Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Ladang penuh Herbal


__ADS_3

Yun Yi membawa mereka ke ladang yang penuh dengan tanaman herbal. Ladang ini ia temukan saat dirinya tengah mencari Raja, walau secara sekilas.


Ia datang kesini awalnya hanya ingin memastikan, apakah yang ia lihat benar atau tidak. Dan ternyata ladang ini benar-benar di penuhi banyak tanaman herbal yang berkualitas tinggi. Ada juga tanaman herbal ang langka, bahkan ada tanaman herbal dengan tinggal suci di sini.


"Yun Yi bagaiaman kamu bisa menemukan kebun ini?" Tanya Guang Luo, tanpa mengalihkan pandangannya dari herbal-herbal yang ada di depannya.


"Saat berkeliling, aku tidak sengaja melihatnya." Sahut Yun Yi, setengah benar dan setengah bohong.


Guang Luo menatap sekitarnya. "Lalu di amana Raja Xin?" Tanya nya, lagi.


"A'Ji- maksudku, A'Guang pergi lebih dulu. Dia memiliki pekerjaan yang tidak dapat di tinggalkan." Jelas Yun Yi, ia hampir saja salah memanggil tunangannya itu dengan A'Jian.


"Kamu sangat beruntung, dapat menemukan tempat ini." Ujar Jun Shu Ren.


Yun Yi tersenyum, "Benar, aku sangat beruntung."


"Karena tempat ini, aku yang menemukannya lebih dulu. Jadi sekarang kita bebas mau mengambil apapun atau sebanyak apapun." Tutur Yun Yi.


"Kita?" Gumam Ming Yuan tidak mengerti.


"Ya kita." Yun Yi mengangguk, lalu memutar tangannya, mengelilingi dirinya, Guang Luo, Jun Shu Ren dan Min Yuan.


"Apa aku juga beh memetik ini?" Ming Yuan menunjuk sebuah bunga merah dengan banyak duri di sisi kelopaknya.


"Sudah ku bilang, kita bisa mengambil apapun dan sebanyak apapun." Ucap Yun Yi dengan tawa kecil.


"Baiklah, aku tidak akan sungkan." Dengan senyum yang terus di tampilkan, Ming Yuan segera mengambil sebuah sarung tangan, lalu memetik bunga itu dari dahan paling bawahnya.


"Yun Yi, aku benar-benar berterima kasih padamu. Sekarang dengan herbal ini, ibuku akan segera sembuh." Ujaring Yuan setelah memasukkan bunga berduri itu ke dalam kantung ruang.


"Memangnya ibumu tengah sakit apa?" Tanya Yun Yi.

__ADS_1


"Ibuku mengalami alergi terhadap dingin. Dan herbal yang ku petik ini adalah bunga duri naga. Herbal ini jika di olah dengan baik, hasilnya akan membuat seseorang kebal terhadap dingin." Jelas Ming Yuan.


Secara tiba-tiba, kepala Yun Yi terasa berat, sebuah suara asing masuk ke dalam telinganya.


"Nah, jika herbal ini di campur dengan air mata Putri duyung." Wanita itu mencampur cairan merah dengan beberapa tetes air berwarna biru kristal ke dalam wadah.


"Lihatlah, obat ini jika di keringkan sampai menjadi seperti tepung, herbal ini dapat di seduh. Pungsi dari seduhan air ini adalah membuat orang yang meminumnya kebal terhadap dingin dan panas. Jadi..." Wanita itu mengetigkan segenggam herbal basah itu, setelah kering dan menjadi tepung. Wanita itu menyeduhnya dengan air dingin.


"Kamu cobalan minum ini, supaya nanti kamu bisa kenal terhadap panas dan juga dingin, bahkan mungkin kamua tidak dapat di bakar oleh api dan juga kamu tidak akan mati walau di kurung di sebuah ruangan penuh es."


"Terimakasih Nuiren, kamu memang sahabat paling baik yang aku punya."


"Nuiren." Air mata Yun Yi turun, ia sekarang ingat tentang Nuiren, sahabatnya yang sudah menemaninya sedari ia kecil.


"Yun Yi, Yun Yi." Lamunan Yun Yi buyar ketika Guang Luo memanggil namanya dengan suara keras.


