Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Reputasi


__ADS_3

Kini Yun Yi berjalan sendiri, tak ada Raja Xin. Setelah keluar dari dalam dunia ruang, Raja Xin berkata memiliki kepentingan yang sangat mendesak. Sebelum pergi, Raja Xin memberi Yun Yi sebuah cincin berwarna biru. Cincin yang kini berada di sebelah cincin tunangan Yun Yi adalah cincin yang di isi dengan Api biru.


Raja Xin berkata. "Gunakan Api biru yang ada dalam cincin ketika kamu dalam keadaan mendesak."


Yun Yi masih ingat dengan wajah Raja Xin yang terlihat khawatir dan enggan untuk meninggalkannya. Yun Yi memang masih ingin bersama Raja Xin, tapi ia tidak ingin Raja Xin mengabaikan tugasnya sebagai seorang pemimpin.


Yun Yi dapat menjaga dirinya sendiri, dia bukanlah gadis lemah. Tapi Yun Yi teringat dengan perkataan Raja Xin sebelum pergi, tadi.


"Wanita itu mungkin sedang mencarimu, jadi ku harap kamu segera menaikkan tingkat kultivasimu. Dan ku harap ingatanmu kembali sebelum wanita itu menemukanmu."


Yun Yi terdiam, wanita yang di maksud Raja Xin sebenarnya siapa? Apakah wanita yang di maksud Raja Xin adalah musuhnya? Kalau memang benar, ia harus segera berkultivasi lagi.


'Xiăo Jiě.' Setelah sekian lama, suara Zisè kembali terdengar.


"Kemana saja kamu?" Tanya Yun Yi dengan sinis.


'Apakah Xiăo Jiě marah?'


"Menurutmu?" Bukannya menjawab Yun Yi malah bertanya balik.


'Hehe.' terdengar kekehan kecil dari dalam kepala Yun Yi.


'Maaf Xiăo Jiě, wilayah di dalam seel array ini seperti memutus ikatan antara cincin ruang dengan dunia luar.'


"Lalu kenapa milik A'Jian bisa?"


'Saa yakin ini karen kekuatan Raja Xin yang sudah sangat tinggi, apa lagi dengan statusnya yang sebagai salah satu Klan Naga biru.'


"Memangnya kenapa dengan Klan Naga biru?"


'Setahu saya, Klan Naga biru adalah Naga terkuat setelah Naga purba. Klan Naga biru bisa menaklukan Naga-naga kuat lainnya, kecuali Naga purba. Klan Naga biru memiliki kepintaran yang tidak akan terukir oleh dunia, bahkan mungkin semesta. Kelemahan mereka saat ini hanyalah reputasi nya saja.'


"Reputasi?"


'Apakah anda ingat, kalau Kalian Naga biru di pandang rendah oleh orang-orang dunia langit? Klan mereka sampai di cap pemberontak oleh Dewa-Dewi. Dan karena hal inilah, Klan Naga biru tidak bisa hidup seperti sebelumnya. Karena pengaruh orang-orang di dunia langit, kini hampir seluruh dunia membenci Klan Naga biru.'


"Tapi, mengapa klan naga biru sampai di benci? Bukankah dulunya hanya perkelahian antara Dewa Agun dan leluhur Klan Naga biru."

__ADS_1


'Anda sangat mudah mengucapkan kata Dewa Agung dengan lantang. Kalau itu orangain, mereka tidak akan berani melakukan hal seperti tadi.'


"Aku tidak peduli, bukankah dia Ayahku."


'A-apakah, Xiăo Jiě sudah mengingatnya?' di dengar dari nada bicara Zisè dia seperti terkejut.


"Hanya sebagian, tidak semuanya ku ingat."


'Kalau sudah ingat, mengapa nada bicara Xiăo Jiě malah seperti itu?'


"Yang aku ingat adalah saat Ayahku itu membawa seorang wanita ke kamar ibu saat usiaku masih setahun. Walau begitu, aku masih ingat wajah sombongnya itu. Sangat menjijikkan, dilihat dari manapun, dia tidak cantik atau bahkan menarik."


Yun Yi berhenti ketika sudah dekat di sebuah sungai yang cukup luas. Ia mendudukkan dirinya di salah satu batu, lalu kembali bercerita.


"Wanita itu pasti bisa ada di di istana langit karena pengaruh seseorang. Tidak mungkin seorang berpangkat paling tinggi, lera menikahi wanita kumuh seperi nya." Ucapan Yun Yi mengandung ejekan dan cibiran.


