Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Mantan Pembunuh Bayaran Beraksi Kembali


__ADS_3

  Malam itu juga Yu Mian bergegas meninggalkan Rumah hibur, Villa Galaxy. Sejak dini, ketika dia telah curi mendengar pembicaraan Mao Gang Xin dan 3 Penatua Klan iblis itu, Yu Mian langsung mengirimkan pemberitahuan melalui jimat komunikasi, kepada tiga orang praktisi yang lain, dengan status 'PENTING!"


   Setelah buru-buru meninggalkan rumah bordil itu, pada satu tempat yang sepi di jalan Kota Gerbang 1000 mimpi, Yu Mian menjejakkan kakinya, tubuhnya seperti kapas melayang indah lebih dari dua puluhan tombak, sekali hentak. Tak lama tubuh ringan itu terlihat melayang, terbang mengikuti angin di langit kota. Tubuhnya lenyap, menghilang seperti bayangan di dalam kegelapan malam, dengan gerakan indah ahli di ranah Sage.


   Tidak sampai sepebakaran hio lama penerbangannya, di depan mata telah terlihat suatu perbukitan kering, bebatuan cadas dengan debu gurun beterbangan, membuat siapapun enggan untuk berlama-lama di tempat itu. Sepertinya perbukitan itu merupakan rangkaian tanah kering, yang bersambungan dengan Gurun Terkutuk (Great Sun Dessert).


   Dari bukit-bukit kering berbatu-batu cadas kering itu, yang mana penuh bebatuan kering merupakan hamparan yang berjejer, sambung-menyambung dengan Gurun Terkutuk, nampak jelas tiga sosok manusia berdiri seperti hantu. Pakaian mereka berkibar kibar ditiup angin, diam tak bergerak.  Mereka terlihat menyerupai orang-orangan di ladang yang sengaja dipasang untuk mengusir burung-burung atau hewan pengganggu. 


   Akan tetapi anehnya, walaupun pakaian tiga orang-orang itu melambai, berkibar-kibar ditiup angin.. namun sama sekali tidak terdengar bunyi lembar-lembar kain berderu sebagaimana ketika pakaian berbunyi diterpa angin. Jika saja ada yang melihat mereka dalam, orang0-orangan itu seram sungguh rasanya, melihat kapakain yang melambai tanpa tanpa suara sama sekali.


   Siapapun akan berpikir bahwa 3 sosok tersebut setidaknya adalah jelmaan hantu penasaran. Sekonyong-konyong satu suara terdengar memecah sepi nya malam.


"Jadi kau telah datang ! 


   Tidak perlu lagi menyembunyikan diri" jelas nadanya mengandung ejekan.


   Menyusul kata-kata tadi, lalu muncul dari gelapnya malam satu sosok yang lain. Dengan suara yang terkikik sedikit mirip terdengar seperti suara hantu perempuan, sinar bulan menerangi wajahnya, sosok itu ternyata Yu Mian.


   Suara laki-laki yang tadi bersuara kembali berbicara.. kini terdengar sedikit genit seperti suara perempuan.


"Yu Mian, tolong tidak perlu lagi kau bercanda dengan permainan anak-anak itu !" kata Song Hui Yong. Lanjutnya sedikit merajuk..


"Tolong katakan dengan jelas. Apa maksud kau memanggil Kami bertiga berkumpul dengan status 'Penting?'


   Apakah ada informasi penting? Tolong jangan bercanda sekali ini saja.. 


   Kami juga memiliki misi mata-mata penting. Yah harus ku akui, meskipun belum ada satu informasi penting yang kami peroleh" kata Xong Hui Yong kesal.


"Sudah, sudah .. dia berani mengumpulkan kita semua, itu artinya ini penting!" Laki-laki lainnya yang memegang kipas di tangan yang dikenal sebagai Wei Park ikut menimpali. Katanya  lagi..


"Yu Mian, aku harap bahwa kau akan datang dengan berita gembira tentang keberadaan Master Bianfu Wang "


   Dengan gaya yang dibuat sedramatis mungkin, Yu Mian lalu beriwayat.


"Aku beruntung..


   Sepertinya ini petunjuk penting. Ketika bertugas menjadi pelacur di Rumah Bordil Villa Galaksi, hal penting telah ku dapatkan dari hasil mencuri dengar. Tahukah kamu? Ada pedang bernama sama, Pedang Sihir Es yang muncul di Selatan benua " kata Yu Mian  dengan hidung kembang kempis. 


