Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Wang Shu Ren


__ADS_3

Kini Yun Yi sudah kembali ke tempat duduk nya, entah sudah berapa gadis yang tampil, Yun Yi benar-benar bosan karena rata-rata unjuk bakat yang di tampilkan adalah sastra dan tarian. Sedangkan Raja Xin sedari tadi hanya memainkan ujung rambut Yun Yi.


Kini ada seorang gadis yang maju, dia memegang sebuah pedang. "Apakah dia akan menampilkan tari pedang?" Tebak Yun Yi.


"Aku ingin menantang nona lainnya untuk beradu senjata." Ucap gadis itu secara lantang.


"Oh? Adu senjata ya. Aku kira tarian pedang." Gumam Yun Yi.


Namun, setelah beberapa saat tidak ada yang maju. Alis Yun Yi terangkat. "A'Guang mengapa tidak ada yang maju?" Tanya Yun Yi.


"Mungkin karena dia adalah Putri Wang Shu Ren. Putri itu di kenal sebagai ahli pedang dan senjata lainnya." Papar Raja Xin.


"Apakah termasuk belati?"


Raja Xin mengangkat bahunya, acuh. "Entahlah, aku tidak tahu."


"Apa aku boleh maju?" Tanya Yun Yi, meminta ijin.


"Jika kamu mau, boleh saja." Raja Xin meneruskan dalam hati, 'Aku juga ingin melihat kemampuan mu.'


Yun Yi bangkit dari duduknya lalu segera maju, ke hadapan Wang Shu Ren.


Wang Shu Ren tersenyum. "Bolehkah anda memperkenalkan diri anda nona?"


Yun Yi mengangguk, menangkap kedua tangannya di dada. "Saya Huang Yun Yi, Er'Xiăo Jiě dari Huang Fu, kekaisaran Xi."


"Salam pada Xiăo Jiě Huang, saya Wang Shu Ren, putri dari Kekaisaran Wang."


Setelah saling memberi salam, pertandingan pun di mulai. Putri Wang lebih dulu menyerang menggunakan pedangnya. Dan Yun Yi segera menangkisnya menggunakan belati.


Banyak orang yang mencibir karena Yun Yi menggunakan belati, bukan menggunakan pedang.


"Sepertinya nona itu ingin kalah, mengapa dia menggunakan belati."


"Apakah nona itu meremehkan putri Wang?"


"Jelas-jelas nona itu sedang mencari perhatian dengan menggunakan belati."


Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang terdengar. Tapi Yun Yi dan Putri Wang nampak biasa saja, mereka sama-sama fokus pada pertandingan.

__ADS_1


Jika tadi Yun Yi hanya menangkis serangan Putri Wang, kini Yun Yi balik menyerang dengan kelincahannya.


Sring


Tring


Tring


Yun Yi melompat ketika Putri Wang menyerang kakinya, ia membalas serangan Putri Wang dengan tebasan pada lengan kiri, tapi dengan cepat Putri Wang menghindar.


Di antara Yun Yi dan Putri Wang masih belum ada yang terluka, mereka sama-sama terus menyerang, menangkis dan menghindar.


Raja Xin mengangkat sudut bibirnya, "Kemampuan  mereka seimbang. Tapi apakah ini akan seri? Atau..."


Tring


Prang


Pedang Putri Wang terjatuh cukup jauh, bukannya kembali menyerang, justru Yun Yi kini terdiam di tempat. Menunggu Putri Wang mengambil pedangnya, Yun Yi masih belum puas dengan pertandingan ini. Ia ingin melakukannya lebih lama.


Putri Wang dengan segera mengambil pedangnya, ia tersenyum, menikmati pertandingan ini. Selama ini belum ada nona muda yang bisa menyeimbangi kemampuannya dalam bela diri. Tapi kini ia merasa di imbangi, bahkan mungkin di lampauwi.


Mereka kembali bertarung, dan kini aula menjadi memanas ketika ke duanya bertarung lebih serius di bandingkan dengan sebelumnya.


Yun Yi merasa bernostalgia. Dulu, ketika Yun Yi masih menjadi Xiao Lin, ia juga pernah melawan seseorang dengan kemampuan yang sama dengan Putri Wang. Yun Yi pun ikut senang, kini mereka seimbang lagi.


