
"Peraturan macam apa itu?!"
Yun Yi marah, pemimpin baru itu begitu merendahkan derajat seorang perempuan.
"Bagaiman bisa dia menjadi pemimpin dengan sikap b*j*t nya itu?!"
"Dasar s****n! Ingin ku bunuh saja orang itu."
"S**l! S**l! S**l." Umpatan-umpatan kasar terus keluar dari mulut Yun Yi.
Mata iluman rubah yang di tanyai tadi melotot, walau sekilas dia merasa melihat Xian Yan, sisi gelap dari Dewi Alam yang pernah ia temui.
Siluman rubah menggelengkan kepalanya, 'Tidak mungkin.'
"Ada apa dengan mu?" Wanran menatap aneh siluman rubah yang menggelengkan kepalanya secar tiba-tiba.
"Tidak ada." Wajah siluman rubah itu kembali datar.
Raja Xin melihat keanehan dari gelagat siluman rubah. 'Aku haru menemuinya nanti.' Batin Raja Xin.
Yun Yi terdiam, tentu saja dia mendengar suara batin siluman rubah dan Raja Xin. Alisnya mengkerut tidak mengerti dengan apa yang mereka batinkan.
Setelah itu Guang Luo meluncurkan banyak pertanyaan pada se-kelompok siluman itu. Di kelompok itu, ada berbagai siluman. Namun yang lebih mendominasi adalah siluman rubah.
Mereka ternyata tengah mencari tempat tinggal yang baru, karena mereka sudah mengundurkan diri dari dunia siluman.
Lalu Raja Xin menawarkan mereka untuk tinggal di Kerajaan nya. Tentu saja dengan senang hati mereka menerimanya.
Setelah banyak pertanyaan yang di tanyakan oleh Guang Luo. Muncul seorang perempuan yang sangat cantik dengan telinga rubah, dan memiliki lima ekor.
Raja Xin menatap heran pada siluman rubah itu. "Mengapa ekormu hanya lima?" Tanyanya.
"Saya akan menjawabnya, kalau Raja Xin mau menerima saya sebagai bawahan anda." Ujar siluman rubah itu.
"Lancang." Shen menghunuskan pedangnya ketika siluman rubah berani berbicara dengan nada ancaman.
"Shen turunkan senajata mu." Bukan, bukan Raja Xin yang memerintah Shen, melainkan Yun Yi.
Shen menatap Raja Xin, meminta pendapat. Raja Xin cukup peka akan hal itu, ia pun menganggukkan kepalanya. "Patuhi."
Shen menurunkan pedangnya, lalu Yun Yi bergeser mendekat ke arah Raja Xin.
__ADS_1
"Boleh aku yang berbicara dengannya?" Tanya Yun Yi.
Raja Xin mengangguk, ia tersenyum. "Kalau itu keinginanmu, maka silahkan." Ucapnya dengan lembut. Jika di permukaan Raja Xin terlihat biasa saja, maka...
'Yi'er tidak marah lagi padaku.' Jerit Raja Xin di dalam hati.
Yun Yi hanya mengangguk, ia sedikit terkekeh ketika mendengar batin Raja Xin.
Yun Yi menatap siluman rubah dengan ekor Lina itu dengan wajah datar. "Mengapa kamu ingin menjadi bawahan A'Guang?"
"Saya sedang mencari pekerjaan dan tempat tinggal. Kalau saya mempunyai status sebagai bawahan Raja Xin saya yakin kedua itu bisa terpenuhi." Ujar Rubah ekor lima.
Kepala Yun Yi terangkat. "Apakah hanya itu?"
Suara dingin Yun Yi berhasil membuat tubuh Rubah ekor lima bergetar. Sama seperti rekannya, rubah ekor lima merasa orang di hadapannya ini mirip dengan sisi gelap dari Dewi alam.
Wajah rubah ekor lima yang tadinya terlihat sombong, kini perlahan menunduk, menghormat.
"Alasan lainnya adalah saya ingin meminta Raja Xin untuk menyingkirkan pemimpin baru kami. Saya ingin balas dendam, dia telah dengan lancang memotong empat ekor saya." Jelas nya.
Semua orang kaget, kecuali bangsa siluman.
"Sangat kejam." Guan Yin menggeram marah. Ia adalah salah satu pengagum bulu lembut rubah ekor sembilan, jadi ketika dirinya mendengar ucapan rubah ekor lima, dia sangat marah.
