
Malam itu adalah malam yang gelap, tatkala awan tampak berlapis-lapis, seakan kompak bertaburan di Langit Gurun Terkutuk. Sepertinya mereka tak rela memunculkan Purnama, pertanda dua Immortal terkuat akan beradu pedang.
Saat itu suatu fenomena aneh terjadi di langit, atas Padang Terkutuk itu. Semua mata terbelalak, mulut ternganga, menengadah ke atas.
Lalu dia muncul berselimutkan aura berbahaya mencekik jiwa. Berkilauan diantara gelapnya malam. Suara yang ditimbulkan hal itu berderak-derak, seperti suara monster besar yang merayap di tanah, siap membuat retak-retak tanah berpasir di padang gurun.
Whoaa ! semua mata melotot ke angkasa saat itu juga.
Itu adalah penampakan seseorang manusia, terlihat muncul dari balik tumpukan awan hitam. Dia menunggang naga, sang mahluk legendaris yang meraung-raung dengan nyanyian pertempuran memecah kesunyian malam.
Sosok itu terasa benar seperti sosok ahli yang tidak terkalahkan. Dia seorang Master Immortal jiwa. Mata-mata terbelalak menyaksikan kemunculan ahli immortal jiwa itu.
Siapa dia? Apakah yang sedang dia lakukan? Apakah dia yang akan bertarung nanti? Semua orang bertanya-tanya dengan gelisah.
Belum berhenti disitu saja. Naga yang dikendarainya yang maha agung itu, muncul dari bayang-bayang langit menembus awan dan mega yang menyelimuti Padang Gurun Terkutuk, kini menukik menghamburkan ketakutan, terselip dalam tebaran angin malam yang misterius.
Master Immortal jiwa itu melayang dari punggung sang naga dan mendarat mulus di tanah berpasir. Mata-mata yang menyaksikan manuver itu menjadi gempar.
Kedatangannya lantas disambut heboh oleh sorakan mula-mula 1000 praktisi berkendara kuda terbang itu. Tak lama kemudian seluruh pengunjung berbaur dalam teriakan "Immortal ! Immortal ! Immortal!"
Seribu pasukan tentara berkuda terbang itu, bahkan serempak mengeluarkan kata-kata penghormatan lanjutan..
"Baron Wei sang Immortal - Baron Wei sang Immortal.
Kalahkan Nangong Rong !" mereka mengelu-elukan sosok yang baru datang itu, sang immortal Baron Wei - mereka tentara itu tetap bersikap khusuk, waspada penuh disiplin.
Pengunjung yang sengaja datang hanya untuk menjadi penonton seketika ikut bersorak penuh kekaguman. Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan.
Sementara itu...
Tiga orang di tenda Sekte Pedang Harmoni itu, Yong-yong, Wang Qing-qing dan Master Huo Qing juga ikut gempar, berbaur dengan pengunjung yang antusias.
"Wah, Baron Wei terlihat sangat luar biasa! Dia bahkan mengendalikan Naga itu, seolah adalah hewan kontrak miliknya. Teknik meringankan tubuh nya pun amatlah sempurna !" berbinar-binar mata Wang Qing-qing menyaksikan dari kejauhan.
Entah mengapa, Yong-yong si anak muda, menjawab dengan pelan saja.. dia terlihat seperti khawatir.
"Iya, benar. Pria bernama Baron Wei itu adalah sosok yang aku kagumi" pelan suara Yong-yong. Tapi Wang Qing-qing dan Huo Qing tidak menangkap hal itu. Keduanya asik larut dalam euforia, menyaksikan seorang ahl Immortal.
Bahkan Huo Qing mengungkapkan kekagumannya.
"Aku merasa seperti melihat seorang dewa di langit. Meskipun ini adalah ahli Immortal jiwa, akan tetapi tentunya dia seorang yang luar biasa."