   Tiga orang itu seketika menjadi kaget dan dengan serempak mereka berteriak


"Apa?" 


"Tolong ceritakan dengan jelas !" kata Ye Bing Qing.

__ADS_1


   Yu Mian berubah menjadi lebih serius. Dia berkisah.. 


"Ketika aku tadi menjalani pekerjaan mata-mata sebagai perempuan hiburan, ada 4 orang praktis klan iblis yang jadi tamuku. Salah satunya adalah Patriark Klan itu, Mao Gang Xin mengatakan bahwa di sebelah Selatan Benua..


   Pada suatu Negeri bernama Menhua, konon telah muncul satu Artefak Pedang tanpa tanding. Mereka menyebutnya Pedang Sihir Es.   Artefak ini akan di lelang oleh satu Lembaga Lelang ternama, di sana. Namanya Asosiasi Tuan Yong"


"Apa?" sekali lagi kejutan dan Yumian tersenyum penuh kemenangan.  


   Tiga orang itu bertambah rasa penasarannya.


"Pedang Sihir Es? 


   Asosiasi Tuan Yong?.. mengapa begitu kebetulan sekali? Nama pedang serta asosiasinya jelas mengarah kepada Master kita" kata Wei Park.


"Bukankah Pedang itu adalah Artefak Pedang sihir yang dihadiahkan Fei Ma? Makhluk legendaris Kuda Bersayap itu?" Kata Ye Bing Qing.. Lanjutnya..


"Aku ingat benar akan pedang itu. Kami sama-sama ke Danau Saitani Pari pada waktu yang lalu..


   Tak mungkin Master Yong meninggalkan pedang artefak itu secara gegabah.


   Ada yang tidak beres. Kita harus kesana menyelidiki nya" kata Bing Qing. 


   Song Hui Yong berpendapat, kika itu adalah artefak yang sama dengan yang dimiliki oleh Master Yong mereka,


   Pasti ini satu petunjuk, atau setidaknya dia, Master kita pernah berkunjung kesana dan meninggalkan artefak itu. Mungkin kita bisa menanyakan pada pemilik asosiasi, mengapa dia menamakan perusahaannya dengan nama master kami? Lalu kami akan menanyakan pula kemana master pergi selama ini?" wajah Song Hui Yong berubah menjadi sedikit keruh. Dia bingung memecahkan teka-teki ini.


"Konon lelang ini diselenggarakan secara eksklusif. Hanya Patriark- patriak serta Master- master Sekte ternama dari belahan Benua Silver ini yang diundang dalam pelelangan akbar itu.


   Kabarnya, dari kisah Mao Gang Xin, pemilik artefak Pedang Sihir Es itu adalah seorang Master Pedang yang diberi julukan Refiner Berjubah Kelabu."


"Hah ! Itu adalah julukan yang diberikan kepadanya. Refiner Jubah Kelabu" kaya Ye Bing Qing bersamaan dengan dua laki-laki lainnya.


   Kemudian, mereka terlibat pembicaraan seru, membahas tentang asal mula Artefak Pedang Sihir Es. Lantas arah pembicaraan berubah membahas kepandaian Fei Ma si Kuda Terbang dan Meirenyu - dua pengikut sang master, dahulu sekali ketika mereka terlibat dalam pertempuran melawan ahli samurai dari Benua Timur..


   Andai saja keempat orang itu tahu bahwa Fei Ma dan Meirenyu telah tiada mungkin mereka hanya akan bersedih ketika membincangkan masa lalu.


   Keputusan Pun diambil. Salah satu dari mereka akan mengunjungi klan iblis untuk mencuri undangan lelang dari Asosiasi Tuan Yong di Selatan. 


"Jika pergi ke Selatan, tentu saja kita perlu peta.."


"Ayo kita undi. Siapa yang pergi merampas undangan dari klan iblis, dan siapa yang akan mencari peta menuju Selatan !" kata Wei Park senang. Di saat-saat seperti itu, mereka teringat kembali dengan pekerjaan sebagai pembunuh bayaran yang menantang. Kadang menentukan undian seperti ini seru rasanya.


