
Pria muda itu melayang seperti burung, terlihat agung dengan tunik dilapisi jubah hijaunya yang melambai-lambai. Wajahnya terlihat datar - dingin tanpa ekspresi.
Tring - tring - tring!
Bunyi dawai Guzheng di petik dari sepuluh jarinya yang ramping, terlihat betapa jari-jari itu bergerak lembut seperti tangan penari, walaupun sesungguhnya dia seorang laki-laki. Suara merdu yang membius terdengar membelah pagi yang masih gelap. Akan tetapi dampak petikan itu amatlah dahsyat adanya.
Tsing - tsing - tsing
Mata semua orang terbelalak ketika melihat sepuluh jenis hawa pedang melayang terbang dari Guzheng yang dipetik pria muda itu. Jumlahnya ada sepuluh hawa pedang yang berlari cepat, seperti ular terbang mengarah ke kawanan praktisi-praktisi dari Barat. "Lari !" dan keadaan menjadi kacau.
Duar - duar -duar !
Sepuluh ledakan membahana tatkala energi pedang dari petikan Guzheng tersebut menyentuh pasir Gurung Terkutuk. Puluhan praktisi dari kelompok aliansi barat dan timur terlempar tinggi-tinggi mengikuti energi pedang yang lalu meledak eksplosif itu.
"Seseorang harus menghentikan pria pemetik Guzheng dengan irama kematian itu !" kacau terdengar instruksi dari arah kelompok barat dan timur. Menyusul akan instruksi menghentikan pemetik Guzheng itu, Dua sosok SAINT berkelebat ke langit, dimana sang pemetik irama kematian itu tengah berkonsentrasi melakukan serangan-serangan kekuatan jiwa.
"Mati !" bentak dua ahli SAINT dari wilayah Barat dan Timur bersamaan. Saat itu pedang mereka telah mengunci sang pemetik Guzheng, yang seperti tidak memperdulikan gangguan serangan dari luar - karena berkonsentrasi membunuh dengan kekuatan jiwa.
Akan tetapi suatu suara menggelegar terdengar membuyarkan perasaan gembira di hati dua SAINT pihak barat dan timur.
"Jangan pernah bermimpi !"
Menyusul sebuah cemeti api yang menyala-nyala membelit pedang salah satu SAINT itu, sedangkan pedang api lainnya menghadang pedang di tangan SAINT yang lain.
"Trang !" suara benturan empat senjata bertemu, berdengung amat keras menimbulkan perasaan ngilu di hati pendengarnya. Pedang di tangan dua SAINT itu terpapas kuntung oleh senjata Pedang dan Cemeti api.
"Pedang roh peringkat Dao !"
Duo SAINT dari pihak barat dan timur tidak sempat berpikir apa-apa, ketika gerakan cepat pedang api dan cemeti api itu, berayun cepat, kini berbelok mengarah ke tubuh mereka berdua, dalam kekuatan dahsyat seorang SAGE yang tak mungkin dapat mereka lawan.
Sebisa mungkin keduanya mencoba menangkis sodokan cemeti dan pedang api itu, menggunakan sisa pedang yang terpapas kuntung.
"Defense !" sebisa mungkin keduanya, ahli-ahli SAINT itu memblokir sodokan pedang dan cemeti api.
Jeritan pilu terdengar di langit Gurun Terkutuk, tatkala pedang dan cemeti api membelah tubuh dua SAINT dari aliansi dataran Barat dan Timur. Suara berdebum terdengar ketika potongan tubuh dua SAINT itu jatuh ke tanah berpasir, menyisakan debu berterbangan.
Tuan Fei Ma melayang garang di dekat pria pemetik Guzheng, yang terlihat seperti tidak memperdulikan pertempuran yang baru saja terjadi. Wajah Tuan Fei Ma terlihat mengerikan, sangat garang dengan dua senjata Roh peringkat Dao dan Kuasi Immortal yang menyala-nyala seperti api.
"Seseorang harus bertindak !" bisik Mao Lao Gui. Dia mengarahkan pandangan ke arah kelompok praktisi di sisi dataran tengah yang masih terlihat diam, tidak bergerak dan tidak terlibat dalam kekacauan itu.
__ADS_1
Sementara itu Dong Bai, Raja Pedang Timur ikut ikutan berbisik. Bisik nya dengan transmisi..
"Sekarang atau tidak sama sekali. Ini adalah saatnya dataran tengah anda menunjukkan loyalitas di dalam pertarungan ini!"
Selesai Dong Bai membisikkan kata-kata penuh ancaman, sekonyong-konyong dari sisi kelompok ahli-ahli dataran tengah melayang sat sosok manusia, dengan pedang terhunus seolah siap bertempur melawan Tuan Fei Ma.
"Kita bertemu lagi" kata Tian Cheng, SAGE level empat dari dataran tengah sambil tersenyum ke arah Tuan Fei Ma. Keduanya melayang-layang, bergerak mengikuti irama angin pagi.
"Wel.. ini adalah saatnya untuk menentukan, kearah mana kalian akan memihak bukan?" kata Tuan Fei Ma mencibir. Pelan-pelan dia mengalirkan semua hawa murninya ke dua senjata di tangannya.
"Pada akhirnya kami dari dataran tengah memilih untuk bergabung dengan aliansi dua negri itu. Barat dan Timur. Sayang sekali kami belum sempat menghubungi orang-orang selatan itu" kata Tian Cheng tenang.
Sambil memutar-mutar cemeti di tangannya, Tuan Fei Ma berkata.
"Wel.. jadi hadiah apa yang dijanjikan aliansi kalian itu? negeri barat dan timur?"