Sementara itu, Yong-yong si anak muda itu, semakin larut ketika dia menatap Baron Wei dari kejauhan. Wajah Elf itu meskipun terlihat baik-baik saja, akan tetapi tidak dapat dipungkiri. Fisiknya yang mulai menua, membuat orang bermata jeli dapat melihat satu sosok yang letih, karena tinggal di dunia terlalu lama.
__ADS_1
Perlu diingatkan disini, Baron Wei adalah Elf kuno yang hidup lebih dari lima ratus tahun. Biasanya, Elf-elf lainnya ketika fisik semakin letih, mereka akan langsung mengadakan upacara berlayar ke Negeri Ajaib Wonderland, hidup disana dan membentuk fisik baru yang muda, sehat dan tidak layu lagi.
Wang Qing-qing menangkap kilatan mata Yong-yong yang berair itu. Katanya..
"Oh ada apakah gerangan,
kenapa mata kamu berkaca-kaca? Apa yang terjadi?" kata nya ikut prihatin, memperhatikan bola mata yang jelas basah itu.
Dilanda rasa penasaran, Huo Qing ikut-ikutan menyelidik..
"Ya, apakah ada sesuatu yang aneh? Mengapa kamu bersedih anak muda?" tanyanya.
Yong-yong sedikit malu-malu mengerjap-ngerjap matanya, berusaha mengusir kabut air mata yang tadinya mengambang. Katanya...
"Tidak terjadi apa-apa. Aku hanya sedikit merasa kuatir melihat Baron Wei itu. Apalagi setelah mengetahui kalau dialah jagoan Immortal Sekte Pedang Terbang yang akan berduel nanti..
Dia terlihat renta dan terlalu rapuh bukan?" kata Yong-yong.
Tanpa terasa, Wang Qing-qing dan Huo Qing ikut-ikutan memerhatikan Baron Wei, sang Immortal jiwa yang baru datang itu. Dalam beberapa kedipan mata setelah melihat baik-baik, mau tidak mau, mereka harus mengiyakan kalau Baron Wei terlihat letih.
"Meskipun wajahnya masih bersinar, akan tetapi BAron Wei itu terlihat sangat renta. Aku ragu, apakah dia bisa memenangkan duel ini.." desis Huo Qing .
Sementara itu, jauh di padang berpasir dekat arena tempur, Baron Wei sang ahli Immortal terlihat berjalan mendekati 10 Sage yang semuanya tertutup seragam yang sama. Mantel Jerami, topi caping bertudung, sehingga sulit membedakan yang mana perempuan dan mana laki-laki.
Tak lama lagi sang Purnama akan menunjukkan wajahnya. Angin berhembus kencang, membawa aroma kegirangan dari 1000 penunggang kuda bersayap, melihat kehadiran Baron Wei dan sepuluh sage itu.
"Apakah semua telah siap?" suara Baron Wei memecah gurun yang kembali sepi, semua mata menunggu aksi selanjutnya.
"Siap mati ! Sekte Pedang Terbang tidak takut mati !" seru-seruan penuh semangat pasukan berkuda itu.
Penonton terpukau melihat Baron Wei, ahli Immortal yang kini bercakap-cakap dengan 10 Sage lalu bergerak menuju 1000 penunggang kuda bersayap seperti panglima perang yang siap bertempur saja.
Jubah Elf tua itu menyala-nyala, dia berdiri dengan gagah di tengah arena, tangannya mulai memainkan musik mistis, dengan Guzheng di tangannya. Kilat-kilat energi pecah di sekelilingnya, ketika nada syahdu di petiknya.
"Itulah kemampuan seorang praktisi peringkat Immortal!
Setiap gerakannya selalu menimbulkan energi yang menyambar-nyambar, mematikan" kata Huo Qing waspada.
Pengalaman orang-orang yang dahulu, menghadiri perhelatan Raja Pedang di Gurun ini, menyebutkan bahwa hanya dengan sekali petik saja, Baron Wei itu mampu membuat seribu pasukan roboh tak berdaya. Itulah sebabnya dia buru-buru memberikan kapas penyumbat telinga kepada Wang Qing-qing dan anak muda Yong-yong itu.
