Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Zhao


__ADS_3

Setelah berbincang-bincang dengan Yang Hua, kini Yun Yi melanjutkan perjalanannya menuju tempat orang itu.


Sepanjang jalan, banyak orang yang menatap Yun Yi dengan wajah penuh tanya. Bahkan, ada yang terang-terangan bertanya.


"Apakah kamu keturunan campuran?"


Yun Yi mengerutkan alisnya. "Hm?"


"Ah, begini, aku merasakan aura manusia pada dirimu, tapi... ada aura lainnya di dalam dirimu. Jadi, aku bertanya, apakah kamu keturunan campuran?" Jelas orang itu.


"Aku bukan turunanbcampuran, kalau mengenai aura lain, mungkin itu di dapat saat aku menyerap Qi spiritual seseorang."


Mendengar perkataan Yun Yi, orang itu nampak ketakutan. "K-kalau begitu permisi."


Setelah kepergian orang gadi, kini Yun Yi sudah sampai di sebuah kediaman, dengan papan nama Zhao di atas gerbangnya.


"Maaf Gūniáng, siapa yang anda cari."


Ketika Yun Yi menaikki tangga menuju gerbang kediaman Zhao, seorang buaya penjaga menghadangnya.


Dengan tenang Yun Yi berkata. "Sampaikan pada nyonya-mu. Bintang harapannya datang berkunjung."


Kedua penjaga dengan wajah seekor buaya itu terlihat kebingungan. Tapi, salah satu dari mereka segera pergi ke dalam.


"Gūniáng, mohon tunggu sebentar." Penjaga yang satunya, membungkukkan badannya.


"Baik."


Yun Yi berdiri tegak, dia menatap gerbang kediaman Zhao yang terlihat baru.


"Apakah kediaman ini baru saja di renovasi?" Tanya Yun Yi.


"Benar Gūniáng. Empat hari yang lalu, kediaman ini baru saja selesai di renovasi." Sahut buaya penjaga itu.


"Apakah kamu tahu apa alasannya?" Tanya Yun Yi lagi.


"Sepertinya Gūniáng belum mendengar rumornya yah. Padahal, setahu saya orang-orang di dunia manusia pun juga mengatahui hal ini."


"Rumor apa?"


"Beberapa minggu lalu, kediaman ini mengalami musibah, hampir seluruh bangunan di kediaman Zhao ini terbakar hingga hangus."


Mata Yun Yi membola. "Kebakaran?!" Teriak Yun Yi.

__ADS_1


Penjaga itu mengangguk membenarkan.


"Bagaimana bisa terjadi kebakaran? Lalu, apakah ada yang terluka? apakah Zhao Fūrén baik-baik saja?" Tanya Yun Yi dengan panik.


"Anda tenang saja Gūniáng. Untungnya semua anggota keluarga Zhao saat itu sedang tidak ada di kediaman. Jadi, yang terluka hanya beberapa pelayan dan prajurit saja." Ujar Penjaga itu.


Mendengarnya, Yun Yi bernafas lega. Dia memegang dadanya yang masih bergemuruh.


Tap tap tap


Yun Yi kira itu adalah langkah penjaga yang pergi melapor tadi, tapi ketika kepalanya mendongak. Dia mendapati Zhao Da Bian, kepala keluarga Zhao sedang berlari dengan panik ke arahnya.


"Kenapa anda berlari, kepala keluarga Zhao?" Tanya Yun Yi dengan senyum penuh arti.


Da Bian menatap tidak percaya sosok di depannya, walau dengan tubuh berbeda, aura dan semua sikapnya benar-benar seperti Dewi-nya.


"I-ini..." Lidah Da Bian teras kelu, dirinya tidak bisa berkata-kata, hanya menatap Yun Yi dengan wajah tidak percaya.


"Di mana Zhao Fūrén?" Mengabaikan kebingungan Da Bian, mata Yun Yi terus mencari keberadaan seseorang.


"Ji-jika anda ingin bertemu dengan Shui'er, anda bisa mengikuti saya." Kepala Zhao menundukkan kepalanya, lalu dirinya berjalan di depan Yun Yi.


Yun Yi mengikuti Da Bai dengan langkah tenang, dirinya menatap halaman luas yang kini sudah tidak seperti dulu lagi. "Sepertinya kebakaran itu juga melahqp taman ini." Gumam Yun Yi.


