Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Perburuan di mulai


__ADS_3

  Sosok-sosok manusia terbang berkelebat meninggalkan geladak kapal dengan sangat cepat - seiring aba-aba yang diteriakkan Miyata Hifumi, setelah sebelumnya keempat Patriark empat Klan mengulurkan tangan ke angkasa, sambil memegang slip giok bertulisan rumit.


Rapalan mantra rumit serta segel-segel array mengalir dari kunci di tangan empat patriak Klan Kota Perdamaian. Langit di Reruntuhan kuno, dekat Hutan Motozawa seketika terlihat gemerlap.


   Semacam pintu berpijar berwarna keemasan terbentuk, dan semua peserta Perburuan Malam Hari itu saling berlomba masuk kedalamnya.


Wush - wush !


   Sima Yong dengan santai masuk kedalam pintu pintu array, tidak berebutan dengan jenius-jenius klan Kota Perdamaian. Tak lama kemudian dia tersadar bahwa dirinya telah masuk kedalam perut bumi, di bawah reruntuhan kuno itu. Sesuai dugaannya, ada dunia tersendiri di bawah reruntuhan itu.


SIma Yong masih berjalan pelan-pelan di dalam perut bumi. Dia mencatat, kalau di bawah reruntuhan kuno itu, dahulu sekali berdiri satu kota besar yang kini terlihat kuno, penuh sisa-sisa bangunan dan beberapa bahkan terdapat benda-benda berharga yang mulai di perebutkan.


Sementara itu, setelah semua peserta perburuan masuk kedalam situs reruntuhan kuno yang letaknya didalam tanah, pintu array itu menutup, dan lenyap. Empat Patriak Klan lantas memasukkan kunci mereka kedalam cincin penyimpanan.


"Besok malam pada waktu yang sama, pintu array ini akan terbuka, dan kita akan melihat. Siapa yang keluar dalam keadaan hidup, atau siapa yang mati" kata Miyata Hifumi penuh percaya diri. Tiga patriak yang lain juga percaya diri dengan jenius utusan mereka, memperebutkan hadiah tertinggi.


   Tentu saja Patriak Klan Kotengu ini amat percaya diri dengan jenius yang mewakili klan nya, Konuma Subaru yang memiliki kultivasi terlalu tinggi untuk rata-rata generasi muda Kota Perdamaian (kamu masih ingat bukan, Konuma Subaru ini adalah pendeta muda dari kuil penyembahan Tengu yang memiliki kultivasi SAGE level tujuh).


***


   Sima Yong mengacuhkan pertempuran antara dua anak muda, ketika mereka bertempur mati-matian saling berebut satu tabung kaca berisi cairan berwarna biru berkilauan, yang di bagian tengah botol tertulis "Unicorn Essence" atau Esensi Inti Unicorn. 


   Unicorn adalah hewan mitos berbentuk kuda, yang memiliki tanduk tepat di tengah kepala. Konon Unicorn ini hanya dapat ditangkap oleh seorang gadis yang masih perawan. Dan esensi unicorn ini kabarnya dapat membuat hidup abadi. Kepercayaan yang lain juga mengatakan esens dari hewan bertanduk ini dapat memulihkan racun, namun yang pasti benda yang diperebutkan dua orang itu, amat mujarab untuk meningkatkan kultivasi.


"Aku tidak perlu terlalu terburu-buru untuk bersaing dengan benda-benda seperti itu. Targetku adalah Teknik Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran"


    Sima Yong terus berlari diatas angin, lebih dalam lagi perut bumi untuk mencari apa yang disebut Teknik Pengetahuan Siklus Abadi dan kebenaran.

__ADS_1


Setelah pertemuannya dengan pertempuran dua jenius tadi, kini dia melihat Murong Genji, jenius Klan Qilin Murong, gadis cantik itu merebut satu bahan alkimia langka bernama Chimera Tail atau ekor Kaimera.


"Kamu belum pantas untuk memegang benda langka itu. Lebih baik kami dari Klan Murong yang menjaga benda peninggalan masa-masa keemasan Realm magical ini" sambil tangan nya dengan cepat menarik Ekor Kaimera dari tangan jenius yang lain.


Wajah Murong Genji yang biasa nya ramah dan bersikap halus, kini berubah 180 derajat. SIma Yong menggeleng kepala melihat kelakuan Murong Genji..


"Watak dan sifat asli seseorang akan terlihat nyata, di saat-saat perebutan barang berharga seperti ini.


Murong Genji yang penampilan sehari-hari seperti Dewi kebajikan .. seketika berubah menjadi iblis yang rakus ketika di hadapkan dengan pilihan dan barang berharga seperti ini' batin Sima Yong. Dia meninggalkan pertikaian itu dengan catatan, kebaikan dan sifat asli seseorang akan di uji pada saat dihadapkan dengan benda berharga.


Terkadang di tengah perjalanan nya, dia dihalangi dengan bayangan hantu lapar atau penghuni neraka yang berkeliaran sebagai bagian penghuni negeri bawah tanah.