Lalu, ketika rembulan mulai naik dari sebelah timur, pelan-pelan merayap hingga mendekati puncaknya. Semua orang dikejutkan dengan sesuatu fenomena.
Bayangan seseorang terlihat samar-samar seperti terbang tinggi di atas Gurun Terkutuk, seperti meniupkan angin ke segala penjuru. Bayangannya bahkan menyentuh dataran berpasir, terlihat besar seperti raksasa, mengerikan dengan aura menindas.
__ADS_1
Cahaya yang terpancar dari pedangnya menyinari langit mengubah gelap di atas sana berubah lautan cahaya darah. Gurun Terkutuk kini menjadi terang dan bersinar, tapi ini adalah warna kematian, warna merah darah.
Dari langit luar, terdengar nyanyian lagu pedang yang mengiringi perjalanan sosok itu, membuat semua makhluk di Gurun Terkutuk serta di sekitarnya terpesona sekaligus ketakutan.
Sosok di langit itu lalu berteriak keras, menyebarkan kekuatan gaibnya dengan suara gemuruh yang menggetarkan. Kehadirannya sungguh membuat semua makhluk yang ada di Gurun Terkutuk mulai merasa ketakutan dan ingin bersembunyi.
"Beruntung kami telah mengenakan alat penutup pendengaran. KAlau tidak,kalian berdua, Yong-yong dan Qing-qing, aku yakin telah terjatuh sejak tadi, tak kuasa menahan penindasan ini" kata Huo Qing dalam gerakan tangan. Dia tak berani bersuara keras-keras, takut mengganggu keheningan dan suasana mengerikan itu.
Dewa Pedang Benua Silver bergerak maju dengan cepat dan menggunakan pedangnya untuk menghancurkan semua yang menghalangi jalannya. Setiap gerakan pedangnya menimbulkan cahaya yang menyilaukan dan menimbulkan suara gemuruh yang menggetarkan.
Mendadak satu suara terdengar dari langit, menyeramkan dan energi yang terkandung di dalamnya, serasa membuat jantung akan copot, bagi siapapun yang mendengarnya.
"Akulah Nangong Rong, Sang Immortal Dewa Pedang Benua Silver.
Siapakah Sekte Pedang Terbang itu, yang berani menantang sang Immortal dalam duel?" menindas dan angkuh !
Nangong Rong tertawa dengan begitu kuatnya. Banyak sekali pengunjung yang berada di Gurun tak berdaya menahan aura nya. Mereka jatuh tersungkur, tertekan tawa yang begitu kuat dan menindas. nangong Rong terlihat puas, ketika melihat sebagian besar pengunjung malam itu roboh tertindas.
Semakin pongah dan tak kenal takut Nagong Rong menyatukan kekuatannya dengan kekuatan para dewa..
"Akulah titisan kaum dewa, para malaikat dan hakim-hai Negri Wonderland...
Tidak ada satupun makhluk fana ini yang dapat melawan aku. Dengan Pedang Immortal Api ini akan menjadi pembuka jalanku.. setiap penghalang akan ku ratakan !"
Suaranya memuji-muji diri sendiri terdengar makin mengerikan. Ketika itu Baron Wei seketika bersiul kencang..
Suiiittt.
Seribu pasukan berkuda dengan gerakan cepat lantas membentuk barisan. Satu demi satu dalam gerakan cepat tak dapat diikuti mata, melayang ke langit dan membentuk formasi pedang panjang.
Sepuluh Sage itu ikut-ikutan melompat ke langit. Masing-masing memegang pedang di tangan kanan dan kirinya.
Baron Wei dari arah bawah mulai merapal mantra.. desahnya terdengar keras, tangannya memegang dawai Guzheng dan menyalurkan kekuatan jiwa kedalam petikan nya...
"Pedang menggores langit !"
Seketika cahaya putih berkilauan, muncul berbahaya dari formasi seribu tentara berkuda, ketika energi gabungan tercipta.
"Mematikan !"
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3
__ADS_1