
...ARC 8.3. DEWA PEDANG BENUA SILVER...
Sima Yong menyelesaikan pelatihan dan pemahaman akan langkah keempat, lebih lama lagi dibanding langkah ke tiga. Tiga bulan tepatnya. Itu adalah waktu yang dia habiskan untuk memahami dua ratus dua puluh lima (225) gerakan pedang dan perubahannya, yang rumit serta selalu berputar hingga sudut 225 derajat.
Melewati bulan ketiga ketika Sima Yong menyelesaikan pelatihan langkah keempatnya, Pertapa Yamazaki Takejiro ketika itu membuka kedua matanya, tersenyum tipis dan berkata,
"Aku melihat teknik dan pemahamanmu akan Elemen Pedang Tak Berwujud semakin membaik. Tidak ada selembar daun yang bergoyang apa lagi tercabik" tangan Pertapa Yamazaki membuat gerakan seperti segel di dada. Dia melanjutkan kalimatnya..
"Selanjutnya, untuk pelatihan langkah kelima dari rangkaian Sembilan Langkah Pedang Tak Tertandingi ini, kamu dapat berlatih menggunakan benda ini"
Tiba-tiba di tangan Pertapa Yamazaki yang membentuk segel tadi muncul setangkai Bunga Lanhua Hutan, yang masih segar terlihat seperti baru saja di petik.
Bunga Lanhua (Anggrek) itu berwarna ungu gelap. lengkap dengan totol-totol berwarna terang, yang memiliki tangkai panjang sepanjang dua jengkal setengah. Dan anehnya, tangkai bunga itu terlihat lebih lemah dan rapuh.
Sebagaimana tangkai Kembang Anggrek pada umumnya, sudahlah pasti tangkainya Bunga Lanhua yang di sodorkan pertapa itu pasti loyo - lembek dan mudah patah.
Sima Yong berpikir, mungkin dalam sekali gerakan teknik pedang saja yang akan dia eksekusi, tangkai Bunga Lanhua itu akan patah, hancur berkeping-keping. Belum lagi kuntum demi kuntum bunga anggrek yang biasanya amatlah rapuh dan mudah lepas dari kumpulannya.
"I-ini.. apakah anda yakin untuk melatihku dalam teknik pedang menggunakan kembang Lanhua yang rapuh ini?" tanya Sima Yong meminta kepastian Pertapa Yamazaki. Mungkin sang pertapa salah memberi petunjuk batinnya.
Namun bukannya memperoleh jawaban memuaskan sesuai yang diharapkan, yang ada malahan Pertapa Yamazaki diam saja dan langsung memperagakan seratus delapan puluh gerakan pedang campur aduk, yang berputar-putar dengan perubahan yang rumit.
"Dengan 180 gerakan pedang ini, semua lawan yang menggunakan Teknik tinju atau seni beladiri tangan kosong jenis apapun di muka dunia ini, akan takluk dengan seratus delapan puluh gerakan pedang langkah ke lima ini" kata Pertapa Yamazaki.
Selepas dia memperagakan semua gerakan itu, sang pertapa menanyakan apakah dirinya harus mengulangi semua teknik dan gerakan langkah kelima karena makin tinggi tiap langkah, semakin rumit dan semakin sulit untuk di pahami.
SIma Yong dalam hal ini bersikap rendah hati dan tidak ingin melukai perasaa. sang pertapa. Kata nya..
"Meskipun aku memiliki ingatan yang sangat kuat, akan tetapi aku harus mengakui kalau Teknik gerakan dan perubahan Sembilan Langkah Pedang ini amatlah rumit.
Tolong Senior Pertapa Yamazaki mengulangi sekali lagi, agar aku betul-betul menghafal dan memahami semua perubahan seratus delapan puluh gerakan itu tanpa cela"
***
__ADS_1
Waktu berlalu seperti asap. SIma Yong juga melewati hari-hari pelatihan dengan cepat, tak merasakan waktu yang terus mengalir.
Saat ini Sima Yong telah mengakhiri pelatihan akan langkah kelima nya dengan waktu empat bulan.
Dengan prinsip kehati-hatian dan esensi dasar dari pemahaman Elemen Pedang Tak Berwujud, Sima Yong semakin dalam mengerti akan prinsip-prinsip langkah pedang tanpa wujud itu.
Meskipun pada awal-awal pelatihan, dia sering membuat koyak kuntum demi kuntum kembang Lanhua. Bahkan semua gerakan pedangnya membuat batang kembang Lanhua yang berair itu seringkali patah. Jika hal itu terjadi, maka kembang yang baru haruslah dia ganti, dimana Pertapa Yamazaki mengijinkannya keluar dari reruntuhan, dan mencari kembang Lanhua baru di tepi hutan.
Lama berlatih menggunakan setangkai kembang, kini semuanya berubah. Anak muda itu terlihat seperti seorang pria flamboyan yang menari menggunakan sekuntum kembang Lanhua segar di tangan kanannya.
Dia melakukan gerakan-gerakan pedang rumit yang meski terlihat biasa-biasa saja, namun sesungguhnya adalah teknik pamungkas dari semua teknik pedang yang pernah ada.
SIma Yong menghabiskan waktu lima bulan untuk menyelesaikan teknik langkah kelima ini.
