Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Empat Klan Mata Angin Dunia


__ADS_3

  Malam di Gurun Walapra terlihat seperti hamparan jubah panjang gelap yang tercelup dalam tinta, melambai-lambai begitu kelam dan membisu. Tampak rembulan dalam warna kebiruan berbintik-bintik, sesekali mengedipkan cahaya berwarna pucat menakutkan ke bentangan tebal butir-butir salju aneh yang menakutkan, membuat pasir terlihat seperti permadani mutiara ganjil - sementara itu secara kasat mata ada sekelompok sosok orang-orang kelihatan dalam posisi tersungkur, sujud menyembah dalam rasa gentar.


   Kala itu satu sosok lainnya berdiri seperti orang kudus di hadapan sosok-sosok penyembah tadi, dia terlihat penuh aura keagungan seraya balutan busana panjang berwarna gelap menyelimuti tubuhnya sehingga dia tampak menyerupai bagian dari malam itu sendiri. 


   Di Belakang sosok itu, awan bergerak pelan menutupi bulan, meninggalkan dua titik cahaya yang mengambang di balik rambut perak nya, menyembul keatas ibarat sepasang tanduk iblis bercahaya perak.


"Kalian telah aman. Silahkan melanjutkan perjalanan" kata sosok agung itu.


   Baroma Lam melirik Sumniang ragu-ragu akan pendengarannya, seolah-olah meminta konfirmasi. Kedua makhluk keturunan Kinnara itu tak menyangka sama sekali, tuan penolong yang demikian sakti ini mau berbicara dengan mereka. Bahkan sepertinya memberi saran tanpa pamrih, agar mereka melanjutkan perjalanan..


Dengan takut-takut Baroma Lam bersuara, dia bertutur sangat halus seperti kaum pelajar, dan nadanya terdengar berirama.


"A-apakah Tuan tidak menginginkan sesuatu, semisal barang misalnya?" tanya Baroma menawarkan sesuatu sebagai sesembahan setelah merasa memperoleh kebaikan sang penolong. 


   Pengalaman mengajarkan, Di dunia kejam itu, memang apa-apa selalu dikaitkan dengan imbalan atas budi baik atas jasa seseorang. Ibarat kata pepatah berkata "Tidak ada makan siang yang gratis !"


Sehingga tetunya semua anggota kelompok seni itu berpikir kalau-kalau tuan penolong mereka ini pun, sudah tentu menginginkan suatu imbalan kebaikan yang dia lakukan.


Hening..


   Lalu pria sang tuan penolong itu kembali berbicara,


"Aku merasa ada kesalah pahaman disini.


   Coba kalian semua berdiri dan tidak perlu menyembah ku seperti ini"katanya lembut.


   Semua orang tahu. Di dalam Realm kejam dan berlaku ketentuan kejam ; yang kuat adalah raja, sehingga jelas kata-kata pria penolong ini ibarat titah kaisar yang pantang untuk di bantah. Dengan cepat Baroma Lam serta semua anggota kelompok seni itu berdiri. Mereka berusaha tidak menimbulkan suara ketika bergerak. Kepala mereka tetap tertunduk, tak berani mendongak menatap wajah tuan penolong.


"Sekarang lihat kesini".


   Apakah aku ingin kamu memastikan. Apakah aku terlihat seperti hantu? ataukah aku tampak seperti malaikat surgawi?

__ADS_1


   Tengoklah baik-baik" katanya menegaskan


"Aku ini hanya makhluk hidup biasa, sama seperti kalian. Jadi guna apa mesti takut denganku?" nada suaranya terdengar ramah.


   Pada akhirnya Baroma Lam, Sumniang dan yang lainnya pelan-pelan mengangkat wajah mereka, mencoba memberanikan diri menatap sosok sang tuan penolong.


   Tampak di hadapan mereka tiga sosok berdiri dan balutan pakaian gelap. Sosok yang tingg itu rupanya adalah tuan penolong merek. Dia seorang pria usia sekitar empat puluhan, berambut berkilauan berwarna perak, terlihat gagah di bawah cahaya rembulan. Pria ini sebenarnya adalah samaran Sima Yong.


"Ah.. tuan penolong.." desah orang-orang pelan. Semua semakin hormat dan gentar melihat penampilannya.


Lalu mereka berpindah fokus pandangan ke sosok yang lain


   Disamping tuan penolong, berdiri satu anak laki-laki kecil, terlihat biasa saja, namun tak ada yang berani berkomentar. Seseorang biasa saja yang beergian dengan figur tuan penolong berkemampuan dewa itu, pasti bukan orang sembarangan.


Kini merek menjadi terkejut, melihat sosok tinggi besar disamping anak kecil dan tuan penolong itu.


"G-griffin?" suara-suara terperangah mencuat ketika mata orang-orang itu tertumbuk kearah Teci.


