
Kembali di Arena Pertempuran.
Keributan itu terjadi, terlebih-lebih lagi pada para penonton yang telah memasang taruhan tinggi untuk memenangkan jago pedang - samurai berjubah hitam itu. Mereka berteriak mengelu-elukan sosok nya, memuji-muji keahliannya, lalu kemudian berama-ramai menghina Griffin yang terlempar membentuk kerangkeng besi.
"Bunuh saja dia. Mahluk tak berguna !"
"Hancurkan Griffin itu dengan sekali tebasan !"
"Yang kuat adalah pemenang, yang kalah adalah pecundang. Bunuh si pecundang!"
Di lain pihak, para penonton yang telah memasang taruhan dalam jumlah besar untuk kemenangan Griffin tentu saja menjadi marah dan kesal.
Jika pada awal awalnya mereka selalu mengelu-elukan sang Griffin, seketika semua terbalik seratus delapan puluh derajat. Kini mereka berbalik dan ikut-ikutan melecehkan dan menghujat Griffin yang tertunduk lesu di sudut kerangkeng.
"Dasar makhluk bodoh, tidak memiliki kekuatan sama sekali!"
"Percuma disebut makhluk surgawi, kenyataannya hanya seonggok daging tak berguna !"
"Kurang ajar, lemah sekali... tadinya aku berpikir bahwa dia adalah makhluk surgawi sehingga dia memiliki kekuatan lebih laksana para dewa Rupanya dia tidak lebih daripada sosok makhluk lemah. lebih baik samurai hitam itu membunuh dia !"
Di tengah-tengah riuh sorakan dan hujatan yang semakin membuat sang Griffin tertekan, dengan tertatih-tatih sang Griffin berusaha berdiri. Dia lantas mengibaskan sayapnya untuk membuat sabetan berhawa pedang.
Wush... hawa pedang terbentuk di sayap sang Griffin.
Sekonyong-konyong, arena tersebut meledak dalam kekuatan eksplosif.
Duar ! atap arena runtuh seketika. Seseorang sepertinya sengaja meledakkan arena kota dengan diam-diam. Hawa dan aura pedang jelas tersisa, mencuat dari reruntuhan atap arena.
Orang-orang lantas menjadi panik. Ini adalah ledakan yang amat besar sekali. Ketika itu langit-langit arena yang kokoh, berdiri sejak ratusan tahun lalu lalu dan konon dibuat dengan bahan khusus, meledak terkena aura pedang itu.
__ADS_1
Semua menjerit, ada yang tertimpa dan melolong pilu, bahkan ada yang mati seketika. Semua bergegas lari menyelamatkan diri dalam keadaan panik.
Pelan-pelan ketika debu reruntuhan itu pergi, dari arah mana lubang reruntuhan di langit-langit arena.. terlihat sosok seorang anak muda muncul melayang. Dia terlihat agung penuh wibawa. Anehnya, tangan kanannya memegang setangkai kembang yang tidak terlalu segar lai. Sedikit layu, namun dipegang seperti benda pusaka bagi dirinya.
Jika dicermati baik-baik, itu adalah Kembang Bunga Meihua (anggrek hutan). Satu aura yang menindas penuh dengan kekuatan sihir yang amat kuat lantas membuat semua orang berteriak keras-keras ketika mencoba lari, lalu mereka beramai-ramai jatuh tersungkur.
"Tolong.. !"
Ketika keadaan dalam kondisi kacau balau, terlebih ketika ketika penindasan terjadi dari aura anak muda yang baru muncul itu, seorang perempuan tua yang lebih pantas disebut nenek-nenek berkelebat dari dalam ruang tertutup arena kota. Dia terlihat sedikit bungkuk, dn jelas terlihat dua ekor panjang dan besar, menyembul dari balik tunik kuning yang dikenakannya.
Rupa-rupanya perempuan inilah yang disebut dengan nama Nio-nio kedua, sang nekomata yang sekian lama membenci dan memiliki dendam kepada anak muda Sima Yong. Dia membenci si anak muda, karena pada akhirnya informasi tak dapat dibendung lagi, siapa yang membunuh dua saudaranya, Raijuu dan Kaku dari kelompok Bijuu mereka.
Sebagaimana sifat dari Nekomata sang leluhur, yang ketika membenci dan dendam dengan seseorang yang mungkin telah mati, Nio-Nio kedua mencari siapa keluarga atau kerabat dari Sima Yong yang dibenci itu, untuk kematian Raijuu dan Kaku.
Mismaya serta Peci sang Griffin Lah yang dianggap sebagai keluarga dekat dari anak muda, yang pantas menerima hukuman atas dendam dan kebenciannya.
Kata nya dengan menantang..
"Bagus rupa-rupanya kau masih hidup.
Nio-nio kedua ini lantas menggerakkan ekornya yang besar dan sedari tadi keluar menyembul balik tunik panjangnya. Angin lalu berhembus, dan asap hitam timbul memenuhi ruangan.
