Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Pedang Matahari Mengamuk


__ADS_3


Nangong Rong berubah wajahnya menjadi buruk. Keangkuhannya sebagai selama ini yang di agung-agungkan, sebagai Dewa Pedang Benus Silver - dunia fana yang tidak dia pandang sama sekali, ternyata saat ini ada sosok lainnya yang tidak kalah kutanya - Immortal.


Ini adalah hal yang tidak dapat ditoleransi. Si anak muda, Immortal yang satunya, bahkan mampu mendesak dia dengan serangan Elemen Pedang Tanpa Wujud. Itu bahkan baru langkah kedua dari rangkaian Seni Pedang 9 Langkah Pedang Tanpa Tanding.


   Dari kejauhan, jarak terpisah antara wujud raksasa dua Immorta itu, Nangong Rong meraung, meradang, mengamuk mencaci anak muda itu dalam kutukan.


"Kamu hanya satu manusia dunia Fana yang rendah.


   Kamu bahkan tidak pernah mengecapi derasnya arus aliran Qi surgawi dari Wonderland kami.


   Berani-beraninya kamu menunjukkan kejumawaan mu di hadapanku. Putra Langit yang diberkati dari Dunia Wonderland penuh keajaiban itu.


   Kamu bahkan belum melihat keajaiban-keajaiban asing dan ahli-ahli tiada terkira di Dunia wonderland kami... Sekarang aku tunjukkan siapa sesungguh Putra yang diberkati Langit" maki Nangong Rong. Wajahnya berubah menjadi serius.


Yong-yong anak muda itu, kini berubah semakin serius. Dia tahu, pada akhirnya Ang Immortal ini akan mengeluarkan semua keahliannya. Keahlian seorang Immortal dari Domain Wonderland yang legendaris itu.


   Pedang Immortal Api - Pedang Matahari itu di acungkan Nangong Rong tinggi-tinggi lurus ke arah Langit. Lalu dengan suara yang terdengar agung, dia mengeluarkan suara memerintah, terdengar memiliki kekuatan mutlak tak terbantahkan..


"Dengan kekuatan Pedang Matahari,


   Dengan semua berkat-berkat yang dianugerahkan Langit..


   Aku Nangong Rong Putra kecintaan Domain Wonderland, memerintah Matahari untuk menghancurkan makhluk fana di hadapanku ini..."


   Suara Nangong Rong itu memecah dunia. Belahan Selatan, Timur, Tengah dan Barat Benua Silver menyaksikan di langit, tindakan Nangong Rong, Sang Immortal setengah Dewa mengamuk. 


   Bahkan di Selatan Benua Penyaringan Dewa, benua yang tersingkap jalan-jalan berupa hamparan padang dan gunung berbatu-batu, yang terbuka lebar membuat dua benua dan dua dunia ini menyatu.. Semua orang menjadi panik, mendongak ke langit menyaksikan murka sang Immortal Nangong Rong.


"Satu Immortal mengamuk...!"


"Seperti nya dia akan melepaskan kekuatan tak terduga !"


"Bahaya !... kemana kita akan bersembunyi?"


   Panik melanda dunia, gempar terdengar di sana sini. Banyak yang menjadi tawar hati lalu mencoba bersembunyi, takut akan amukan Sang Immortal.


   Wajah Nangong Rong terlihat jelas di langit, ketika dia dengan agung berseru..


"Dengan kekuasaan sebagai Putra Langit yang terberkati dari Domain Wonderland, aku memerintah mu wajai Matahari, berikan semua kekuatan mu, berkorbanlah bagi Pedang Immortal Api ini"

__ADS_1


(kedepannya author akan menyebutnya Pedang Matahari)


Wush.. Keajaiban terjadi. Aura kengerian melanda dunia.


   Ngeri terdengar suara Nangong Rong. Semua orang terasa tercekat, susah bernafas, melongo dan tidak percaya ketika melihat dunia dengan cepat berubah.


   Matahari seketika memudar, pelan-pelan bersinar dalam nyala yang mulai suram. Semua tanaman pelan pelan terlihat menjadi menguning dan tidak lama lagi akan mati...


   Sementara itu, semua menyaksikan dengan mata terbelalak, ada jutaan energi, yang berkumpul menjadi satu energi yang besar - teramat besar yang belum pernah dilihat siapapun, semua berlari cepat, diserap ujung Pedang Matahari di tangan Nangong Rong.


   Dunia ketika itu menjadi suram. Matahari terlihat menjadi tua, lelah seperti sebentar lagi akan padam. Makhluk hidup terlihat lelah. Daun-daun segala tumbuhan mulai memudar, berubah menjadi kuning. Semua orang merasa energi mereka tersedot pelan-pelan, merasa loyo dan tidak bersemangat.


"Nangong Rong ini sudah gila !" pucat wajah Baron Wei


"Aku tak menyangka kalau dia mengetahui misteri di balik kekuatan Pedang Matahari itu.


