
"Seperti yang saya katakan tadi, orang yang menghirupnya bisa menjadi gila dan haus darah, niat membunuhnya bisa saja meletup. Kalau kabut racun ilusi yang dulu saya temui, penawarnya adalah satu ees darah dari yang membuat kabut itu lalu di campur dengan air mata roh." Jelas Zisè.
"Apa?! Air mata Roh?!" Ketiga pria yang sedari tadi menyimak, yaitu Wanran, Guang Luo dan Jendral Huang, mereka terlalu kaget, sehingga berteriak secara bersamaan.
"Air mata Roh adalah harta paling berharga di seluruh dunia. Bahkan orang-orang yang tinggal di kota langitpun tidak akan pernah memakainya untuk urusan seperti ini. Lalu jika salah satu dari kami menghirup kabut itu, nanti nasib kamu bagaimana?" Guang Luo menggerutu.
Zisè menghela nafasnya, "Air mata roh di butuhka ketika seseorang menghirup kabut racun ilusi buatan pendiri Klan Rubah ekor sembilan. Bukan kabut yang di pasang di hutan ini." Ucap nya.
"Lalu apakah kamu tahu, siluman rubah tingkat apa yang memasang kabut ini?" Tanya Yun Yi.
"Hampir semua anggota Klan Rubah ekor sembilan bisa membuat kabut ini, tapi di lihat dari jangkauan nya. Mungkin siluman Rubah yang memasangnya sepertinya berkedudukan bangsawan. Karna hanya siluman dengan pangkat bangsawan lah yang memiliki jangkauan seluas ini."
Mendengar itu, semua orang terdiam. Guang Luo merasa heran, untuk apa siluman rubah, memasang kabut ini di sini.
"Tapi kenapa dia memasang kabut ini? Bukankah para siluman lain tidak di perbolehkan tinggal di sini, ini adalah kawasan berburu nya Siluman serigala." Ujar Guang Luo.
Zisè menggeleng tidak tahu, ia menatap Yun Yi yang terlihat tidak sabar.
"Saya sudah selesai menjelaskannya, jadi Xiăo Jiě boleh pergi. Dan jika Raja Xin sudah terpengaruh oleh kabut ini, anda harus mencari siluman rubah yang membuat kabut ini dan mengambil darahnya. Lalu Xiăo Jiě tinggal mengoleskannya ke area hidung." Tutur Zisè.
Alis Jendral Huang bertaut, "Bukan di makan?" Tanyanya.
Zisè menggeleng pelan, "Bukan. Aroma dari darah rubahnya lah yang bisa membuat orang yang terpengaruh kabut ini kembali seperti semula."
Setelah mendengar itu, Yun Yi segera memacu kudanya. Meninggalkan mereka ber-empat.
Sedari tadi, tatapan Yun Yi menjadi dingin.
Entah kenapa, bayang-bayang saat orang tuanya dulu meninggal, terlintas di kepalanya.
Kejadiannya agak mirip, yaitu saat Yun Yi sedang marah pada mereka, lalu orang tuanya dulu pergi ke luar untuk membelikan sesuatu suapaya ia tidak marah, tapi saat mereka pulang, mereka kembali dan sudah mendapatkan hadiah untuk Xiao Lin kecil, tapi hadiah itu di tukar dengan nyawa kedua oranga tuanya.
Dan kali ini, Yun Yi juga sedang marah kepada Raja Xin, lalu Raja Xin sekarang dalam bahaya. Padahal ia tahu, kalau Raja Xin bukanlah orang yang lemah. Tapi entah kenapa, ia sangat cemas.
Tanpa Yun Yi sadari, air matanya meluruh. Walau begitu, wajahnya masih saja tanpa ekspresi.
__ADS_1
Ia ingat, ketika ia masih menjadi Xiao Lin dulu. Awalnya ia tidak merasakan apapun ketika orang tuanya meninggal. Tapi seiring berjalannya waktu, ia tambah dewasa dan mengerti, bahwa tanpa orang tua, hidupnya terasa sunyi.
Perlahan, rasa menyesal hinggap di hatinya. Andai saja ia tidak marah waktu itu, andai saja aku mencegah ayah dan ibu pergi, andai, andai dan andai.
