Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Ramalan


__ADS_3

"Apa?!"


"Tu-tunggu dulu, yang di maksud dengan'kejadian ratusan yang lu' bukan yang itu, kan?" Tanya Yun Yi memastikan.


"Maaf mengecewakan anda, tapi sepertinya, yang di tuliskan para bintang memang yang itu." Peramal Yin menundukkan kepalanya, tdak berani menatap Yun Yi.


Yun Yi memijat area di antara kedua alisnya, kepalanya rasanya ingin pecah. Dia merasa kesal, mengapa kejadian hal yang sama harus terjadi lagi?


"Peramal Yin, apakah... lawannya adalah orang yang sama?" Tanya Yun Yi.


"Sepertinya iya, karena warna bintangnya sama dengan warna bintang Dewi itu. Tapi..." Peramal Yin menggantung perkataannya, merasa ragu untuk meneruskan ucapannya.


"Tapi apa? Katakan." Tuntut Yun Yi. Ia bersedekap dada, menunggu peramal Yin untuk menjelaskan semuanya.


"Kejadian kali ini, banyak melibatkan banyak bintang. Bahkan ada bintang besar yang berada di pihak musuh, tapi juga ada satu bintang unik yang ada di kubu kit, Dewi-ku."


Mendengar penjelasan dari Peramal Yin, Yun Yi terdiam. Itu berarti pertarungan kali ini tidak hanya pertarungan ulang antara dirinya dan wanita itu, sepertinya akan ada banyak orang yang menyerang dan mindungiku.


"Apakah kamu sudah tahu siapa bintang unik yang kau maksud?"


Peramal Yin menggeleng. "Sampai saat ini, saya belum menemukan seseorang dengan aura yang sama dengan bintang unik itu." Tutur Peramal Yin.


Yuni memejamkan matanya, kepalanya serasa ingin pecah. "Apakah ramalan kali ini sudah pasti terjadi?"


"Saya tidak tahu apakah ini memang benar akan terjadi, atau tidak." Ujar Peramal Yin.


"Dewi, ada satu hal yang saya ingin sampaikan." Sambung peramal Yin.


"Apa itu?" Tanya Yun Yi.


"Sepertinya kali ini pun akan ada banyak orang yang akan menjadi korban. Dan aya berharap, anda tidak akan lepas kendali seperti dahulu lagi." Ujar peramal Yin dengan wajah serius.


"Apakah ini tidak bisa dihentikan? Bisakah pertarungan kali ini dihentikan?" Tanya Yuni entah pada siapa, karena dia berucap dengan suara pelan, bahkan sangat pelan sampai-sampai peramal Yin pun tidak mendengarnya.


"Apakah anda mengatakan sesuatu?" Tanya peramal Yin.


"Tidak, aku tidak mengatakan apapun." Elak Yun Yi.


Yun Yi mengibaskan tangannya, lalu berucap. "Baiklah, kita kesampingkan dulu hal ini. Kembali ke pembahasan awal."


Walau masih sangat penasaran, dengan terpaksa Peramal Yin mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah, pertanyaan selanjutnya. Apakah kamu tahu, bagaimana membangunkan mereka yang tertidur?" Tanya Yun Yi, setelah menarik nafas panjang.


"Saya tidak tahu." Jawaban dari peramal Yin membuat alis Yun Yi mengkerut. Api, perkataan selanjutnya yang keluar dari mulut Peramal Yin cukup membuatnya terkejut.


"Tapi, para bintang berkata obat yang bisa membangunkan mereka adalah obat yang anda ciptakan sendiri. Tapi ada satu hal yang tidak saya mengerti, ada lima bintang yang berkata kalau obat iu harus di buat dari sari yang di hasilkan Jú huā."


"Apakah anda tahu Jú huā ini adalah tanaman seperti apa?" Tanya Peramal Yin.


Yun Yi tidak mendengar pertanyaan yang di berikan Permala Yin, kini dirinya sibuk tengah memikirkan bagaimana caranya untuk membuat Raja Xin segera pulih. Karena kunci dari semuanya adalah pria bunga itu.


"Dewi? Dewi." Panggil Peramal Yin kesekian kalinya, namun kini dengan suara cukup keras.


"Ya, ada apa?" Tanya Yun Yi setelah menghentikan lamunannya.


"Saya bertanya, apakah anda tahu Jú huā ini adalah tanaman seperti apa? Atau benda apa?"


