Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Perang di Mulai


__ADS_3


  Angin gurun berhembus dingin mengikis kulit, membuat semua orang menggertakkan gigi dalam rasa dingin. Sementara di atas sana, sesekali awan tebal menutupi rembulan sehingga suasana di Great Sun atau Gurun Terkutuk semakin mencekam dalam hawa saling membunuh yang tebal.


Saat itu ribuan orang berdiri himpit-himpitan membentuk koloni di bagian utara, barat, timur - semua terdiam dalam perasaan anatara kagun atau bergidik, menyaksikan pertempuran berdarah antara dua ahli sihir, Magus Timur Bai Chan Cheng melawan Sastrawan Cantik bernama Meirenyu. Jelas perempuan bernama Meirwnyu itu unggul dengan senjata Artefak kunonya.


   Kala itu, setelah menebas kepala BAi Chan Cheng, perempuan cantik berbalut busana yang terlihat compang-camping itu, kini berdiri seorang diri di tengah arena tempur, sambil memperdengarkan suara terkikik membelah malam. Dia terlihat seperti iblis betina, dengan suara magisnya seolah kian mempertebal hawa permusuhan dan nafsu untuk saling membantai diantara kelompok-kelompok orang empat wilayah Benua Silver.


Tatkala orang-orang tengah masih belum dapat melupakan atraksi pertempuran sihir tadi, sekonyong-konyong satu sosok bertudung gelap, yang menyembunyikan wajahnya dalam-dalam melompat ke tengah-tengah arena sambil menunjuk ke arah sastrawan Meirenyu. Dia adalah praktisi dari kelompok negri barat. Katanya lantang..


"Lihatalah ! Nyata benar dan semua nya kini menjadi terang !" matanya nayalang dari jari telunjuknya terarah ke Sastrawan Meirenyu..


"Kalian orang-orang utara terbukti sudah adalah penyihir pengendali musik sesat berirama mematikan itu" nama orang itu adalah Mao Jingyi. 


   Mao Jingyi merupakan seorang ahli beladiri dengan berlatih kultivasi gelap di jalur iblis, dia memiliki ranah kultivasi Saint Level delapan. Mao Jingyi adalahketurunan ras iblis dan berasal dari WIlayah Barat. Sambungnya lantang dalam nada provokasi..


"Mereka orang-orang sesat dari utara itu, sudah pasti yang membunuh Putra Mahkota Kekaisaran Haiyang Timur - Zhao Sagung" nada suaranya kini benar-benar penuh tuduhan yang membuat kelompok ahli dari utara mengerutkan kening, tanda tak terima. Namun reaksi banyak orang adalah sesuai yang di harapkan si provokator.


Blam !


   Tuduhan Mao Jingyi ini terasa ibarat minyak yang di siram ke dalam bara api. Membuat api amarah yang sedianya akan padam di hati orang-orang wilayah timur, seketika membara, menyala dalam keinginan membunuh yang pekat.


   Tajamnya lidah memang terkadang lebih tajam daripada pedang bermata dua. Dari lidah keluar kata-kata baik maupun kata-kata buruk. Dan fitnah yang dirangkai kelompok barat itu memang amatlah keji. (jika kamu membaca kisah sebelumnya pada bab-bab tentang awal-awal kekacauan di Benua Silver, tentu kamu akan tahu siapa yang membunuh Pangeran Zhao Sagung kala itu)


Tsingg !


   Seketika mendengar tuduhan Mao Jingyi tadi, langit di Gurun Terkutuk Great Sun Desert bagian timur pecah dengan bunyi senjata tajam yang di hunus, teracung tinggi-tinggi, siap-siap meledak dalam peperangan.


Melihat kelompok dari timur menghunus senjata mereka, semua praktisi dari sisi utara tidak mau kalah cepat. Diiringi yel-yel berisi sajak menghormati dan bela  wilayah negri-negri utara, semua ahli-ahli itu mencabut senjata tajam, yang bunyinya makin membuat Gurun Terkutuk semakin tebal dengan hawa pembunuhan.


Tsingg !