Ketika tengah asik berbincang dengan Zisè , sebuah tangan menepuk bahuku. "Akhirnya aku menemukanmu."


Aku menoleh, di belakangnya ada Jun Shu Ren, Ming Yuan dan Guang Luo, gurunya.


Guang Luo mengangguk, lalu membantu Yun Yi untuk berdiri tegak. "Apakah kamu baik-baik saja? Dimana Raja Xin?"


"Aku baik. A'Jia- ah, maksudku A'Guang memiliki pekerjaan yang tidak bisa di tunda." Sahut Yun Yi.


Guang Luo mengangguk dengan senyum senang. "Ya, aku hampir lupa kalau tunanganmu itu adalah seorang Raja." Ujar Guang Luo, sedikit menggoda Yun Yi.


Yun Yi Hanay diam. Tidak berniat menanggapi perkataan Guang Luo.


"Ah ya, Kakak seperguruan, apa saja yang kamu temukan selama menjelajah di sini?" Tanya Ming Yuan.


"Jangan panggil aku 'Kakak seperguruan, panggil Yun Yi saja." Ucap Yun Yi.


Kepa Yun Yi ertoleh ke arah Jun Shu Ren. "Kamu juga."


"Baik, Yun Yi."


Ujar mereka secara bersamaan.

__ADS_1


"Sebelum aku menajawab pertanyaan mj


U, aku ingin melihat dulu, apa yang kalian temukan." Ujar Yun Yi.


"Baiklah, tunggu." Ming Yuan mengangguk, lalu mengeluarkan semua yang ia dapatkan di dalam Segel array ini.


Setelah mengeluarkan semua barang yang di dapat dari beberapa tempat. Ming Yuan tersenyum bangga melihat tumpukkan harta di depannya.


Yun Yi menatap satu persatu barang-barang yang di kumpulkan Muang Yuan. "Semuanya bagus, kecuali ini." Yun Yi mengambil sebuah jamur Kecik, tapi memeliki batang berwarna ungu. Dan atasnya berwarna Merah.


"Tanaman ini memang berguna. Namun dengan keadaa kotak yang menyimpan tanaman ini, sekarang tanaman ini tidak berfungsi." Ujar Yun Yi


"Kenapa biasa Jadi kayak gitu?" Kamu menyimpannya di kitak, tanpa mengalaminya dengan kain. Makanya, air-air yang keluar dari jamur ini berceceran, dan tiska terserap ke dalam kain. Jadinya sekarang herbal ini tidak ada gunanya." Yun Yi melempar herbal tersebut, jaubd Aru empat mereka berdiri.


"Ta-tapi, aku mengambilnya dengan susah payah." Wajah Ming Yuan menekuk, mengambil satu buah jamur itu saja sudah hampir membautnya terbunuh, dan sedang tanama itu malah tidak berfungsi.


"Jangan sedih. Aku punya tempat dengan banyaknya tanaman herbal, dan tanaman racun." Yun Yi menepuk-nepuk pundak Ming Yuan.


"Di mana? Bolehkan ajak aku ke sana?" Tanya Ming Yuan dengan mata berbinar.


Yun Yi mengangguk. "Ikuti aku."


Mereka bertiga mengikuti Yun Yi dengan menggunakan Qinggong mereka. Guang Luo merasa kaget saat Qinggong Yun Yi menjadi lebih cepat dari pada sebelumnya, padahal mereka hanya tidak bertemu selama satu hari.


"Anak ini berkembang sangat pesat." Gumam Guang Luo di sela-sela larinya.


Mereka terus mengikuti Yun Yi, walau sedikit kewalahan menyamakan kecepatan nya. Dan entah sudah berapa lama mereka terus berlari, akhirnya kini mereka sampai di depan hutan yang sangat unik.


Hutan ini berbeda dengan hutan yang pernah mereka temui sebelumnya.


"Apa herbal itu ada di dalam hutan ini?" Tanya Ming Yuan.


"Ya." Setelah mengangguk, Yun Yi pun mulai berjalan memasuki hutan, di ikuti oleh yang lain nya.


Setelah berjalan beberapa saat, mata Ming Yuan, Jun Shu Ren dan Guang Luo melotot melihat pemandangan di depan nya.


...🔸️To Be Continued🔸️...

__ADS_1


__ADS_2