Reinkarnasi Sang Dewi Alam

Reinkarnasi Sang Dewi Alam
Yu Lin bosan


__ADS_3

Ketika Yun Yi akan mengigit ujung jarinya, ia segera di cegah oleh Jendral Huang.


"Yi'er, lakukan nya nanti saja, sekaang kita tengah menunggangi kuda. Sangat berbahaya kalau kau melepaskan tali kekang kudanya." Jendral Huang berucap dengan cemas.


Melihat Jendral Huang yang begitu cemas, Yun Yi pun menguunkan niatnya. Ia tidak ingin membuat Ayahnya khawatir.


"Oh ya Yi'er, bagaimana penelitian racun itu?" Tanya Qiou Yue ketika ia mengingat kalau Yun Yi tengah meneliti racun yang membunuh Da Hui Long.


"Belum ada perkembangan, aku membutuhkan banyak barang dan bahan. Dan saat ini aku masih belum mempunyai nya." Yun Yi menggeleng, alat-alat yang ia miliki saat ini masih kurang beberapa. Walau beberapa hari yang lalu ia sudah meminta Raja Xin untuk menciptakan beberapa barang untuk nya, tapi itu masih belum cukup.


"Bahan dan barang seperti apa yang kau butuhkan?" Tanya Jendral Huang.


"Katakan saja Yi'er, siapa tahu kamu dapat membantu." Qiou Yue berucap setelah melihat keterdiaman Yun Yi


"Sebenarnya aku sudah memintanya pada A'Guang, tapi karena dia tiba-tiba sibuk dengan pekerjaan nya jadi aku belum mendapatkan barangnya." Papar Yun Yi.


"Apakah harus Ayah carikan?" Tanya Jendral Huang.


Yun Yi menggeleng, "Tidak perlu."


"Lagi pula saat ini aku akam fokus menaikkan Kultivasi ku dulu. Untuk masalah barang dan bahan yang kurang, A'Guang sudah berjanji akan memberikannya di acara perburuan nanti." Yun Yi melanjutkan perkataannya.


Jendral Huang mengangguk, hatinya agak sedih ketika Yun Yi tidak lagi selalu bergantung padanya. Kini Yun Yi mulai bergantung pada Raja Xin, ya... Walau ridak sepenuhnya.


"Oh ya Ayah, aku lupa memberi tahumu." Ucap Qiou Yue ketika mengingat sesuatu yang harus ia sampaikan.


"Apa itu?" Tanya Jendral Huang


"Perguruan Yinzhu juga akan ikut perburuan ini, dan itu artinya akan ada Mei Yan dan An You di sana. Apakah kita akan ke tempat mereka nanti?"


Jendral Huang terdiam, 'sepertinya ia harus pergi menghampiri mereka.' batin Jendral Huang.


"Kita akan menghampiri mereka sebelum acara perburuan di mulai. Aku ingin memperkenal kan kembali An You pada Yun Yi. Sekaligus kita jelaskan tentang ibu mereka." Jendral Huang berucap agak dingin di akhir kalimatnya.


Qiou Yue hanya mengangguk, tidak berani berbicara apapun lagi ketika hawa di sekitar Jendral Huang semakin memberat.


Di belakang mereka bertiga, tepat nya di kerata kuda yang di tumpangi Xi Lan Fen, Min An dan Yu Lin. Min An menatap ke luar jendela, ke arah Yun Yi dengan pandangan iri.


'Aku juga ingin di sana.' batin Min An, murung.


Dari dalam kereta, Xi Lan Fen melihat semua itu, namun ia hanya diam. Setelah itu Xi Lan Fen memejamkan matanya.


Sedangkan Yu Lin menatap aneh ke sekitarnya, di kereta sangat hening, hanya terdengar suara langkah kaki kudah dan roda yang terhantuk-hantuk oleh batu.


Sedari berangkat sampai sekarang Yu Lin merasa sangat bosan dan sekarang ia malah semakin bosan.

__ADS_1


"Huft." Yu Lin menghembuskan nafasnya untuk ke sekian kalinya.


'Ayolah ajak aku bicala.' Yu Lin berteriak dalam hati.


Min An menutup gorden jendela, ia menatap Yu Lin yang sepertinya tengah bosan.


"Yu Lin." Panggilnya.


Yu Lin menoleh, dia mengangkat alisnya seolah mengatakan 'Apa?'


"Apa kamu bosan?" Tanya Min An epat sasaran.


Yu Lin mengangguk dengan semangat.


"Benar, aku sangat bosan. Jadi, JiěJiě, ayo main." Ajak  Yu Lin.