Kembali Pertapa Yamazaki membuka mata dan terlihat puas. Pertapa Yamazaki lantas melanjutkan pengajaran dengan mengajarkan langkah keenam dari rangkaian sembilan langkah mematikan kepada Sima Yong.
"Langkah keenam adalah rangkaian teknik pedang aneh, yang berubah-ubah dan bervariasi dalam seratus tiga puluh lima (135) gerakan dan perubahan.
Tak lama kemudian Sima Yong terlihat mulai memperagakan teknik ke enam, dibawah pengawasan sang pertapa.
Sima Yong menghabiskan waktu selama empat bulan untuk menyelesaikan pelatihan langkah keenam yang khusus untuk melawan praktisi yang memiliki ranah kultivasi dua tingkat di atasnya - yang mana energi atau tenaga pertempurannya bersumber dari Dark Cultivation.
Meskipun telah memasuki langkah keenam yang makin rumit itu, Pertapa Yamazaki sama sekali tidak memberi ijin pada Sima Yong untuk berganti senjata dalam pelatihannya. Dia masih tetap diminta menggunakan setangkai kembang Lanhua.
Di sela-sela pelatihan itu, Sima Yong tak habis-habisnya memahami dan mempelajari Pedoman Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran, dan saat ini dirinya telah mencapai bottle neck di bidang kekuatan jiwa.
Langkah ketujuh adalah teknik pedang yang memiliki sembilan puluh (90) gerakan pedang beserta perubahannya, dimana teknik langkah ketujuh ini adalah teknik yang digunakan untuk melawan praktisi atau ahli bela diri yang menggunakan energi Qi atau memakai Hawa Murni tinggi dalam pertempuran. Umumnya batas toleransi yang dapat di lawan adalah maksimal dua tingkat ranah kultivasi diatas kultivasi pengguna.
Selanjutnya..
Langkah kedelapan adalah empat puluh lima (45) gerakan pedang beserta perubahannya, dengan perubahan yang semakin rumit dan berputar-putar.
"Langkah Pedang kedelapan ini akan menaklukkan seorang ahli yang menggunakan sihir, meski sekuat apapun keahlian dan peringkat kekuatan jiwanya" jelas Pertapa Yamazaki Takejiro.
__ADS_1
"Sihir adalah energi liar yang paling liar dari apapun, dan penggunaan sihir ini amatlah peka terhadap kebanyakan orang-orang.
Namun dengan menggunakan Langkah Pedang kedelapan, semua kemampuan energi sihir lawan untuk membuat ilusi pinjaman (ilusi pinjaman adalah tindakan manipulasi membuat ilusi sementara) untuk menjadi kenyataan itu - semua praktisi pengguna energi sihir itu akan bertekuk lutut dan tidak memiliki pengaruhnya sama sekali" pungkas Yamazaki Takejiro kala itu.
Meskipun telah mempelajari langkah kedelapan, Sima Yong tetap tidak diijinkan sang pertapa untuk menggunakan senjata yang baru.
"Pemahaman serta kemampuanmu untuk mengumpulkan sesuatu tidak berwujud menjadi seperti berwujud, masih sangat lemah.
Aku tidak berpikir kalau kamu telah siap untuk mempraktekkan Sembilan Langkah Pedang ini, tanpa menggunakan pedang sama sekali" katanya. Pertapa Yamazaki lantas melanjutkan nasihatnya, yang membuat Sima Yong menjadi lebih waspada dan mengurungkan niatnya untuk berlatih teknik ini tanpa menggunakan apa-apa.
***
"Langkah pedang kesembilan atau terakhir dari rangkaian Pedang Tak Berwujud ini, adalah langkah kematian" kata Pertapa Yamazaki.
"Apa maksud anda Senior Yamazaki?" tanya Sima Yong heran.
"Langkah terakhir dari rangkaian ini di sebut langkah kematian, karena gerakan pamungkas atau kehendak untuk mati bersama dengan lawan, yang betul-betul tak dapat dilawan" kata sang pertapa. Lanjutnya..
"Ketika nanti kamu dihadapkan dengan seseorang yang bahkan mungkin memiliki kultivasi menyerupai dewa-dewa atau para hakim-hakim dari istana istana Langit,
Langkah kesembilan ini dapat memicu kekuatan tak terduga yang membuat lawan kamu akan mati, namun dalam hal ini kamu juga akan mati bersamanya"
"Oleh karena itu aku menyarankan agar kamu tidak menggunakan langkah kesembilan ini, kecual benar-benar sudah tidak ada jalan keluar sama sekali. Dengan menggunakan teknik pamungkas ini, bahkan semua roh kamu akan lenyap dan tidak pernah bisa bereinkarnasi lagi selamanya.
Oleh karena itu sebisanya dan janganlah sampai kamu menggunakan langkah kesembilan ini" kata Pertapa Yamazaki, ketika itu dia melihat si anak muda bergidik ngeri.
Pertapa Yamazaki memperagakan gerakan Langkah ke sembilan yang hanya terdiri dari tiga gerakan dan tiga perubahan saja. Meskipun demikian, Sima Yong merasa bahwa mempelajari langkah kesembilan ini adalah yang paling sulit dan paling rumit dibanding semua langkah yang telah dipelajari.
Pertapa Yamazaki tetap tidak mengijinkan anak muda itu untuk mengganti senjata, atau menerapkan tangan kosong tanpa wujud pedang di dalam pelatihan langkah kesembilan itu.
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.
__ADS_1