
"A'Guang." Yun Yi berlari keluar dengan cepat, dia mencari keberadaan Raja Xin.
Báishé dan Tianzhi mengikuti Yun Yi dari belakang. Ketika Yun Yi berhenti, Báishé menghampiri nya. "Dewi, laki-laki itu sudah pergi. Anda tidak perlu mencarinya. Sebaiknya anda fokus untuk memulihkan ingatan anda."
Yun Yi berbalik, ia menatap Báishé dengan pandangan rumit. "Siapa kau yang berani memerintahkan?! Memulihkan ingatan? Aku sudah mengingatnya."
"Sui'er, ingatan mu belum pulih sepenuhnya. Kamu belum mengingat semuanya, masih banyak hal yang harus segera kamu ingat." Tianzhi memegang tangan Yun Yi, ia menuntun Yun Yi agar duduk di kursi.
Dia menatap Tianzhi, ia ingat akalau Tianzhi adalah ibu nya dan Jian Yang adalah ayah nya. Tapi hanya itu, ia belum mengetahui bagaimana dulu sikap mereka padanya. Untuk saat ini, di pikiran Yun Yi hanya di penuhi oleh Raja Xin. Ia merasa wajah Raja Xin dan anak kecil yang memanggil dirinya sendiri dengan Jianheeng sangat mirip, Jianheeng seperti Raja Xin versi kecil.
"Jika ingatan ku sudah pukis sepenuhnya, lalu apa?"
Tianzhi tidak paham dengan maksud dari perkataan Yun Yi. "Sui'er, kamu adalah seorang Dewi. Kamu mempunyai kewajiban lain, jadi untuk saat ini ibu berencana membawa mu kembali ke istana langit."
Yun Yi terdiam, ia memang sudah tahu kalau dirinya adalah seorang Dewi. Namun, untuk pergi ke istana langit, entah kenapa ada keraguan di dalam hatinya.
Ia masih belum mendapatkan ingatan tentang istana langit, dan ia juga belum sepenuhnya mendapatkan semua ingatan tentang Tianzhi, ibunya.
"Aku menolak." Tianzhi terkejut mendengar penolakan Yun Yi.
"Tapi Sui'er.."
"Maaf ibunda, aku masih ingin tetap tinggal di sini. Banyak yang harus ku lakukan, aku tidak bisa kembali ke istana langit untuk saat ini. Aku ingin mendapatkan semua ingatanku dulu, baru aku akan pergi ke istana langit." Papar Yun Yi.
"Tapi Sui'er, dunia manusia mungkin saja akan berbahaya bagimu. Jika kamu di istana langit, ibunda dapat menjagamu." Tianzhi memegang tangan Yun Yi.
Yun Yi terdiam, ia ingat ada satu kenangan yang masuk ke dalam kepalanya tenang istana langit. Saat itu, dirinya melihat Tianzhi sedang berdebat dengan Jian Yang. Dana ada satu wanita yang memeluk lengan Jian Yang dengan manja.
Ia tidak tahu dia siapa, namun tatapan nya menunjukan aura membunuh yang terjutu padanya. Yun Yi belum tahu seberapa hebat wanita itu, namun dengan kemampuan nya saat ini, Yun Yi memiliki firasat belum bisa mengalahkan wanita itu.
Walau dantian emasnya yang dulu sudah kembali, tapi karena sudah lebih dari ratusan tahun tidak terisi Qi spiritual, dantian emas mengering. Seingatna, ia harus mengisi dantian emas mengguanakn Qi spiritual yang ada di hutan burung hantu dunia bawah, tempat para iblis tinggal.
Yun Yi melepaskan tangan Tianzhi, dirinya memang sudah mengingat kalau Tianzhi adalah ibu nya. Tapi anehnya, ia merasa asing, seolah mereka tidak sekarang itu. "Ibunda, justru firasat ku mengatakan. Tempat yang paling berbahaya adalah istana langit. Jadi, untuk saat ini aku tidak akan pergi ke istana langit."
__ADS_1
"Bukankah itu hanya firasat mu saja. Kamu jangan khawatir, ada ibu di sini." Tianzhi masih tetap meyakin kan Yun Yi untuk pergi ke dunia atas.
"Sui'er, ibu mohon."
