Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Ular Spiritual


__ADS_3

'Apakah aku bisa mendengar pikiran orang lain?' Yun Yi bertanya-tanya dalam hati.


"Yi'er, Yi'er."


Yun Yi menoleh ke arah Qiou Yue yang sedari tadi terus memanggilnya. "Ya ada apa?"


"Huft." Qiou Yue menghela nafas. Lalu ia berucap, "Apakah kamu tidak mendengarkan?" Tanya Qiou Yue.


Yun Yi menggaruk tengkuknya kaku, "Memangnya Gēgē bicara apa?" Tanyanya.


"Sebenarnya apa yang tengah kamu pikirkan sampai-sampai tudak mendengar ucapan ku." Qiou Yue berujar, heran.


"Aku hanya memikirkan beberapa hal." Yun Yi mengalihkan pandangannya, menghindari tatapan penuh curiga Qiou Yue.


"Hal seperti apa?" Tanya Qiou Yue, penuh selidik.


"E.. itu.."


"Qiou Yue, Yi'er. Cepat kemari." Yun Yi menghela nafas lega, ketika Jendral Huang lebih dulu memanggil mereka.


Yun Yi segera menjalankan kudanya, sambil berucap. "Gēgē, sebaiknya kita segera menghampiri Ayah."


Qiou Yue menatap punggung Yun Yi drngan mata menyipit, "Sebenarnya apa yang kau sembunyikan Yi'er?" Gumam nya.


Qiou Yue pun segera memacu kudanya, setelah Qiou Yue berada di lingkaran Array teleportasi, Wanran mengarahkan tangannya ke salah satu batu, lalu mulai mengalirkan Qi spiritual nya ke batu tersebut.


Perlahan-lahan, lingkaran Array yang tadinya berwarna hitam kini mulai berubah menjadi berwarna biru. Lalu dari ke enam batu tersebut keluar cahaya yang menyelimuti mereka.


Untuk sesaat Yun Yi merasa ada sebuah magnet besar yang menarik nya secara paksa. Setelah beberapa kedipan mata, hutan yang tadinya nampak asri kini berubah menjadi hutan yang sepertinya tidak pernah di injak oleh manusia. Aura hutannya begitu mencekam, pohon-pohon menjulang tinggi, sampai-sampai matahari pun tidak dapat memberikan cahayanya, ke hutan ini.


"Ugh, entah kenapa aku merasa ada yang aneh dengan tempat ini." Yun Yi bermonolog.


"Dan entah kenapa, aku merasa familiar dengan tempat ini." Lagi-lagi Yun Yi bermonolog dengan suara lirih.


"Segera jalan kan keretanya, kita harus segera keluar dari hutan ini sebelum malam tiba." Kini Jendral Huang berada di depan, memimpin semua orang.


Kereta kuda pun melaju cukup cepat, mengikuti Jendral Huang. Yun Yi pun memacu kudanya.

__ADS_1


"Xiao Bai, ikuti Ayah ya." Ucap Yun Yi.


Kuda putih itu mengeluarkan ringkikkan nya, seperti mengerti dengan semua ucapan Yun Yi.


Namun belum juga berjalan setengah dupa, tiba-tiba tanah yang mereka pijaki berguncang cukup hebat. Lalu terdenganr suara desisan yang sangat keras.


"Ayah, aku merasa ini bukan pertanda baik." Qiou Yue mengungkapkan apa yang ia pikirkan.


Jendral Huang mengangguk setuju, "Semuanya waspada! Para prajurit, bersiap untuk kemungkinan terburuk." Jendral Huang meng-instrupsi semuanya.


Dari arah kiri, desisan itu semakin terdengar jelas. Guncangan nya pun semakin terasa. Para prajurit sudah siap dengan senjata mereka, Jendral Huang pun sudah mengeluarkan tombaknya.


Ketika sosok hewan besar itu mulai terlihat, banyak prajurit yang bergetar ketakutan. Bahkan Jendral Huang semakin mengencang genggamannya pada tombak merah yang ia bawa.


"Mengapa nasib kita begitu buruk." Qiou Yue bergumam. Matanya sedari tadi tidak bisa lepas dari Ular besar yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Jendral Huang mematung, ketika matanya tak sengaja melihat ke arah kening ular itu. "Mengapa penjaga pintu dunia siluman bisa ada di sini?"