"Aku akan membunuhmu !" seram terdengar suara Dong Bai Raja Pedang dari Timur.


"Kalian bahkan berhutang penjelasan tentang keberadaan Jenius nomor satu dari Klan Vermillion Timur kami.

__ADS_1


   Katakan dimana kalian sembunyikan puteri Fan Beauty?" ancam Dong Bai dari sisi kelompok timur.


Sorak-sorai pecah membahana diantara dua sisi di Gurun Terkutuk. Sisi Utara dan sisi Timur. Namun tak ada yang memperhatikan, ketika ahli-ahli di sisi Barat, mengulum senyum lebar melihat pertikanan yang akan pecah.


"Bairakan orang-orang bodoh itu saling membantai. Kami Kln iblis barat, kemudian akan memetik keuntungan dan kemenangan dari pertikaian orang-orang bodoh itu" Mao Lao Gui berbisik menggunakanntrans misi kepada semua ahli-ahli di sisi barat.


Bunuh !


Bantai !


   Baru saja tentara dan pasukan ahli-ahli negeri timur akan maju dan bentrok dengan kelompok wilayah utara, sebuah suara tinggi terdengar memecah kesunyian. Suara itu demikian merdu, di penuhi dengan aura sihir pemikat jiwa. Katanya..


"Tahan !" sura merdu menyela dan membungkam keributan itu.


" Dengarkan baik-baik. Aku adalah salah satu saksi hidup, ketika dahulu sekali terjadi invasi oleh ahli-ahli klan iblis dari barat sana" 


   Suara itu demikian merdu, mirip suara seruling yang ditiup ahli. Nada bicaranya teratur bergelombang menyerupai gulungan ombak pelan di bibir pantai. Membius, diselimuti kekuatan sihir jiwa, melenakan pendengarnya. Menyusul sosok cantik nya muncul di tengah-tengah arena.


"Perempuan lagi !. Di utara sana banyak sekali betina-betina iblis namun lihai" caci Mao Lao Gui di dalam hati. Iblis tua dari barat itu kesal melihat orang yang menyela, membuat bentrokan pihak timur dan utara terhenti.


   Perempuan yang mengaku bernama Lin Hong itu lalu bertutur keras-keras. Suaranya yang memikat, di balut dengan energi sihir membuat semua orang berhenti untuk memulai pertempuran, lalu perempuan itu berkisah, katanya seperti demikian.


   Lin Hong itu bersaksi, kemunculan ahli-ahli beladiri dari barat dipimpin seorang praktisi berperingkat tinggi untuk saat itu, bernama Mao Jianheeng. Mao Jianheeng ini menyerang ahli-ahli dari Tujuh Klan ternama Kekaisaran Great Yin mereka.


   Dan satu hal yang menjadi catatan penting Lin Hong adalah, seorang praktisi pemain alat musik Guzheng bernama Mao Jianheeng. Mao Jianheeng asalnya dari Klan iblis di wilayah barat, yang kala itu memainkan suatu teknik magis yang dikenal sebagai Musik Kematian, yang telah lama punah.. Yang membantai banyak sekali ahli-ahli wilayah utara di Padang Es Abadi di Kota Azalea.


Menurut Lin Hong, bahkan semua hali-ahli di utara sana, juga baru sekali itu mendengar musik aneh pemusnah jiwa itu. Mereka mengetahui adanya teknik pemikat jiwa bernama musik kematoan, juga dari pemainan musik Mao Jianheeng.


   Kemudian dengan suara yang sangat keras, terdengar dingin penuh ejekan, gadis bernama Lin Hong itu berkata,


"Aku menjadi bertanya-tanya. Apakah Ahli-ahli Klan iblis di barat sana telah lupa ingatan?


   Teknik permainan musik kematian ini bukan hanya monopoli ahli-ahli dari utara kami" suaranya terdengar mulai menyudutkan Klan iblis barat. 


