
Saat ini adalah pagi hari, udara cerah menimbulkan semangat untuk memulai hari penuh keberuntungan. Matahari telah muncul di sisi Timur Langit Kota Perdamaian. Ini adalah musim semi yang indah, tahun kedua setelah jago-jago muda Kota Perdamaian berburu di malam hari untuk keberuntungan-keberuntungan tak terduga di suatu Domain bernama Reruntuhan Kuno
Kala musim bunga indah itu, burung-burung terlihat beterbangan memenuhi angkasa, dan Pohon-pohon Persik terlihat telah berbuah yang matang, menggoda siapapun untuk menyentuh dan memetiknya. Keindahan warna-warni daun-daun bermunculan di pinggir-pinggir hutan, perbatasan antara Hutan Motozawa dengan area Reruntuhan Kuno.
Sesekali tampak Pohon Yang-Liu yang tumbuh berdampingan dengan beberapa Pohon Persik itu, dengan jelas terlihat bergoyang-goyang seperti penari berpinggang ramping yang melenggok kian kemari, diterpa angin musim semi.
Ketika itu tampak seorang anak muda berpenampilan menarik, muncul dari sisa-sisa reruntuhan di situs yang di sebut Reruntuhan Kuno. Dia berwajah tampan, mata nya tajam berwarna sedikit kelabu bercahaya mirip bintang terang. Rambut nya pun yang terang seperti cahaya bintang, dia mengenakan pakaian yang mulai pudar warnanya namun masih jelas terlihat kalau dulunya, itu adalah busana mahal.
Anak muda itu tampak begitu terkagum-kagum ketika melihat pemandangan musim semi di tepian Hutan Motozawa. Jelas ini adalah pemandangan indah, berbeda jauh dibanding tembok dingin tanpa warna indah, di kelas dalam aula terakhir reruntuhan kuno.
"Ah.. tanpa terasa dua tahun sudah aku berlatih di aula terakhir, tempat paling ujung di kedalaman reruntuhan kuno ini"
Siapakah anak muda yang terlihat gagah itu? Tentu saja pembaca semua dapat menebak dengan mudah. Dia tak lain dan tak bukan adalah jagoan kita Sima Yong, yang baru saja menyelesaikan meditasi untuk meraih kultivasi tertinggi di ranah kekuatan jiwa di Master Immortal.
Selain itu, Sima Yong juga telah menyempurnakan pelatihannya di dalam Teknik Sembilan Langkah Pedang Tiada Tanding, selama masa pelatihan tertutupnya.
Anak muda itu, sesungguhnya merasa terkejut dan dilanda rasa sangat kagum luar biasa, akan Kultivasi kekuatan jiwanya, yang kini telah mencapai ranah Immortal. Tentu saja, semua kemajuan ini hingga mencapai Ranah Immortal Jiwa, adalah berkat dari suatu teknik yang dipelajari ketika berada di dalam aula Terakhir Reruntuhan Kuno.
Itu adalah salinan kekuatan jiwa yang diberikan oleh Sang Pertapa Tengu Yang juga dikenal sebagai PErtapa Yamazaki Takejiro.
Kitab salinan Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran itulah yang menyebabkan semua penampilan anak muda kita mengalami perubahan. Memang sebagaimana adanya, di dalam pencapaian seseorang akan ranah yang disebut Immortality, individu itu akan mengalami perubahan fisik. Ibaratnya kondisi seperti lahir baru lagi. Kondisi ini memang selalu terjadi pada semua praktik yang mencapai ranah Immortal, baik dari kultivasi fisik maupun ahli pendalaman jiwa.
Sima Yong teringat benar, ketika dirinya menerobos di ranah Immortal jiwa saat itu, tubuhnya menyusut, tulang-tulang nya menjadi kempes. Lalu beberapa hari kemudian, pelan-pelan dia seperti mengalami kelahiran baru. Kulit nya berganti seperti ular berganti kulit. Otot-ototnya berubah menjadi seperti otot baja. Terlebih lagi jiwanya. Kini dia merasa seolah-olah dirinya bahkan mendengar suara semut di dalam tanah, ada air yang mengalir di kedalaman tanah itu.
Sementara itu, dia juga tak mengabaikan pelatihan di dalam Teknik Pedang Sembilan Langkah Pedang tiada Tanding, dan pelajaran terakhir adalah langkah ke-9 atau langkah kematian bersama. Dengan menggunakan teknik kematian langkah ke-9, meski sehebat apapun lawan yang dia hadapi, pasti akan mati dalam tiga gerakan pedang ini.
