
Sisik biru yang ada di wajah Raja Xin bersinar ketika cahaya bulan semakin terang.
"Ugh." Raja Xin terlihat tidak nyaman, dan lenguhannya terdengar seperti tengah kesakitan, dan itu membuat Yun Yi semakin khawatir.
"A'Jian." Yun Yi menepuk pipi Raja Xin pelan.
"A'jian kamu kenapa?" Keringat dingin di pelipis Raja Xin semakin banyak, dan Yun Yi menyekanya dengan ujung lengan Hanfunya.
Yun Yi mengguncang tubuh Raja Xin ketika lenguhan kesakitan yang keluar dari mulut Raja Xin semakin keras. "A'Jian, A'Jian."
Awan-awan yang menghalangi bukan kini sudah sepenuhnya hilang, menampilkan bulan purnama yang begitu terang dan indah.
Di kamar Yun Yi, Raja Xin tiba-tiba berubah menjadi Naga Kecil berwarna biru, tanduk dan kakinya sangat kecil, dan terkesan lucu.
Yun Yi menatap tidak percaya apa yang di lihatnya kini. "A'Jian?!"
Yun Yi mengerjapkan matanya, apakah drinya tidak salah melihat. Raja Xin kini berubah menjadi Naga kecil yang sangat lucu di mata Yun Yi.
Wujud Naa Raja Xin seukuran dengan dua jadi orang dewasa, melihat badan mungil dan kaki mungil itu, Yun Yi tidak bisa tidak menggeram gemas. Apalagi, dua tanduk kecil di kepala Naga biru itu begitu menggemaskan.
"Apakah Naga memang selucu ini?" Tanya Yun Yi, entah pada siapa.
Yun Yi masih terus mengamati Raja Xin dengan wujud Naga versi kecilnya. Dia masih sangat syok dengan perubahan Raja Xin yang secara tiba-tiba ini, tapi juga merasa senang karena bisa melihat Raja Xin dalam wujud Naga-nya. Ya, walau denan versi kecilnya.
Melihat Naga kecil yang terus memejamkan mata, Yun Yi ingin sekali membangunkannya. Tetapi, mengingat bahwa Raja Xin telah kehilangan setengah energi Naga nya karena di berikan padanya, Yun Yi mengurungkan niatnya.
Melihat kaku mungil dari Naga biru, Yun Yi tidak bisa diam. Tangannya terulur menyentuh kaki kecil itu.
"Woah." Kaki Naga memang di penuhi dengan sisik keras. Namun walau keras, sisik itu terasa lembut, telapak kaki naga itu juga sangat empuk, seperti telapak kaki kucing.
__ADS_1
Merasa puas dengan memainkan kaki Naga biru, kini tangan Yun Yi beralih ke kepala, atau lebih tepatnya ke tanduk kecil yang bergoyang ketika kepala naga itu bergerak.
"Kalau aku tahu sejak awal, kalau wujud Naga kecilmu sangat lucu, mungkin aku akan memintamu untuk menunjukkan penampilan ini lebih sering." Gumam Yun Yi.
Tanduk Naga Raj Xin seperti porselen biru yang indah, begitu halus dan dingin. Di ujung atas tanduk, terdapat sebuah gambar seperti mata tertutup. Ketika ingin menyentuhnya, Naga kecil mengalihkan wajahnya.
Naga kecil itu meringkuk, seperti tengah mencari kehangatan, karena merasa gemas, Yun Yi pun mengelus kepala Naga itu. Ia kira Naga kecil itu akan terganggu, tapi ternyata tidak, Naga kecil itu masih tetap memejamkan matanya, dia nampak seperti Naga yang tengah hibernasi.
"A'Jian, apakah tidur adalah cara agar memulihkan energi Naga?" Tanya Yun Yi.
Mungkin Yun Yi lupa, kalau Raja Xin yang berwujud Naga tidak akan menjawab, Yun Yi masih terdiam, tangannya masih asik mengelus kepala Naga kecil.
Warna biru dari sisik Naga sangat memanjakan mata Yun Yi, apalagi ketika sinar bulan menyorot ke arah Naga Kecil. Melihat Naga kecil itu semakin meringkuk, Yun Yi menggulung selimut dan sedikit merapihkan nya.
