
Setelah kepergian para pelayan, Jendral Huang berjongkok di hadapan Min An yang masih menatap kosong ke arah mayat ibunya.
"An'er." Jendral Huang menepuk pundak Min An pelan.
"Jangan terlalu sedih, masih ada Fùqīn dan Muqin di sini." Jendral Huang membawa Min An ke dalam dekapannya.
Min An menangis tersedu-sedu. Walaupun ibunya selalu kasar dan selalu menuntun Min An ini itu, tapi dia tidak pernah berpikir untuk meninggalkan ibunya. Namun sekarang, malah ibunya yang meninggalkan nya.
"Fùqīn... Hiks, Mufei... Hiks."
Jendral Huang mengerti kalau Min An kini tengah sangat sedih, dia memeluknya dengan erat. "Min An, relakan ibu mu ya." Pinta Jendral Huang.
Xi Lan Fen yang sedari awal sidang sampai selalu diam, dia akhirnya berdiri dari kursinya. Dengan langkah anggun dan penuh wibawa, dia menghampiri Ming An.
"Jangan menangis." Titah nya tegas.
Min An mendongak ketika mendengar suara, ia menatap Xi Lan Fen dengan tatapan campur aduk.
"Bukankah kau bilang ingin menjadi Kultivator hebat." Itu bukan pertanyaan tapi pernyataan.
"Jika ingin menjadi Kultivator hebat kau harus belajar untuk tidak menangsi seperti ini, si hadapan umum seperti ini." Ujar XibLan Fen, dia menatap sekeliling.
Min An pun melakukan hal yang sama, yaitu menatap sekelilingnya. Di ruangan ini masih banyak anggota keluarga Huang yang masih hadir, namun sebagian besar sudah tidak ada.
Min An menunduk lalu mengusap sisa-sisa air matanya dengan kasar.
Jendral Huang membantu Min An untuk berdiri, dia menatap Xi Lan Fen dengan tatapan peringatan.
"Jangan menekan anak ku seperti itu Huang Fūrén." Ujarnya dengan penuh penekannan.
"Anak-anakku tidak perlu mematuhi aturan yang selalu kau buat tiba-tiba seperti itu, anak-anakku bebas melakukan apapun. Termasuk menangis." Ucap Jendral Huang, tatapannya menyorot tajam ke arah Xi Lan Fen.
Jika orang lain akan takut ketika di tatap seperti itu oleh Jendral Huang, beda halnya dengan Xi Lan Fen. Baginya, tatapan itu sudah menjadi makanan utamanya setiap hari.
__ADS_1
"Kultivator yang bisa di sebut hebat adalah manusia yang dapat menahan semua emosinya, dia harus memendam emosi tersebut supaya tidak membuat hidupnya hancur." Xi Lan Fen berucap dengan nada dingin.
"Itu hanya moto hidupmu Xi Lan Fen. Jangan berani-berani menekankan motomu itu kepada anak-anakku, termasuk Qiou Yue dan Yu Lin." Peringat Jendral Huang, lagi.
Xi Lan Fen tidak memperdulikan ucapan Jendral Huang, ia malah berbalik, meninggalkan aula.
Jendral Huang mencoba menahan emosinya, tangannya terkepal kuat. Ia harus benar-benar menyiapkan stok kesabaran yang banyak jika berdekatan dengan Xi Lan Fen.
Min An memegang tangan Jendral Huang yang terkepal. "Ayah, tolong jangan marah." Pinta Min An.
Jendral Huang menoleh, ia menggeleng. "Tidak, Ayah tidak marah."
Min An hanya mengangguk mengiyakan.
Jendral Huang memberi Zhu Shi hukuman cambuk sebanyak seratus kali, tadinya ia akan memecat Zhu Shi seperti pelayan yang lain. Namun, ia teringat kalau Zhu Shi adalah keluarga Lan Mei, jadinya ia memeberi hukuman cambuk pada Zhu Shi.
Zhu Shi benar-benar berterima kasih karena ia tidak di pecat. Kalau ia di pecat bagaimana caranya ia bisa bertemu denan adiknya, Lan Mei.
Setelah itu Jendral Huang memerintahkan para bawahannya untuk segera melakukan pemakaman. Satu hari setelah Da Hui Ling di makamkan, Kakak nya Da Hui Long ikut menyusul sang adik. Tapi mayat Da Hui Long di pulangkan Jendral Huang ke kediaman keluarga Da.
