Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Akademi Dunia Tengah


__ADS_3

  Kota Agung Yongsheng letaknya di dataran Tengah Benua Silver adalah satu kota yang boleh dikata sangat luar biasa, berbeda dari Kota-kota besar lainnya di Benua ini. 


   Kota yang memiliki arsitektur modern dan megah ini, juga dihuni oleh orang-orang hebat dari berbagai kalangan, baik itu Ahli-ahli beladiri dan Cultivator peringkat tinggi, juga ditinggali kaum sastrawan, budayawan kaum terpelajar, saling bercampur yang menyebabkan penghuni kota ini yang adalah sosok orang-orang yang menekankan pentingnya kemajuan dalam bidang beladiri, sastra seni serta teknologi.


   Jalan-jalan di Kota Yongsheng semua terlihat lebar-lebar dipenuhi berbagai jenis kereta kuda atau penunggang kuda berseliweran di jalanan, di samping pejalan kaki yang semua bergerak buru-buru, layaknya pekerja sibuk, yang tidak mau rugi dengan kehilangan waktu mereka. 


   Itu belum termasuk taman-taman kota, yang sengaja dibuat untuk melengkapi sebutan Kota Termegah dan paling modern di Benua Silver.


   Seperti yang dikatakan tadi, Kota Yongsheng ini memiliki banyak sekali Akademi beladiri atau Sekte-sekte dan Klan keluarga yang saling berlomba untuk menjadi terdepan sebagai penghasil anak didik ternama yang memiliki kekuatan hebat atau pelajar-pelajar yang hampir semuanya lulus ujian Negara, untuk disebut calon pejabat negeri.


   Diantara nama-nama besar akademi dan sekte ternama, ada satu Akademi beladiri yang paling menonjol. Nama akademi itu adalah Akademi Beladiri Middle Great atau Akademi Dunia Tengah.


   Di Akademi Dunia Tengah ini, semua siswa diajarkan keahlian beladiri serta strategi perang, jika lulus nanti si siswa ingin bergabung dengan kekaisaran dan berkarir dalam bidang militer.


   Lulusan Akademi Dunia Timur ini kebanyakan bekerja di pemerintahan karena sedini mungkin pihak akademi menekankan nilai kedisiplinan, kesetiaan bela negara serta guru tenaga pengajar juga melatih siswa terbaik untuk menjadi pemimpin di manapun dia berkarir nanti.


   Salah satu tenaga pengajar yang paling disukai oleh siswa-siswa akademi adalah Yang Xiansheng atau tuan muda Yang. Selain memiliki kemampuan bela diri paling tinggi, setiap pengajaran yang dilakukan Yang Xiansheng selalu padat dipenuhi siswa-siswi untuk mendengar pencerahannya.


   Sayang sekali, Yang Xinsheng hanya menerima tiga murid pilihan setiap tahun saat penerimaan siswa baru Akademi Dunia Tengah.


(Yang Xiansheng ini masuk dalam daftar Naga Muda Dataran Tengah, bahkan mendapat pengakuan sebagai Raja Pedang dari Gunung Pedang di dataran tengah. Gunung Pedang ini pada tiap kurun waktu tertentu akan memberi pengakuan satu praktisi).


   Namun belasan tahun berlalu, Yang Xiansheng diberitakan menghilang semenjak menghadiri pertemuan pedang di Gurun Terkutuk di perbatasan Wilayah Barat, Utara dan Tengah.


   Tapi pada pagi hari itu, penjaga gerbang Akademi Dunia Tengah dikejutkan dengan kedatangan satu anak muda yang meminta audiensi bertemu dengan Yang Xiansheng itu. Anak muda berjalan bersikap santai dan berlagak jenaka menampilkan wajah bersih bersinar terlihat ramah.


   Rambutnya tersisir rapi digelung ke atas lalu dari sebagian rambut dibiarkan menjuntai seperti dandanan anak muda kebanyakan. Pakaiannya rapi dalam balutan warna kelabu makin menonjolkan wajah putihnya seperti warna bulan.


   Hampir setiap orang di kota Yongsheng  yang berpapasan dengan si anak muda, selalu menyempatkan diri untuk tertegun, memandang sebentar wajah yang tampan menarik itu.


   Hal yang membuat dia terlihat makin menonjol adalah warna rambutnya yang agak aneh, dalam balutan warna keperak-perakan, bersinar seperti cahaya warna bintang malam hari.

__ADS_1


"Apakah dia manusia?"


"Aku merasa dia seperti lukisan yang kemudian diciptakan menjadi satu wujud manusia biasa" bisik-bisik di antara pelintas di jalanan kota Yongsheng itu.


   Tapi si anak muda seperti tidak memperdulikan tatapan terperangah orang banyak. Dia berjalan sesekali mengagumi arsitektur kota keindahan di kota yang selalu berbeda pada tiap-tiap bangunan. Anehnya, tidak pernah dia mampir atau masuk kedalam bangunan-bangunan unit yang rata-rata adalah restoran, rumah hiburan, tempat minum arak dan lain-lain.


   Yang adalah malahan si anak muda mampir ke suatu meski terawat dengan baik, tapi kesan kuno dan wibawa jelas terlihat dari mulai gerbang berpapan nama Academy Dunia Tengah. Disini telah lahir ribuan ahli beladiri, yang menjadi sosok ahli kenamaan ataupun panglima perang kekaisaran. Itulah Akademi beladiri yang paling bergengsi di seantero Benua Silver.


