Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Delapan Lambaian Meihua


__ADS_3

  Nama tempat itu adalah Bukit Sihl, yang merupakan bagian dari jajaran barisan-pegunungan di Barat Laut, paling ujung Dunia Realm Magical Beast ini. Pegunungan Bukit Sihl ini, letaknya memang bersebelahan dengan Hutan Bisikan Mimpi, tempat terjauh dan paling terpencil paling ujung dari Realm Magical Beast ini. 


   Apabila Hutan Bisikan Mimpi memiliki kisah-kisah mitos bahwa hutan itu dikuasai oleh seorang perempuan keturunan Hokou, maka Bukit Sihl ini juga dikabarkan memiliki penguasa sendiri. Namanya adalah  Yamato no Orichi, salah satu kelompok  Bijuu terkuat yang berwujud ular dengan memiliki 8 ekor dan 8 kepala.


   Meskipun issue itu berhembus kencang di seluruh dunia 


Realm Magical Beast ini, namun tak seorang pun yang benar-benar pernah melihat keberadaan Bijuu yang berwujud ular, yang kabarnya memiliki panjang tubuh bisa mencapai 8 gunung berjejeran tak berhenti. dapat dibayangkan betapa besarnya makhluk itu.


   Mistis lainnya dari Bukit Sihl sendiri, alkisah pada zaman kuno dahulu sekali,  Bukit Sihl ini adalah tempat berdirinya salah satu sekte keturunan makhluk legendaris dan mitologi, yaitu Klan Bangau Berkaki Satu. Klan ini mengalami masa kejayaannya, ketika dipimpin satu orang bernama Patriark Guan.


   Patriark Guan sendiri, setelah mencapai tingkat Immortal dalam kultivasi beladirinya, dia pergi terangkat menuju negeri ajaib. Lalu beredar kabar bahwa Patriark yang pernah diakui sebagai satu-satunya patriark yang memimpin semua makhluk di realm ini, Patriark Guan kabarnya meninggalkan sepenggal jiwa yang berisi kekuatan serta pedoman dan pemahaman praktisi untuk menuju keabadian, yang berupa satu relikui abadi. 


   Waktu pun berlalu, sepeninggal Patriark Guan, relikui tersebut menjadi perebutan antara ahli-ahli beladiri di Realm Magical Beast ini. Semua memimpikan iming-iming bahwa ketika menguasai Relikui Bangau Berkaki Satu, tingkat kultivasi tertinggi adalah hadiahnya. Bahkan beberapa memimpikan mencapai ranah Immortal jika menemukan relikui itu.


   Sima Yong ingat dengan jelas...


   Ketika itu, beberapa tahun yang lalu, dia dalam suatu misi bersama Putra Mahkota Kekaisaran Rajawali Agung, berada di Lautan Timur dalam perjalanan menuju Negeri Embun Timur. Dalam suatu keberuntungan, dia sempat berkomunikasi dengan roh Fenix dalam relikui - saat itu si anak muda menggunakan Oracle jiwanya untuk berbicara dengan roh sang Feniks.


   Roh Sang Fenix memberinya saran pada waktu itu,


"Bahwa untuk mencapai peringkat Immortality, seorang manusia biasa paling tepat mengumpulkan 8 relikui keabadian yang ditinggalkan oleh ahli-ahli klan kuno dan purba, yang mana nama-namanya sebagai berikut : 


Pertama adalah Klan makhluk-mahluk legendaris dunia yaitu:


   Klan Phoenix, Klan Naga, Klan Macan Putih dan Klan Kura-kura Hitam 


   Sedangkan 4 relikui lainnya adalah berasal dari Klan Dewa Pedang Terbang, Klan Raja Pedang Kaum Elf, Klan Kurcaci dan Klan Pedang Iblis dari Ras Iblis" 


   Selanjutnya Roh Feniks itu mengatakan bahwa selain daripada 8 relikui abadi kuno itu, masih terdapat dua relikui lainnya yang dapat membantu seorang praktisi mencapai Immortal. Yang pertama adalah Relikui dari Klan Qilin, dan kedua adalah Relikui dari Klan Bangau Berkaki Satu".


******


   Saat itu, di sebuah Kuil terpencil, di tengah hutan setelah Makam Kuno Kot Perdamaian, ada satu kuil tersembunyi, yang keberadaannya selalu di cari-cari oleh ahli-ahli Kota Perdamaian. Namanya adalah Kuil Pemujaan Tengu.


   Di Kuil Pemujaan Tengu itu, Pertapa Yamazaki Takejiro hidup dalam pertapaannya, sendirian. Keberadaan kuil yang selalu dicari-cari ahli-ahli bela diri, demi meminta petunjuk teknik sihir atau beladiri memang sengaja dipasang dengan array khusus sehingga hanya individu yang diijinkan oleh sang pertapa saja, dapat melihat dan bertemu dengan Yamazaki Takejiro itu.


   Saat itu Sima Yong terlihat duduk bersila dalam posisi lotus di hadapan Pertapa Yamazaki Takejiro yang duduk posisi lotus, sambil mata terpejam.

__ADS_1


   Bau-bauan dupa dan bahan-bahan aromatic memenuhi hidung Sima Yong, membuat si anak muda merasa rileks dalam percakapan dengan pertapa.


Pertapa Yamazaki lantas bertanya,


"Jikalau demikian, mari kita hitung kembali berapa jumlah relikui yang telah dikumpulkan oleh mu, 


   Baik itu relikui yang telah diserap dan menyatu dengan kekuatanmu, maupun relikui yang belum diserap oleh mu". 


SIma Yong mulai menghitung dan membacakan keras-keras relikui apa saja yang ada di tangannya maupun berhasil di serapnya.


