felanas dan Hong Felanas.
Nama marga yang mirip dengan nama-nama kaum Elf" batinnya.
Dengan wajah ceria Ye Bing Qing merangkap tangan di dada dan berkata memberi hormat..
"Jadi Tuan Long dan Nyonya Hong. Nama yang serasi untuk pasangan suami istri. Naga dan Burung Hong (Phoenix)"...
Bersambung
__ADS_1
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3