Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Sate


__ADS_3

Setelah api padam, Yun Yi memerintahkan Raja Xin untuk menebang lalu menyingkirkan akar-akar nya. Tentu Raja Xin mematuhinya, ia takut kalau Yun Yi kembali mendiaminya.


Yun Yi terpikir untuk membuat barang dari kayu-kayu yang masih layak pakai. Karena banyak orang yang di hasilkan, Yun Yi kembali terpikir untuk membuat sate.


Dulu dia pernah membuat makanan Indonesia itu bersama salah satu bawahannya, ia cukup rindu dengan bumbu kacangnya.


Melihat ke sekelilingnya, lalu menghitung jumlah orang yang ada di sana. "Banyak juga." Monolog Yun Yi setelah menghitung anggota keluarga Huang di tambah gurunya, Raja Xin dan Shen, lalu Putri Wang, dan di tambah lagi para siluman yang berjumlah tiga puluh enam orang.


"Jadi daging yang di butuhkan adalah..." Yun Yi menopang dagunya, di sini ia tidak punya kilo, jadi ia harus bagaimana?


"Aha!" Yun Yi mendapat ide. Mungkin ia harus meminta para pria untuk berburu.


"A'Guang kemari."


Raja Xin yang di panggil segera menghampiri Yun Yi.


"Ya kenapa? Apa kamu perlu sesuatu?"


"Aku ingin kamu memimpin perburuan, minta siapa saja untuk berburu. Malam ini aku akan membuat menu baru." Ujar Yun Yi.


"Apakah kau akan memasak untuk semua orang?" Raja Xin menatap sekitar, setidaknya jika di jumlahkan dengan para prajurit dan pelayan mungkin ada seratus orang atau bahkan lebih.


"Iya, semua orang. Jadi kau harus mencari daging sebanyaknya. Kalau masalah daging apa, itu terserah mu saja, yang penting bisa di makan." Jelas Yun Yi.


"Tapi kalau bisa tangkap rusa saja." Sambungnya.


Raja Xin terlihat mengangguk-anggukan kepalanya. "Itu hal mudah, tidak perlu memanggil yang lain, biar aku dan Shen saja yang berburu."


"Memangnya bisa kalau hanya berdua?" Tanya Yun Yi dengan alis mengkerut.


Raja Xin tersenyum, "Tentu saja."


Raja Xin segera memanggil Shen, mereka pun pergi ke hutan di sisi lain. Karena Hutan yang ada di depan mereka kini sudah hilang, menyisakan lahan kosong yang luas.


Yun Yi menepuk jidatnya pelan, ketika mengingat sesuatu. "Oh tidak, aku lupa untuk meminta A'Guang membuatkan alat untuk memanggang nya."


"Gimana dong..." Kalau begini pupus sudah keinginan Yun Yi untuk makan malam dengan sate.

__ADS_1


Proses membuat sate dalam porsi besar itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan Raja Xin baru saja pergi berburu, dan pastinya mereka berdua membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan daging hewan yang cukup untuk mereka semua.


Yun Yi meminta Min An dan Yu Lin untuk membantu mereka. Putri Wang pun ikut, karena dirinya ingin belajar memasak. Karena Guan Yin juga tengah bosan, ia pun ikut membantu Yun Yi.


Entah karena apa, pada akhirnya banyak orang yang membantu Yun Yi menyiapkan makan malam.


Belum juga satu dupa, Raja Xin dan Shen sudah kembali membawa banyak sekali hewan buruan. Dan akhirnya malam ini mereka makan sate bersama-sama, berkat Raja Xin yang datang lebih awal. Yun Yi juga senang bisa mendapatkan peralatan jaman modern yang di ciptakan Raja Xin mengandalkan gambar yang di buat Yun Yi.


Setelahnya, Raja Xin memerintahkan bawahannya yang lain untuk mengantar bangsa siluman untuk tinggal di istananya. Karena takut banyak yang tidak setuju, Shen pun di perintahkan untuk mengawal para siluman.


Malam ini ketika semua orang tengah tertidur, Yun Yi meminta Raja Xin untuk membantunya menanam pohon. Bibit-bibit pohon nya di dapatkan dari dalam ruang milik Raja Xin.


"Huft, akhirnya selesai juga." Yun Yi memijat lengannya yang terasa pegal, tubuh ini masih belum sekuat tubuhnya yang dulu. Ia benar-benar harus menambahkan waktu latihan lagi.