"Kenapa?" Tanya-nya.


Tunggu, "Menangis?" Tanya Yun Yi terulur menyentuh pipinya. Basah, apakah ia benar-benar menangis hanya karena satu ingatan itu. Jika memang benar, maka Nuiren pasti bukan hanya sahabatnya, ia yakin hubungannya dan Nuiren di masa lalu lebih erat di bandingkan dengan beberapa ingatan yang masuk ke kepala nya.


"Ah, mungkin mataku kemasukan debu." Yun Yi dengan cepat menghapus sisa-sisa air mata di pipi nya.


"Aku akan mengambil herbal dia sebelah sana." Yun Yi pergi menjauh dari mereka.


Walau merasa aneh, tapi mereka tidak bisa bertanya pada Yun Yi, karena sepertinya Yun Yi tidak ingin membahas hal ini.


Ketika Guang Luo dan Ming Yuan mulai mengambil herbal lagi. Jun Shu Ren hanya diam, ia tidak tahu harus memetik apa dan bagaimana caranya. Ia belum pernah melakukannya, ia hanya tahu tentang seni pedang, bela diri, strategi perang dan hal yang bersangkutan dengan kultivasi.


"Shu Ren, mengapa kamu hanya diam saja?" Tanya Ming Yuan.


"Aku tidak ahu harus memetik apa, aku juga tak tahu cara mengambilnya." Jelas Jun Shu Ren.

__ADS_1


"Ku kira kamu sangat berbakat dalam berbagai bidang, namun sepertinya kamu hanya paham di bidang yang bersangkutan dengan perkelahian saja." Ming Yuan berucap dengan nada mengejek.


Jun Shu Ren menaap Ming Yuan sengit. "Apakah masalah?!"


"Tidak juga." Ming Yuan menggeleng.


Ketika Jun Shu Ren akan berucap lagi, Ming Yuan lebih dulu berbicara. "Daripada kamu protes lagi, lebih baik bantu aku memetik herbal-herbal ini. Kamu tinggal ikuti apa yang aku lakukan saja."


Awalnya Jun Shu Ren enggan, tapi ia juga bosan jika terus berdiam saja. Dengan berat hati ia mengangguk, lalu mulai mengikuti apa yang di lakukan Ming Yuan.


Sedangkan di sisi lain, kini Yun Yi menemukan beberapa herbal yang di tuliskan di buku sejarah di dunia modern. Ada juga tanaman herbal langka yang di tulis di arsip dunia bawah yang di miliki salah seorang pemimpin mafia.


"Ini benar-benar herbal yang tertulis itu. Jika memang benar, aku dapat menelitinya." Gumam Yun Yi.


"'Tidak, saya tidak mengijinkan nya. Xiăo Jiě, penelitian anda yang di simpan di sini saja belum sempat anda selesaikan, apakah anda akan menambah daftar penelitian lagi?' Suara Zisè terkenal, sangat jelas bahwa Zisè tidak mengijinkan Yun Yi untuk meneliti herbal-herbal ini.


"Baiklah, aku hanya akan mengambilnya saja." Yun Yi hanya mengangguk, Zisè berucap benar, ia harus menyelesaikan penelitian nya dulu, baru ia akan meneliti herbal ini.


Yun Yi terpikirkan sebuah ide. "Zisè, jika aku menanam herbal-herbal ini di dalam ruang, apakah bisa?" Tanya Yun Yi.


'Tentu saja bisa, bahkan kualitas dari herbal akan meningkat, karena udara dan tanah di dalam dunia ruang jauh lebih baik dari yang ada di dunia luar.' Sahut Zisè, terdengar sangat antusias.


"Baiklah, kalau begitu Anam kembali mereka." Yun Yi mengambil herbal-herbal itu dengan akarnya, lalu memasukkannya ke dalam ruang.


'Xiăo Jiě.' panggil Zisè


"Apa?"


'Aku merasa ada aura yang sangat besar dari arah depan, aura ini sangat pekat. Tapi, aku tidak tahu, ini adalah aura lawan atau kawan.'


...🔸️To Be Continued🔸️...

__ADS_1


__ADS_2