"Penjaga pintu?" Yun Yi yang mendengar gumaman sang Ayah mengrerutkan keningnya.


"Ya. Di lihat dari tanda di keningnya, sepertinya dia benar-benar penjaga pintu dunia siluman. Dan kalau tidak salah dia adalah hewan spiritual Bintang Kuning tingkat tiga." Jelas Qiou Yue.


Qiou Yue melihatk sekilas, ia kembali melihat ke arah ular yang semakin dekat. "Nanti saja aku jelaskan, yang pasti, sekarang kita harus menghadapinya dulu. Karena sepertinya dia sedang marah." Ucap Qiou Yue.


"Marah? Memangnya apa yang kita lakukan sampai-sampai dia bisa marah seperti itu?" Tanya Yun Yi.


Qiou Yue menggeleng, ia pun tidak tahu mengapa Ular itu bisa marah. "Intinya, semua ini sangatlah janggal. Mengapa Hewan penjaga bisa ada di sini, seharusnya dia hanya bisa diam di satu tempat saja." Ujar Qiou Yue.


'Benar juga. Seharusnya hewan penjaga tidak berkeliaran seperti ini. Lalu kenapa ular ini bisa di sini?' Belum sempat berfikir lebih jauh, tiba-tiba ular itu menyerang menggunakan ekornya.


Brak


Untungnya ekor itu tidak mengenai siapa pun. Insting Yun Yi kini menjadi sangat sensitif, dia menatap dengan cermat gerakan ular spiritual itu.


Ketika ular itu kembali melayangkan serangan menggunakan ekornya, Yun Yi segera menghindar menggunakan kekuatan fisiknya.


Qiou Yue yang berada tak jauh dari Yun Yi tercengang. Ia tidak salah melihat kan? Tadi Mèimèi nya iyu dengan mudah menghindari serangan ular spiritual itu tanpa menggunakan Qi ataupun Qinggong.

__ADS_1


"Gēgē awas!" Qiou Yue yang tadinya terdiam kini berbalik.


Ada segumpal cairan berwarna ungu kehitaman yang mengarah kepadanya. Dengan refleks nya, Qiou Yue pun berhasil menghindar ke tepi.


Yun Yi melihat ke tanah, dari bekas racun tersebut keluar asap. Menandakan bahwa racun yang di keluarkan ular spiritual itu sangat berbahaya.


"Racun korosif?" Gumam Yun Yi.


Yun Yi mengangkat pandangannya, memindai sekitar. "Baguslah, tidak ada yang terkena racun ini." Yun Yi bergumam, senang jarena tak ada yang terkena racun tersebut.


"Semuanya!" Suara keras Yun Yi berhasil mengalihkan perhatian semua orang.


"Kalian harus berhati-hati dengan racun yang di keluarkan ular ini. Di lihat dari ciri-ciri nya, ini adalah racun korosif." Yun Yi kembali berteriak, supaya semua orang bisa mendengar ucapannya.


Yun Yi berbalik, lalu ia mengeluarkan panah yang di buat oleh Dao Xi Ling, dari cincin ruangnya. Ia merentangkan tali busurnya, lalu mulai membentuk busurnya dari Qi spiritualnya.


Ctas


Panah yang Yun Yi buat langsun mengenai ekor ular, yang hendak menyerang kembali. Ular itu mendesis kesakitan, akibat goresan yang di buat oleh busur Yun Yi. Dengan kemarahan yang semakin meningkat, ular itu melata ke arah Yun Yi. Ekornya melayang, lalu...


Brak


Untungnya Yun Yi segera menghindar. Namun walau sudah selamat dari satu serangan, Yun Yi harus tetap waspada.


Dan benar saja, ular itu kini semakin gencar memberikan serangan kepada Yun Yi.


Brak


Bruk


Akibat serangan yang terlalu kuat, dua pohon yang tak sengaja berbenturan dengab ekor ular Spiritual tumbang.


Yun Yi melotot ketika Lan Mei berada tak jauh dari dekat pohon itu. Mengandalkan pengetahuan yang ia dapat dari huku yang di berikan Zisè. Yun Yi mulai membuat sulur-sulur, lalu Yun Yi mengikat Lan Mei menggunakan sulur itu.


Lan Mei, yang tiba-tiba terikat oleh sulur itu melotot. Namun, belum sempat melakukan apapun, tubuhnya melayang, menjauh dari pohon yang akan tumbang.


Brak

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2