Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Cerita


__ADS_3

Raja Xin terus menggenggam tangan Yun Yi. Ia menatap Yun Yi yang hanya berbaring, mata nya masih terbuka. Sudah tiga tabib yang memeriksa Yun Yi. Dan tabib ke empat baru saja pergi, mereka bilang tidak menemukan kesalahan apapunsalam tubuh, Yun Yi baik-baik saja.


Namun, kenapa tadi Yun Yi mimisan. Bahkan badannya panas. Darah yang keluar dari hidun Yun Yi lumayan banyak sehingga Raja Xin memanggil dua tabib sekaligus.


"Yi'er." Entah ke berapa kalinya Raja Xin memanggil Yun Yi, dan untuk ke sekian kalinya, Yun Yi tidak menjawab apapun.


Dia hanya tertidur dengan mata terbuka, lalu beberapa saat mengedip dan terus begitu. Yun Yi tidak mengatakan apapun, matanyapun kosong, seolah-olah raganya di sini dan jiwanya di tempat lain.


"Yi'er, apakah kamu mendengarku?" Raja Xin semakin mengeratkan genggaman tangannya.


"Apakah ini salah satu jalan untuk membuatmu ingat dengan masa lalumu?"


Setelah terjeda beberapa saat, ia kembali berucap. "Apakah rasanya sakit?"


"Atau bahkan sangat sakit?"


"Ku dengar, jika seorang Dewa ataupun Dewi yang sudah kehilangan ingatannya. Mereka akan sangat susah mengingatnya kembali, tapi ada juga dari mereka yang mudah mengingat nya kembali. Namun, prosesnya di katakan sangat menyakitkan. Mau itu jiwa, raga, ataupun perasaan."


Raja Xin menundukkan kepalanya, tanpa sadar air matanya keluar. Dengan cepat Raja Xin menghapusnya. "Kau tahu, ini ketiga kalinya aku menangisi seorang wanita."


"Yang pertama, saat ibu hampir mati. Lalu saat ibu meninggalkanku di dunia manusia. Dan yang ketiga adalah sekarang."

__ADS_1


"Yi'er, setelah kamu mengingat masa lalu mu nanti. Apakah kamu akan meninggalkan aku seperti dia?"


"Apakah aku akan kembali hidup seorang diri?"


"Apakah kamu juga akan membenciku yang memiliki darah naga."


"Ah benar, aku belum bercerita padamu kalau aku adalah salah satu keturunan dari naga biru. Leluhurku pernah membenci Dewa agung. Kau tahu kenapa?"


"Leluhurku dan Dewa agung sama-sama mencintai Dewi cahaya. Dan Dewi cahaya mencintai Dewa agung. Jadi kau sudah dapat menebak bukan Dewi cahaya memilih siapa? Tapi bukan itu alasan leluhurku membenci Dewa agung."


"Dari yang ku tahu, Dewa agung pernah berjanji untuk tidak menikahi wanita yang lain selain Dewi cahaya. Dan pada saat pesta perayaan ulang tahun kekaisaran langit, Dewa agung jatuh cinta lagi pada wanita berdarah campuran. Wanita itu adalah anak dari pasangan antara iblis dan Dewa."


"Tak lama setelah itu, Dewa agung menikahi wanita itu tanpa persetujuan dari Dewi cahaya. Pernikahan nya di adakan sangat meriah, dan mewah. Bahkan lebih mewah dari saat Dewa agung menikahi Dewi cahaya. Dewi cahaya kecewa dan marah, dan tepat saat itu, Dewi cahaya melahirkan anak ke duanya dan dia melahirkan seorang putri. Yang di beri nama Xiao Sui dan itu kau." Suara Raja Xin menjadi pelan ketika di akhir kalimat.


"Awalnya semua orang tidak tahu kalau Dewi cahaya tidak menyetujui pernikahan antara Dewa agung dan wanita campuran itu. Tapi saat perayaan kehamilan wanita itu, semua orang menjadi tahu kalau Dewi Cahaya tidak menyetujui pernikahan itu."


