Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Hutan Bisikan Mimpi


__ADS_3

Hutan Bisikan Mimpi terletak di sudut terujung Realm Magical Beast, dekat dengan Bukit Sihl, tempat di mana Sima Yong akan pergi.


Hutan itu adalah suatu tempat angker, penuh cerita-cerita mistis, yang sejak dahulu kala banyak sekali jebakan-jebakan dan sihir-sihir hitam, yang dibuat dalam bentuk mimpi. Ilusi ilusi ini telah lama menjadi momok yang mengerikan bagi banyak penghuni Realm Magical Beast.


Tempat itu juga selain sebagai sumber ketakutan dari orang-orang yang berada di Realm mahluk ajaib ini, kabar berita nya ada terdapat banyak sekali peninggalan- peninggalan warisan Klan Kuno, Bangau Berkaki Satu.


Dari cerita yang beredar, konon issue nya, ketika seseorang berani dan masuk atau coba-coba melintas di Hutan Bisikan Mimpi, sosok itu tidak akan pernah keluar lagi dan kisah nya akan menjadi terlupakan.


Tak pernah satu saksi pun yang pernah lolos, dan bercerita tentang hutan mitos itu, karena diperkirakan semua pelintas itu, pasti terkurung di dalam mimpi tak berakhir, lalu kemudian mati tanpa jejak di dalam hutan tersebut.


Kabar angin berhembus, cerita-cerita tua tua seperti kisah kisah dongeng atau hikayat dan mitos mengenai Hutan Bisikan Mimpi itu dihuni oleh seorang perempuan yang bernama panggilan Nyonya kelima.


Mengapa dia sampai disebutnya kelima? Hal yang paling masuk akal dari semua keterangan tua-tua adala... perempuan ini adalah keturunan dari kelompok Bijuu yaitu makhluk-makhluk yang memiliki ekor lebih dari satu.


Katanya Nyonya kelima ini adalah jelmaan dari Hokou yaitu Bijuu berwujud anjing yang memiliki 5 ekor bercabang.


Sebagai keturunan Hokou dari Bijuu anjing yang berasal dari Benua Timur, Nyonya kelima ini memiliki kemampuan tempur yang sakti seperti dewa. Dia seorang ahli yang menguasai Chakra angin atau elemen angin.


Nyonya kelima ini selalu bercita-cita dan bermimpi untuk memiliki empat Cakra lainnya sesuai dengan jumlah ekornya. Dia sangat mendambakan keahlian menguasai chakra seperti Cakra api, Cakra petir dan lain sebagainya.


Dia memiliki keinginan tulus menurutnya, yang berniat untuk menyerupai dari leluhurnya bijuu ekor 5 yang telah kehilangan kemampuan menguasai Chakra semenjak perang 9 Dewa di Benua Timur sana.


Namun itu hanyalah kisah lama yang tak dapat diulangi lagi. Akan tetapi beritanya, pada masa kejayaan Hokou itu, ketika mereka menggunakan kekuatan penguasaan elemen atau salah satu Cakranya... Hokou selalu menimbulkan bencana alam dan ketakutan di mana-mana.


Mewarisi garis darah Hokou, Nyonya ke-5 ini juga memiliki kemampuan sihir memikat. Dia dapat membuat sihir dan jebakan ilusi, bagi siapapun yang memasuki Hutan Bisikan Mimpi.


Hari ini adalah hari yang cerah. Ini adalah hari yang membangkitkan semangat. Burung-burung terbang di sisi hutan, tak berani dekat-dekat dengan bagian yang terlihat suram.

__ADS_1


Pagi cerah itu, Hutan Bisikan Mimpi di buat terguncang dengan kedatangan seorang laki-laki muda, penuh kekuatan gegap gempita.


Pria muda yang dengan kekuatan sihirnya, lantas menghancurkan dan merusak semua ilusi yang telah dipasang Nyonya kelima sebagai jebakan untuk memerangkap siapapun yang mencoba memasuki area kekuasaan nya.


Tentu saja mendengar keributan suara ilusi-ilusi sihir, serta jeritan hantu-hantu penasaran yang dipasang oleh sang nyonya, mau tidak mau Nyonya ke-5 ini keluar dari istana hitamnya, dengan perasaan tidak terima dengan perbuatan si anak muda.


Dia muncul dari tempat persembunyiannya itu adalah suatu istana hitam yang di bangun dari kekuatan ilusi sihir. Hokou perempuan itu meracau seperti anjing menggonggong dan mulai mencaci si anak muda.