Tian Cheng melayang pelan berputar empat puluh lima derajat dan Tuan Fei Ma tetap menjaga mata-dengan mata selalu bertatapan dengan Tian Cheng. Tian Cheng berbisik,
"Sebenarnya kami tidak terlalu berminat untuk beraliansi dengan Negri Timur dan Barat.
Akan tetapi dua raja pedang negeri itu berkata kalau kami dari dataran tengah akan berhak untuk membawa pergi Alkemis Peringkat Sepuluh itu sebagai tawanan perang.
Bagi kami, keuntungan terbaik adalah memiliki alkemis yang dapat membuat pil dan bahan-bahan yang akan membantu jenius-jenius muda dataran tengah, untuk mencapai kultivasi tertinggi - dan menjadi penguasa di benua ini"
"Sudah aku duga. Kalian akan menjadi sangat tertarik dengan Alkemis Jiang Fai.
Keserakahan untuk menjadi ahli yang lebih tinggi lagi, sampai-sampai membuat kalian menjadi kalap lalu beraliansi dengan orang-orang barat dan timur itu.
Padahal.. sejujurnya aku mulai suka dengan kepribadian dan kemampuan anda. Akan tetapi sayang sekali... kita tiba di persimpangan dan harus menentukan siapa pemenang dalam pertarungan ini bukan?" kata Tuan Fei Ma.
Menyusul kata-kata itu, satu lidah api besar, menyambar ke arah Tian Cheng. Tian Cheng dengan sengit membalas sambil mengirimkan irisan pedang yang tak kalah dahsyat nya. Lalu.. kedua SAGE itu kembali terlibat di dalam pertarungan hidup dan mati. Hanya saja, pertempuran hidup mati kali ini betul-betul jauh lebih berbahaya dibanding pertarungan keduanya, pada beberapa waktu yang lalu.
******
Pagi telah beranjak siang, matahari bersinar dengan teriknya di Gurun Terkutuk. Pertempuran antara tiga kubu itu berlangsung dengan amat brutal. Mayat-mayat bergelimpangan, darah berceceran di Padang Terkutuk itu. SAINT melawan SAINT, dan SAGE melawan SAGE.
Pemetik Guzheng bernama Yu Long itu mulai terlihat berkeringat. Peluh mencucur deras di keningnya, asap putih mulai keluar dari ubun-ubunnya. Yu Long mulai merasa lelah dan sebagian energi sihirnya mulai melemah. Tapi dia harus terus memainkan musik kematian, guna membantu negri utara bertahan melawan pihak barat dan timur.
Sementara itu..
__ADS_1
"Ling Hong.." suara perempuan, penatua Zuo Fen Ying terdengar pelan.
"Apa yang harus aku lakukan Penatua Zuo?" tanya Lin Hong mendekat perempuan itu. Kedua nya berdiri di tanah berpasir yang agak tinggi menyerupai bukit kecil, dan memperhatikan jalannya pertarungan besar di medan arena tempur.
Sambil menatap dengan ekspresi tak dapat ditebak, (tentu saja karena Zuo Feng Ying mengenakan topeng kayu), penatua itu berkata.
"Anda tahu apa yang harus anda lakukan bukan?
Kelihatannya Yu Long mulai keteteran karena pasukan lawan terlalu banyak" kata Penutup Zuo datar.
"Baik. Lin Hong akan melakukan yang terbaik yang dapat Lin Hong lakukan".
Lin Hong perempuan cantik itu menarik nafas dalam-dalam, lalu dia melompat tinggi-tinggi. Suara lantunan lagu bernada aneh keluar dari mulutnya. Dia bernyanyi sambil menari di udara.
Tapi jangan dikira perempuan itu tengah kesurupan atau semacamnya. Saat itu Lin Hong mengerahkan semua energi dan kekuatan batinnya, untuk memicu suara dan tarian penyedot jiwa - menggunakan sihir.
Mengapa hati mesti bersedih, ketika semua berangsur pergi?
Bukankah satu pergi maka akan datang yang lain?
Semua pengganti telah disediakan Langit.
Jangan menjadi bersedih, marilah menari dan ke pantai kita pergi.
atau mari pergi ke gurun atau gunung yang lain.
Jika memang semua itu jodoh, maka pasti bertemu pengganti seijin langit..
Lin Hong gadis itu mulai bernyanyi dengan segenap jiwa dan kekuatan sihirnya. Gurun yang panas dan terik itu seketika seperti di siram dengan air hujan, dan menjadi dingin. Ahli-ahli dari kelompok barat dan timur seketika menghentikan serangan pedang mereka, terdiam dan terpaku mencari-cari siapa yang bernyanyi demikian indah itu.
Lalu ketika mereka melihat ke arah sosok perempuan yang terbang melayang di ketinggian itu, hati dan jiwa mereka seketika terhipnotis dan lupa sementara bertempur. Belum lagi di dalam setiap gerakan tarian perempuan itu, dia menciptakan ilusi ilusi seperti burung-burung, kupu-kupu dan pemandangan indah menyejukkan hati. Semua ahli-ahli aliansi barat dan timur terjatuh di dalam pesona sihir.
Lalu dalam diam ahli-ahli dari negeri utara mengayunkan senjata-senjata mereka, menebas, menusuk dan menyodok orang-orang yang terkena sihir itu. Mao Lago Gao dan Dong Bai pucat seketika. Keduanya lantas melompat terbang ke angkasa, menyusul kemana arah Lin Hong yang dalam keadaan kesurupan memainkan Tarian Pembetot Jiwa..
"Perempuan iblis !"
"Penyihir layak mati !"
Energi pedang dua orang SAGE itu kini tercurah di ujung pedang, yang siap-siap membelah Lin Hong menjadi mayat.
__ADS_1
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.