Kepala keluarga Da, Da Gushu, sekaligus Ayah Da Hui Long dan Da Hui Ling, mengajukan protesnya di depan Huang Fu.
Hari itu banyak warga yang berkumpul menyaksikan Da Gushu yang terus memaki Jendral Huang, akan tetapi Jendral Huang sama sekali tidak menanggapinya.
Ada beberapa alasan Jendral Huang mengabaikan teriakkan Da Gushu. Yang pertama, Jendral Huang tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pertunangan Yun Yi. Memang pada awalnya Jendral Huang menolak untuk mempercepat pertunangan Yun Yi dan Raja Xin, tapi sekarang ia setuju, entah apa yang di lakukan Raja Xin sampai-sampai Jendral Huang dengan mudah menyetujui, tanpa protes lagi.
Dan alasan yang keuda adalah karena Jendral Huang sudah muak dengan segala hal yang bersangkutan dengan Da Gushu.
Kenapa? Karena Da Gushu selalu membuat Jendral Huang naik pitam, salah satunya adalah dulu Da Gushu memaksanya menikah dengan anak kembarnya. Ya, pernikahan Jendral Huang dengan Da Hui Long dan Da Hui Ling adalah paksaan dari Da Gushu.
Lalu kenapa Jendral Huang menerimanya? Jawabannya adalah karena Kaisar sebelumnya menurunkan Dekrit pernikahan.
...> > > ✧✧✧ < < <...
__ADS_1
Hari ini tepat setelah satu minggu Yun Yi dan Raja Xin bertunangan. Hari ini Huang Fu tengah bersiap-siap untuk pergi ke Kekaisaran Wu.
Tepat pertengahan bulan ini Kekaisaran Wu mengadakan acara perburuan, perburuan ini di lakukan di hutan Dinglou. hutan Dinglou di kenal sebgai tempat dengan banyaknya hewan spiritual dan tumbuhan obat yang berkualitas tinggi.
Namun, banyak rumor yang beredar kalau inti hutan Dinglou tidak dapat di masuki, termasuk keluarga kerajaan, rumor juga mengatakan kalau di inti hutan Dinglou ada hewan Spiritual dengan tingkat yang tidak pernah di lihat manusia biasa.
Banyak juga yang mengatakan kalau di hutan Dinglou terdapat tumbuhan BaiXi. Tumbuhan BaiXi di rumorkan bisa di jadikan pil untuk meningkatkan Kultivasi sampai tujuh orde. Ada juga yang berkata kalau Tumbuhan BaiXi adalah racun yang sangat mematikan.
Namun, sampai saat ini belum ada yang tahu bagaimana bentuk dan fungsi dari tumbuhan BaiXi tersebut.
Jadi ketika Kekaisaran Wu memgadakan acara perburuan seperti ini, banyak yang datang. Tidak hanya dari penjuru negeri tapi juga dari alam lain, seperti alam siluman.
Yun Yi menatap sekeliling, ia memijit keningnya pelan.
Banyak pelayan yang sibuk mempersiapkan keberangkatan semua keluarga Huang. Ya, semua. Termasuk para tetua, mereka juga ingin pergi ke Kekaisaran Wu, dengan alasan ingin mencari pengalaman.
Alasan yang tidak masuk akal bukan? Bilang saja kalau mereka ingin melihat orang-orang dari alam lain.
"Ugh, mereka sangat lah berisik." Keluh Yun Yi.
Yun Yi sudah tidak tahan ia harus segera keluar dari Huang Fu dan memilih kuda untuk perjalanan nya.
Yun Yi menengok ke samping, "Lan Mei antar aku ke kandang kuda." Pinta nya.
"Baik Xiăo Jiě, mari." Lan Mei memimpin jalan, dan Yun Yi mengikutinya dari belakang.
Sesampainya di kandang kuda, Yun Yi segera mencari kuda untuk ia tunggangi. Awalnya Yun Yi di suruh menaiki kereta kuda oleh Jendral Huang. Namun, Yun Yi tidak ingin.
Jadilah ia sekarang tengah Mencari kuda di sini.
"Lan Mei, menurutmu kuda seperti apa yang harus aku pilih?" Tanya Yun Yi pada Lan Mei yang sedari tadi mengikutinya di belakang.
Belum sempat Lan Mei menjawab, sebuah suara lebih dulu terdengar.
__ADS_1
"Biar aku yang pilihkan."
...🔸️To Be Continued🔸️...