
Sejak hari diumumkan nya tantangan duel Sekte Pedang Terbang pada Penguasa Benua Silver - Nangong Rong, kehebohan terjadi di Benua Silver. Semua praktisi dari mulai dataran terpencil hingga dataran tinggi, dataran Barat hingga ke Timur memperbincangkan hal ini.
"Apakah kamu telah mendengar berita menggemparkan itu?" tanya seseorang kepada temannya.
"Berita apa?Jangan-jangan yang kau maksud ini adalah berita tentang telah lahir satu Immortal baru di Benua Silver ini?" jawab temannya.
"Benar !.
Dan aku mendengar bahwa semenjak kelahiran Immortal baru itu, dia akan menantang duel Immortal lainnya Nangong Rong !"
"Apa? Berani benar. Apakah dia tidak tahu kalau Nangong Rong itu adalah Dewa Pedang sekaligus Penguasa di Benua ini? Oh.. lihat saja nanti. Immortal baru itu akan ikut di serang oleh sekte-sekte pendukung Dewa Pedang Nangong Rong nanti" jawab temannya bergidik.
Teman pria itu lantas merengut, dengan wajah cemberut setelah mendengar bahwa Sekte-sekte pendukung Dewa Pedang akan ikut-ikutan menggempur Immortal baru itu.
"Kau ini kurang bergaul yah?" dari wajah cemberut, dia mengubah wajahnya dalam mimik menghina. Lanjutnya..
"Tidak tahukah kamu? Sang Immortal yang baru lahir itu, di Dukung Oleh satu-satunya Sekte Tiada Tanding - Sekte Pedang Terbang?" suaranya sinis.
"Apa? !"
"Dengar bodoh !.
Bahkan Sekte-sekte yang menjadi kaki tangan Dewa Pedang Nangong Rong, semua keok di bawah telapak kaki praktisi-praktisi Sekte Pedang Terbang.
Lihat saja Jiu De, Master Sekte Tinju Halilintar yang malang itu. DIa dengan seisi kapal roh yang ditumpanginya tewas di bawah serang Sekte Pedang Terbang. Tak sia-sia mereka menamakan diri sebagai Sekte Tiada Tanding teman nya terdiam.
Karena merasa diatas angin pria itu semakin berapi-api menjelaskan sepak terjang Sekte Pedang Terbang itu,
"Bahkan hancurnya Sekte Pedang Awan Es, itu akibat campur tangan Sekte Pedang Terbang !"
Hening Sejenak. Pria pertama pembawa gosip itu ngos-ngosan karena meluap dalam pemujaan terhadap Sekte Pedang Terbang.
"Ok. Aku mengerti. Lalu inti dari semua berita heboh ini apakah? Aku menangkap bahwa di Benua Silver, sekarang telah ada dua sosok Immortal.
Bukankah ini aneh? Ribuan bahkan belasan ribu tahun lamanya, tidak pernah terdengar tentang lahirnya Immortal baru dari benua ini bukan?" kata teman penyebar gosip itu.
"Dengar baik-baik.. sini !" tarik pria penggosip itu.
"Aku mendapat bocoran kabar bahwa, Immortal dari Sekte Pedang Terbang itu, menantang Dewa Pedang Nangong Rong dalam duel satu lawan satu !"
__ADS_1
Mata kawannya menyala, bibirnya mendesis..
"Ini baru berita ! Peristiwa duel antara Immortal melawan Immortal, mungkin adalah peristiwa yang hanya akan terjadi seribu tahun sekali.."
"Kapan peristiwa itu akan berlangsung?" tanyanya..
"Tiga bulan dari sekarang, malam ketika Purnama di Padang Gurun Terkutuk !"
Pembicaraan dua orang itu berhenti, mendadak tanpa permisi kawan penyebar gosip itu menghilang..
"Maafkan aku. Aku harus kembali ke sekte, mengabari Master sekte kami !" pria penggosip tercengang, melihat reaksi cepat kawannya.
Meskipun banyak orang bertanya-tanya, di mana letak Sekte Pedang Terbang itu, akan tetapi tidak ada seorangpun yang mampu menjawab dimana mereka bermarkas
******
Waktu berlalu, dengan hawa gembira untuk menyaksikan duel tiada tanding itu, kini di Padang Gurun Terkutuk, seringkali terjadi fenomena-fenomena aneh.
Hal ini di laporkan beberapa pelintas dari Wilayah Barat menuju yang bergerak menuju dataran Tengah atau sebaliknya, banyak individu-individu dunia Wu-Lim ini memberikan laporan bahwa ada terjadi luapan energi yang sangat besar yang arahnya datang dari Utara Gurun. Beberapa bahkan menyimpulkan bahwa luapan energi maha dahsyat itu asalnya dari Pulau Es yang letaknya tidak jauh dari Benua Silver.
Ada yang menyebutkan bahwa luapan energi itu hanyalah fenomena Fatamorgana, yang timbul akibat pergerakan udara di dataran utara yang menjadi Pulau Es.
Tapi ada teori lainnya yang mengatakan bahwa hancurnya Sekte Pedang Awan Es adalah hasil karya Praktisi tidak dikenal yang ada hubungannya dengan sang Immortal dari Sekte Pedang Terbang.