"Dengan beraninya dia membuat pemimpin klan rubah ekor sembilan ia jadikan sebagai pemuas nafsu nya! Dia pantas mati!" Warna mata rubah itu semakin berwarna oranye gelap.
Raja Xin menatap datar rubah itu, ini adalah masalah yang sangat besar. Namun, sampai saat ini tidak ada kabar apapun yang ia terima mengenai dunia siluman.
"Acara perburuan kemarin, kamu manfaatkan untuk bisa bebas. Tapi sebagian dari kami ada yang sudah tertangkap. Jadi terpaks aku memasang kabut itu di hutan tak berpemilik ini." Rubah ekor lima kembali menjelaskan.
Yun Yi ikut geram, walau dia belum mengenal bangsa siluman, dan ini adalah pertemuan pertamanya dengan bangsa siluman. Entah kenapa ada rasa marah yang begitu meletup-letup di hari nya.
'Pemimpin itu harus mati.'
Di dalam cincin ruang, tubuh Zisè bergetar. Karena ia dan Yun Yi terhubung, Zisè dapat melihat aura gelap yang terus meguar dari tubuh Yun Yi, walau samar.
"Ku harap sisi gelap ini tidak bangkit sepenuhnya."
"Ku harap ingatannya segera kembali, sehingga tidak akan ada masalah di seluruh dunia."
"Kalau sisi gelapnya lebih dulu bangkit... Aku takut, dia menghancurkan seluruh dunia."
__ADS_1
...> > > ✧✧✧ < < <...
Sesuai perkataan Raja Xin, ketika para siluman sudah keluar dari hutan ia akan memadamkan api di hutan. Setelah api padam, Yun Yi meminta Raja Xin untuk melakukan Reboisasi.
"Tapi Yi'er, hutan ini tidak memiliki pemilik. Dan aku tidak boleh menata hutan seenaknya." Ujar Raja Xin.
"Mengapa begitu banyak peraturan sih?!" Gerutu Yun Yi.
"Kalau kau ingin aku mengembalikan hutan ini, aku harus meminta persetujuan kepada pemimpin wilayah di sekitarnya untuk menjadikan tanah ini menjadi milik ku." Ucap Raja Xin.
"Kalau begitu cepat lakukan." Titah Yun Yi.
Tiba-tiba Yun Yi mendapatkan sebuah ide. "Ah, gini saja. Ubah kepemilikan hutan ini menjadi milik bangsa siluman ini. Dengan begitu mereka akan memiliki tempat tinggal."
Para siluman terlihat kaget. "Milik kami?" Rubah yang menyerang Yun Yi di hutan menatap Yun Yi tidak percaya.
"Tapi tadi aku menyerangmu di dalam hutan."
"Kau melakukannya karena untuk melindungi bangsamu kan?" Rubah itu mengangguk.
"Jadi itu tidak masalah." Yun Yi mengibaskan tangannya.
"Terimakasih Gūniáng!"
Yun Yi tersentak kaget ketika para siluman berlutut secara tiba-tiba. "Apa yang kalian lakukan?! A'Guang bahkan belum memindahkan kepemilikan hutan ini, kenapa kalian sudah ber-terimakasih?!"
"Dan jangan berlutut!" Yun Yi memberi perintah. "Aku tidak suka." Lanjutnya.
Rubah ekor lima tersenyum, ia merasa benar-benar melihat Xian Yan, sisi gelap dari Dewi alam. 'apakah itu benar-benar engkau?'
Yun Yi berbalik, ia menatap Rubah ekor lima yang juga tengah menatapnya. "Kenapa?"
Rubah ekor lima menggeleng. "Tidak ada."
"Ah ya, perkenal kan saya Hua Wei. Salah satu siluman rubah ekor sembilan." Hua Wei menundukkan kepalanya.
"Ah jadi namamu Hua Wei." Yun Yi mengangguk-anggukan kepalanya.
"Saya Hua Meng." Rubah yang menyerang Yun Yi juga ikut memperkenalkan dirinya.
"Dan saya Duan Hui." Siluman rubah yang di tanyai juga memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
Mendengar nama mereka bertiga, Yun Yi seperti pernah mendengar nama itu. Tapi... di mana?
...🔸️To Be Continued🔸️...