
"Hujan turun sepanjang hari ini dan tidak berhenti.
Kami sudah tiba di Gurun Terkutuk, tapi semuanya menjadi buruk sekarang. Jadi marilah kita menghangatkan tubuh dengan minuman ini" kata Huo Qing sambil mengangkat cawannya. Entah kepada siapa dia berbicara. Tapi Qing-qing yakin kalau masternya itu berbicara kepada anak muda itu.
Wang Qing-qing lantas terburu-buru menuang arak yang tengah di panaskan di perapian.
"Anak muda.. ambil cawan dan kita minum bersama.
Qing-qing... ambilkan cawan lagi untuk Yong-yong" kata Huo Qing kepada muridnya, kemudian menatap anak muda yang terlihat kedinginan, karena basah terkena cipratan air hujan.
Wang Qing-qing menjadi heran. Tidak biasanya, gurunya Master Sekte Pedang Harmoni ini bersikap ramah pada orang tak dikenal.
Meskipun mereka hanyalah Sekte Bintang Enam, akan tetapi untuk kelas Sekte Pedang Harmoni di Kota Tai Yuan yang kecil - di kawasan Timur sana, Master Huo Qing ini terbilang memiliki muka yang di hargai seisi kota, dan juga sangat dipandang lebih di Kota Tai Yuan itu.
Dengan jabatannya sebagai Master Sekte Bintang enam, Huo Qing amatlah di hormati serta tidak nanti dengan sembarangan mau berbicara dengan anak muda seperti Yong-yong ini.
Wang Qing-qing membuang lamunannya jauh-jauh. Dia memberikan cawan baru kepada anak muda itu. Kemudian dengan sopan dia menuang arak panas ke cawan Yong-yong.
"Terima kasih" kata anak muda itu sopan
Kemudian sambil merenung Huo Qing bertanya.
"Yong-yong. Apa yang membuatmu tertarik untuk menyaksikan duel nanti?" dia kembali menyesap arak, lalu kembali Qing-qing menuang air kata-kata itu ke dalam cawan yang kini kosong.
"Karena duel ini adalah hal langka. Jarang ada kejadian dua orang Immortal akan bertarung pedang.
Bukankah dua ahli ini memiliki teknik pedang yang misterius?" jawab Yong-yong. Lanjutnya,
"Aku ingin menonton duel itu, karena sangat tertarik dengan kemampuan jago-jago pedang tingkat Immortal.
Aku berharap dapat mengetahui lebih banyak tentang teknik dan strategi yang akan mereka gunakan" jawab si anak muda mantap.
Huo Qing melihat sedikit kagum ke arah anak muda. Katanya,
"Kamu benar. Aku kagum dengan semangatmu anak muda. Menyaksikan pertarungan diantara orang-orang pandai, jelas akan membuka wawasan serta menambah pengalaman bagi anak-anak muda seperti dirimu!"
Tanpa disangka-sangka, Huo Qing lantas berkata.
"Ayo berdiri. Mainkan beberapa pukulan teknik pedang yang kau kuasai.
__ADS_1
Mumpung hati ini sedang gembira, aku akan memberikan petunjuk untuk perbaikan teknik pedangmu !" kata Huo Qing gembira. Sesungguhnya dia iba dengan si anak muda.
Dengan perawakan yang terlihat jangkung dan usia yang tidak terbilang muda untuk memulai pelatihan bela diri, Huo Qing kasihan melihat anak muda yang berkultivasi di Ranah Alam Kondensasi Roh level satu itu.
"Dari sekte atau Aliansi mana kamu berasal?" tanya Huo Qing.
"Er.. sesungguhnya aku hanyalah seorang Roque Cultivator" Roque Cultivator adalah Praktisi independen yang melatih diri di jalan keabadian, tidak bergabung dengan sekte atau aliansi tertentu.
Kelebihan Roque cultivator seperti ini adalah, jenis teknik mereka beragam, bebas menerima masukan atau petunjuk dari ahli manapun di luar sekte, tanpa takut menyinggung atau melanggar aturan sekte.
Kekurangan Roque Cultivator adalah mereka tidak akan mendapat sumber daya yang penting untuk peningkatan kultivasi. Beda dibanding sekte-sekte yang membagi sumber daya rutin kepada siswa-siswa berprestasi.
***
Yong-yong terlihat memutar pedang yang dia pinjam dari Qing-qing. Gerakannya terlihat begitu kaku, tidak beraturan sama sekali, bahkan terlihat tidak bertenaga.
Qing-qing melongo. Dia tak menyangka kalau si anak muda yang berkultivasi rendah ini, juga memiliki teknik pedang yang tidak karuan gerakannya. Semua gerakan di lakukan dengan kaku bahkan bisa dibilang kasar. Qing-qing tak tahan lagi lalu tertawa lepas. Tapi buru-buru dia menutup mulutnya begitu melihat sang Master Huo Qing menatap nya.