   Tang Wu adalah seorang pria usia 35 tahun. Telah sepuluh tahun lamanya di bekerja di Akademi Beladiri Dunia Tengah. Bermula dari penolakan akademi ketika Tang Wu mengikuti kompetisi untuk menjadi siswa di sana, yang berakibat kegagalan Tang Wu menjadi bagian dari Akademi.


   Tang Wu yang frustasi lantas belajar pada satu sekolah beladiri kecil d Kota Yongheng yang pada akhirnya ketekunan pria itu membuat dia berhasil mencapai tingkat kultivasi Alam Spirit Agung di usia 25 Tahun. Kekurangan sumber daya berupa pil roh dan bahan-bahan buah roh atau teknik kultivasi canggih, membuat impian Tang Wu kandas di tingkat Alam Spirit Agung.


   Namun takdir berkata lain. Di suatu malam yang dingin, Tang Wu menolong seorang anak kecil, yang rupanya merupakan cucu kesayangan salah satu penatua di Akademi Dunia Tengah. Merasa perlu membalas budi jasa Tang Wu, si penatua itu mengajak Tang Wu bekerja di Akademi Dunia Tengah sebagai penjaga gerbang akademi.


   Tang Wu merasa sangat bahagia, karena meskipun dia gagal menjadi siswa di Akademi bergengsi Kota Yongheng itu, tapi pada akhirnya dia bekerja di Akademi Dunia Tengah sebagai penjaga pintu gerbang. Kebahagiaan masing-masing orang berbeda bukan? Dan Tang Wu dengan pemikiran sederhananya, telah merasa sangat bahagia bekerja sebagai penjaga di akademi itu.


"Tahan... apa maksudmu langsung-langsung membuka pintu gerbang dan menerobos masuk !" teriak Tang Wu galak, ketika anak muda sopan itu mencoba membuka pintu gerbang akademi dari luar.


   Anak muda itu lantas tercengang. Dia mempertunjukkan raut wajah yang terkejut. 


"Apakah aku betul-betul terlihat demikian muda?


   Bahkan penjaga gerbang ini mengira bahwa aku adalah seorang anak remaja, pemula yang ingin mengambil pelajaran beladiri di akademi ini"


"Kakak, namaku adalah Yong-yong.Saya ingin bertemu dengan Yang Xiansheng, seorang pengajar di Akademi Dunia Tengah ini" kata si anak muda.


   Jika sebelumnya anak muda itu yang terkejut karena dikira seorang remaja, kini giliran Tang Wu yang tercengang. Dia lantas memandang anak muda dari ujung rambut sampai ujung kaki, seolah-olah anak muda itu adalah manusia aneh.


   Kata anak muda itu,


"Kakak.. mengapa kamu melihatku seolah-olah melihat mahluk aneh? Apakah ada yang tidak pantas dari penampilan ku?" tanya si anak muda. Dia lalu melihat dan melirik pakaiannya. Bahkan dia berputar-putar mencari-cari apakah ada yang salah dari dirinya.

__ADS_1


   Tang Wu menggelengkan kepala lalu berkata.. 


"Apakah kau ini baru datang dari dalam hutan kah? atau engkau ini baru lahir di Benua Silver inikah?" hardik Tang Wu kepada anak muda itu.


   Anak muda menggelengkan kepala. Tanyanya dengan polos,


"Kakak.. mengapa kau bertanya seperti itu kepadaku? Bukankah aku bertanya dengan sopan? Mengapa kamu harus mencela ketidaktahuan ini dengan kasar?"


   Sambil menggeleng kepala penuh penyesalan, Tang Wu balas menjawab..


"Maafkan aku anak muda.


   Bukan maksud ku untuk merendahkan mu. Akan tetapi Yang Xiansheng itu telah menghilang sejak belasan tahun yang lalu.


   Dia tidak pernah terdengar lagi kabarnya, setelah pertempuran antara Raja Pedang di Gurun Terkutuk.


   Rasanya semua orang di Benua Silver ini tahu jelas kejadian ketika 5 Raja Pedang bertarung, lalu mereka semua menghilang, tanpa kabar berita hingga sekarang ini.


   Itulah sebabnya aku menganggap kau ini seperti orang baru bangun dari tidur panjang, tidak tahu apa-apa tentang kisah Lima Raja Pedang" Tang Wu lantas tertawa terbahak-bahak. Katanya selanjutnya...


"Sekarang lebih baik kau pergi aku menjadi curiga.. jangan-jangan kau ini adalah seorang asing dari Benua lain yang memata-matai kami dan berniat menginvasi benua ini" kata Tang Wu kini berubah curiga.


"Baiklah aku pergi !"  teriak anak muda itu lalu pergi dengan uring-uringan. 


   Dia berjalan pelan meninggalkan Akademi Dunia Tengah. Wajahnya tetap terlihat jenaka dan polos. Tapi, begitu tiba  tempat yang sepi dan jauh, wajah jenaka dari si anak muda  berubah menjadi roman serius.


"Aneh.. lalu apa maksud Yang Xiansheng itu meninggalkan tanda jejak di Pulau Es?" Anak muda yang adalah Sima Yong itu mengeluarkan satu keping besi yang ditulis buru-buru. Isinya meminta siapapun yang menemukan jejak itu, agar berkunjung ke Akademi Dunia Tengah, tertanda Yang Xiansheng.


Bersambung


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3

__ADS_1


__ADS_2