"Pertama itu adalah Relikui peninggalan klan Fenix, yang aku dapatkan di Benua Penyaringan Dewa, sebagai hadiah dari Patriark Klan Penjinak Hewan Roh, di lautan Timur. 


   Kedua, Relikui Qilin dari Klan Qilin Barat Laut Benua Penyaringan Dewa"...


   Jika diurutkan hasil pembicaraan keduanya, maka relikui selanjutnya adalah Relikui Raja Pedang Terbang yang merupakan penggabungan dari pecahan relikui yang dia kumpulkan setelah mengalahkan semi Devil peringkat 10 Neraka Dunia digabung hadiah utama memenangkan lomba antar jenius antar demigods di Kota Kuno, 


   Selanjutnya Relikui Raja Pedang Elf di reruntuhan domain Klan Elf di dalam jurang, yang kelima adalah relikui Klan Naga, yang dia dapatkan adalah ketika berpetualang ke tanah selubung di wilayah Barat tempat para penyihir dan dunia magus.


"Itu adalah lima relikui yang telah aku serap untuk meningkatkan kultivasi


"Apakah hanya itu saja? menurutku, kecil peluang yang akan kamu dapatkan jika hanya mengandalkan lima relikui itu, untuk secara gegabah menerobos menjadi seorang immortal" kata sang pertapa.


Peluang sukses mu hanya sekitar 55 persen saja" kata Yamazaki Takejiro, terlihat kuatir.


   Sima Yong buru-buru menjelaskan. 


"Masih ada dua relikui yang belum aku diserap dan gunakan kekuatannya untuk meningkatkan kultivasi ku !" mata nya berbinar karena teringat akan dua benda lainnya. 


   Mungkin saking banyaknya harta dan sumber daya anak muda itu, sampai-sampai dia hampir melewatkan du relikui yang belum dia manfaatkan.


"Relikui Raja Pedang Ras Iblis yang ku dapatkan setelah memenangkan duel melawan seorang semi Devil Nomor satu Neraka Dunia, ketika terjadi perang di Padang Bidadari Benua penyaringan Dewa" kata Sima Yong mengingat-ingat.


"Dan yang kedua adalah relikui berbentuk panah yang aku peroleh di Pegunungan Himalaya di Negeri Tanaman Obat, yang merupakan Relikui peninggalan Klan Kurcaci" kata Sima Yong bersemangat. 


Hening sejenak. Lalu si anak muda kembali bertanya,


"Master Yamazaki.. apakah menurut anda, dengan tujuh relikui  abadi itu, aku telah cukup untuk melakukan penerobosan menjadi Immortal?" tanya nya cemas.

__ADS_1


   Yamazaki Takejiro membuka mata lalu berkata..


"Meskipun sukses rate kamu untuk menjadi immortal sebesar sembilan puluh persen, akan tetapi ada celah di sana.


   Sepuluh persen celah kegagalan adalah penuh resiko menurutku" jawab Yamazaki.


   Seketika wajah si anak muda menjadi gelap. Yamazaki melihat kegalauan itu lantas berkata,


"Kesempatan di depan mata. Bukit Sihl letaknya hanya di sebelah Hutan Bisikan Mimpi. Mengapa kamu tidak membuat peluang penerobosan menjadi seratus persen saja? hindari resiko. 


   Relikui terakhir peninggalan Patriark Guan Bangau Berkaki satu itu adalah cara sempurnalah untuk menembus menjadi seorang Immortality" tegas Yamazaki Takejiro. 


   Si anak muda lantas tersenyum. Senang rasanya mendapat dukungan dari seorang sakti seperti pertapa ini. Dia membayangkan perjalanan hidupnya mula-mula. Awal-awal ketika dia mulai bekerja sebagai seorang murid pekerja di Sekte Pedang Awan. Berkat keberuntungan dirinya memasuki domain Elf, berlanjut dengan warisan Dewa obat, lalu pergi ke menuju Benua Penyaringan Dewa. 


   Pada akhirnya dia sampai di titik ini, bertambahnya pengetahuan bagaimana cara mencapai menjadi Immortality, adalah hal yang tak pernah dia mimpikan sama sekali. Diam-diam anak muda menjadi terharu ketika mengingat masa-masa awal perjalanannya mengejar keabadian itu.


******


   Pagi hari itu matahari bersinar dengan cerah. Burung-burung beterbangan, hewan-hewan gunung jinak, tampak berjalan penuh keceriaan di pegunungan yang bernama Pegunungan Sihl. 


   Saat itu udara yang demikian cerah dan membuat orang merasa malas untuk melakukan kegiatan selain duduk berjemur menikmati hangatnya matahari pagi, terlihat seorang anak muda dengan busana yang berwarna kelabu berdiri di atas jejeran Bukit Sihl dan merapalkan mantra.


   Nampak jelas di tangan anak muda itu, ada satu  tangkai Kembang Meihua atau Anggrek Hutan. Langit terdengar bergemuruh seolah-olah ada kekuatan mutlak yang asalnya dari Langit, yang membelah tanah di bukit di Gunung Sihl itu, 


menjadi lubang besar ketika si anak muda itu melambaikan tangannya.


   Suara gemuruh tersebut terdengar berbunyi sebanyak delapan kali. Delapan kali gemuruh terdengar, pertanda bahwa si anak muda itu, melambaikan tangan  dengan kembang meihua, juga sebanyak 8 kali. 


   Tidak perlu bertanya apa-apa, saat itu Gunung Sihl jelas terlihat terbentuk delapan lubang besar, menyerupai kolam yang sengaja dibuat anak muda itu. 


   Puas melihat hasil pekerjaannya, dia lantas menghilang seperti hantu. 


 


Bersambung


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3

__ADS_1


__ADS_2