
ARC 10. Immortal VS Immortal
Mulai saat itu, Benua Silver dikejutkan dengan kemunculan satu Sekte baru, yang menyebut diri mereka bernama Sekte Pedang Terbang. Akan tetapi anehnya, Sekte Pedang Terbang ini terlihat bekerja secara rahasia. Bahkan mereka terkesan seperti organisasi pembunuh yang dinilai bekerja di bawah arus tanah.
Tidak ada seorangpun yang tahu keberadaan atau dimana letak sekte tersebut berkedudukan. Ada yang bilang bahwa mereka adalah sisa-sisa dari praktisi di dataran Utara.
Tapi ada yang mengatakan sekte itu asalnya dari Selatan. Namun dibantah dan dikatakan teknik serta gaya berbicara mereka mirip orang-orang Barat. Jadi terkadang mereka juga terlihat seperti orang Timur bahkan dari dataran Tengah. Semua itu menjadi rahasia sampai bab ini ditulis.
Ada satu catatan yang diingat saksi yang melihat praktisi Sekte Pedang Terbang itu beraksi, semua mengatakan bahwa ahli-ahli dari sekte memiliki tingkat kultivasi yang amat tinggi. Sekte Pedang Terbang ini bahkan di sejajarkan dengan Sekte-sekte Kuno yang telah lenyap keberadaannya dari Benua Silver ini (Sekte Kuno adalah satu kelas Sekte yang tingkatnya di atas ekte Bintang sembilan, juga diatas Sekte Super).
Semua melaporkan kalau Sekte Pedang Terbang ini selalu bertentangan dengan orang-orang atau kelompok yang berafiliasi dengan Nangong Rong, Immortal Sang Dewa Pedang Benua Silver.
******
Malam itu, tatkala bintang-bintang beranjak tinggi, lalu kemudian bumi berputar dan bintang-bintang lenyap dalam kelamnya malam, dunia sunyi senyap dan suara deru mesin kapal roh itu terdengar membelah langit di atas Hutan Bunga Persik, berbatasan dengan Daratan Tengah Benua Silver.
Lentera di kapal roh bergoyang ditiup angin tinggi, membuat sinarnya kerlap-kerlip menimbulkan warna suram, membayang di atas bunga-bunga persik di hutan itu.
Di dalam kapal roh itu, ada terdapat banyak ahli praktisi Sekte Tinju Halilintar, yang membawa master mereka memenuhi panggilan Sang Immortal untuk membahas tentang kemunculan sekte rahasia yang belakangan membuat gaduh dan menyerang orang-orang dari kelompok Sang Immortal.
Ketika mata para penjaga kapal roh mulai mengantuk terhembus angin malam, semua itu membuat lengah dan kurang rasa waspada, mendadak kapal roh itu terlihat di hadang oleh sebuah bayangan besar.
Dia muncul dari balik awan gelap, berlatar belakang langit berwarna kelam, dengan setitik cahaya bulan.
"Penghadang !"
"Ada seseorang menghadang jalannya kapal ini" teriak pria penjaga, yang seketika matanya menjadi lebar terbuka, rasa kantuk itu hilang. Kentongan tanda bahaya di bunyikan, agar semua praktisi yang ada di kapal roh, siap siaga.
Jerit ngeri tertahan terdengar dari mulut semua ahli, ketika melihat aksi dari penghadang yang sangat dramatis. Dia adalah satu sosok yang sulit dikenali wajahnya, maupun jenis kelaminnya. Sosok itu mengenakan pakaian serba hitam dengan ciri khas mantel dari Kain Rami. Mantel Rami ini mengenakan topi doupeng lengkap dengan kain tipis yang menghalangi wajahnya membuat siapapun sulit melihat wajahnya.
"Mantel Kain Rami !"
"Itu pembunuh Mantel Rami !"
"Sekte Pedang Terbang !"
__ADS_1
Seketika seisi kapal menjadi gaduh..
"Apakah kita harus memberi tahu Master Jiu De?" tanya penjaga yang bernama Zhan Jiahao.
"Tidak perlu. Master Jiu Peng masih asik dengan gundiknya. JIka kita mengganggu acara dia, aku khawatir Master Jiu De akan marah.. alih-alih malahan Master Jiu De akan membunuh kita !" jawab Ye Zhen, ahli tertinggi Sekte yang mewakili tetua.
Dia adalah praktisi di ranah Alam Pencerahan Suci level menengah. Senjata yang dia gunakan adalah satu tombak, yang menggetarkan dataran tengah. Ye Zhen lantas maju dengan gagah ke anjungan kapal. Suaranya memecah malam dengan suara seperti halilintar.
"Sekte Tinju Halilintar menyapa. Ye Zhen berbicara disini mewakili Master yang masih tidur.
Dapatkah tuan menyebutkan nama dan menjelaskan maksudmu menghalangi kapal roh kami dari sekte tinju halilintar ini.