"Ya, aku tahu." Sahut Yun Yi di sertai anggukkan. "Tapi masalahnya, orang yang memiliki Jú huā kini tengah hibernasi." Sambung Yun Yi.


"Hibernasi?" Kening keriput Permala Yin semakin nampak ketika mendengar satu kata yang tidak ia mengerti, yang keluar dari mulut Dewi-nya.


"Maksudku, tengah memulihkan diri dengan cara tidur." Jelas Yun Yi secara lebih rinci.


"Dia tunanganku."


"Tunangan?!" Peramal Yin memegang dadanya. Kabar apa ini? Sejak kapan Dewi-nya bertunangan dengan seseorang?


"D-dewi-ku, sejak kapan anda bertunangan dengan seseorang?"


Alis Yun Yi terangkat, merasa aneh dengan reaksi peramal Yin, yang menurutnya terlalu berlebihan.


"Sebenarnya kamu hidup di mana sampai-sampai tidak mendengar kabar ini?"


"Saya selalu ada di rumah ini Dewi. Akhir-akhir ini saya tidak menerima tamu karena terlalu sibuk dengan ramalan-ramalan yang datang. Apalagi ada pergeseran bintang yang aneh, makanya saya sangat sibuk." Jawab Peramal Yin, menjelaskan semuanya.


"Pantas saja." Gumam Yun Yi.


"Biar ku beri tahu, tunananku adalah Raja Xin, selain..."


"Raja Xin?!"


Yun Yi mendengus jengkel ketika peramal Yin memotong ucapannya.

__ADS_1


"Dengarkan terlebih dahulu!"


Peramal Yin menciut ketika melihat kemarahan di mata Yun Yi, dia menundukkan kepalanya sambil terangguk-angguk.


"Selain seorang Raja... identitas lainnya adalah..."


Peramal Yin menunggu Yun Yi melanjutkan ucapannya, api dirinya malah melihat Dewinya menyentuk sebuah cincin yang tersemat di jarinya.


Sebuah keranjang bambu yang di anyam muncul entah dari mana. Belum sempat Permala Yin bertanya, matanya seketika membola ketika melihat sesosok kecil di dalam keranjang itu.


"Naga?!"


Yun Yi ikut melotot, tapi bukan kaget dengan isi keranjang itu, tapi kaget dengan suara keras yang di keluarkan Permala Yin.


"Jangan terlalu keras." Peringat Yun Yi.


Spontan, Permala Yin menutup mulutnya. Dirinya masih terduduk kaku di tempat, merasa tidak percaya denga apa yang di lihatnya.


"Dewi, bagaimana anda bisa membawa seekor bayi Naga biru?"


Sudut mulut Yun Yi terangkat, melihat wujud kecil dari Naga biru saja wajah Peramal Yin sudah nampak pucat. palagi kalau dia mengetahui, kalau dirinya bertunangan dengan Anak Naga dari Dewa Kehancuran.


"Permaal Yin, apakah kau tidak mendapatkan sebuah ramalan mengenai siapa pendampingku?" Tanya Yun Yi, sedikit melenceng dari pembahasan awal.


"Ya?" Tunggu, peramal Yin merasa tidak pernah mendapatkan ramalan atau atatan apapun mengenai siapa pasangan Dewinya. Tunggu, itu berarti...


"A-apakah bintang yang bergeser itu adalah nama pria yang akan jadi pasangan anda?" Ucap Permala Yin sedikit ragu-ragu.


Yun Yi menghendikkan bahunya. "Aku tidak tahu, aku bukanlah pembaca para bintang."


"Ta-tapi Dewi-ku, bintang yang bergeser itu..." Peramal Yin meremat kuat kedua tangannya, apakah para bintang tidak salah menuliskan hal ini, apakah hal ini harus ia katakan pada Dewi-nya.


"Apa?" Tanya Yun Yi, menunggu ucapan Permala Yin selanjutnya.


"Bintang itu... adalah bintang milik Anak Naga dari Dewa Kehancuran, yang tidak di ketahui keberadaannya. Seluruh semesta bahkan tidak tahu, apakah anak Naga ini masih hidup atau tidak." Tutur Peramal Yin.


Sudut mulut Yun Yi terangkat, dia menatap peramal Yin dengan senyum miring.


"D-dewi?"


...🔸️To Be Continued🔸️...

__ADS_1


__ADS_2