Mereka berjalan ke sebuah Gazebo di atas danau teratai. Di gazebo itu, ada seseok wanita, denan Hanfu hijau yang tengah menatap hamparan bunga teratai yang tumbuh di danau buatan itu.


"Shui'er." Da Bian menghampiri istri nya itu, dan memanggilnya.


Wanita itu menoleh, dan ketika melihat Yun Yi, wanita itu langsung berdiri. "Bintangku..."


Mata wanita itu memerah, dia berjalan terseok-seok ke arah Yun Yi.


Bruk


Wanita itu memeluk Yun Yi dengan sangat erat, dan dengan senang hati Yun Yi membalas pelukan itu.


"Akhirnya anda kembali." Ujar wanita itu dengan suara seperti menahan tangis.


"Tentu saja aku kembali, aku tidak akan tenang kalau pergi tanpa berpamitan pada kalian semua." Yun Yi menepuk-nepuk punggung wanita itu, dan seketika terdengar suara tangisan.


"Saya sangat sedih ketika mendengar kabar kalau... anda..." Wanita itu tidak melanjutkan ucapannya, dia malah menangis keras.


"Kenapa malah semakin keras? Aku kan ada di sini." Yun Yi mengelus punggung wanita itu. "Sudah, sudah. Tidak perlu menangis lagi." Lanjutnya.

__ADS_1


Wanita itu melepas pelukannya, lalu membungkukkan tubuhnya, sembilan puluh derajat. " Yan Shui memberi salam kepada Dewi, maaf saya telat memberi salam." Ujar Yan Shui.


Yun Yi menggelengkan kepalanya. "Bukan masalah."


Setelah acara hari tadi, kini ketiganga tengah duduk melingkar di meja yang di sediakan.


"Lalu, kenapa lediam kalian bisa terbakar?" Tany Yun Yi.


Da Bian dan Yan Shui saling berpandangan, dengan ragu-ragu Da Bian pun menjawab. "Ini di sebabkan oleh salah musuh kami. Dan alasan lainnya..."


Yun Yi merasa aneh saat Da Bian melirik dirinya sesekali. Saat Da Bian meremas tangannya yang di simpan dia tas meja, itu terlihat oleh Yun Yi.


"Apakah alasan keduanya karena kalian sangat menghormati ku?" Tidak ada jawaban.


"Ah.." Yun Yi teringat satu hal. "Apakah mereka mengira kalau aku bersembunyi di kediaman kalian?"


Melihat reaksi kaget dari pasangan suami istri itu, seketika sudut mulut Yun Yi terangkat, dirinya menyeringai.


Wajah Yun Yi terlihat buruk, matanya yang lembut tiba-tiba terganti menjadi begitu tajam."Mereka terlalu gigih. Apakah mereka mengartikan kalau aku yang diam saja, mereka dengan bebas bisa melakukan apa saja?"


"Apakah aku perlu memberi pelajaran pada mereka?" Sambung Yun Yi.


Melihat Yun Yi yang marah, Yan Shui segera mendekati Yun Yi. "Dewi-ku, sebaiknya anda meredakan amarah anda." Yan Shui mengusap tangan Yun Yi yang mengepal.


"Aku tidak bisa."


Ketika Yun Yi hendak berdiri, Yan Shui segera berkata, mencegahnua untuk pergi.


"Dewi, saa yakin anda sayang ke sini pasti memiliki urusan lain. Sebaiknya anda menunda hal ini dulu, dan tolong jelaskan, apa maksud anda yang sebenarnya sampai datang ke sini begitu pagi."


Berhasil, perkataan Yan Shui berhasil menghentikan langkah Yun Yi.


Yun Yi memegang kepalanya. "Arghh." Yun Yi menggeram marah, drinya ingin memberi pelajaran pada orang-orang yang berani mengganggu orang terdekatnya. Tapi dirinya teringat, kalau bawahannya yang lain, saat ini lebih memburuhkan dirinya.


"Huft." Yun Yi mengatur nafasnya, mencoba menghilangkan amarah yang bergejolak di dalam dadanya.


Setelah merasa tenang, Yun Yi berbalik.


Dengan wajahnya yang begitu serius, Yun Yi berkata.


"Yan Shui, temani aku untuk memasuki wilayah Klan Naga biru."


Mendengar itu, Yan Shui tidak bisa untuk tidak kaget. "Apa?!"

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2