Sekte tinju Halilintar akan mengingat kebaikan tuan, jika pergi dan tidak menghalangi perjalanan ini" kata Ye Zhen ala orang-orang dunia Jianghu jika saling menyapa.
Dia menghentak tombaknya ke lantai kapal, yang menebarkan aura praktis di peringkat Alam Pencerahan Suci, berharap si mantel rami gentar alih-alih pergi.
Suara tawa terdengar, parau di kerahkan dengan energi Qi tingkat tinggi yang membuat muak siapapun yang mendengarnya. Lalu Mantel Rami itu berbicara, terdengar dingin.
"Bagaimana jika aku menginginkan Kepala Pemimpin Sekte Halilintar kamu, Jiu De.
Suara aneh itu terdengar seperti datang dari tempat yang sangat jauh. Kuno, dan menjijikkan. Ye Zhen sukar untuk menebak, apakah Mantel Rami ini adalah laki-laki, atau perempuan.
Mendengar kekurang ajaran Mantel Rami, seketika semua orang di atas kapal itu menjadi meledak dalam amarah.
"Lancang !
Siapa kamu sesungguhnya? Apakah kamu adalah bandit-bandit terkutuk dari Sekte Pedang Terbang itu?" Ye Zhen mengamuk, dan dia menunjuk menggunakan tombaknya.
"Kamu manusia kecil, berani-beraninya berkata merendahkan ketua sekte tinggi halilintar kami.
Kamu berani bermusuhan dengan kami Sekte Tinju Halilintar ini, otomatis kamu akan menjadi musuh Sang Immortal, Dewa Pedang Benua Silver Ini !" kata Ye Zhen pria bersenjata tombak itu.
Ye Zhen sengaja menjual nama Dewa Pedang, untuk menakut-nakuti si Mantel Rami.
Sayangnya, bukan menjadi takut, yang ada malahan Mantel Rami itu justru tertawa terbahak-bahak. Suaranya menggelegar membahana memenuhi langit di atas hamparan Hutan Bunga Persik.
__ADS_1
"Nangong Rong manusia iblis itu kamu katakan sebagai Dewa Pedang Benua Silver?
Cih ! Kalian orang-orang Sekte Tinju Halilintar ini betul-betul sekelompok orang-orang yang tidak tahu rasa malu" Mantel Rami itu meludah..
"Kalian sesungguhnya tahu benar. Bahwa Nangong Rong itu bukanlah sosok yang berasal dari Benua Silver ini.
Iya benar. Nangong Rong yang tak tahu malu itu, bahkan satu sosok absurd yang datangnya dari alam lain, alam yang disebut dengan negeri ajaib Wonderland.
Dia bahkan adalah sosok tidak yang tidak terkenal di Negri Wonderland, merendahkan diri datang ke Alam bertingkat lebih rendah Benua Silver, lalu mengangkat diri memegang gelar Dewa Pedang.. Oh aku tertawa melihat drama bodoh ini" Mantel Rami itu berbicara tanpa takut-takut. Yang ada malahan praktisi-praktisi di kapal itu yang ketakutan. Mereka takut kalau Nangong Rong mendengarnya.
Melihat orang-orang Sekte Tinju Halilintar ketakutan. Si Mantel Rami semakin berani lagi. Dia membongkar semua topeng Nangong Rong.
"Nangong Rong itu, konon di Negeri ajaib sana bahkan tidak merupakan apa-apa. Satu karakter minor tak penting.
Dia dengan pongah datang kedunia silver mengangkat diri menjadi Dewa Pedang lalu keajaiban terjadi.
Kalian sekumpulan manusia rendah Sekte tinju Halilintar itu, datang dan sujud menyembah dia seolah-olah dia adalah seorang Dewa !
Oh.. Seumur hidupku belum pernah aku melihat orang-orang yang tidak tahu malu seperti kalian makhluk-makhluk rendah Sekte Tinju Halilintar!" tajam mulut si Mantel Rami, membuat merah kuping praktisi Tinju Halilintar.
"Kurang ajar! Mulutmu sampahmu itu perlu dibersihkan !.
Terima kematian !" Sekonyong-konyong tombak di tangan Ye Zhen meledak mengeluarkan petir.
Ye Zhen melesat ke arah Mantel Rami, dia seperti bayangan cepatnya dengan tombak menggelegar bersama petir, siap menghangus, mencabik tubuh Mantel Rami.
Mantel Rami melihat serangan berbahaya Ye Zhen dengan tertawa menghina, suaranya keras terdengar, tak kalah kencang dibanding gelegar petir.
Mantel Rami melambaikan tangannya, dan ajaib 1 pedang tiba-tiba berada ditangan kirinya. Lalu dia membuat tebasan di udara, itu adalah satu tebasan lembut.
Muncullah cahaya berwarna jingga, dingin yang menimbulkan butir-butir salju. cahaya jingga itu dengan cepat membuyarkan energi serangan tombak, lalu membelah praktisi bernama Ye Zhen itu, hancur berkeping bercampur butiran es.
Bersambung
__ADS_1
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3