Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Malam di Pemakaman Purba


__ADS_3


Malam semakin merayap mendekati tengah malam. Aula Pavilliun Keindahan Cahaya Malam masih saja ramai, dan acara pembukaan Momentum Perburuan Malam Kota Perdamaian belum juga di mulai.


Tiga Patriak lainnya dari Klan Penyihir emas, Klan Murong dan Klan Kotengu mulai dilanda rasa gelisah. Miyata Hifumi (Patriak Klan Kotengu) sebagai sosok yang tidak sabaran mulai mengomel. Katanya,


"Aku heran sekali dengan iblis tua marga Mao itu.


Dia selalu menghilang di saat-saat penting seperti saat ini. Kita semua di paksanya menunggu kedatangan dia sebelum meresmikan acara Perburuan Malam Kota Perdamaian" suara Miyata Hifumi terdengar seperti orang yang sebentar lagi akan meledak.


Dengan bijaksana Murong Zhong Zhi menenangkan Patriak Klan Kotengu itu,


"Saudara Miyata harap bersabar. Jika iblis tua itu tidak muncul, kita bertiga saja yang akan meresmikan acara Perburuan malam" kata Murong Zhong Zhi.


"Akan tetapim bukankah kunci untuk membuka situs itu di bagi empat? Bagaimana kah caranya hanya dengan tiga kunci saja, kita bisa membuka array reruntuhan kuno itu?" jawab Miyata Hifumi kesal. Wajah patriak itu terlihat seperti akan jatuh ke tanah.


"Bukankah Tuan Kota sendiri, Tuan Songshu ke Tujuh juga belum datang?" tanya Patriak Flying Claw. Wajahnya menunjukkan kebingungan.


"Aku heran sekali. Hingga hari ini, Tuan Kota kami Tuan Songshu ke tujuh belum menampakkan dirinya" sambung Flying Claw.


Masih dengan nada sabar dan bijaksana, Murong Zhong Zhi menjawab,


"Yang aku dengar, Tuan Kota kami dalam perjalanan misi rahasia ke Kota Biramaki.


Kabarnya dia sedang menanti kedatangan seorang anak muda yang membuat masalah dengan kelompok Bijuu mereka"


Seketika Miyata Hifumi dan Flying Claw membelalakkan matanya..


"Apakah itu adalah anak muda yang kabarnya mengalahkan Tuan Dermawan? Well jika Tuan Kota kami telah berurusan, aku tidak berharap anak muda itu masih tetap hidup. Kemampuan Tuan kota dengan chakra bumi nya, adalah sesuatu yang betul-betul bertentangan dengan hukum alam"


Dua kawannya yang lain menjawab dengan memuji-muji Tuan Songshu ke tujuh. Mereka tertawa-tawa sambil mengejek nasib buruk yang akan menimpa si anak muda, ketika berurusan dengan Master Pengendali bumi itu.


Ketiga Patriak Klan Empat Mata Angin itu, tidak menyadari, sepasang mata yang mencorong, dengan bibir yang melengkung samar, tengah mencuri dengar pembicaraan itu sambil mencibir...

__ADS_1


Itulah Sima Yong sang jagoan kita, yang diam-diam memasang kuping mencuri dengar, sambil tangan kanannya mengambil secawan anggur dari pelayan yang bersliweran tiada henti, menyuguhkan makanan dan minum para untuk tamu undangan.


***


Kita berbalik beberapa jam dari saat ini.


Waktu itu kentongan pertama belum juga di bunyikan oleh petugas malam Kota Perdamaian. Namun langit telah berlalu menjadi gelap sehitam tinta. Saat itu nampak terlihat satu kereta kuda mewah keluar dari Klan Hantu Timur, berlari cepat menyusuri jalanan kota menuju ke arah barat.


Setelah berkelok-kelok diantara jalan-jalan kota, melewati tempat gedung Klan Murong di Barat, kereta itu keluar melalui gerbang barat kota, gerbang yang di jaga oleh pasukan tentara dari Klan Qilin Murong.


Ketika penjaga gerbang berniat akan menghentikan kereta laju itu, mendadak sais kereta membuat melepaskan satu slip giok ke udara dan meledak.


Duar !


Tanda khusus sebagai Patriak dari empat klan utama Kota Perdamaian menyala - pertanda pengendara kereta mewah itu adalah orang yang masuk kategori VIP. Penjaga-penjaga Klan Murong itu langsung menghentikan tindakan mereka, menunduk dengan hormat mempersilahkan kereta melaju keluar gerbang barat tanpa di periksa sama sekali.


Sais kereta itu lantas memecut dua kuda nya, yang lantas berlari semakin cepat meninggalkan Kota Perdamaian, menyisakan debu yang merayap ke langit.


"Bunyikan lonceng tiga kali, dan jangan menengok ke sebelah kanan" suara lembut dari dalam kereta terdengar memberi perintah kepada sai kereta, tatkala mereka melewati satu bangunan tinggi besar di sisi kanan.


