
Kejadian hari itu di acara lelang akbar, amatlah mengejutkan dan membingungkan. Semua menjadi geger. Asosiasi Kamar Dagang yang demikian besar, bisa-bisanya lolos pengamatannya akan sosok pencuri seperti Mantel Rami itu? Semua orang merasa tidak puas.
Ini adalah kondisi yang tidak dapat diterima. Perampokan Pedang Sihir Es terjadi di depan mata ribuan praktisi Benua Silver ini.
"Pihak Asosiasi Tuan Yong ini akan menderita malu. Tak pantas lagi mereka untuk berdiri lagi di Benua ini... jelas mereka lengah dan lalai mengawasi perampokan nyata-nyata melakukan perampokan seperti itu" riuh terdengar semua sibuk membahas.
"Bahkan dia bukan ahli sembarang ahli. Aku sempat memeriksa, dia memiliki peringkat kultivasi di Alam Melintas Sage level 8. Itu bukanlah suatu ranah yang sederhana" bisik Morishita Naomi dari Aliansi Alkemis.
"Kupikir, semuanya dapat dihitung dengan jari, siapa praktisi-praktisi di Benua Silver ini yang memiliki keahlian di Alam Melintas Sage" balas Seto Kazuhiko, magus itu menimpali.
"Apakah asosiasi sebesar ini tidak memiliki satupun ahli yang pantas untuk mengejar pencuri itu?" tanya Jiu De Master Sekte Tinju Halilintar.
"Jelas mereka takut ! Sesuatu di ranah Alam Melintas Sage, adalah datangnya dari sekte-sekte yang di kabarkan di kategorikan Sekte Super.
Hanya beberapa Sekte Super di Benua Silver ini" kata Zhang Ching Cung dari Sekte Pedang Awan Es.
Ketika semua orang sibuk bergunjing, menjelek-jelekkan kemampuan asosiasi itu, sekonyong-konyong..
Wush - Wush !
Dua sosok berkelebat dari balik panggung, disusul delapan sosok lainnya.
"I-itu..." kata Jiu De tergagap.
"Benar tebakan mu. Itu adalah bayangan dua ahli SAGE, disusul delapan Saint.
Apakah sekarang kamu puas? Setelah mengata-ngatai asosiasi ini tidak memiliki orang-orang hebat?" cibir Zhang Ching Cung.
Wajah Jiu De memerah. Dia terlalu terburu-buru mengata-ngatai bahwa Asosiasi Kamar Dagang Tuan Yong ini berani membuat pertunjukkan akbar, tapi minim ahli yang bertugas mengawasi jalannya acara.
"Aku yakin. Tidak menunggu terlalu lama bagi dua Sage itu menyusul pencuri tadi !" kata Guan Ming, sang pemenang lelang dengan harap-harap cemas. Dia telah membayangkan kejayaan yang akan diterimanya nanti, setelah Pedang Sihir Es menjadi miliknya.
Tapi.. kejutan demi kejutan sepertinya telah menjadi sajian di acara akhir lelang akbar ini. Dari arah penonton mendadak muncul sosok lainnya yang juga mengenakan Mantel Rami. Bahkan penampilannya lebih unit lagi. Dengan tangan memegang alat musik Guzheng, dia memetik dawai GUzheng berhawa membunuh yang menahan penerbangan Sage dan Saint dari Asosiasi Kamar Dagang Tuan Yong itu.
Sepuluh orang itu seperti terhenti di udara, freeze terkena sesuatu energi aneh, energi jiwa irama dari petikan Guzheng yang membekukan langkah mereka.
__ADS_1
"Tunis Iblis ! "
"Musisi Kematian !"
"Penyihir !"
Kembali keributan terjadi. Mantel Rami itu dengan berani menghalangi sepuluh praktisi papan atas asosiasi. Ini tak masuk akal. semua orang tak percaya dengan penglihatannya.
"Apakah ini adalah aksi praktis-praktisi dataran Utara yang menghilang misterius itu?" semua terpana melihat aksi Tunis Iblis itu sekali lagi. Dahulu sekali, di Gurun Terkutuk, irama kematian ini telah membuat banyak orang jeri dan menyadari apa itu kekuatan kultivasi kekuatan jiwa. Hari ini kembali mereka diingatkan kemampuan hebat para ahli Tunis Iblis.
Ye Bing Qing dan kawan-kawannya, tidak menyia-nyiakan kesempatan sepuluh ahli asosiasi dalam keadaan Freeze. Mereka telah sepakat bahwa mantel rami itu adalah Yu Long dan Lin Hong, murid dari Master Sekte Pedang Terbang. Tentu saja mereka harus membantu murid sang master.