   Griffin bahkan dikenal luas di kalangan avianse sebagai Raja Hewan Buas dan penguasa udara. Griffin juga konon adalah penjelmaan dari salah satu dewa yang memegang kekuasaan balas jasa dan memutar roda keberuntungan. Jika makhluk sekelas Griffin berdiri bersama tuan penolong mereka, itu berarti pria penolong bukanlah seseorang yang sederhana.


   Sikap mereka semakin berhati-hati dan hormat.


"Tuan penolong kami bepergian denga Griffin? Ini satu hal yang sangat hebat" batin Sumniang. Namun dia mendengar tuan penolong mereka berkata dengan ringan,


"Aku pernah melihat pertunjukan gadis Kinnari itu di Kota Terminus.."katanya Sima Yong itu membuat Sumniang tersipu-sipu.


"Bukankah tebakan ku benar? kalian datangnya dari Kota Terminus bukan?"


   Tentu saja Sumniang dan Baroma Lam jadi tercengang mendengar tuan penolong pernah melihat mereka. Hal ini membawa perasaan hangat di hati. Jika saja mereka pernah melihat penampilan Sumniang dan mengingatnya, itu pertanda setidaknya mereka bukan dianggap sebagai orang lain, melainkan kenalan.


"Tuanku, anda juga baru datang dari Kota Terminus?" tanya Sumniang hormat.

__ADS_1


   Dengan gembira, Sumniang dan Baroma Lam lantas bercakap-cakap hangat dengan Sima Yong tentang Kota Terminus dan perjalanan mereka. Meeka mengamati, sesekali anak kecil laki-laki itu menambah percakapan itu, namun dia tidak terlalu banyak bersuara. 


   Selagi anggota kelompok lainnya membantu menguburkan jenazah yang bergelimpangan di atas pasir lembab (salju telah mencair), Baroma Lam mengisahkan perjalanan non stop mereka menuju Kota Perdamaian.


Inti ceritanya adalah :


   Kedatangan Kelompok Seni Kembara Dunia ini adalah dalam rangka mengisi acara pada satu acara besar di Kota Perdamaian. Acara itu adalah perburuan malam di Reruntuhan Purba Kota Perdamaian, acara rutin lima tahunan di Kota Perdamaian.


   Kota Perdamaian selain memiliki penguasa yaitu Tuan Kota Songshu yaitu Bijuu dari kelompok Kaku, kenyataannya kota itu juga dikendalikan oleh empat klan besar. Mereka dikenal dengan nama Empat Klan Mata Angin yang dapat dirinci sebagai berikut,


"Penguasa Utara adalah Klan ras Yelbeghen (Chudo Yud), yaitu  kelompok ras naga bersayap dan memiliki kepala banyak.


   Klan utara ini konon adalah keturunan Penyihir Emas bernama Altan, yang bekerja bagi penguasa dunia bawah tanah" Baroma menuturkan.


(kalian masih ingat bukan? The Three Realm atau Tiga Alam dalam kisah Fantasi Timur Tiongkok yang menjelaskan ada tiga alam di dunia ini.


   Alam Surgawi tempat kaum Dewa dan Asura terlahir, Alam Mortal atau Fana tempat manusia dan hewan terlahir kembali, dan alam tersisa yang dikenal Alam Bumi atau Alam Bawah Tanah, tempat segala hantu lapar dan makhluk neraka terlahir kembali) Disini berarti jelas kepada siapa Altan si Penyihir emas itu bekerja, kepada Penguasa dunia bawah tanah.


"Dalam kisah-kisah legenda atau kisah terdahulu yang hampir terlupakan waktu, dikisahkan ras Yelbeghem mula-mula ini selalu melampiaskan dendam mereka dengan memakan rembulan dan matahari. Bahkan konon mahluk ini sering mengunyah bintang menjadi serpihan kecil.


   Keturunan Ras di Klan Utara ini, terkenal memiliki tingkat kultivasi yang sangat kuat, mereka bijaksana, mampu menggunakan sihir, dapat mengendalikan api sebagai senjata pertempuran, merupakan klan penimbun harta dan mereka amat gemar kawin dengan perempuan guna melahirkan anak-anak keturunan naga berikutnya.." Baroma Lam diam sebentar.


   Sementara pikiran Sima Yong mengembara, mencoba membayangkan seperti apa kekuatan kelompok Klan Utara itu. "Keturunan makhluk menyerupai naga, menguasai sihir, berteman dengan penguasa dunia bawah tanah, kelompok elementalist pengendali api...


   Aku tidak dapat membayangkan penampilan perkasa seperti apa yang dipilih kelompok ras itu" batin Sima Yong.


Baroma Lam kemudian melanjutkan kisahnya..


"Konon Klan Utara ini, yang merupakan keturunan Ras Yelbeghen, meskipun dikenal dengan perbuatan yang sering terdengar jahat, namun mereka tidak sepenuhnya buruk. Terkadang mereka juga melakukan hal-hal yang terbilang baik dan menolong orang lain.


Bersambung

__ADS_1


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan


__ADS_2