
Ye Bing Qing menyelinap ke belakang panggung, terlihat lebih cepat dari seperti bayangan. Gerakannya begitu mulus laksana angin bertiup, tanpa terlihat oleh siapapun. Samar-samar dia mendengar teriakan dari pembawa acara lelang 'Dugu Yi He' yang berteriak keras-keras "Kumis Khaimera - kumis khaimera !" lalu disusul jeritan histeris orang-orang setelah mendengar pengumuman Dugu Yi He.
"Kumis Khaimera adalah suatu bahan langka yang dapat digunakan untuk menyuling ramuan ramuan sihir, atau ramuan obat-obatan dan juga dapat menjadi katalisator untuk menempa artefak-artefak sihir.
Bahan ini khusus didatangkan langsung dari Dunia Makhluk Ajaib yang buas, dari suatu Realm atau dunia yang tidak akan anda temukan di manapun, di belahan manapun di muka bumi benua silver ini...!" suara pengunjung semakin geger terdengar, dan Ye Bing Qing hanya mengulas senyuman.
"Harga pembukaan adalah Kumis Khaimera ini adalah ... 35.000 energi Stone dan penawarannya adalah kelipatan 5000 jumlah energy Stone. Di mulai dari sekarang !" Ribut, kacau.
Ye Bing Qing tidak memperdulikan itu semua. Dia berjalan di lorong itu seperti bayangan dengan latar belakang keributan.
***
Penjelasan tentang Khaimera adalah makhluk mitos legendaris yang berasal dari benua di wilayah Barat yang merupakan gabungan dari tiga hewan. Khaimera itu berbentuk ular kambing dan singa. Badannya adalah kambing, ekor nya berupa ular dan dia berkepala singa.
Khaimera mampu menyemburkan menyemburkan api dari hidung dan mulutnya. Api ini amat mengerikan seperti api neraka. Oleh karena nya Khaimera ini sering dijadikan lambang kekuatan setan.
(Pada kisah KDPU sebelumnya dikisahkan Sima Yong pernah bertempur melawan makhluk ini ketika dia berada di danau Shaitani Pari, saat itu dia dibantu Pegasus bernama Fei Ma"
Ye Bing Qing berjalan hati-hati, di dalam lorong panjang di bangunan bagian belakang arena pelelangan setelah sebelumnya melempar Jimat Fatamorgana melindungi dirinya di dalam penyamaran.
Dia melihat ada banyak sekali kamar di sepanjang lorong, sehingga Bing Qing merasa kesulitan untuk menentukan yang mana tempat Nyonya Maya pemilik asosiasi pelelangan, duduk menunggu., tentu saja sambil menjaga Pedang Sihir Es itu.
Mendadak satu sosok tubuh dalam balutan pakaian ringkas, melewati dirinya, bergerak mengendap-endap di sepanjang lorong. Wajah orang itu tertutup dengan kain sehingga penampilannya tersamarkan.
Sebagai seorang ahli Master Jiwa Peringkat Dao, Ye Bing Qing tidak terlalu menemui kesulitan untuk menyelimuti dirinya dengan ilusi. Apalagi saat ini dia terbungkus dengan jimat fatamorgana. Jelas penyusup itu tidak menyadari kehadiran Ye Bing Qing.
"Mari kita mengikuti penyusup itu. Aku menduga dia adalah sosok yang tahu dimana sang nyonya beserta pedang sihir situ berada".
Dia pun lantas mengikuti dengan hati-hati, kemana sosok bertopeng itu pergi. Kamar- demia kamar dilewati, pada akhirnya sosok itu masuk ke dalam satu kamar, yang dari luarnya terlihat seperti tidak mencolok,
kamar terkesan biasa saja menurut Bing Qing. Pintu terbuka pelan-pelan tatkala sang penyusup mengendap, dan Bing Qing juga ikut- ikutan masuk dengan melayang masuk seringan bulu angsa muda.
__ADS_1
Baru saja dia berada dalam ruangan itu, sekonyong-konyong terdengar satu suara yang dingin dan berbicara datar..
"Apakah kamu datang menyusup ke sini untuk mencari Pedang Sihir Es? Siapakah yang memberitahumu kalau aku berada di ruangan ini, ruangan sederhana di antara ratusan kamar di gedung arena kota?" dingin suara itu, Ye Bing Qing ikut menggigil.
Penyusup itu terlihat terkesima. Ketika itu secara ajaib muncul dari kehampaan, pudar lalu menjadi nyata.. seorang perempuan bertubuh mungil. Tingginya kira-kira sama seperti anak usia 12 tahun. Akan tetapi wajahnya terlihat sangat cantik layaknya seorang perempuan muda berusia 20 tahun saja.
Rambut indahnya yang bergelombang itu dibiarkan tergerai jatuh ke pundak dan menjuntai hingga mencapai punggung dengan warna berkilau-kilau,perpaduan antara warna gelap bercampur coklat dan sedikit terang, mirip emas tua. Matanya begitu biru seperti warna langit jernih. Dia mengenakan gaun tunik panjang yang terbuat dari bahan khusus mirip seperti bulu-bulu burung, dan anehnya bulu-bulu tersebut bergerak-gerak seperti hidup. Ikat pinggang satin berwarna Hijau Tosca itu, membuat dia terlihat dramatis dalam balutan gaun bulu burung putih seputih salju.
Yang paling menarik perhatian perempuan mungil itu adalah sayapnya. Sayap yang berbentuk sangat modern terletak di punggung dari perempuan itu, menambah asing penampilannya, mirip seperti seorang dewi.