Srtt
Wush
Tiba-tiba, sesuatu melintas di dalam kepala Yun Yi. Adegan di mana Tianzhi memohon seperti ini kepadanya. Di saat itu, Tianzhi meminta tolong padanya untuk ...
"Sui'er, ibu mohon. Bantu ibu untuk menyingkirkan wanita samping itu."
"Ibunda, bukankah ibu sendiri yang bilang tidak boleh membunuh orang sejahat apapun dia. Lalu mengapa sekarang ibunda memohon padaku untuk membantu mu membunuh nya?"
Yun Yi menatap tangan nya yang kembali di genggam Tianzhi. "Sui'er, kamu mau kan kembali ke dunia langit."
Walau sekilas, Yun Yi melihat gumpalan gelap yang melintas di antara emas Dewi cahaya.
"Dan jika sudah di ambil alih, mereka akan susah untuk kembali seperti biasa. Jika ingin menghilangkan sisi gelap ini. Dewi atau Dewi ini harus menyerahkan kedudukan nya pada seseorang. Dan dirinya harus hidup dengan kaki lumpuh untuk selamanya."
Kembali, untuk ke sekian kalinya Yun Yi mendapatkan satu potong ingatan lagi. Ingatan kali ini tentang Hongli, gurunya pada saat dirinya masih menjadi Xiao Sui.
'Itu berarti, sesuatu yang hitam tadi adalah sisi gelap ibunda?'
Yun Yi tidak bisa mendengar suara pikiran Tianzhi, mungkin karena derajat dan Kultivasi Tianzhi lebih besar darinya.
"Maaf ibunda." Yun Yi melepaskan tangan Tianzhi, lalu bergegas pergi, mencari Raja Xin.
"Sui'er, kamu ingin pergi ke mana?!"
Yun Yi mengabaikan teriakkan nyarin dari ibunya, ia terus melesat menggunakan Qinggong nya. Berkat kembalinya sebagian ingatan nya di masa lalu, kemampuan Qinggong, fisik, dan semua indranha meningkat. Bahkan kekuatan rohnya juga meningkat. Matanya pun sekarang bisa melihat jejak aura seseorang.
"A'Guang, kamu di mana. Aku ingin bertanya padamu, apakah anak itu benar-benar kamu?"
__ADS_1
Yun Yi juga mendapatkan ingatan saat dirinya bertarung dengan Shi Wen. Namun yang paling mencolok di kepalanya adalah teriakan seseorang dari arah luar segel Array.
Walau samar, Yun Yi yakin itu adalah Raja Xin pada saat baru saja menjadi Raja. Yun Yi terkekeh ketika mengingat mimpinya yang mendengar seseorang bercerita. 'Apakah itu dirimu, A'Guang?'
Langkah Yun Yi terhenti saat melihat punggung yang sangat ia kenali. "Rupanya kamu di sini."
Yun Yi berjalan menghampiri Raja Xin yang tengah menatap luas nya hamparan bunga.
"Mengapa kamu berdiam di sini?" Raja Xin berbalik ketika mendengar suara yang amat ia kenali.
"Yi'er."
Yun Yi mengahmpiri Raja Xin yang tengah menatap nya dengan rumit."aku bertanya padamu, mengapa kamu diam di sini? Kenapa tidak menunggu ku sadar?"
"Aku yakin kamu sudah mengingat jati dirimu." Ujar Raja Xin.
"Alis Yun Yi terangkat. "Lalu?"
"Aku juga yakin, kamu akan pergi ke istana langit. Jadi, sebaiknya aku menjauh dari mu." Raja Xin berucap dengan wajah tertunduk.
"Mengapa harus menjauh?" Awalnya Yun Yi tidak paham dengan situasi ini, namun ia ingat satu hal.
"Apakah karena kamu seorang naga biru?"
Raja Xin semakin menundukkan kepalanya, Yun Yi juga melihat tangan besar itu mengepal.
"Apakah itu bisa di jadikan alasan untuk menjauh dari ku?"
"Jianheeng." Tubuh Raja Xin tersentak ketika Yun Yi masih memanggil nya dengan nama nya di masa lalu. Kepalanya terangkat ia menatap Yun Yi dengan wajah syok.
"Ka-kamu memanggil ku apa?"
...🔸️To Be Continued🔸️...
__ADS_1