Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Calon Kakak Ipar


__ADS_3

"Mentri Gu?" Sepertinya Yun Yi merasa tidak asing dengan nama itu.


Mei Liu menganggukkan kepalanya. "Kalau berkenan, apakah Xiăo Jiě Huang mau minum teh bersama saya. Anggap saja sebagai ucapa terimakasih." Tawar Mei Liu.


"Tidak perlu. Lagi pula aku takut Yu Lin dan Min An sedang menungguku." Yun Yi menolak nya secara halus.


"Permisi."


Yun Yi pun segera pergi dari sana, tepat ketika ia keluar dari rumah makan. Ia mendapati Yu Lin dan Min An yang tengah menonton pertunjukan.


"Apakah aku lama?" Min An dan Yu Lin berbalik ketika mendengar suara Yun Yi.


"JiěJiě, kamu mengagetkan ku." Yu Lin mengusap dadanya.


"Maaf." Yun Yi tersenyum kecil melihat raut wajah Yu Lin.


"JiěJiě habis apa?" Kini giliran Min An yang bertanya.


"Hanya mengamati keadaan kota ini saja." Ujar Yun Yi.


Min An hanya mengangguk walau tidak percaya dengan ucapan Yun Yi.


"Apakah kalian mau keliling lagi?" Tanya Yun Yi.


Yun Yi mengangguk dengan semangat. "Mau." Seru nya.


Mereka pun kembali berkeliling, dari melihat atraksi, membeli kue bulan, dan membeli beberapa pernak pernik.


Tak terasa hari pun mulai gelap. Mereka pun kembali ke penginapan. Di sepanjang jalan Yun Yi merasa ada yang sedang mengikuti mereka. Tapi, ia tidak bisa mengetahui pasti di mana letak mereka.


Sesampainya di penginapan, ternyata sudah banyak orang. Bahkan ada orang-orang yang bukan anggota keluarga Huang. Salah satunya Guru Yun Yi, Guang Luo.


"Murid memberi salam pada Guru." Yun Yi membungkukan badannya, memberi salam pada sang Guru.


"Kau habis dari mana, Yun Yi?" Guang Luo bertanya.


"Berkeliling pasar." Yun Yi duduk di dekat Guang Luo dan Wanran. Ia mengambil gelas lalu mengisinya dengan air.T


"Kakek, Nenek di mana?" Yun Yi menegak air nya, ia bertanya pada Wanran.


"Entahlah, tadi Nenek mu bilang akan pergi ke luar sebentar, tapi sampai sekarang belum datang juga." Jelas Wanran.


Brak


Pintu penginapan terbuka dengan keras, menampilkan Xiao Wang dan Gu Mei Lu, Xiao Wang berlari ke arah Mentri Gu.


"Ayah!" Teriak Xiao Wang, wajahnya memerah, sepertinya tengah marah.

__ADS_1


"Xiao Wang ini bukan rumah kita, seharus kau tidak boleh bersikap seperti itu." Mentri Gu menatap Xiao Wang, memperingati.


"Ayah, ini adalah masalah yang serius. Lagi-lagi ada orang yang mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh JiěJiě seperti waktu itu." Ucap Xiao Wang. Ada kilatan amarah yang melintas di matanya, ketika ia berucap 'waktu itu'.


"Apa?!" Mentri Gu bangkit dari duduk nya.


Menrei Gu segera menghampiri Mei Luo, "Luo'er, apakah kamu terluka?" Tanyanya, khawatir.


"Tidak Ayah, berkat Xiăo Jiě Huang aku selamat, dia yang melindungi ku." Mata Mei Luo menatap Yun Yi, ia tersenyum.


Meras ada yang tengah menatapnya Yun Yi pun menoleh, ia menatap semua orang dengan alis terangkat.


"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?"


Jendral Huang menatap Yun Yi dari meja nya, lalu bertanya. "Yi'er apakai benar kamu yang menolong Xiăo Jiě Gu?"


Yun Yi mengangguk. Lalu kembali memakan kue yang tersedia di meja.


"Saya ucapkan terimakasih karen anda telah menolong anak saya." Mentri Gu menundukan kepalanya.


"Anda tidak perlu ber-terimakasih. Xiăo Jiě Gu sudah lebih dulu ber-terimakasih kepada ku." Ujar Yun Yi.


Mentri Gu tersenyum, ia menggelengkan kepalanya, lalu berucap. "Ini adalah ucapan teimakasih dari soerang Ayah."


