Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Bangunan


__ADS_3

⚠️ Ada sedikit adegan yang tidak pantas di baca anak di bawah umur.⚠️


"Siapa aku, itu tidak ada urusannya denganmu." Sebelum Yan Shui dapat menjawab, Yun Yi lebih dulu berucap. Dan setelahnya, Yun Yi pergi dengan cepat, tanpa bisa di cegah.


Sosok Yun Yi menghilang begitu saja dari sana. Bahkan ketiaka orang-orang pergi ke halaman, mereka tidak dapat menemukan Yun Yi di manapun.


"Cepat cari gadis itu, jangan sampai dia membuat keributan di istanaku!" Dengan perasaan jengkel, Yue Yi segera pergi dari sana, ikut mencari Yun Yi.


Segera satu istana menjadi riuh, ada yang sibuk mencari Yun Yi, ada juga yang sibuk bergosip ria. Beda lagi dengan Yan Shui, kini dirinya berdiri linglung tidak tahu harus bagaimana.


Di sisi lain, kini Yun Yi tengah menyusuri setiap sudut istana, tanpa bisa di sadari oleh siapapun. Dirinya terus mencari tempat, di mana para gadis atau wanita lainnya yang disembunyikan oleh Kaisar sinting itu.


Yun Yi harus segera menemukan mereka, dan setelah ini. Yun Yi berencana untuk membangun kelompok kudeta. Walau mungkin akan susah, mengingat dulu ada kudeta yang gagal, dan menyebabkan mereka kehilangan nyawa. Tapi Yun Yi tetap akan berusaha, tidak mungkin tidak ada orang yang tidak membenci Yue Yi.


Dengan pemikiran ini, Yun Yi semakin mempercepat langkahnya, ketika dirinya baru saja keluar dari kediamanan Naga, tanya lebih tepatnya paviliun yang di tempati Yue Yi, Yun Yi melihat sebuah pondok kecil yang tak jauh dari kediaman Naga ini.


"Sejak kapan ada bangunan di sana?" Seingat Yun Yi, ketika dulu dirinya mengunjungi Kaisar sebelumnya, di sana adalah taman bunga kesayangan Permaisuri sebelumnya, lalu kenapa sekarang di gantikan dengan sebuah pondok sederhana tapi terkesan misterius.


Karena penasaran dan juga Yun Yi merasa ada suatu energi yang menariknya ke sana. Jadi, secara perlahan Yun Yi mendekat ke bangunan itu.


Rumah sederhana yang terkesan seperti tempat tinggal pelayan, dengan lahan kosong yang cukup luas dan ada satu kursi dan satu meja di depan pintu rumah itu.


Ketika Yun Yi baru saja akan mengetuk pintu...


Ctas


"Akh..!"


Yun Yi mendengar sebuah teriakan bersamaan dengan suara pecutan cambuk.


Dengan panik Yun Yi membuka pintu, matanya melotot kaget ketika melihat pemandangan yang begitu...


Ruangan ini di penuhi dengan bau amis yang sangat kuat, ada beberapa gadis yang mengerumun di pojok, mereka bergetar ketakuan sambil melihat ke arah seorang gadis yang tergeletak di bawah dengan baju yang robek dan ada bekas darah yang merembes keluar.


Seorang pria separuh baya menatap Yun Yi dengan terkejut, di tangannya terdapat sebuah cambuk, yang di ujungnya sudah penuh dengan darah.


"Dasar makhluk rendahan!" Yun Yi menggeram marah, dia menatap pria itu dengan mata yang sudah mulai memerah, akibat terlalu marah.

__ADS_1


"Siapa kau?! Berani-beraninya masuk ke ruangan ini tanpa izin dari Ye¹." Pria itu berteriak.


Tanpa menjawab pertanyaan dari pria itu, Yun Yi majulalau menyerang pria itu dengan sulurnya. "Kenapa kau melukai gadis itu?" Tanya Yun Yi ketika pria itu terikat dengan sulurnya.


"Kenapa? Tentu saja memberinya pelajaran, tidak mematuhi Kaisar sama saja dengan melakukan kejahatan yang paling berat, gadis itu memang pantas untuk di hukum." Walau kesakitan, pria itu masih menjawab dengan wajah yang begitu sombong.