Seketika itu secara dramatis muncul seratus mayat hidup, 100 banyak hidup, yang keluar dari kehampaan, mengambil tempat di samping Nio-nio kedua.
"Bunuh orang itu !" titah Nio-nio kedua.
Sudah barang tentu sebagai makhluk penghuni dunia bawah, dunia kegelapan yang bangki tdari neraka, kekuatan yang digunakan seratus zombie itu adalah kekuatan sihir gelap. Dengan percaya diri, mereka langsung mengepung dan menindas dan melempar serangan sihir ke arah si anak muda.
Wush... terkejut. Semua tindakan zombie seperti tindakan sia-sia kepada si anak muda.
Kenyataan di depan mata. Baru saja energi gelap penuh sihir m hidup itu mencoba menyelimuti si anak muda sekonyong-konyong, tanpa diduga sosok seratus mayat hidup itu berubah menjadi abu, manakala si anak muda melambaikan tangannya. Energi sihir berkekuatan Immortal melalap habis seratu mahluk zombie, tak ada yang tersisa.
__ADS_1
"Apa? Immortal?"
Nio-ni kedua terkejut bukan Alang kepalang. Dia tak menyangka bahwa anak muda adalah seorang Grand Master Sihir berkekuatan Immortal.
"Aku tak percaya. Aku menolak kenyataan ini!" desis sang Nekomata di penuhi suara kebencian.
Nio-nio kedua menolak kenyataan lawannya ahli immortal, dan dia mengeraskan hati. Sambil menggoyang ekor dan kedua kakinya mengeluarkan sihir bola api. Dia melompat menerkam si anak muda, menggunakan cakar kucing raksasa, berniat mati bersama si anak muda.
Sayang sekali. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Baru saja nenek tua sang nekomata itu melompat tinggi menerkam, tiba-tiba setangkai Kembang Meihua terjatuh di hadapannya wajah si nenek. Saat itu si anak muda melambaikan tangan yang memegang Kembang setengah layu itu.
Lalu... tanpa suara. Tanpa jeritan apalagi lolongan, tanpa apa-apa sesuatu yang menarik perhatian... semua orang yang ada di arena kota perdamaian itu terbelalak melihat Nio-nio kedua terbelah menjadi dua. Darah berhamburan kemana-mana, menciprat bahkan kepada penonton yang masih membungkuk menyembah sang immortal itu.
Itu adalah teknik pedang tingkat tinggi Teknik Pedang 9 Langkah Tiada Tanding, langkah pertama. Beruntung sekali bagi si nenek Nekomata itu. Anak muda belum menguasai level keempat dari elemen pedang tak berwujud sehingga dia masih membutuhkan katalisator berupa setangkai Kembang Meihua.
Jika saja dia telah menguasai level terakhir atau level keempat dari elemen Padang Tak Berwujud niscaya dengan hanya melambaikan tangan kosong saja, energi pedang itu akan langsung tercipta dari kehampaan, lalu menghabisi si ekomata awal-awal tadi.
Semua orang hanya melihat dan terdiam dalam rasa ngeri yang mendalam. Semua tak bisa melakukan apa-apa ketika anak muda itu membawa pergi Peri kecil yang tergantung di dalam kurungan burung, beserta Griffin yang kondisinya mengenaskan itu
Ketika si anak muda baru saja berada di penghujung
retakan di langit-langit Arena, sekonyong-konyong samurai hitam itu mengambil inisiatif dengan gegabah melompat dan menebaskan pedang panjangnya dalam niat membokong anak muda itu.
Sekali lagi kejadian aneh mengejutkan terjadi. Ketika itu secara tiba-tiba sekuntum bunga jatuh dari kehampaan. Lalu semua terbelalak ketika melihat pria bersamurai hitam panjang itu ikut-ikutan Nekomata terbelah menjadi dua.
Semua kejadian begitu tenang, tanpa suara tanpa jeritan dan tanpa terjadi apa-apa yang menarik perhatian. Semua orang di dalam arena hanya terdiam membisu melihat keahlian teknik pedang tiada tanding berbalut energi Immortal sihir yang menindas.
Ketika orang-orang itu pergi meninggalkan arena Kota Perdamaian, ketika tak ada seorang pun yang melihat kejadiannya... bunga bunga kembang Meihua berguguran dari langit. Lalu tak lama kemudian gedung arena kota perdamaian yang telah didirikan sejak dahulu kala itu runtuh menjadi debu tiada bersisa sama sekali.
Tidak ada yang pernah menyangka atau menebak, siapa jagoan yang bertindak demikian. Akan tetapi kabar berita terdengar bahwa ada sisa-sisa kembang Meihua di reruntuhan area, yang mana dikait-kaitkan dengan si anak muda yang memiliki kemampuan pedang tanpa tertandingi. Namanya adalah Sima Yong.
__ADS_1
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3