Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Perang Tak Terlupakan (iv)


__ADS_3

  Seketika semua orang merasa tertindas dengan hawa mematikan, ketika Yong-yong melambaikan tangannya.


Wush...


    Mendadak tercipta Tiga Ribu kuntum lembang Mei Hua, dari  kehampaan, sama jumlahnya dengan pedang Roh Api tadi.  Meski indah, namun Kembang meihua berdiri tegak seperti pedang yang teracung dan siap menusuk ke arah nangong rong.


   Itulah kepandaian seorang Immortal. Dia bahkan mampu memanggil kekuatan dari Nirwana. Anak muda itu kemudian melambaikan tangan dan bersuara seperti gemuruh kerasnya.


"Pergilah kamu !" 


   Semua orang terdiam, membisu  semua orang terdiam membisu ketika menyaksikan keajaiban itu. Tiga Ribu Bunga Meihua itu terbang melesat dalam kecepatan seperti angin, berubah dari  keindahan menjadi satu senjata kejam yang mematikan.


   Nangong Rong terkurung di dalam penjara Bunga Meihua. Pedang Immortal Api sibuk di lambaikan, menangkis terjangan ribuan Bunga Meihua.


   Tidak berhenti disitu saja. Belum habis tiga ribu Bunga Meihua, kembali si anak muda melambaikan tangannya. Tiga ribu Bunga Meihua lainnya tercipta..


"Pergi !" 


   Ribuan Bunga Meihua baru itu berjejeran seperti permadani satu demi satu menusuk dengan kekuatan dahsyat. Yang-yong anak muda itu, kini terlihat berlari di langit, di atas hamparan Bunga Meihua, berlapis-lapis seperti permadani. DUa jari Yong-yong menusuk Nangong Rong dalam gerakan pedang.


   Semua melongo. ini adalah teknik tingkat tinggi. Hanya ahli-ahli kelas Immortal saja yang dapat melakukan hal seperti ini. "Kita beruntung masih hidup,menyaksikan pertarungan dahsyat antara dua Immortal !"


"Istirahat !" 


   Dua jari Yong-yong berbenturan dengan ujung Pedang Immortal Api. Ledakan Dahsyat terjadi, dan Nangong Rong terlempar mundur. Namun seperti tidak memberi ampun, ribuan Bunga Meihua itu mengejar nya, melakukan gerakan tusukan ke berbagai titik penting di tubuh Nangong Rong.


Hiyaa ! jerita Nangong Rong.


   Ribuan Bunga Meihua, retak-retak, terpercik kesana kemari, berhamburan dalam nyala penuh energi. Meskipun demikian, Nangong Rong tidak terlihat baik-baik saja. Dia ngos-ngosan, kewalahan menghadapi serangan ribuan Bunga Meihua.


******


Sementara itu, di tanah berpasir, di tempat berkumpulnya ahli-ahli dari Sekte Pedang Terbang, Serempak sepuluh Sage melepaskan topi caping mereka. Wajah-wajah familiar terlihat di sana. Mereka saling berbincang dalam diam. 


   Baron Wei membatin di dalam hati "Rasa-rasanya aku merasa akrab dengan sosok anak muda Immortal itu. Yong-yong? Apakah aku pernah bertemu dengan nya sebelum ini?" 


   Tak kalah ribut di antara seribu pasukan berkuda. Banyak yang berspekulasi bahwa anak, Immortal bernama Yong-yong kemungkinan adalah kerabat dekat dari petinggi di Sekte Pedang Terbang. 

__ADS_1


   Sementara Lin Hong, Yu Long, Peng Fai, semua terlihat memiliki raut wajah yang bertanya-tanya. 


"Apakah dia ini adalah sosok yang kami tunggu-tunggu? akan tetapi mengapa wajahnya terlihat sangat lain? Dia bahkan terlihat seperti anak muda belasan tahun saja" Ragu menyelimuti mereka itu.


   Fenying sebaliknya berbisik dalam suara yang nyaris tak terdengar,


"DIa sedikit mirip dengan kakak buruh pekerja itu bukan?" tanyanya pelan, sambil menatap Peng Fai, yang mengangguk kepala, antara percaya atau tidak.


   Di sisi lain, meskipun diam dan membisu Ye Bing Qing, Song Hui Yong dan Wei Park amat yakin di dalam hatinya. "Dia inilah Master Pedang Sekte Pedang Terbang kami. Perubahan fisik seperti itu, adalah wajar bagi seorang Immortal, seperti yang tertulis di buku-buku dan teks-teks kuno, di Benua Penyaringan Dewa sana.


   Sementara itu, di sebelah sana Mismaya terlihat terdiam terpaku. Matanya berkaca-kaca. Dia seperti melihat sosok tuan mudanya, pada anak muda Immortal bernama Yong-yong itu. 