Min An tersenyum lalu mengangguk, "Ingin bermain apa?" Tanya Min An.


Mendengar itu Yu Lin mengerutkan alisnya, jari telunjuknya mengetuk-ngetuk dagu. "Apa ya..." Gumam nya.


Setelah beberapa saat, Apa saja deh, yang penting permainannya selu."


"Baiklah, kalau begitu kita main tebak-tebakan." Ucap Min An yanh di setujui oleh Yu Lin.


"Aku mulai ya." Min An memberi aba-aba.


Yu Lin memiringkan kepalanya, "Makhluk lucu berkumis." Monolog Yu Lin.


"A.. jawabannya Halimau." Ujar Yu Lin semangat.


"Mm?" Min An bergumam alisnya naik.


"Jawaban mu salah. Harimau itu menakutkan bukan lucu." Min An menggeleng, kenapa Yu Lin bisa menyebut Harimau sebagai hewan yang lucu?


"Lalu yang benar apa?" Tanya Yu Lin.


"Kucing. Hewan lucu yang berkumis." Ucap Min An.


"Tapi JiěJiě, menulutku halimau juga lucu." Yu Lin berpendapat.


"Kau tidak takut dengan harimau?" Tanya Min An. Yu Lin menggeleng.


"Harimau bisa melukai kita loh." Min An memberitahu.


"Kucing juga bukankah bisa melukai kita?" Tanya Yu Lin.

__ADS_1


Min An terdiam, "Memang sih..." Gumamnya.


...> > > ✧✧✧ < < <...


Hari pun menjelang malam, akhirnya rombongan keluarga Huang sampai di Kerajaan Qiu. Mereka langsung pergi ke penginapan terdekat untuk mengistirahatkan diri.


"Yi'er pergilah beristirahat. Besok pagi kita akan pergi ke kediaman Kakek mu." Ucap Jendral Huang.


Yun Yi mengangguk, "Baik Ayah."


Setelah kepergian Jendral Huang Yun Yi segera masuk ke kamarnya. Di dalam Lan Mei baru saja selesai menyiapkan air untuk Yun Yi mandi.


"Lan Mei, kau boleh pergi. Aku akan mandi sendiri." Titah Yun Yi.


Lan Mei membungkuk, "Baik Xiăo Jiě. Kalau begitu saya pamit."


Lan Mei pun meninggalkan kamar Yun Yi. Yun Yi langsung mengunci pintu kamarnya lalu segera pergi mandi. Setelah mandi Yun Yi langsung berbaring di kasur yang di sediakkan.


"Huft. Hari ini cukup melelahkan." Monolog nya.


Ketika Yun Yi akan memejamkan matanya, Yun Yi teringat akan cincin yang ia pakai. Spontan ia terduduk, matanya menatap cincin itu lekat.


"Untung saja aku ingat." Setelah berucap Yun Yi segera menggigit ujung jarinya, lalu meneteskan darahnya pada cinxin itu.


Setelah darah Yun Yi di serap, tiba-tiba cahaya putih ke unguan mengelilingi tubuh Yun Yi. Yun Yi merasa ia tersedot oleh sesuatu, untuk sesaat dia seperti berputar-putar lalu berhenti.


Ketika Yun Yi membuka matanya, ia langsung berdecak kagum. "Wa..."


Ladang rumput yang membentang di sebelah kanan Yun Yi, lalu pantai dengan air biru jernih di sisi kiri Yun Yi.


Ketika mata Yun Yi menatap ke kejauhan, di ujung padang eumput yang luas itu ada puncak berwarna ungu yang nampak indah. Lalu ketika mata Yun Yi menatap laut lepas itu, ia melihat seperi ada pulau kecil di sana.


"Pemandangan macam apa ini?" Gumam Yun Yi, matanya terus melihat kesekitar.


Yun Yi berputar, lalu melangkah tak lama ia berlari. "Wah... Hahahah."


Yun Yi tertawa senang, pemandangan yang baru ia lihat untuk pertama kalinya. Tempat yang begitu indah dan udara yang sangat sejuk, serta qi spiritual yang terasa sangat murni.


'Tunggu?!' Yun Yi menyadari sesuatu.


"Qi spiritual di sini mengapa sangatlah murni?" Yun Yi bertanya pada dirinya sendiri.


"Itu karena dunia yang di ciptakan tuan ku yang sebelumnya ini sudah sangat lama, bisa di anggap dunia ini di ciptakan dari era purba."


Sebuah suara terdengar begitu jelas di telinga Yun Yi. Ia berbalik, dan...

__ADS_1


...🔸️To Be Continued🔸️...


__ADS_2