Setelah memasuki SMA, ia semakin sering berandai-andai. lalu ketika dia mengenal orang itu, ia di ajari bela diri, bertarung menggunakan belati dan pisau, di ajari menembak, dan sampai akhirnya ia menjadi pembunuh bayaran di umurnya yang baru menginjak delapan belas tahun.
Deg
Yun Yi tiba-tiba merasa sesak, ia menatap kabut yang tadinya berwarna abu kehijauan kini berubah menjadi kehitaman.
'Ada apa ini?' Batin Yun Yi.
"Xiăo Jiě gawat." Baru saja membatin, suara Zisè terdengar.
"Kenapa?"
"Saya merasakan aura membunuh dari arah depan, dan sepertinya ada pertarungan." Mendengar itu, Yun Yi mencoba menajamkan pendengarannya tapi ia tidak mendengar apapun.
"Jangan bohong, aku tidak mendengar apapun." Ujar Yun Yi.
"Xiăo Jiě, bisa saja ini di sebabkan oleh kabut ini. Jadi anda tidak dapat mendengarnya."
"Kenapa aku tidak mendengar suara apapun, bahkan suara pikiran orang pun tidak bisa terdengar." Gumam Yun Yi.
Ini aneh, Yun Yi merasa sudah berjalan cukup jauh, tapi masih belum menemukan apapun.
"Zisè, dari arah mana suara nya?" Tanya Yun Yi.
"Dari arah depan Xiăo Jiě, tapi saya merasa jarak antara kita dan suara itu masih tetap sama seperti tadi. Padahal Xiăo Jiě sudah mempercepat langkah kudanya."
"Apakah ini juga di sebabkan oleh kabut?"
Yun Yi menghentikan langkahnya, ia hanya dapat melihat batang pohon dan juga kabut. Sangat suit untuk membedakan pohon yang satu dengan yang lainnya. Mereka sama.
'Tunggu, bukankah kabut ini adalah kabut ilusi?' batin Yun Yi.
__ADS_1
Yun Yi menyadari sesuatu, suara Zisè berbeda dari biasanya, lalu pohon di sampingnya beebentuk sama semua, entah memang karena satu jenis, atau... Dia berjalan di tempat ini saja, anpa bisa maju ke depan.
'Bisa saja kalau Zisè yang berbicara denganku adalah Zisè palsu.' Yun Yi kembali membatin.
'Zisè.' Benar saja, ketika Yun Yi memanggil Zisè lewat pikirannya, tidak ada yang menyahut.
Mata Yun Yi memicing, seringai muncul di bibir Yun Yi. "Zisè."
"Ada apa Xiăo Jiě?"
Seringai Yun Yi semakin melebar, dugaannya benar. Zisè yang kini tengah berbicara dengannya adalah Zisè palsu.
"Keluarlah, temani aku, aku tidak ingin sendiri." Titah Yun Yi.
'Kita lihat, jika kamu memang Zisè, tanpa ragu kamu pasti akan keluar. Tapi jika menyangkal...'
"Maaf Xiăo Jiě, sepertinya kabut ini mempengaruhi cincin ruang, sekarang saya tidak bisa keluar dari ruang."
'Kau memang bukan Zisè ku.' Batin Yun Yi. Zisè asli pernah menjelaskan, kalau cincin ruang tidak dapat di pengaruhi oleh apapun, termasuk kekuatan para dewa. Kabut ini bahkan bukan kabut racun ilusi buatan pemimpin Klan Rubah ekor sembilan, jadi bagaimana mungkin bisa mempengaruhi cincin ruang.
"Oh begitu..." Wajah Yun kembali datar, matanya mengamati sekitar, mencoba mencari sesuatu yang ganjil.
'Kau sangat berani menipuku, kita lihat berapa lama kau akan tetap menipu ku.'
"Zisè, keluarkan sketsa yang kemarin aku buat." Tangan Yun Yi mengadah, wajahnya tetap melihat ke depan dan kedinginan di mata Yun Yi masih terlihat.
"Em..., Sketsa itu apa?"
Mendengar itu Yun Yi tertawa dengan keras. "Hahaha." Sudah ia duga kalau Zisè yang sedang berbicara dengannya saat ini adalah Zisè palsu.
"Kau bukan Zisè." Ujar Yun Yi dengan tajam.
Wush
Yun Yi merusak semua pepohonan yang ia lihat menggunakan sulurnya.
__ADS_1
"Keluar kau!!"
...🔸️To Be Continued🔸️...