"Minumlah." Raja Xin memberikan botol porselen yang cukup besar pada Yun Yi.


"Apa ini?" Yun Yi mengangkat botol porselen itu ke udara.


"Di dalamnya ada air. Minumlah dulu, kamu pasti kehausan."


Raja Xin duduk di samping Yun Yi. "Itu air yang aku ambil dari dalam ruang." Jelasnya.


"Pantas saja." Gumam Yun Yi.


"Kamu tidak minum?" Tanya Yun Yi ketika Raja Xin hanya mengamati dirinya sedari tadi.


"Kalau boleh, aku ingin minum bekasmu." Raja Xin menunjuk botol porselen yang di pegang Yun Yi.


"Baiklah, baiklah." Kepala Yun Yi terangguk-angguk, ia menyerahkan botol itu. "Nih, minumlah, airnya masih banyak kok."


Senyum Raja Xin melebar, ia segera meminum air sisa Yun Yi sampai tandas. Tanpa Yun Yi sadari, Raja Xin denan  sengaja menpelkan bibirnya di bekas bibir Yun Yi.


Telinga Raja Xin memerah, ia menatap botol porselen itu dengan senyuman.


Yun Yi menatap aneh Raja Xin yang tersenyum ke botol.


"Apakah kamu sakit?" Yun Yi menempelkan tangannya di kening Raja Xin.

__ADS_1


"Tidak panas kok, api kenapa wajah dan telingamu memerah?"


Wajah Raja Xin semakin memerah ketika di perhatikan oleh Yun Yi. "Yi'er..." Secara tiba-tiba, Raja Xin menyembunyikan wajahnya di pundak Yun Yi.


"Eh? Ada apa dengan mu?" Yun Yi mendorong tubuh Raja Xin. Tapi sekuat apapun ia mendorong nya, itu tidak berpengaruh apa-apa. Raja Xin masih tetap di posisi awal, duduk di samping Yun Yi dengan kepala yang di simpan di bahu Yun Yi.


Raja Xin melingkarkan tangannya di pinggang Yun Yi, ia berkata. "Jangan marah." Suaranya lirih, seperti tengah menahan tangis.


Alis Yun Yi terangkat. "Siapa yang marah pada siapa?"


"Kamu marah padaku." Suara Raja Xin terendam kerena Raja Xin semakin menenggelamkan wajahnya, kini wajah Raja Xin di tempelkan dengan leher jenjang Yun Yi.


"A'Guang geli." Yun Yi tertawa pelan ketika merasa geli dengan nafas Raja Xin yang berhembus di leher nya.


"Aku memang marah, tapi sekarang sudah tidak kok." Ucap Yun Yi, ia kembali mendorong tubuh Raja Xin, dan lagi-lagi tidak berefek apa-apa.


"Benarkah?"


"Benar."


"Lalu kenapa nada bicaramu masih ketus seperti itu?"


Yun Yi terdiam, ia menatap ke depan. "Itu karena aku tengah kesal dengan pemimpin dunia siluman." Ucap Yun Yi.


"Kenapa kamu bisa kesal padanya? Bukankah kamu belum pernah melihatnya." Tutur Raja Xin.


"Nah itu dia. Entah kenapa aku merasa kesal setelah mendengar penjelasan Duan Hui, bahkan ada rasa marah di hatiku. Seolah para siluman itu termasuk ke dalam orang yang harus aku lindungi. Padahal ini pertemuan pertama kita." Ucap Yun Yi panjang kali lebar.


Raja Xin tidak berkata apa-apa, ia juga tidak membatin apapun karena takut Yun Yi mendengarnya. Raja Xin memasang segel di dalam kepalanya, supaya Yun Yi hanya bisa mendengar suara batinnya saja. Tidak dengan pikirannya.


"Kenapa kamu malah diam saja?" Tanya Yun Yi.


"Aku tidak tahu harus berkata apa." Bohong, Raja Xin tahu kenapa Yun Yi merasa peduli pada siluman, tentu saja ini menyangkut Yun Yi di masa lalu.


Raja Xin memjamkan matanya, sepertinya ingatan Yun Yi akan segera pulih kalau dia bertemu dengan tempat atau orang yang membekas di hatinya.


...🔸️To Be Continued🔸️...

__ADS_1


__ADS_2