"Hampir semua penghuni dunia langit marah. Dewi cahaya adalah Dewi kesayangan orang-orang dunia langit, jika Dewi cahaya senang mereka pun akan senang. Dan di perayaan itu mereka pertama kalinya melihat raut sedih Dewi cahaya. Dan mereka marah, lalu meminta dewa agung untuk menceraikan wanita itu."


"Dewa agung menolak, dia berkata dia mencintai wanita itu. Dan perkataannya itu membuat Dewi cahaya makin sakit hati. Lalu leluhurku melihat Dewi cahaya yang menangis sambil menggendong bayi kecilnya. Tangisan itu membuat leluhurku marah dan dia menyerang Dewa agung."


"Di katakan leluhurku kalah saat pertarungan itu, dan di masih memendam kebenciannya sampai akhir nafasnya."

__ADS_1


"Dan dari situ, klan naga biru selalu di benci oleh orang-orang dunia langit. Ya walau ada juga yang tidak."


"Kau tahu Ayah ku itu adalah seorang dewa, dia adalah Dewa kekosongan, dia adalah salah satu orang kepercayaan dewa agung. Aku awalnya heran, bagaimana ibuku bisa menikah dengan Ayah, tapi akhirnya aku tahu. Ternyata ibuku memalsukan identitas nya, lalu mengejar ayahku sampai mereka menikah lalu melahirkan ku."


"Lalu bertepatan dengan ulang tahun ku yang ke lima, Ayah akhirnya tahu kalau ibu adalah naga biru. Dia yang sangat menghormati Dewa agung langsung membuang ibu, dia mengusir kami, atau lebih tepatnya dia menelantarkan kami."


"Ibu sedih, orang yang di cibtainya membuangnya begitu saja hanya karena dia adalah naga biru. Lalu aku dan ibu hidup di tempat klan naga biru. Namun, belum sampai setengah tahun, ibuku membawaku pergi dari sana. Karena ibu sudah tidak tahan dengan cacian dari orang-orang. Setelah itu kami hidup tidak tentu arah dan pada akhirnya ibu kelelahan dan menyerah. Seperti Ayah, dia menwlantarkanku di dunia manusia seorang diri. Dan dia pergi entah kemana."


"Untungnya, waktu ituaku di bawa Nenek Xin. Enek Xin sangat baik padaku. Dia memberiku nama Xin Guang Xiao. Dan kau tahu, gurumu adalah saudara Nenek Xin, jadi jika di kaitkan aku dan gurumu masihlah keluarga."


"Waktu itu wilayah Xin belum menjadi sebuah kerajaan. Waktu itu wayah Xin masihlah pedesaan. Namun, semanjak munculnya pintu-pintu penghubung ke dunia lain. Desa Xin semakin Terkanal."


Setelah berkata panjang kali lebar kali tinggi, Raja Xin mengambil nafas. Lalu mengubah posisi duduknya menjadi berbaring menyamping, menghadap Yun Yi.


Lalu ia melanjutkan ceritanya. "Kau tahu, dulu kita pernah bertemu. Waktu itu adalah pengangkatan mu menjadi Dewi Alam. Dan aku waktu itu masih berumur empat tahun. Kau yang berjalan penuh wibawa dan aura lembut membuatku tidak dapat mengalihkan pandangan ku."


"Sebelum berangkat, ibu bilang aku mungkin akan terpesona pada Dewi cahaya karena dia adalah wanita tercantik. Tapi waktu itu, kau yang memebela klan naga biru begitu menyilaukan di mata ku. Matamu seperti kristal biru yang sangat indah. Bahkan danau surgawi yang ada di istana langit tidak dapat mengalahkan ke indahan matamu."


"Dulu aku sangat mengagumimu, kau tegas namun baik, kau yang marah saat ada yang merendahkan bangsa siluman. Semuanya begitu mempesona di mataku. Seolah kau sudah memberikanku sihir yang tidak dapat di cabut."


"Tapi sayang nya aku hanya dapat melihatmu dari kejauhan. Dan aku hanya bisa menatap mu selama tujuh hari itu."

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2