Sudut mata Yun Yi berkedut, dirinya merasa kesal, walau begitu dirinya harus tetap tenang. "Memangnya kesalahan apa yang di perbuat gadis ini?"


Yun Yi menatap iba pada gadis yang terduduk di bawah, dia menghampirinya. Dan ketika baru saja akan memegang tangan gadis itu, pria tadi berbicara.


"Dia menolak melayani Kaisar, sampai-sampai dia melukai kaisar."


"Melayani yang seperti apa?" Yun Yi kembali bertanya, karena merasa ada keanehan di sini.


"Tentu saja melayani Kaisar di atas peraduan, memangnya apa lagi?" Pria itu berucap dengan santai, bahkan terlihat mata pria itu menatap gadis di samping Yun Yi dengan mata... cabul.


Kemarahan Yun Yi sudah tidak bisa tebendung, tapi dirinya masih tetap harus bersikap tenang. "Lalu, kenapa yang menghukumnya adalah seorang pejabat dan bukan Kasim?"


"Tentu saja untuk mengujinya dulu, apakah gadis itu pantas untuk kembali naik ke ranjang Kaisar atau tidak." Wajah pria itu samaki terlihat menjijikan, bahkan dengan terang-terangan dia masih tatap melihat gadis di samping Yun Yi dengan ekspresi yang begitu tidak di sukai Yun Yi.


Srts


Tas


Pluk


Gadis di dalam ruangan berteriak secara bersamaan, bukan karena terkena cambuk, tapi karena sebuah kepala yang tiba-tiba putus begitu saja dan menggelinding ke tanah.


Yun Yi tidak memperdulikan teriakan para gadis, dirinya memapah gadis di sampingnya. Dan ketika dirinya berbalik, para gadis itu menatap Yun Yi dengan takut-takut.


"Apakah yang di Sandra laki-laki itu hanyalah kalian?" Tanya Yun Yi dengan wajah tanpa ekspresi.


Awalnya tidak ada yang paham dengan perkataan Yun Yi, tapi ketika salah satu dari mereka maju, dia berkata. "Jika yang anda maksud adalah gadis-gadis yang di bawa pagi ini, kama memang hanyalah kami. Tapi jika anda bertanya tentang wanita lainnya, setahu saya, mereka di tempatkan di sebuah ruang rahasia samping penjara bawah tanah."


"Wanita lain?" Yun Yi yang tadinya sudah tenang, kini kembali marah.


"Jaga gadis ini, lalu kalian segera pergi dari sini. Zhao Fūrén, ada di luar, kalian akan di bantu olehnya untuk pergi dari tempat s****n ini."

__ADS_1


Setelah menyerahkan gadis yang tadi di cambuki, Yun Yi segera pergi.


Di luar, Yan Shui baru saja ingin bertanya. Tapi sebelum itu, Yun Yi sudah lebih dulu berucap. "Jaga mereka, lalu segera pergi dari sini."


"Tu-tunggu, Dewi!"


Sia-sia, Yun Yi sudah lebih dulu terbang menggunakan Qinggong-nya, Yun Yi segera pergi ke penjara bawah tanah, atau lebih tepatnya mencari kediaman di samping penjara.


Ketika sudah di depan gerbang penjara bawah tanah, Yun Yi tidak mendapati sebuah rumah atau bangunan apapun di sampingnya.


"Apakah mungkin tempat itu di pasang sebuah array agar tidak terlihat?"


Yun Yi ters berpikir, tapi tak berapa lama dirinya menggeleng. "Array seperti itu sulit di gunakan, apalagi Yue Yi tidak mempraktekan ajaran Qi putih."


Yun Yi berjalan di sekitar, mencoba mencari keanehan atau mungkin saja memang ada array yang di pasang di area ini.


Tapi sampai beberapa menitpun, Yun Yi tidak menemukan apapun, mau itu keanehan atau aura array.


"Atau mungkin sebenarnya mereka di tempatkan di penjara?"


Setelah berspekulasi, Yun Yi segera melangkah mendekati gerbang. Tapi karena terburu-buru dirinya hampir saja menabrak sebuah patung yang ada di samping gerbang.


Tak


Tangan Yun Yi bertumpu pada kepala patung itu, namun...


Grak


...🔸️To Be Continued🔸️...


Note 📝:



Ye \= pengganti kata aku yang di gunakan pejabat, seperti Mentri dll.


__ADS_1


__ADS_2