Seketika itu juga sang penyusup yang sepertinya tahu siapa perempuan itu, berteriak dengan nada terkejut..
"Nyonya Maya !"
Nyonya Maya itu lantas tersenyum dan berkata
"Jadi... kamu tahu siapa aku adanya. Mengapa kamu tidak segera menyerahkan diri saja? Kalau kau kenal dengan aku, kau pasti tahu dengan sifat dan caraku bukan?"kata Nyonya Maya datar.
Jika kamu mengaku bersalah dan memberitahu siapa yang menyuruhmu, mungkin aku akan berbelas kasihan kepadamu"
Begitu selesai berkata-kata, tubuh Nyonya Maya itu berubah menjadi seperti raksasa, yang teramat besar. Kini dia terlihat menjadi lebih berwibawa dan Agung seperti Dewi-dewi kebijaksanaan saja.
"Jelas ini adalah sihir ilusi tingkat tinggi !" batin Ye Bing Qing kaget.
"Perempuan mungil ini ternyata seorang Magus berkekuatan Dao Level satu, sama dengan ku!" terkejut Ye Bing Qing. Jauh dalam semua perjalananan hidup nya, Ye Bing Qing jarang sekali menemui ahli-ahli kekuatan jiwa di peringkat Dao ini. Nyonya Maya ini adalah orang pertama yang dia lihat.
(Dahulu dia melihat kekuatan ini pada Master Yong, yang kemudian sering melatihnya dalam teknik kekuatan jiwa, sehingga hari ini Ye Bing Qing bisa berada di titik seperti ini).
Takut dan kaget melihat Nyonya Maya yang berubah menjadi sosok yang mengerikan itu, sekonyong-konyong pria bertopeng itu mengayunkan golok di tangannya.
Suiitt ! suara golok terdengar mencicit.
__ADS_1
Gerakan golok itu amatlah cepat, dengan kekuatan Praktisi di ranah Saint Bintang satu. energi nya pun adalah Hawa murni, yang jelas menunjukkan bahwa dia berasal dari seorang praktisi dari sekte beraliran lurus.
Kejadian aneh terjadi di depan mata. Ketika golok diayunkan oleh ahli itu, terlihat seperti akan menebas putus Nyonya Maya sekonyong-konyong perempuan mungil itu melambaikan satu tangannya.
Mendadak ruangan berubah menjadi gelap. Wush !.. mereka semua seperti terlempar ke satu dunia lain. Penyusup itu kini berdiri diatas satu retakan gunung kecil, di tengah-tengah dunia yang sepi tak berpenghuni Di kelilingnya gunung terdapat jurang berisi kobaran lidah api.
Nyonya Maya berdiri sendiri terlihat berada di kejauhan, di tempat aman tanpa lidah api. Katanya...
"Jelaskan padaku. Siapa yang berkhianat dan mengutus kamu.
Jika kamu terbuka, aku membebaskanmu. Namun jika kamu berkeras tidak ingin memberitahuku, jangan salahkan aku. Aku jamin tubuhmu akan berubah menjadi abu di dalam lidah api di bawah sana " kata perempuan mungil itu dingin.
Ye Bing Qing sebagai seorang ahli Master Jiwa Peringkat Dao tahu. Itu semua hanyalah ilusi semata. Dia ikut terbawa di dalam ilusi dapat dengan mudah menepis ilusi itu.
Namun saat ini dia juga terlindungi di dalam suatu array, efek dari jimat Fatamorgana. Tentu saja dia tak perlu repot-repot untuk bertempur dengan Perempuan mungil itu.
Kelihatannya, si penyusup itu berkeras tidak mau memberitahu siapa yang mengutus dia untuk mencuri Pedang Sihir Es itu. Nyonya Maya pun terlihat berang. Dia lantas berkata
"Jika demikian adanya, kamu lebih memilih kematian, aku tidak dapat berlama-lama lagi.
Lidah api akan membuatmu menjadi abu !" lalu dia kembali melambaikan tangan. Mendadak.. lidah api yang di dasar jurang itu kini meluap, dengan cepat menjalar mendekati puncak bukit.
Sihir adalah ilusi. Namun ilusi itu akan menjadi kenyataan ketika musuh dalam keadaan lemah tatkala di serang dengan sihir. Tidak menunggu terlalu lama maka si penyusup itu menyala ditelan api, dan mati menjadi debu.
Nyonya Maya langsung meninggalkan lokasi di mana dia membuat ilusi sihir tadi. Ye Bing Qing mencatat didalam hati. Nyonya Maya ini adalah seorang ahli sihir, magus yang cukup kejam dan tidak memiliki rasa iba sedikitpun.
Tak lama kemudian dia menunggu Nyonya Maya meninggalkan ruangan tersebut setelah pintu di ketok dan ada lebih dari sepuluh ahli di peringkat Saint dan dua di ranah Sage datang menjemput Nyonya Maya, pergi dengan membawa satu benda panjang, terbungkus di kotak mewah yang dia duga adalah Pedang Sihir Es.
Ye Bing Qing lalu memutuskan untuk kembali ke ruang pelelangan, di balkon dan menceritakan apa yang dilihatnya. Dia menceritakan betapa kuat kekuatan sihir Nyonya Maya, serta ahli Saint dan Sage yang mendampinginya sehingga perempuan itu sulit disentuh, dengan Pedang Sihir Es tak pernah lepas dari penglihatan Nyonya Maya.
Bersambung
__ADS_1
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3