   Namun semua sihir dan teknik mereka tidak berarti sama sekali di hadapan seorang Magus Peringkat Dao level dua seperti Sima Yong. Anak muda itu tanpa perlu terlalu bersusah payah, dan hanya mengeluarkan satu Noble Phantasm paling baru yaitu 'Mata Kematian' suatu artefak sihir yang dibuatnya dari Mata Kematian Rongon, raja klan ular keturunan Basilisk.


   Mata kematian ini meskipun kekuatannya tidak sehebat Artefak Mata Sang Ratu, namun efek artefak itu besar manfaatnya untuk mengusir hantu marah dan lain-lain makhluk dari neraka.


   Disebabkan kecepatan dan kemampuannya menguasai chakra bumi, yang kadang membuat anak muda itu dengan mudah menghindari pertikaian memperebutkan barang yang tidak penting, Sima Yong dengan sangat cepat telah tiba di penghujung lorong perburuan malam itu.


   Dengan hati-hati, Sima Yong memasuki ruangan di balik pintu itu. Pemandangan menakjubkan terlihat di dalam ruangan itu. 


   Jika selama perjalanan menuju penghujung lorong, Sima Yong hanya bertemu dengan mahluk-mahluk kedalaman bumi seperti hantu marah dan lain sebagainya, di ruangan yang luasnya nya kira-kira hampir seluas aula sembahyang di Kuil Penyembah Tengu di Klan Kotengu.


   Hal yang paling mencolok adalah di semua sisi ruangan itu, ada banyak sekali ukiran-mahluk-mahluk mitos yang banyak juga terdapat di kuil-kuil penyembahan di dunia atas. Selain itu, ada terlihat banyak gambar-gambar di dinding, yang melukiskan keadaan di nirwana dengan gambaran dewa dan dewa yang tengah bercengkrama dengan senyum di wajah.


   Di lukisan itu, Sima Yong tertarik pada lukisan di pintu nirwana, yang menggambarkan Dewa Er Lang, terlihat di pintu masuk Istana Langit, tengah berperang melawan monster dan makhluk siluman.


   Seekor anjing dewa terlukis menemani Dewa Er Lang itu, ikut berperang melawan makhluk jahat dengan pedang di tangannya. "Ini adalah kisah legendaris tentang Daitengu, dewa anjing dan Dewa Er Lang penjaga pintu gerbang Istana Langit" bisik Sima Yong pelan.

__ADS_1


   Beberapa saat kemudian, dia mengalihkan perhatiannya pada ruangan kosong berbentuk aula besar itu. Hiasan di ruangan itu hanyalah beberapa meja dengan altar penyembahan, sebagaimana ruangan pemujaan di kuil-kuil.


   Di tengah-tengah aula yang kosong itu, Sima Yong melihat satu patung berbentuk orang tua, yang terlihat amat sangat kuno - mungkin patung itu telah dibuat ribuan tahun yang lalu. PAtung orang tua itu di ukir menggunakan pakaian berlengan besar, dengan rambut yang terikat rapi ke atas kepala, membentuk gelungan kecil dengan hiasan pita. 


   Dia memperhatikan patung orang tua itu, yang terlihat tertunduk tanpa ekspresi, namun posisi patung dipahat dengan pose berguling nya mirip seperti anjing meringkuk tidur - namun patung ini adalah bentuk gaya anjing tidur dalam versi manusia. 


   Meskipun dipahat dengan pose yang terlihat agak ganjil, namun jelas sekali ada aura agung tak terbantahkan, memancar dari wajah orang tua itu, ketika Sima Yong mengamati dengan cermat.


   Teringat akan sesuatu, dan setelah merangkai analisa dengan lukisan-lukisan di dinding, Sima Yong mengambil tindakan. 


"Senior yang terhormat, Aku tidak mengenali anda dan tidak tahu nama anda. Namun siapapun anda,  ketika aku melihatmu berada di tempat ini, aku percaya bahwa anda adalah seorang yang penting di masa lalu


   Mungkin pada masa yang lalu, senior adalah pemilik situs yang dinamakan reruntuhan kuno ini. 


   Junior ini bernama Sima Yong, dan junior sangat ingin untuk memiliki warisan yang disebut Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran.


   Junior ini meminta restu dari Senior, kiranya memberi petunjuk, akan keberadaan Salinan Teknik Kekuatan Jiwa untuk menuju Immortality"


   Sima Yong lantas bersujud memberi hormat kepada patung tua itu, pertanda dia segan dan hormat kepada sosok patung ta itu. Dia bersujud memberi hormat dalam tiga kali gerakan berulang. Sima Yong bahkan sama sekali tidak sadar tatkala patung orang tua yang dia sembah, mengedipkan matanya dalam gerakan yang nyaris tak terlihat.


   Sekonyong-konyong, ada suatu suara yang keras menegur Sima Yong ketika di baru selesai melakukan penyembahan sebanyak tiga kali.


"Apa yang kamu sembah itu? aku sama sekali tidak melihat apapun di depanmu, sampai-sampai kamu duduk dalam sikap pemujaan seperti itu"


   Suara itu terdengar mencibir. Aura sihir berkekuatan Master Jiwa Kuasi Dao terasa menerobos dan memasuki benak SIma Yong..


"Canine Teeth dari Klan Penyihir Emas" desis Sima Yong

__ADS_1


Bersambung


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.


__ADS_2