Setelahnya, Yun Yi mengangkat Naga kecil sebara hati-hati, dan menyimpannya di dalam gulungan selimut, lalu Yun Yi menggunakan Qi spiritual-nya untuk mengatur suhu hangat di dlama kamarnya.
"Selamat malam Naga kecilku, dan semoga mimpi indah." Karena terlalu gemas, Yun Yi menggesek hidupnya ke kepala Naga kecil. Bukannya terganggu, Naga kecil malah terlihat nyaman dengan perlakuan yang Yun Yi berikan.
Setelah memastikan bahwa Naga kecil benar-benar telah tidur nyenyak, kini Yun Yi bersila di samping gulungan selimut yang di tempati Naga kecil.
Yun Yi tidak berniat tidur lagi, dia sudah merasa kenyang dengan tidur selama tujuh hari ini. Jadi, kini Yun Yi akan membenarkan Qi spiritual di dalam tubuhnya yang terasa kacau.
Ketika memejamkan mata, Yun Yi tersenyum kecil. "Tidak heran kenapa dantianku terasa meluas."
Yun Yi mengadiri, kalau dantian iu terbentuk ketika pendahulunya memberikan semua kekuatannya pada Yun Yi.
Pendahulu yang di maksud adalah, Dewi Alam pertama, yaitu Fang Yin. Fang Yin juga memberikan ingatannya pada Yun Yi, dan yang paling Yun Yi ingat adalah, mereka mengalami hal yang sama, yaitu sama-sama tewas oleh Dewi lainnya yang memiliki dendam.
Yun Yi dan Fang Yin juga memiliki kesamaan lain, yaitu Kristal inti yang hampir hancur, bereinkarnasi ke dunia modern, lalu kembali lagi ke dunia asal. Dan yang terakhir adalah, Yun Yi dan Fang Yin memiliki pasangan keturunan Naga.
__ADS_1
Jadi sekarang, di dalam tubuh Yun Yi memiliki ingatan dari beberapa orang. Yaitu, ingatannya sendiri sebagai Xiao Sui, ingatan pada saat dirinya menjadi Xiao Lin, ingatan milik Yun Yi asli, dan sekarang di tambah dengan ingatan Dewi Alam pertama, yaitu Fang Yin.
Di dalam tubuh Yun Yi juga memiliki beberapa aliran Qi spiritual berbeda.
Miliknya yang sudah menyatu dengan milik Yun Yi asli, milik Fang Yin, dan milik Raja Xin.
Yun Yi membuka matanya. "Untungnya tubuh ini bisa menampung semuanya. Jika tidak, mungkin sekarang aku tengah sekarat." Yun Yi berucap dengan wajah senang.
"Jadi, untuk sekarang, aku harus memperkuat tubuh ini terlebih dulu, baru nanti, aku akan menyatukan semua Qi spiritual ini."
"Tapi, sepertinya ini tidak semudah yang ku pikirkan." Ujar Yun Yi ketika dirinya mencoba mengeluarkan Qi spiritual nya.
Karena terlalu banyak Qi spiritual di dalam tubuh Yun Yi, kini ia tidak bisa mengontrol Qi spiritual dengan baik. Selain menguatkan tubuh ini, Yun Yi juga harus Kemabli belajar mengontrol Qi spiritual nya.
"Huft." Yun Yi menghela nafas lelah.
"Apakah aku benar-benar harus memulai semuanya dari awal lagi?"
"Sangat merepotkan!"
Yun Yi turun dari peraduan, lalu melangkah ke jendela, menatap langit malam yang di penuhi bintang.
"Aku juga hampir lupa dengan para peri. Bukankah Shuan Si bilang mereka tiba-tiba tertidur begitu saja? Mungkin besok aku akan kembali ke istana. Tapi..." Yun Yi membalikkan tubuhnya, menatap Naga kecil yang masih memejamkan mata dengan nyaman di dalam selimut.
"Tapi, bagaimana dengan A'Jian? Apakah aku harus membawanya? Atau aku antarkan dia kembali?"
Yun Yi terdiam, kini ia merasa bimbang. Bisa saja ia mengantarkan Raja Xin kembali ke Kerajaan Xin. Tapi melihat wujud Naga Raja Xin yang mungil, Yun Yi merasa dia seperti menelantarkan seorang anak kecil yang telah membantunya dengan susah payah.
...🔸️To Be Continued🔸️...
__ADS_1