Berita simpang siur ini lah yang makin menambah kesan angker dan misterius Pulau Es di Utara. Yang lebih ekstrim lagi adalah ada yang melaporkan bahwa seringkali terdengar suara-suara aneh ketika orang melintasi perbatasan di gurun terkutuk, asalnya dari arah Utara.
Kabar buruk lainnya di Benua Silver ini adalah, Sekte Vermillion Ajaib yaitu sekte Bintang 9 yang merupakan kaki tangan Dewa Pedang nangong Rong, malam itu dihancurkan oleh orang tak dikenal. Semua orang lantas mengaitkan hal ini dengan campur tangan Sekte Pedang Terbang.
Api amarah berkobar dari arah Barat Benua. Terdengar kabar bahwa Nangong Rong Sang Immortal langsung mengutus Zhang Ching Cung, ketua Sekte Pedang Awan Es yang lolos dari pembantaian di Pulau Es, ketika dia sedang melakukan perjalanan ke Selatan Benua, mengikuti lelang akbar Asosiasi Tuan Yong.
Zhang Ching Cung membawa banyak sekali praktisi dan ahli-ahli pedang dari Klan iblis dan Klan Xia, untuk melakukan investigasi ke Pulau Es.
Akan tetapi semua usaha itu sia-sia adanya. Kekuatan luapan energi yang selalu diperbincangkan orang itu, tidak ada sama sekali.
******
Ini adalah satu malam sebelum kejadian pertarungan diantara dua Immortal Benua Silver di Gurun Terkutuk. Meskipun demikian, spot-spot yang letaknya strategis untuk menyaksikan langsung duel itu, telah penuh dengan praktisi-praktisi maupun kelompok pengamat bela diri, telah penuh memadati pinggiran Gurun Terkutuk.
Sejak puluhan tahun lamanya, tidak pernah terjadi hujan deras yang turun mengguyur Padang Gurun Terkutuk, Perbatasan dataran Tengah dan dataran Barat. Ini adalah kejadian langka.
__ADS_1
Huo Qing, adalah satu Master Sekte Bintang Enam, Sekte Pedang Harmoni, satu sekte kecil yang letaknya di Daratan Timur Benua Silver. Pria usia lima puluh tahun itu, jauh-jauh datang dari Timur, khusus untuk menyaksikan pertarungan maha dahsyat antara dua Immortal di Benua Silver, bersama murid kesayangannya, Wang Qing-qing seorang gadis usia 15 tahun.
Dengan Kultivasi di tingkat Alam Tanpa Batas level tiga, Huo Qing bermaksud menambah wawasan dengan mengamati perdebatan pedang antar Immortal sehingga bisa memetik manfaat bagi perkembangan teknik pedangnya.
Wang Qing-qing sibuk memperbaiki tenda mereka agar air hujan yang menggenang di atas tenda, tidak tumpah dan meluap ke dalam tenda, membuat basah dudukan mereka.
Wang Qing-qing melihat satu anak muda, yang menyingkir dari curahan air hujan, dan menepi di sisi tenda Sekte Pedang Harmoni mereka. Wang Qing-qing menilai anak muda itu, yang terlihat sedikit aneh tapi seolah tidak peduli dengan baju basahnya.
Anak muda itu memiliki rambut dengan warna aneh, terlihat rapi dengan baju sepadana berwarna kelabu dari bahan sederhana. Raut wajahnya muda, mungkin sekitar 17 atau 18 tahun, dengan bahu lebar dan tubuh jangkung.
"Sayang sekali kultivasinya demikian rendah"
batin Wang Qing-qing.
"Dengan usia 17 tahun dan peringkat latihannya di ranah Alam Kondensasi Roh level satu.. dia tidak memiliki harapan bahkan untuk mengecapi tingkat Alam Spirit Agung sampai dia mati nanti" batin Wang Qing-qing merendahkan di dalam hati.
Namun tidak demikian adanya dengan Huo Qing. Master Sekte Pedang Harmoni itu. Huo Qing membuka matanya, tetap dalam posisi lotus berkultivasi lalu berkata pada Wang Qing-qing..
"Qing-qing..
Suruh anak muda itu masuk kedalam tenda. Biarkan dia menghangatkan tubuhnya di dalam tenda dengan kami.
tidak sopan rasanya membiarkan tamu yang kedinginan ketika hujan, dan membiarkan dia kedinginan diluar sana!" tith Huo Qing.
Wang Qing-qing tersentak, wajahnya memerah malu karena bersikap kasar dengan mengabaikan anak muda kedinginan itu.
Anak muda itu melihat dan mendengar semua percakapan itu. Lalu ketika dia diizinkan masuk menghangatkan tubuhnya, dengan sopan dia membungkuk dan memberi hormat pada Huo Qing..
"Yong-yong mengucapkan terima kasih pada tuan..
Kebaikan ini akan Yong-yong ingat di dalam hati"
Huo Qing terpana. Anak muda ini demikian muda dan memiliki sopan santun yang baik. Sayangnya dia tidak memiliki tulang yang bagus untuk menjadi seorang praktisi beladiri yang bermasa depan cemerlang. Jika saja dia sedikit memiliki kualitas tulang menengah untuk menjadi ahli bela diri, Huo Qing berniat mengajaknya untuk bergabung di Sekte Pedang Harmoni.
"Bagus !
Anak muda yang sopan"kata Huo Qing.
Bersambung
__ADS_1
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3