"Maafkan aku" kata Qing-qing lalu menunduk.
Begitu selesai si anak muda melakukan gerakan pedang yang kacau dan kasar itu, Master Huo Qing lantas berdiri dan berkata.
"Anak muda..
Anak muda itu tidak terlihat tersinggung sama sekali. Bahkan dengan polos dia bertanya,
"Jadi.. Tuan Huo Qing.. kiranya tuan dapat memberi petunjuk kepadaku yang muda ini.
Aku berharap dengan petunjukmu, kedepannya nanti aku dapat menggunakan gerakan pedang yang lebih benar untuk melawan orang jahat nanti" Yong-yong anak muda itu berkata merendah, sedikit membungkuk, seakan memohon.
Huo Qing terlihat senang. Dia tertawa terbahak-bahak. Suaranya demikian keras, sampai-sampai suara hujan deras tertutup suara tawa itu.
Qing-qing gadis itu buru-buru mendekat ke anak muda itu dan berkata.
"Jaga sikapmu !
Bahkan masterku sendiri, terlihat tertarik dan mau memberi petunjuk padamu. Lekas kamu berlutut dan memberi hormat dalam ucapan terima kasih !"
Yong-yong si anak muda melongo. Dia tak dapat berkata-kata, ketika Qing-qing dengan paksa mendorong tubuhnya membuat gerakan seperti menyembah..
__ADS_1
Akan tetapi Master Huo Qing seketika bersuara keras.
"Tidak perlu Qing-qing.
Aku dengan Yong-yong bahkan terikat dalam hubungan antara guru dengan seorang murid.
Ucapan terima kasih dari nya, itu sudah cukup !" kata Master Huo Qing.
Lalu dengan gerakan yang terlihat pelan, Huo Qing, Master Sekte Pedang Harmoni mulai memperagakan satu teknik pedang yang kemudian dia meminta Yong-yong mengikuti semua gerakannya.
Anak muda itu bersemangat mengikuti petunjuk Master Huo Qing, sementara Qing-qing diam-diam merasa cemburu akan kedekatan Master Huo Qing dengan Yong-yong.
Memang teknik pedang yang diajarkan kepada Yong-yong bukanlah satu teknik pamungkas. Akan tetapi dia diajarkan teknik itu setelah bertahun-tahun mengikuti Master Huo Qing dan berbakti, barulah mendapat pelajaran teknik pedang tersebut. Sementara si anak muda? Dia bahkan belum di kenali lebih dari 12 jam oleh Master Huo Qing.
Wang Qing-qing menatap pelatihan yang lambat karena kurangnya bakat si anak muda. Meskipun dia merasa cemburu, akan tetapi diam-diam Qing-qing tertawa di dalam hati..
"Meskipun kau di ajari teknik pedang ini dalam pertemuan pertama oleh Master, akan tetapi bakatmu terlalu buruk.
Aku Wang Qing-qing akan terlalu berhati kerdil, jika merasa cemburu dengan seorang tanpa bakat seperti dirimu" batin Qing-qing lega. Hilang semua rasa cemburu itu.
******
Sementara itu, hujan terus turun di Gurun Terkutuk, tidak memberi celah barang sedetik pun untuk berhenti. Efek panas lenyap berganti hawa dingin menggigil, apalagi kadang-kadang angin berhembus dari Pulau Es, terasa membekukan.
Malam berganti pagi... pagi merayap siang dan siang berjalan pelan menuju senja. Langit di ufuk Barat memerah bercampur jingga. Malam ini ketika Purnama muncul, sesuai janji temu maka dua immortal akan bertempur.
Hawa berdebar dan mencekam mulai merayap di hati ribuan bahkan jutaan orang di Padang Gurun Terkutuk. Semua berpikir harap-harap cemas siapa yang akan memenangkan duel ini, karena pemenang adalah Penguasa Benua selanjutnya.
Sementara itu lamat-lamat terdengar suara deru kaki kuda bercampur kepakan sayap dari arah Pulau Es. Ketika senja dengan langit memerah, dan ketika hujan telah berhenti menyisakan pelangi di ufuk Barat, semua orang menengadah mengintip dari balik kemah-kemah mereka.
"Demi Dewa !"
"Ada apakah ini gerangan?"
Semua orang melongo ketika melihat ribuan, tidak! Itu mungkin puluhan ribu pasukan berkuda - kuda terbang Winged Horse terbang.
Dengan suara kepak seperti suara sayap elang terdengar beramai-ramai, bergemuruh membuat jantung berdegup kencang karena ngeri. Dia atas masing-masing pasukan berkuda itu tampak duduk praktisi-praktisi dalam balutan jubah berwarna hitam, melambai-lambai tertiup angin, bergerak dari arah lautan Pulau Es, dan kini memenuhi langit Gurun Terkutuk.
__ADS_1
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3