
Yun Yi menghembuskan nafasnya lega ketika Lan Mei tidak terkena pohon itu.
"Syukurlah."
"Mèimèi." Zhu Yang, tadinya tengah membantu Jendral Huang untuk menjaga kereta yang di tumpangi Xi Lan Fen, Min An dan Yu Lin. Namun ketika melihat adiknya yang hampir terluka ia segera menghampirinya.
"Zhu Yang bawa Lan Mei ke tempat yang aman." Titah Yun Yi.
Zhu Yang mengangguk, ia pun membawa Lan Mei menjauh.
Yun Yi menatap Ayahnya yang tengah menyerang Ular itu menggunakan tombaknya, Dan Qiou Yue yang berada di samping sang Ayah.
Ketika Yun Yi akan maju, ia tidak memperhatikan sekitar. Ekor Ular itu ternyata bergerak ak tentu arah, dan sekarang berbelok ke arah Yun Yi.
Yun Yi pun segera menghindar menggunakan Qinggong nya. Namun, baru saja kakinya berpijak pada salah satudahan pohon. Ekor Ular itu kembali mengarah padanya, Yun Yi yang belum siap akan serangan dadakan itu, terpental.
Bruk
"Yi'er!"
"Uhuk."
Tubuh Yun Yi terjatuh, tubuhnya terhantam salah satu dahan besar. Darah keluar dari mulut Yun Yi. Ia merasa tubuhnya seperti akan remuk.
Tanpa di sadari seseorang, Xi Lan Fen yang sedari memperhatikan semuanya dari dalam kereta tersenyum miring.
Jendral Huang dan Qiou Yue berteriak panik, mereka segera menghampiri Yun Yi.
Ular tadi tiba-tiba menjadi diam, mata ular itu menatap lurus ke arah darah Yun Yi yang keluar dari mulutnya.
"Dewi!" Sebuah suara terdengar begitu menggema di hutan ini.
Ular itu melata ke arah Yun Yi. Jendral Huang dan Qiou Yue spontan berdiri di depan Yun Yi. Mereka sudah bersiaga, siap menerima serangan.
Namun bukannya menyerang, ular itu tiba-tiba menundukkan kepalanya. "Maafkan yang rendah ini karena tidak dapat mengenali anda, dan membuat anda terluka seperti ini Dewi."
Mendengar ucapan ular itu, semua yang ada di sana terdiam, tidak mengerti. Semua orang menatap ke arah Yun Yi yang juga menatap dengan raut heran pada ukar itu.
__ADS_1
Walau Yun Yi terluka, tapi ia masih bisa bergerak. Ia pun berdiri, menatap ke arah ukar itu dengan alis mengkerut. "Siapa yang kau panggil Dewi?" Tanya Yun Yi.
"Tentu saja anda." Ukar itu semakin menundukan kepalanya.
"Maafkan mahkluk rendah ini Dewi. Saya benar-benar tidak tahu kalau itu anda." Ular itu kembali berkata.
Alis Yun Yi semakin bertaut, "Aku tidak mengerti apa maksudmu. Lalu kenapa kamu memanggil ku dewi?"
Ketika ular itu ingin mengucapkan sesuatu, sebuah suara pun hinggap di pikiran si ular.
"Jangan katakan apapun, ini masih belum waktunya."
Kata-kata yang akan Ular itu ucapkan tertelan kembali ketika ia mendengar suara tadi.
"Untuk saat ini saya tidak dapat memberi tahu anda. Namun, saya yakin cepat atau lambat anda akan mengetahuinya." Kepala ular itu menggeleng. Lalu secercah cahaya muncul dari keningnya.
"Dewi makanlah pil ini. Di dalamnya terdapat lima belas pil penyembuhan. Luka seperti apapun akan segera sembuh ketika anda memakan ini. Jadi saya harap, anda bisa memanfaatkan mahkluk rendah ini." Ucap sang ular.
Yun Yi menerima botol giok itu, ia menatap ke arah sang ular. "Kau tidak perlu menunduk. Kesalahanmu akan ku maafkan, dengan syarat mamu mau menajawab pertanyaan kami." Uajr Yun Yi, ia menelan salah satu pil penyembuhan yang di berikan ular itu. Yun Yu merasa tubuhnya mulai membaik, bahkan lebih baik dari yang tadi.