"Ah, begitu." Yun Yi hanya mengangguk kan kepalanya.


Alis Yun Yi bertaut, ia memiringkan kepalanya. "Maksudnya apa?" Gumam Yun Yi.


"Mungkin kamu belum tahu. Perempuan yang telah kamu tolong adalah calon kakak iparmu." Ucap Wanran.


"Kakak ipar?! Itu berarti Xiăo Jiě Gu adalah kekasih Gēgē?!" Yun Yi berteriak cukup keras akibat terkejut.


Awlanya Yun Yi bingung, mengapa ia bisa menolong seseorang yang belum ia kenal. Tapi sekarang ia tahu kenapa.


"Lebih tepatnya Ayahmu memaksa Qiou Yue untuk menikah dengan Xiăo Jiě Gu. Gēgē mu itu selalu mementingkan pekerjaannya di banding dengan hal lain." Ujar Wanran. Ia mengela nafas berat di akhir.


"Perjodohan?" Gumam Yun Yi.


'Kenapa orang tua di zaman ini sangat suka menjodohkan anak-anak nya?' Yun Yi membatin bertanya-tanya.


'Mungkin sudah kebiasaan.' Zisè menyahut dari dunia ruang.


'Busa jadi.'


Yun Yi menatap sekeliling. "Lalu sekarang di mana Gēgē?"


"Aku di sini." Qiou Yue muncul dari balik pintu penginapan.

__ADS_1


"Gēgē habis dari mana?" Tanya Yun Yi, merasa aneh. Mengapa Gēgē nya muncul dari luar penginapan.


"Penhinapan Putra Mahkota." Ujar Qiou Yue singkat.


Qiou Yue mendudukkan dirinya di kursi kosong dekat Yun Yi. Ia menepuk-nepuk pundaknya yang terasa pegal.


"Pakah pekerjaan mu sudak selesai?" Wanran bertanya.


Qiou Yue mengangguk."Ya. Walau ku yakin nanti malam akan ada lagi." Ia menghela nafanya, ia snagat kelelahan.


"Biar aku bantu pijitkan." Entah sejak kapan Gu Mei Liu audah ada di dekat Qiou Yue.


Sebenarnya Qiou Yue ingin menolak. Namun, ketika Mei Liu mulai memijit bahunya, rasa nyaman mengalir begitu saja di tubuhnya.


Melihat Qiou Yue yang mulai nyaman, senyum Yun Yi terukir. "Bagaimana kalau JiěJiě membantu Gēgē memijat punggunya juga." Ujar Nya.


Qiou Yue dan Mei Liu sama-sama menatap penuh tanya ke arah Yun Yi. "Maksudmu apa Mèimèi?" Tanya Qiou Yue.


"Begini... Bagaimana jika Gēgē beristirahat di kamar. Lalu biarkan JiěJiě Mei Liu membantumu memijit punggung." Ucap Yun Yi dengan kekehan di akhir.


Mata Qiou Yue melotot."Jangan mengada-ada."


Yun Yi mengeluarkan tawanya karena reaksi Qiou Yue yang menurutnya sangat lucu, ia melirik Mei Liu yang tengah tersipu malu.


Terlintas sebuah ide di otak Yun Yi. 'Sepertinya aku harus mencoba nya.'


Yun Yi maju, lalu memgang masing-masing satu tangan Qiou Yue dan Mei Liu. Ia mulai memejamkan matanya.


Sshh


Ketika mata Yun Yi terbuka, ternyata mereka bertiga sudah berada di dalam kamar Qiou Yue.


"Yes, berhasil!" Seru Yun Yi.


Yun Yi tersenyum senang karena ia dapat melakukan teleportasi hanya dengan membayangkannya saja, apalagi sekarang ia membawa Gēgē dan calon JiěJiě nya.


Ia berbalik. "Kalau begitu aku pamit dulu."


Yun Yi kembali menggunakan teleportasi nya ke tempat semula. Meninggalkan suasana canggung yang terjadi antara Qiou Yue dan Mei Liu.


Shh


Yun Yi duduk di kursi yang yadi ia tempati. "Hahaha, eaut wajah mereka sangat lucu." Yun Yi memukul-mukul meja sambil tertawa keras.


Wanran yang berada di sampingnya menatap Yun Yi terkejut. "Yi'er, kamu bisa ber-teleportasi?"


...🔸️To Be Continued🔸️...

__ADS_1


__ADS_2