   Dia bahkan memerintah Matahari dan semua makhluk hidup untuk memberikan energi mereka pada pedang itu" Mata Baron Wei terbelalak antara terkejut, juga marah. Dia sangat marah melihat tindakan Nangong Rong menyerap kekuatan Matahari dan seisi dunia.


   Kaget dan keributan, tentu saja juga terjadi di antara semua penonton duel di Padang Gurun Terkutuk. Semua orang pelan pelan melihat kondisi mereka,


"A-apa yang terjadi.. M-mengapa aku mulai menua?"


"A-ku tak dapat berjalan normal!" semua orang kacau dan terkejut dengan perubahan itu.


 


 Sepuluh Sage itu mendekati Baron Wei. Dengan wajah pucat, semua meminta penjelasan Elf tua itu..


"Tuanku.. apakah gerangan yang terjadi?" tanya Fenying sopan.


   Baron Wei hanya diam. Matanya tak lepas dari kejadian di langit, ketika dua Immortal itu mulai saling menyerang lagi. 


"Nangong Rong..


   Makhluk mengerikan itu berniat menghancurkan dunia. Dia akan membuat Benua Silver ini tak bersisa, menjadi tanah kering tak ada kehidupan.


   Pedang Matahari di tangannya telah memulai pemusnahan itu !"


   Pucat wajah Fenying dan 9 Sage lainnya. Bukannya tidak paham akan situasi yang terjadi, ketika matahari mulai berubah warna menjadi jingga, seperti lelah dalam warna ketika akan memasuki peraduannya ketika energi raksasa masuk ke Pedang Matahari di tangan Nangong Rong Tapi mereka butuh penjelasan seorang yang telah lama hidup, seorang yang berpengalaman dengan kisah-kisah dunia.


"Apa maksud anda Tuanku" tanya Fenying pucat.

__ADS_1


   Dengan suram Baron Wei menjelaskan


"Nangong Rong.. manusia sombong itu telah membangunkan roh di dalam Pedang Matahari, memaksa roh itu untuk menyerap semua kekuatan dunia, untuk berperang melawan anak muda itu"


Blam !"


   Pucat. Semua menjadi pucat. Diam tak dapat berkata-kata lagi. Hening sebentar...


"Jadi.. apakah dunia kami ini, Benua Silver ini akan lenyap bersama semua penghuninya?


   Tidak adakah jalan keluarnya?" Fenying bertanya dengan suara bergetar.


"Pedang Sihir Es ini (selanjutnya Pedang Rembulan) ini salah satu yang dapat menyaingi kekuatan Pedang Matahari itu, selain Pedang Bintang" jawab Baron Wei muram.


"K-kalau begitu, mengapa tidak memberikan Pedang Rembulan itu untuk dipakai anak muda itu berperang?" tanya Ye Bing Qing.


   Baron Wei menatap 10 Sage itu dengan wajah kelam..


"Siapakah di antara kami ini yang dapat pergi mendekati dua Immortal yang tengah bertempur itu?


   Tahukan kamu? kekuatan yang mereka gunakan itu bahkan dapat membuat bintang-bintang menangis? Itu bukan kekuatan yang dapat kami semua hadapi.


   BAru setengah jalan menuju ketinggian dimana dua Immortal itu bertarung, kita sudah akan menjadi debu, terpanggang kekuatan dahsyat tiada terkira !"


   Semua terkesiap. "Sedemikian hebatkah kekuatan seorang Immortal?" tanya Ye Bing Qing dengan wajah kusut


   Baron Wei tidak menjawab. Dia hanya memalingkan wajahnya, kini serius menatap ke langit, yang semakin lama semakin redup seiring sinar matahari yang semakin lelah Dua Immortal itu belum juga selesai dengan duel mereka.


   Setelah menyerap semua energi dari Matahari dan makhluk dunia,Nangong Rong tertawa penuh kemenangan. Diiringi suara yang terdengar seperti kidung-kidung pujian Nangong Rong berbicara..


"Hancurkan dia, musuh sang kesayangan Langit !"


   Pedang Matahari menggores langit, kekuatan maha dahsyat membawa aura kekuatan menakutkan dalam bentuk cahaya silau seperti matahari pagi - indah tapi mengerikan melesat pergi menuju anak muda yang terlihat memucat itu.


   Anak muda itu membentuk segel, mengeluarkan banyak rune dan simbol-simbol aneh yang menimbulkan jutaan Kembang Mei hua berbentuk pedang raksasa, besar sangat besar sekali..


"Langkah kedelapan Pedang Tak Berwujud Tanpa Tanding !"


   Ini adalah langkah kedelapan dari rangkaian Seni Pedang Tak Berwujud Tiada Tanding. Teknik yang mengandung empat puluh lima gerakan perubahan berubah-ubah, langkah yang khusus diciptakan untuk melawan ahli yang menggunakan kekuatan sihir.


Bersambung

__ADS_1


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3


__ADS_2