
PRELUDE
Dahulu sekali ketika dunia mula-mula diciptakan, semua hanya kegelapan semata. Kala itu hanya ada bintang yang menerangi dunia, berkerlap-kerlip menggantung indah di langit tanpa teman.
Elf sebagai anak sulung dunia yang adalah makhluk yang mula-mula di ciptakan Dewa, amatlah kagum dan sangat memuja Bintang-bintang di langit.
Tak jarang kaum itu hanya duduk diatas batu-batu cadas, termenung berjam-jam lamanya sambil memandang ke atas, terpesona akan keindahan bintang di langit. Mereka amat betah bahkan rela tidak mengedipkan mata sedikitpun, fokus menatap lurus kelangit dengan penuh pemujaan.
Ketika berjalan-jalan melihat-lihat Arda (dunia) Dewa sang pencipta segala ini, Dia melihat bahwa kaum Elf itu sesungguhnya amat kesepian. Selalu termenung memandang bintang-bintang di langit.
__ADS_1
Dewa pun berinisiatif menciptakan Rembulan dan Matahari sebagai teman dekorasi lainnya yang akan menjadi penghias cakrawala, menggantung indah di langit, menemani Sang Kartika yang kesepian, seorang diri menghias langit.
Sang Kreator lantas menciptakan agar malam terpisah dari siang, untuk menunjukkan indahnya Rembulan pada alam hari malam.
Dan sebagai sumber energi mahluk hidup, adalah Matahari akan bersia gagah pada siang hari. Bintang-bintang kini tidak kesepian, selalu bertemankan dua sahabatnya, baik siang maupun malam.
Tak ingin Elf sendirian di dunia dengan yang kini tidak monoton, penuh warna-warna yang ndah setelah keberadaan Rembulan dan Matahari, Dewa juga menciptakan makhluk hidup seperti Manusia sesudah Elf, dan menyusul makhluk-mahluk ras lain yang membuat dunia semakin berwarna.
Tersebutlah Vaulu seorang Elf ahli tempa benda-benda roh yang termahsyur kala itu. Vaulu demikian menghormati kreasi Sang Pencipta - Dewa, lalu Vaulu Elf itu menempa tiga senjata tak tertandingi yang mewakili tiga kreasi Dewa di langit sana.
Pedang Matahari mewakili kekuatan Alam Fana, salah satu dari rangkaian Tiga Alam di semesta ini. (Penjelasan tentang tiga alam ini akan author jelaskan di catatan kaki).
__ADS_1
Pedang Rembulan adalah pedang maha sakti yang mengambil kekuatan Sang Candra yang berhawa dingin. Pedan ini ketika di gunakan dengan tepat, dia mampu merampas semua energi dari Dunia orang mati atau Dunia Bawah tempat dimana keberadaan neraka itu, dan membawa efek yang tak kalah dahsyat di banding Pedang Matahari.
Ketika Pedang Rembulan di gunakan, efek dingin mematikan dapat membuat siapapun mati seketika - tak kuasa melawan hawa dingin itu.
Pedang Bintang sebagai Pedang terakhir dari tiga pedang maha dahsyat itu, dia mampu mengeluarkan kekuatan cahaya menyilaukan yang jauh lebih mematikan - campuran efek panas tak terkira, dan rasa dingin yang menusuk, membekukan membekukan tulang dan daging dengan seketika.
Kekuatan dari Pedang Bintang sebagai perwakilan tiga alam, adalah emampuannya adalah menyerap kekuatan dari Bintang-bintang di langit, dan memanfaatkan energi Alam Surgawi atau Nirwana.
Tiga Pedang Tak Tertandingi itu akan memberi efek merusak tatanan Tiga Alam dan harmonisasi Alam Dunia Bawa, Alam Fana dan Alam Surgawi.
Readers, itu cuplikan pembukaan Novel kelanjutan di Benua yang kini bernama Benua Penyaringan Silver.
__ADS_1
Rendahnya aliran Qi membuat tingkat Kultivasi mengalami perubahan menjadi lebih ringkas, tidak serumit generasi terdahulu.
Follwo Instagram Author : jimmychuu2022 dan dapatkan pemberitahuan novel ini. terima kasih.