"Meskipun fisikmu berubah, tapi aku tahu, kamu adalah tuan muda aku.


   Bukankah sebelumnya kamu pernah berubah di Realm Magical Beast?" Mismaya terisak haru.


Kembali ke langit di atas Gurun Terkutuk.


   Nangong Rong terlihat melambaikan pedang Immortal Api menimbulkan ledakan sana-sini, berakibat langit kembali terang benderang seperti siang. Benturan senjatanya Pedang Immortal Api dengan ribuan Bunga Meihua tak ada habis habisnya, sedikit membuatnya kerepotan. Keringat mulai mengalir di keningnya. 


"Aku teringat akan kata-katamu..


   Semua teknik dan ilmu pedang di dunia ini telah kau pelajari. Bahkan Kaum setengah Dewa pun akan bertekuk lutut, menyembah untuk kau penggal.


   Baru saja serangan pertama dari rangkaian teknik pedang itu, kau telah berpeluh, penuh cucuran keringat !" ejek Yong-yong.


   Mata Nangong Rong menyala dalam amarah. Katanya mencoba terlihat tenang.


"Anda menguasai teknik Element Pedang Tanpa Wujud Bukan?


   Semua yang anda lakukan adalah kemampuan seseorang mengendalikan kekuatan pedang, tapi tidak terlihat atau berwujud" kata Nangong Rong yang  terlihat mulai gentar. 


   Yong-yong anak muda itu semakin lebar dalam senyum mencibir. Katanya..


"ini baru permulaan.


   Inilah yang disebut dengan Langkah Permulaan dari Sembilan Langkah Pedang Kematian Tanpa Tanding. Apakah kamu pernah mendengar teknik ini?" jawab yong-yong tersenyum.

__ADS_1


   Raut muka nangong rong berubah menjadi buruk. Dia tercengang, terkejut tidak menyangka sama sekali. Kemampuan mengendalikan Elemen Pedang Tanpa Wujud ini bahkan merupakan hal yang mengerikan dan ditakuti di alam dari mana dia berasal. Wonderland.


   Lalu bagaimana bisa? Di dunia miskin energi Qi, miskin sumber daya ini, kemampuan mengendalikan Elemen Pedang Tanpa Wujud ini masih ada?Dan anak muda tidak terkenal ini adalah ahli warisnya? Diam-diam Nangong Rong menjadi cemburu. Dia Lalu berniat untuk menghabisi si anak muda, lalu merebut salinan Pengendalian Elemen Pedang Tak Berwujud itu.


"Siapa kamu !


   Dari mana kamu belajar tentang teknik elemen pedang tak berwujud, bahkan teknik pedang yang disebut 9 Langkah Pedang Tak Tertandingi? 


   Teknik itu bahkan telah menghilang puluhan ribu tahun lamanya di Alam Wonderland - Tanah Ajaib?" tanya Nangong Rong penasaran. 


   Yong-yong hanya berkata pendek,


"Di dunia yang miskin sumber daya ini, kenyataan nya masih terdapat hal-hal yang menjadi langka di Alam Wonderland itu bukan?" suaranya mencibir.


   Wajah Nangong Rong tidak puas dengan jawaban itu. Katanya makin penasaran..


"Lalu bagaimana kamu sampai menembus menjadi Immortal dengan energi Qi yang demikian miskin di dunia ini?" tanya Nangong Rong beruntun, tak percaya kenyataan. 


   Yong-yong balas mengejek,


"Aku tak akan menjawabnya.. dari mana aku memperoleh kemampuan menjadi Immortal.


   Satu hal yang pasti, kata-katamu bahwa dunia ini miskin dan tidak memiliki sumber daya yang berarti. Namun lihatlah... aku disini berdiri menantangmu. 


   Semua tadi masih belum apa-apa. Itu permulaan saja"


   Seketika energi kuat keluar dari tangan Yong-yong. Dia bergerak kacau berubah-ubah tak tentu, mirip orang tak mengerti ilmu beladiri. Akan tetapi Nangong Rong sebagai ahli, tahu pasti. Ini adalah satu teknik pedang dahsyat, kejam dan mematikan.


"Langkah pedang ke dua, tiga ratus lima belas gerakan untuk mematikan bagi ahli beladiri bersenjatakan pedang !"


   Wajah Nangong Rong memucat. Hawa pedang yang dahsyat, absolut tak terbantahkan mengunci dirinya. Herannya si anak muda sama sekali tidak menggunakan senjata. Namun semua terasa riil, seolah-olah anak muda itu bergerak menggunakan pedang yang paling sakti diantara tersakti.


"Istirahat !"


Bersambung


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3

__ADS_1


__ADS_2