"Kamu adalah si anak busuk...


Siapa dirimu itu? berani-beraninya mengganggu ketentraman dari seorang Hokou berekor 5 ini.


Kamu anak ingusan, tidak tahu apa-apa dan sedang merayu kematian mu" caci si nyonya.


Dalam Angkara murka nya.. nyonya ke-5 meniupkan angin dari mulutnya, mengeluarkan kemampuan chakra angin. Seketika itu juga badai angin dahsyat muncul dari ketiadaan.


Akan sungguh kaget alang kepalang, nyonya kelima yang telah menganggap dirinya ratu di hutan belantara ini, dibuat terkejut ketika si anak muda berbalik melakukan hal serupa.


Dia melambaikan tangannya, lalu Cakra angin berupa angin ****** beliung, meluap brutal menghadang dan memblokir semua efek pedang dari Chakra angin yang dilepaskan oleh nyonya ke-5.


Keadaan seketika menjadi sepi, ketika bentrokan itu ibarat nya pedang yang panjang sekali, membabat habis pohon-pohon Yang Liu, bahkan banyak pohon Oak, lebih dari seperempat isi hutan.


Ini adalah hal yang tidak terbayangkan sang nyonya. Dalam pemikirannya, teknik penguasaan Chakra seperti ini, hanya kepunyaan orang-orang Benua Timur.


"Siapa kamu !" kata Nyonya kelima.


"Dari mana kamu mendapat pengetahuan tentang Cakra menguasai angin seperti itu?..

__ADS_1


Itu adalah teknik kuno, pemahaman chakra elemen elemen dunia yang hanya boleh diketahui ahli ahli Benua Timur" kata si nyonya menuduh.


Dengan dingin setengah mencibir si anak muda menjawab "Jangan kau kira bahwa satu-satunya di dunia ini yang menguasai Cakra adalah dirimu dan kelompokmu saja..


Pergilah ke pelosok-pelosok dunia. Ada banyak orang lain diluar sana bahkan di benua benua lain di luar benua silver ini yang memiliki pengetahuan dan kemampuan mengendalikan Cakra beberapa elemen.


Ketika kamu pergi berkelana .. disana kesombongan mu sebagai nyonya besar di Hutan Bisikan Mimpi ini hanya sebuah lelucon saja" kata si anak muda.


Nyonya kelima seketika dilanda rasa tersinggung yang mendalam. Mulutnya terlihat seperti menarik nafas dalam-dalam, dia merencanakan membunuh si anak muda dengan satu semburan chakra angin level sepuluh.


Seperti tidak peduli dengan tindakan si nyonya, anak muda itu melanjutkan kata katanya.


"Saat ini aku berkata kepadamu. Masa kejayaan mu dan sinar bintang terang kelompok kelompok Bijuu kalian, makhluk berekor lebih daripada 2 itu telah selesai!"


Begitu si anak muda selesai berkata-kata, tangan kanannya yang sejak awal-awal selalu memegang setangkai kembang Meihua terlihat melambai


Lalu nyonya l kelima sang Hokou berekor lima itu, hanya bisa menatap dengan pandangan yang kabur. Ketika itu satu kembang Meihua terjatuh di hadapannya, lalu tanpa bunyi dentuman layaknya pertempuran tingkat tinggi... Kembang Meihua itu membelah tubuh nyonya. Dia termutilasi menjadi dua bagian. Darah berceceran menggenangi tepian hutan.


Lalu... Hutan bisikan mimpi kembali menjadi sepi akan tetapi terdapat aura yang kini berbeda.


Tidak lagi ada ilusi ilusi jahat yang membius dan menyebab jebakan, tidak ada lagi aura aura negatif, dan tidak ada lagi gangguan hantu penasaran yang mengerikan. Yang tersisa dan tampak akan tetapi hanyalah hutan penuh pohon Yang Liu yang indah bergoyang seperti penari.


Sejak saat itu legenda tentang Hokou atau anjing berekor 5 atau nyonya kelima penguasa Hutan Bisikan Mimpi, hilang dan lenyap keberadaan nya.


Bahkan puluhan puluhan tahun kemudian orang-orang sama sekali melupakan bahwa di hutan ini pernah tinggal makhluk mengerikan keturunan Hokou yang sering menjebak dan membunuh siapapun.


Bersambung

__ADS_1


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3


__ADS_2