Setengah dupa sudah berlalu, tapi belum ada seorang pun yang ingin menghentikan pertandingan ini. Putri Wang dan Yun Yi sama-sama masih merasa bersemangat.


Ctas


Entah dari mana asalnya, sebuah panah hampir saja mengenai Putri Wang. Untungnya, Yun Yi segera memotong panah itu.


"S**l*n! Siapa yang berani mengganggu pertandingan ini?!" Yun Yi menggeram marah, padahal ia sangat menikmati pertarungan antara dirinya dan Putri Wang, tapi panah ini malah mengganggu.


Aula Kekaisaran Wu kini semakin ricuh, ketika makin banyak panah yang di tembakan. Ada yang berlari menjauh, ada yang terdiam dengan tubuh gemetar, dan ada yang menangkis panah-panah itu, contohnya Yun Yi.


"Siapa kalian?! Cepat keluar, jangan bersembunyi terus!" Yun Yi berteriak, ia menatap sekelilingnya ketika tidak terlihat siapapun, tapi panah-panah itu masih terus bermunculan.


Wush

__ADS_1


Kini banyak orang dengan pakaian serba hitam dan jubah hitam pula. Aura yang mereka keluarkan sangatlah gelap.


"Apakah mereka iblis?" Gumam Putri Wang.


"Bukan, aura iblis tidak seperti ini." Raja Xin kini berdiri di samping Yun Yi.


"Lalu apakah kamu tahu siapa mereka?" Tanya Yun Yi.


Mata Raja Xin mengamati jubah orang-orang itu. "Sepertinya mereka pembunuh bayaran, dan di lihat dari lambangnya itu kelompok pembunuh bayaran tengkorak merah." Tutur Raja Xin.


"Tengkorak merah?" Monolog Putri Wang.


Yun Yi menoleh ke arah Putri Wang, sekilas ia melihat kesedihan di mata Putri Wang. Mata Yun Yi turun, ia menatap tangan Putri Wang yang terlihat gemetar.


"Apakah kamu baik-baik saja?" Yun Yi bertanya, dia berdiri di hadapan Putri Wang yang tengah menunduk.


Bukannya menjawab pertanyaan Yun Yi, Putri Wang malah berkata, "Lebih baik kalian pergi dari sini."


"Apa maksud mu?" Yun Yi merasa aneh dengan tingkah Putri Wang. Putri Wang yang ia lihat tadi adalah seorang putri pemberani dan tegas. Tapi sekarang, Putri Wang terlihat sangat lemah dan tidak berdaya.


"Mereka mencariku, jika kalian tidak ingin terluka, lebih baik kalian pergi, menjauh dari ku." Ujar Putri Wang.


Yun Yi menggeleng, "Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu, pertarungan kita masih belum selesai." Ucap nya.


"Tapi..."


"Jika gadisku sudah berkata demikian, akan aku akan membantu kau untuk mengenyahkan mereka." Ujar Raja Xin


Dengan segera Raja Xin melangkah, lalu berucap. "Konsonan tertinggi dari kegelapan, iblis hati. Pergi dan lawan mereka."


Setelah Raja Xin berucap, muncul sosok wanita dengan mata hitam berpupik merah. Pakaian yang di kenakan nampak seperti gadis penggoda. Namun, aura yang di keluarkan begitu menekan, seakan ingin membunuh siapa saja yang di lihatnya.


Iblis hati segera menyerang pembunuh bayaran itu, para pembunuh bayaran merasa kewalahan. Mereka memang mempunyai Kultivasi tinggi, tapi jika di hadapkan dengan para iblis tingkat tinggi seperti Iblis hati, mereka jelas kalah.


Raja Xin berbalik, mengahmpiri Yun Yi yang tengah memeluk Putri Wang. Bahu Putri Wang nampak bergetar, mungkin menangis.


"Yun'er, bisakah kamu tidak memeluknya?" Raja Xin menatap tidak suka pada kedua tangan Yun Yi yang tengah mendekap Putri Wang.


Yun Yi mendengus, "Diamlah, ini bukan waktunya untuk cemburu. Lalu kenapa kau harus cemburu pada seorang gadis?"

__ADS_1


Raja Xin mengalihkan pandangannya, ia menatap para pembunuh bayaran dengan tajam. "Ini gara-gara para tikus itu!"


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2