__ADS_1
Meskipun ini adalah teknik pamungkas dari Sembilan Langkah Pedang, akan tetapi Sima Yong telah berjanji pada Pertapa Yamazaki Takejiro, untuk berhati-hati menggunakan teknik langkah kesembilan.
"Langkah kesembilan dari rangkaian teknik 9 langkah pedang Tanpa tanding ini merupakan suatu gerakan langkah untuk mati bersama.
Dengan tiga gerakan itu, meski lawanmu yang hebat itu mati, kamu juga tidak akan luput dari kematian.
Sesuatu di dunia ini tidak ada yang tidak membutuhkan pengorbanan. Kau meminta kemenangan dari lawan hebat, namun ilmu itu kemudian akan meminta bayaran lunas dari mu .. Kematianmu sendiri !" kata Yamazaki Tekejiru ketika itu.
Pertapa Yamazaki Tekejiru juga menjelaskan,
"Di pihak setelah mencapai ranah kultivasi kekuatan jiwa di peringkat Immortal - Efek bawaan dari pelajaran Pedoman Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran,
Keseluruhan penampilanmu akan berubah"
"Kalau saja orang-orang di masa lalu ku bertemu dengan aku nanti, pasti mereka akan pangling dan tidak mengenali lagi akan siapa aku" batinnya
Langkah dan dampak mencapai peringkat Immortal di dalam kultivasi fisik adalah sama juga dengan ketika seseorang mencapai peringkat Immortal di dalam kultivasi seni pengolahan dan kekuatan jiwa. Pada posisi puncak itu, semua praktisi akan mengalami kondisi seperti lahir kembali.
Itulah sebabnya, ketika mencapai Immortal, ahli-ahli tersebut selalu mencari tempat-tempat sepi, dan meminta seseorang untuk menjaga mereka ketika transformasi itu terjadi.
Bayangkan saja, ketika kamu mengalami perubahan dengan rontoknya kulit tubuh, tulang-tulang menjadi lembek seperti bubur, dimana wujud kamu tidak berbentuk apa-apa.. saat itu datang musuh atau kelompok yang tidak senang atas perubahan kultivasi kamu menjadi seorang Immortal.. di saat itu amatlah mudah membunuh mu. Padahal diri kamu sementara bertransformasi dan menjadi seonggok daging tak berdaya, rapuh dan begitu mudah di celakai.
Pertapa Yamazaki Takejiro berkata,
"Beruntung benar dirimu anak muda. Dengan menutup diri di tempat ini, di Aula Terakhir reruntuhan kuno ini, tak seorang pun yang dapat mendeteksi kalau-kalau ada seorang Praktisi Kekuatan Jiwa yang tengah berkultivasi menerobos Master Jiwa Immortal.
__ADS_1
Bahkan kamu juga beruntung, karena kamu memperoleh pengawal yang menjaga mu di masa-masa lemah nanti" kata Pertapa Yamazaki.
Saat itu, Sima Yong mengucapkan syukur berulang kali kepada Pertapa Yamazaki Takejiro. Dan pertapa itu hanya berkata,
"Balaslah kebaikan ini dengan berlatih setekun mungkin. Setelah menjadi Master Ahli Immortal, kamu sudah harus menyelesaikan pelajaran Langkah kesembilan" dan Sima Yong hanya menggumam dalam ucapan terima kasih tak terkira.
******
Sementara itu ketika Sima Yong masih terkagum-kagum melihat keindahan tepian Hutan Motozawa yang berwarna indah dengan bunga-bunga Persik.. tiba-tiba seseorang muncul dari dalam hutan, dan menghalangi langkahnya.
"Berhenti !"
Sima Yong, anak muda itu sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi terkejut. Memang sejak dari tadi, dia telah mengetahui kehadiran orang itu. Hanya saja dengan sengaja dia membiarkan hal itu terjadi. Dia lalu memperhatikan baik-baik sosok di depannya, berjarak lima tombak.
Pria itu berbadan tinggi besar, memiliki penampilan bawaan yang terlihat Agung, lengkap dengan mengenakan pakaian yang terbuat dari sutra mahal, ciri-ciri seorang bangsawan atau Patriark Klan ternama.
Pandangan anak muda kita beralih ke hiasan di baju mahalnya. Beberapa hiasan seperti batu batu permata bergelantungan di sisi-sisi keliman di ikat pinggang pria itu, menambah wajahnya terlihat tampan. Itu penuh dengan warna mistis, hitam legam sekelam malam. Rambut indah itu terlihat ditata ahi oleh perias ahli, dengan mahkota berbentuk daun-daun dari telinga, melingkar di bagian kepala. Mahkota itu terbuat dari emas dan disusun batu ruby dan mutiara.
"Orang kaya" batin Sima Yong tenang.
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.
__ADS_1