"Makhluk rendah ini akan mencoba menjawabnya." Ular yang tadinya bertubuh besar itu kini berubahmenjadi ular seukuran dua meter.
Yun Yi mengangguk. Kaki Yun Yi pun mulai melangkahz menjauhi mereka. Dari kejauhan, Lan Mei berlari menghampirinya. Lan Mei membantu Yun Yi berjalan.
"Lan Mei lebih baik kau ambilkan aku bantal." Ucap Yun Yi. Ia memijat bahunya yang terasa agak pegal.
"Baik Xiăo Jiě, mohon tunggu." Lan Mei segera berlari ke kereta barang. Membawa dua buah bantal dan satu buah selimbut.
"Gēgē, tolong ambilkan air hangat untuk kompres, dan juga makanan dan minuman untuk Xiăo Jiě." Di sela-sela langkahnya, Lan Mei berucap pada Zhu Yang, yang sedari tadi terdiam.
"Baik." Karena adik nya sudah memanggilnya 'Gēgē', Zhu Yang segera berlari. Mengambil air hangat. Eh, tapi tunggu, dari mana ia bisa mendapatkan air hangat?
Lan Mei segera menghampiri Yun Yi yang terduduk di tanah. "Xiăo Jiě."
Yun Yi mendongak, bibirnya berkedut ketika melihat Lan Mei yang tengah khawatir.
"Aku tidak apa-apa Lan Mei. Ular itu sudah memberiku pil penyembuh." Ucap Yun Yi.
__ADS_1
"Tapi Xiăo Jiě.."
"Sudahlah." Tiba-tiba Yun terpikirkan sesuatu.
Jika tadi ia bisa membuat sulur, apakah itu artinya ia sudah dapat menciptakan apapun dari sulur seperti yang tertulis di buku?
"Mari kita coba." Yun Yi berseru dengan suasana hati senang.
Dia mulai memfokuskan dirinya, menyerap Qi spiritual alam, lalu mengalirkannya untuk membentuk sulur. Perlahan-lahan sulur itu tumbuh dari tanah, lalu mulai membentuk seperti yang Yun Yi inginkan.
Lan Mei yang berada di samping Yun Yi menatap takjub dengan sulur itu, sulurnya seperti memancarkan cahaya yang membuat mata kita terpesona. Aura dari sulur yang di viptakan Yun Yi pun bukan seperti sulur pada umumnya yang pernah di ciptakan Kultivator lainnya.
"Xiăo Jiě, anda ingin membuat apa?" Tanya Lan Mei, penasaran.
"Karena tubuhku pegal-pegal aku ingin sekali berbaring di peraduan.." belun sempat Yun Yi menyelesaikan ucapannya, Lan Mei lebih dulu menyela.
Mata Lan Mei berbinar, lalu berucap. "Apakah Xiăo Jiě akan membuat ranjang?"
Yun Yi mendengus, "Dengarkan dulu." Ujarnya kesal.
Lan Mei menggaruk tengkuknya. "Maaf Xiăo Jiě."
"Ya, ucapan mu memang benar, aku akan membuat ranjang. Tapi aku akan menyimpan ranjangnya di dalam kereta kuda." Jelas Yun Yi.
"Kereta kuda dari sulur? Memangnya bisa?" Tanya Lan Mei. Apakah Nonanya bisa mencipatkan itu? Selama ini Lan Mei tidak pernah dengar kalau ada kereta kuda yang terbuat dari sulur.
Sudut bibir Yun Yi terangkat, "Kita lihat saja hasilnya."
Tak lama, kereta kuda yang di maksud Yun Yi pun telah selesai. Lan Mei menatap takjub ke arah kereta kuda yang terbuat dari sulur itu.
"Benar-benar kereta kuda dari sulur." Gumamnya.
"Simpanlah selimut dan bantalnya di dalam." Titah Yun Yi.
Lan Mei mengangguk, lalu ia pun maju ke arah kereta kuda tersebut. Namun, melihat desain kereta kuda yang baru pertama kali ia lihat, ia tidak tahu dari mana pintu masuknya.
Ketika mulut Lan Mei terbuka, hendak bertanya. Ia malah ke duluan oleh seseorang.
__ADS_1
"Yi'er benda apa ini?"
...🔸️To Be Continued🔸️...