   Ye Bing Qing telah lama bergaul dengan tiga orang aneh itu, hingga setidak nya dia tidaklah terkejut dengan sikap mereka yang kadang berubah-ubah seperti itu. Yang pasti dia mencatat di dalam hati. Tiga mantan pembunuh bayaran itu amatlah loyak serta memuja SIma Yong, sahabatnya. Hati Ye Bing Qing terasa hangat ketika melihat mereka rela mengorbankan diri demi mencari tahu keberadaan Sima Yong.

__ADS_1


   Hasil undian memberi tugas pada Yumian untuk merampas Undangan dari Asosiasi Tuan Yong dari Selatan, Sedangkan Song Hui Yong akan mencari peta. 


******


   Malam itu satu bayangan yang bergerak cepat, lincah seperti gerakan cepat hantu. DIa mengenakan pakaian ringkas dalam warna yang gelap, yang melampirkan kain tipis di wajah, hingga penampakannya hanya terlihat sebatas mata saja.


   Sosok ringan itu, berdiri ringan tanpa suara di atas bubungan Klan iblis. Setelah puas dengan pengamatannya, dia melompat ringan ke tanah seperti dalam Teknik Melayang Burung Walet. Semua dalam diam, tanpa suara sama sekali.


   Sejak awal, memang dia telah menentukan, sebelah mana kamar patriark iblis itu, sehingga tidak terlalu lama, tahu-tahu dia berada di dalam kamar Patriark Klan iblis Mao Gang Xin, yang masih bersenang-senang di Villa Galaksi. 


   Di dalam kamar itu, Meirenyu membongkar barang demi barang, lemari sampai di laci Patriark Mo Gang Xin. Sepebakaran hio berlalu, apa yang dicari-carinya, undangan Asosiasi Lelang Tuan Yong ditemukan.


"Huh.. mau mencoba-coba keahlian mantan pembunuh bayaran ini? kamu tidak akan bisa menyembunyikan apapun dari padaku" dengus Yumian menghina.  


   Wajahnya yang terlihat gembira, Yumian lantas berbalik badan berniat untuk pergi. Akan tetapi sayang sekali. Bertepatan dengan itu, rupa-rupanya Mao Gang Xin baru juga tiba, acara hiburannya di rumah bordil selesai sudah.


   Mao Gang Xin terkejut. Satu sosok berbaju serba hitam, berada di kamarnya. Di tangannya memegang undangan pelelangan dari selatan. Pedang langsung berada dengan cepat di tangan kanannya.


"Siapa kau ! 


   Lancang benar.. sungguh berani masuk ke kamar dari Patriark Ras iblis.


   Sudah bosan hidup rupanya kau?" perasaan pusing dan mabuk Mao Gang Xin pudar dengan cepat. dengan cepat lantas dia merapalkan teknik pedang.


   Dari tinju yang terkepal, muncul 3 belati melengkung, membentuk cakar, masing-masing 3 cakar ditinju kanan dan kirinya. Dia menusuk ke arah perempuan berpakaian topeng itu.


"Cakar Tengkorak Putih !"


   Asap putih mengepul.. tengkorak bermunculan, membentuk satu cengkeraman berwarna putih, mengandung hawa sesat, hawa yang menjadi dasar kultivasi ras iblis - energi dari dunia bawah / Nether World. 


   Mao Gang Xin adalah seorang praktisi yang berada di Alam Pencerahan Suci peringkat akhir. Tentu saja dia berpikir bahwa pencuri rendah ini paling-paling memiliki kultivasi rendah, jauh di bawah kemampuannya. Hawa sesat penuh nafsu membunuh itu meluap..


"Biar aku hantar kau ke neraka secepatnya !"


-


   Cengkeraman putih, jari-jari kusam warna tengkorak tua menyelimuti perempuan berpakaian hitam itu. Akan tetapi, hanya suatu dengusan dingin yang terdengar sebagai balasan. Dengan berani perempuan itu mengulurkan tangan. Dua jari, telunjuk dan tengah terdengar mencicit menghadang cengkeraman tengkorak berlapis tiga belati.


Mao Gang Xin melongo. Dia tidak percaya dengan penglihatannya. 2 jari telunjuk itu kokoh, kuat lebih dari senjata apapun yang pernah dihadapi Mao Gang Xin. Perasaan nya mulai tidak enak.


"Celaka... ! setidak nya perempuan ini memiliki kultivasi Kuasi Alam Melintas Sage!"


Bersambung

__ADS_1


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3


__ADS_2