Bangunan arena itu terlihat kuno dan suram di malam hari. Tiada aktifitas apa-apa, selain suara samar-samar seperti kucing yang meraung. Ketika sinar rembulan jatuh dengan warna peraknya, arena itu terlihat lebih mengerikan lagi. Tua, sepi dan menyeramkan.


Konon di arena kota adalah tempat mahluk bernama Nekomata tinggal, suatu mahluk keturunan Bijuu berbentuk kucing yang memiliki dua buah ekor. Nekomata itu yang menjadi tuan tanah di Arena Kota Perdamaian.


Tak lama kemudian, kereta mewah itu berhenti di satu tempat sepi, padang rumput penuh dengan pohon-pohon kering dan batu-batu nisan. Kereta memasuki gerbang makan yang diatas nya tertulis besar-besar.


"Makam Kuno sejak awal-awal Kota Perdamaian berdiri. Tempat peristirahatan terakhir penghuni gagah dari Kota Perdamaian, menunggu sampai reiknarnasi kembali menjadi mahluk yang lebih mulia"


Jika saja itu adalah orang biasa, kemungkinan mereka sudah akan cepat-cepat pergi dari tempat makam menyeramkan itu. Namun tidak demikian hal nya dengan kereta yang datang dari Kota Perdamaian.


Dua orang melompat turun dari dalam kereta, lalu berjalan cepat-cepat menuju tiga makam yang terlihat tanahnya masih segar - pertanda makam itu belum lama di buat.


Pria yang bertubuh lebih tinggi, yang seluruh tubuhnya di tutup dengan mantel gelap, bahkan sampai kepalanya pun tertutup dengan tudung besar, sehingga penampakan wajah dan tubuhnya sama sekali tidak dapat dilihat, melambaikan tangan.

__ADS_1


Duar !


Tiga makam yang baru di buat itu seketika rusak berantakan, menyisakan isi nya berupa tiga buah peti yang masih baru. Pria tinggi itu berkata lembut,


"Anak ku Lebiru Mao, segera kau turun kedalam liang itu, lalu menyelesaikan pelatihan "Bayangan Rembulan Sekarat"


Penatua Dulza meskipun bukan seorang SAGE, namun dengan kultivasi semasa hidup di ranah SAINT - itu lebih dari cukup untuk membuatmu menerobos dua ranah sekaligus menjadi SAGE level tiga..


Di tambah lagi dua orang itu, aku pikir energi gelap mereka akan membuatmu menghimpun energi rembulan dan menjadi ahli SAGE di level dua. Ini malam yang bagus. Bulan sepenuh nya memberi energi gelap yang cukup kau himpun"


Pria bersuara lembut itu melanjutkan, katanya..


"Untuk selanjutnya, akan tidak terlalu memalukan buat dirimu mengikuti Perburuan Malam nanti. Dan aku tak sabar ingin melihat raut terkejut di wajah tiga partriak klan lainnya" kata suara lembut itu dengan dingin.


Pria yang di panggil anak Lebiru Mao itu terlihat seperti enggan. Katanya,


"Tapi ayah.. aku merasa jijik jika harus menyantap tubuh Penatua Dulza. Biar bagaimanapun, dia adalah jasad calon ayah mertuaku" jawab Lebiru Mao menolak.


Seketika pria yang di panggil ayah oleh Lebiru Mao, merubah suaranya. Jika tadi terdengar lembut dan ramah, kini suaranya terdengar seperti suara yang berasal dari neraka..


"Anak bodoh ! Mengkonsumsi tiga mayat itu adalah tiket sekali jalanmu untuk menembus ranah SAGE level tiga.


Kamu hanya memiliki kesempatan malam ini. Selepas malam ini, biarpun kau menangis sampai mati, tidak nanti dirimu akan mencapai SAGE level tiga. Malam ini adalah malah yang telah di tentukan seusai ramalan orang-orang tua sejak jaman purba.


Bulan bagus seperti sekarang, hanya akan muncul sepuluh tahun kedepan. Di saat itu mungkin tiga ahli waris dari klan saingan kita mungkin telah mencapai immortal, dan kamu hanya menjadi sampah di sudut kota"


Dengan tidak sabaran, pria tinggi itu mendorong Lebiru Mao kedalam liang lahat pertama yang di peti tertulis nama Dulza..


"Langsung rapalkan mantra kultivasi Bayangan Rembulan Sekarat, diikuti dengan mengkonsumsi Penatua Dulza" titah pria itu.


Bulan seketika menjadi jernih, cahaya nya penuh jatuh ke dunia. Jauh di bagian barat dari Kota Perdamaian, seorang ahli waris Klan Hantu Timur tengah mengkonsumsi jasad tiga anggota klan mereka, demi memperoleh kenaikan kultivasi secara instan, menggunakan kekuatan magis rembulan.


Bersambung

__ADS_1


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.


__ADS_2