Dua Sage dan delapan Saint itu terkejut, ketika Freeze menghilang. Secara aneh di depan mereka berdiri dalam kondisi melayang dua pria aneh dan satu wanita berdandan menor.
Suara pria yang mengenakan kipas itu berkata...
"Mau kemana kalian? mendadak aku gatal tangan dan ingin menguji ahli-ahli Sage benua ini" dia lantas membuka kipas di tangannya..
Sedangkan pria yang mengenakan riasan wajah itu berkata tak kalah genitnya..
Ada kami disini yang akan melayani kalian"
Merasa marah karena dihalangi tiga makhluk aneh itu, dua Sage dan delapan Saint itu meraung seperti terluka. Mereka lantas menyerang tiga sosok aneh itu.
Wush Duarr ! sepuluh orang itu terlempar ke belakang beberapa tombak ketika bertabrakan dengan energi yang ditumpahkan tiga sosok aneh itu.
"Sage Level tujuh !"
"Apa?"
"Kemampuan tiga orang itu setara dengan Raja-raja Pedang? Mustahil !"
Semua orang membicarakan tingkat kultivasi Wei Park dan kawan-kawannya. Yumian yang sejak awal telah memberi tanda kepada sosok mantel rami untuk pergi, dibalas dengan sikap menjura memberi hormat dari mantel rami. Katanya..
"Aku Long Felanas tidak akan melupakan budi baik tuan bertiga.
__ADS_1
Kelak jika Langit berkehendak kita bertemu, Long Felanas akan membalas budi baik ini dengan setimpal !" sekali mantel rami itu melompat, sosoknya lantas menghilang di balik awan.
"Apakah kita akan melanjutkan pertempuran ini?" tanya Wei Park.
"Kalian bersepuluh bukan lawan kami bertiga" wajahnya tersenyum mencibir, kipas di tangannya di lambaikan berulang kali ke wajah kakunya, seolah-olah dia merasa panas.
Sementara dari arah bawah, di arena itu.. semua orang menonton dengan was-was dan juga gembira. Jarang sekali mereka menonton pertempuran kelas tinggi di antara Saint dan Sage.
Sementara itu, jauh di langit Kotaraja Menhua, Ye Bing Qing seorang diri melesat mengejar si Mantel Rami yang membawa kabur Pedang Sihir Es itu. Dia khawatir karena mata terangnya sebagai Sage Level tujuh, melihat perempuan mungil yang dijuluki Nyonya Maya itu, melesat seperti iblis sejak awal-awal. Kepandaian perempuan mungil itu juga berada di tingkat Sage tingkat tinggi.
******
Bintang-bintang langit bersinar terang, memberi sedikit cahaya ke Benua silver yang telah berubah gelap, karena malam menjelang. Di atas langit terlihat kerdipan bintang jatuh, cepat sekali melesat dari selatan ke Timur, lalu ke Barat. Selalu berputar-putar.
Mengikuti di belakang kerdipan bintang jatuh itu, dua kelipan lainnya mengejar cahaya yang pertama. Itulah Si Mantel Rami yang sejak sore tadi melarikan diri, menghindari diri dari kejaran Nyonya Maya, yang terlihat seperti kerlip cahaya kedua. Cahaya ketiga yang menyusul adalah Ye Bing Qing.
Malam makin larut, dan Nyonya Maya semakin mendekati Mantel Rami, pencuri Pedang Sihir Es. Biar bagaimanapun, kemampuan seorang di ranah Alam Melintas Sage pada akhirnya harus menyerah kalah pada Sage.
Pada saat ini jarak diantara mereka menjadi tidak terlalu lebar. Jauhnya kira-kira satu Lie (lima ratus meter).
"Mau kemana lagi kau pencuri.. hihi.
Kematian telah ada di depan mata"
Mendadak Nyonya Maya melambaikan tangannya lalu pergilah satu energi kuat, melesat menembus awan dan menghantam punggung si Mantel Rami. yang sedang terbang itu
Bukannya tidak mengetahui bahwa di belakangnya terjadi serangan yang dilakukan oleh Nyonya Maya namun sosok Mantel Rami itu sadar bahwa kemampuannya adalah jauh dibawah dari pada Nyonya Maya. Dia hanya seorang ahli di Alam Melintas Sage level 8, sedangkan Nyonya Maya itu adalah Sage level 6. Kesenjangan di antara kedua nya amatlah dalam perbedaannya
Angin serangan pukulan tangan kosong itu lantas diblokir dengan gerakan pedang oleh Mantel Rami, ketika dia menghentikan pelariannya dan berbalik belakang.
Wush.. duar ! ... hoeks !
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3
__ADS_1