   Dengan lagak dramatis gadis itu lantas memutar tubuhnya dan berbalik memandang ahli-ahli barat yang sebagian terdiri dari Klan iblis. Jari telunjuk nya terarah ke Klan iblis barat dan berkata,

__ADS_1


"Dengan demikian, aku merasa jika sudah sepatutnya kalian dari pihak Kekaisaran Haiyang Timur juga menaruh kecurigaan kepada mereka sana !" wajah Lin Hong tampak mencibir. Lanjutnya...


"Dan aku menjadi terlebih lagi merasa heran. Mengaoa selama ini, semua kelompok Klan iblis dari barat itu, mereka telalu antusias menyerang kami orang utara, dengan melempar tuduhan tanpa bukti, dan menggiring pendapat agar kejadian pembantaian Pangeran Zhao Sagung itu tersangka utama jatuh kepada kamiorang-orang utara...


   Aku kembali bertanya-tanya akan teori-teori lama yang menyebutkan. Ketika seseorang demikian bertubi-tubi menuduh orang lain, biasanya si penuduh itu menyembunyikan suatu rahasia akan perbuatan kotornya, agar masyarakat banyak menjadi percaya dengan semua omong kosongnya !" pungkas Lin Hong dengan suara merdu namun tajam seperti pedang bermata dua.


   Kontan saja semua di Gurun Terkutuk itu menjadi geger seketika. Orang-orang ramai berdiskusi dan mulai menjadi goyah keyakinannya. Bahkan Raja Pedang Timur Dong Bai memandang ke arah barat, tempat para praktisi barat dan Klan iblis berkumpul. Sinar matanya seolah-olah mempertanyakan kebenaran hal itu kepada Mao Lao Gui, sesepuh Klan ibis sang Raja Pedang Barat.


   Mao Lao Gui lantas memberi kode tertentu kepada Mao Jingyi. Seketika Mao Jingyi - praktisi Klan iblis barat itu membentak dengan suara penuh energi gelap..


"Tutup mulutmu perempuan hina. Kalian adalah tertuduh utama, namun kalian bertindak seolah-olah ingin melibatkan kami di dalam insiden berdarah itu" maki Mao Jingyi mengancam.


   Namun perempuan utara bernama Lin Hong itu hanya mendengus dingin dan berkata,


"Bukankah didalam hal ini, bukan hanya kami di utara sana yang memiliki kemampuan mempraktekkan musik jiwa kematian itu? 


   Nyata dan terbukti kalau kalian Klan iblis juga memiliki ahli yang menguasai teknik itu" suara Lin Hong terdengar menghina.


Suiitt !


   Seketika terdengar suara mencicit energi pedang dan melesat, terbang cepat menuju Lin Hong. Terlihat tiga kilatan pedang pendek yang mengunci kepala, leher dan dada perempuan utara itu. Semua orang terbelalak melihat kecepatan tiga pedang pendek yang diluncurkan Mao Jingyi. Semua berpikir perempuan utara itu pasti mati di tempat.


   Namun kejadian tak terduga kembali terlihat. Perempuan bernama Lin Hong itu hanya tertawa seperti iblis betina. Tangannya melempar suatu benda seperti slip giok, yang kemudian meledak meninggalkan jejak asap putih tebal, yang membuat tiga pedang pendek yang ditembakkan Mao Jingyi, lolos mengenai tempat kosong.


"Perempuan itu menghilang !"


"Teknik kegelapan!"


"Sihir.. semua ahli-ahli utara sana memiliki sihir !"


   Mao Jingyi sendiri terlihat kebingungan ketika serangan tiga pedang pendeknya hanya menembus jejak kabut awan. Dia baru saja akan berbalik badannya, ketika itu orang-orang menjerit tertahan. Samar-samar Mao Jingyi melihat berkas sinar berwarna jingga, meledak dalam kegelapan membuat Padang Gurun Terkutuk berubah warna seperti langit senja, namun juga berkilauan seperti kristal es.


   Suara bentakan terdengar dari belakang Mao Jingyi. Terdengar halus, lembut dan membius penuh kekuatan sihir - walaupun demikian entah mengapa bulu kuduk Mao Jingyi seketika berdiri seperti dilanda rasa ngeri..


"Energi Es Pedang Jingga !"

__ADS_1


Bersambung


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.


__ADS_2